Banyak orang telah melihat dan menyaksikan, bahwa Yesus yang mati dan dikuburkan, telah bangkit!  Tetapi banyak pula orang tidak percaya, sebab para imam kepala bangsa Yahudi telah menyogok tentara yang menjaga kubur Yesus untuk mengatakan, bahwa murid-murid telah mencuri mayat Yesus – Mat. 28:11-15.  Dan cerita ini tersiar di antara orang Yahudi sampai sekarang ini.
" />
Wednesday May 23rd 2012

Yesus Telah Bangkit

Author : | This author have 71 posts

Lukas 24:5, 6 – Mereka sangat ketakutan dan menundukkan kepala, tetapi kedua orang itu berkata kepada mereka: “Mengapa kamu mencari Dia yang hidup, di antara orang mati? Ia tidak ada di sini, Ia telah bangkit. Ingatlah apa yang dikatakan-Nya kepada kamu, ketika Ia masih di Galilea.

Siapa yang dimaksud dengan kedua orang itu? Yohanes 20:12 menyebutnya sebagai dua orang malaikat, sedangkan dalam Lukas 24 kedua orang itu disebut dua pribadi yang selalu hadir saat Yesus lahir, saat Yesus dalam pelayanan, saat Yesus mati, dikubur dan bangkit, saat Yesus naik ke sorga juga muncul dua orang itu. Mereka adalah Musa dan Elia, kubur mereka tidak ada, dua orang ini diangkat hidup-hidup oleh Tuhan. Pada waktu antikris akan muncul, Tuhan tetap punya waktu agar orang Israel diselamatkan, mereka akan turun di Yerusalem dan bersaksi. Mereka bersaksi Yesus telah bangkit, artinya Yesus telah taklukkan penderitaan, menang atas penyakit, Ia telah membungkam lubang-lubang kegagalan, lubang-lubang kehancuran dan kita alami kemenangan karena kebangkitanNya. Ia hadirkan kemenangan.

Ketika Yesus mati kemudian dikubur murid-muridNya sangat panik dan ketakutan mencari tempat perlindungan, yang 1000 tahun sebelumnya Mazmur 55:5-9 gambarkan Daud panik dan takut. Realita Mazmur 55 ada dalam I Samuel 17:48-51, raja Saul suntuk dan diliputi kegentaran karena raksasa Goliat yang tingginya hampir 3 meter, selama 40 hari pagi dan sore ia menantang tentara Israel yang dipimpin raja Saul. Kemudian majulah Daud yang masih remaja menghadapi Goliat dan berkata: “Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu” (I Samuel 17:45). Batu yang dilempar oleh Daud mengenai dahi Goliat dan Goliat pun roboh. Seluruh orang Israel bertempik sorak, namun muncul kebencian Saul pada Daud dan ia membuat program untuk menghabisi Daud.

Daud sudah berbuat baik tapi ia menjadi buronan raja Saul. I Samuel 18-26, enam kali Saul berusaha membunuh Daud. I Samuel 21:1, menurut logika Daud tidak bisa lolos tapi Daud seorang yang diurapi Tuhan, Tuhan menjaga, menyimpan dia. Bagaimana ia menang sehingga ketika dalam kegentaran karena berhadapan dengan kematian ia seperti yang Mazmur 55 gambarkan. Daud lari ke Gad, ketika dia tahu orang-orang Gad tidak bersahabat dengan dia, ia pura-pura tidak waras dan raja Gad mengusirnya larilah Daud ke padang gurun, di sana ia tetap dihantui suara Saul yang akan membunuhnya dan kemudian ia lari ke gua Adulam dan di sana Tuhan memulihkan. Tuhan ingatkan kembali saat ia diurapi oleh Samuel, akhirnya ia berpikir mau lari ke mana lagi.

Daud teringat ada kota kecil dekat Yerusalem yang dihuni oleh imam-imam yaitu Nob, ia disambut imam Ahimelekh. Daud, bukan soal hilang pengharapan tapi sisa-sisa semangat habis, masa depan hancur, ia mencoba menyelamatkan diri tapi tidak menerima ketenangan. Ketika Daud meminta roti kepada Ahimelekh, ia hanya punya roti sajian yang tidak boleh diberikan kepada sembarang orang (I Samuel 21:6). Roti sajian (= Lechem Paniym – bahasa Ibrani) berarti roti peraturan Tuhan; orang yang makan roti ini sekalipun hidupnya hancur berantakan Tuhan akan atur kembali, akan dirapihkan oleh Tuhan jasmani dan rohani. Lalu makanlah Daud, Daud masih takut tapi Daud yakin Tuhan sudah atur masa depannya, lorong-lorong yang akan ia lalui. Sekali lagi Daud bertanya pada Ahimelekh apakah punya tombak atau pedang (I Samuel 21:8-9). Lalu Ahimelekh memberikan kepada Daud pedang Goliat yang dia simpan, pulanglah Daud dengan damai.

1.062 tahun kemudian Yohanes 20:19, setelah peristiwa di Nob, Daud makan roti sajian dan menerima pedang yang telah mengalahkan Goliat, buyut Daud secara jasmani yaitu Yesus, Dia melihat murid-muridNya sedang panik, mereka lari ingin mencari tempat aman, kemudian Dia berkata: “Damai sejahtera bagi kamu!” (“Peace be with you”). Peace diangkat dari bahasa Latin pax artinya ditata, dirapihkan. Yesus mau tata, benahi, rapihkan. Kebangkitan Yesus adalah berita Ia mau merapihkan hidup, keluarga, masa depan kita. Setelah Tuhan rapihkan, roti sajian Yesus beri kepada murid-muridNya, Ia berikan peraturan-peraturan. Yohanes 20:21-22, Yesus tahu murid-muridNya tidak punya senjata, gampang lemah, sebelum Ia mengutus mereka ia memberikan pedang kemenangan yaitu kuasa Roh Kudus. Hari kebangkitan adalah hari Tuhan merapihkan hidup kita, komponen yang harus kita miliki adalah taat, jangan mengandalkan tombak atau pedang tapi mintalah kuasa Roh Kudus.Amin. 040410

Leave a Comment

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

Yesus Telah Bangkit !

Author : | This author have 132 posts

Tomas adalah salah seorang yang tidak percaya dan tidak akan percaya sebelum melihat dan menyentuh Yesus.  Ketika akhirnya berjumpa dengan Yesus, ia pun percaya dan mengakui Yesus sebagai Tuhan dan Allah.  Kelak akan terjadi dimana segala lutut akan bertelut dan semua lidah akan mengaku, bahwa Yesus itulah Tuhan.  Yesus adalah Tuhan dan Allah, sebab Dia telah bangkit dari antara orang mati.

Sengsara, Kematian & Kebangkitan Yesus. Kematian dan Kebangkitan Yesus adalah peristiwa yang telah direncanakan.  Jauh sebelum Ia lahir, nabi Yesaya telah menubuatkannya.  Yesaya 53:10-11 berbicara tentang Sengsara, Kematian dan Kebangkitan Yesus.

Sengsara Yesus. “Allah Yang Maha Kuasa berkehendak untuk meremukkan Dia (Yesus) dengan kesakitan.”  Artinya, Allah mengijinkan Yesus mengalami sengsara.  Ia dipukul, dihina, dicambuk, diberi mahkota duri, dan disalibkan. Yesus dapat saja membebaskan DiriNya, tetapi Ia tidak melakukannya sebab misiNya datang ke dunia adalah untuk mati dan bangkit.  Hanya dengan jalan demikian, manusia berdosa dapat diselamatkan.

Kematian Yesus. “Ia menyerahkan DiriNya sebagai korban karena dosa.”  Ini berbicara tentang kematian Yesus.  Ia menjadi korban, dengan jalan mati di kayu salib.  Penderitaan dan Kematian Yesus adalah untuk melaksanakan kehendak Allah. Kehendak Allah adalah agar semua orang diselamatkan dan beroleh pengetahuan akan kebenaran – 1 Tim. 2:3-4.  Dan keselamatan umat manusia telah dibayar dengan penderitaan dan kematian Yesus. Jadi Kematian Yesus adalah untuk menyelamatkan saudara dan saya dari dosa.  Kita menjadi orang yang menerima berkat Abraham, yaitu diselamatkan oleh karena iman – Gal. 3:13.  KematianNya membebaskan kita dari segala kejahatan – Tit. 2:13-14.

Kebangkitan Yesus. “Setelah mengalami kesusahan jiwa, Ia akan melihat terang dan menjadi puas.”   Ini berbicara tentang KebangkitanNya.  Yesus mendapat kepuasan melalui penderitaan, kematian dan kebangkitanNya.  Dia senang melakukannya untuk saudara dan saya.  Haleluyah! Dia mengabaikan semua kehinaan, tekun memikul salib, karena mengetahui, ada sukacita yang menantiNya – Ibr. 12:2.  Itu sebabnya Ia rela menderita sampai mati di kayu salib.  Dan ketika bangkit, Ia mendapat kepuasan yang luar biasa.  Misinya terlaksana! Ia akan membenarkan banyak orang yang tadinya adalah orang-orang tertuduh.  Iblis mendakwa kita siang dan malam di hadapan Allah – Why. 12:10.  Tetapi syukur, kita mempunyai seorang Pengantara (Pembela) yang membela kita.  Dialah Yesus Kristus yang adil.  Dia adalah juga Pendamai yang mendamaikan kita dengan Allah – 1 Yoh. 2:1-2. Kebangkitan Yesus adalah untuk membenarkan kita – Roma 4:25.  Dan kita yang telah dibenarkan, akan hidup dalam damai sejahtera dengan Allah – Roma 5:1.

Hidup Damai Dengan Allah. Tuhan bukan hanya mengampuni dosa, melainkan juga telah membenarkan dan tidak lagi mengingat segala dosa kita.  Ia telah menyucikan hati nurani, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup – Ibr. 9:14.

Manusia mencari damai, tetapi damai sejati hanya ada di dalam Yesus Kristus.  Mempunyai Yesus berarti mempunyai damai, dan dapat hidup damai dengan Allah.  Dan jika kita hidup damai dengan Allah, kta pun dapat hidup damai dengan sesama manusia.

Mari, berterima kasih kepada Tuhan yang telah menderita sengsara, mati, dan bangkit untuk mendamaikan kita dengan Allah.  Damai sejahtera Allah akan memenuhi segenap hidup kita, sehingga kita dapat hidup berdamai dengan semua orang. Mari datang kepada Yesus, sang Raja Damai – hanya Dia yang dapat memberikan damai sejati. Yesus puas dengan apa yang Ia kerjakan.  Kita  pun akan puas menerima Dia sebagai Juruselamat yang mengampuni segala dosa, sebagai Pendamai yang  memberikan hati nurani yang bersih untuk kita beribadah kepada Tuhan.  Tuhan memberkati saudara.(Pdt A.H.Mandey, Ketapang, Jakarta.gpdiinternet-PHB-033102).

Previous Topic:
Next Topic:

Leave a Comment

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

More from category

Akhir Zaman – Eskatologi* (1)
Akhir Zaman – Eskatologi* (1)

I.Pentingnya Pelajaran Kedatangan Yesus Kedua Kali. Para malaikat berkata kepada murid-murid Tuhan ketika menyaksikan [Read More]

Kolose (21-30)
Kolose (21-30)

COLOSSIANS  21 There can be no statement of more importance to the church than that which the Apostle made concerning [Read More]

Kolose 11-20
Kolose 11-20

COLOSSIANS  11 Redemption is necessary when a person or item of some sort is held captive by an evil force or group. A [Read More]

Doktrin Tentang Malaikat – Angelogy (1)
Doktrin Tentang Malaikat – Angelogy (1)

BAB I: KEBERADAAN MALAIKAT. Memang harus diakui bahwa ayat-ayat referensi tentang malaikat dalam Alkitab hanya sedikit. [Read More]

Kolose (1-10)
Kolose (1-10)

Greetings in the lovely name of our Lord Jesus Christ. It is a joy to once again be able to send you a daily study. My [Read More]

Insider

Archives