Wednesday May 23rd 2012

Watch & Pray

Author : | This author have 35 posts

Seminggu ini saya lagi belajar tentang ”Watch and Pray” atau ”Berjaga dan berdoa”. (Mat 26:36-46) Berjaga di sini berarti juga menjaga stamina iman/rohani supaya tetep ON, dan juga menjaga kelakuan/tingkah laku kita tetap bersih di mata Allah. Supaya ketika kekejutan itu dateng, kita bisa tetep aman, jiwa kita tidak syok, dan yang lebih penting kita dapet mengerti kehendak Allah. Berjaga juga berarti memberi perhatian penuh kepada apa yg telah Tuhan percayakan kepada kita, seperti menjaga rumah, mengurus rumah dalam Mark 13:34. ” Berjaga-jaga juga berarti kita bisa mengatasi rasa depresi yg datang merundung kita (1 Kor 16:13, Why 16:15), menyemangati hidup kita lagi, karena daging kita begitu lemah. Sedangkan roh mengikuti saja. Kita perlu juga menjaga stamina fisik kita, supaya kita bisa hidup teratur, kapan waktu bekerja, kapan waktu berdoa, kapan waktu membaca alkitab, kapan waktu belajar Firman Tuhan, kapan melayani Tuhan, kapan waktu untuk keluarga, kapan waktu sosialisasi dengan temen-temen, kapan untuk refreshing. Jika tubuh kita terlalu capek/lelah sehingga kita malas meluangkan waktu untuk melakukan kegiatan rohani. Akhirnnya kita merasa jauh dari Tuhan, merasa ga layak, dan semua bisa berantakan, celah telah terbuka. Kita harus tau taktik si iblis. Iblis selalu menunggu ’waktu yg baik’ utk mengacau. (Luk 4:13). Ketika iblis kalah melawan Yesus, dia tidak lari jauh-jauh namun menjauh dari Yesus. Keluar dari sesi mengacaunya, dan memperhatikan dengan seksama kalau-kalau Yesus membuka celah. Eh…. kesempatan iblis terbuka ketika Yesus mulai merasa ketakutan di taman getsemani. Saat itu Yesus tidak meminta pasukan malaikat surga menghalau iblis, hanya saja Yesus diberikan kekuatan oleh malaikat. Itulah ’waktu yang baik’ bagi iblis berusaha menambah-nambahkan kesedihan bahkan anxiety/depresi bagi Yesus. Saat itu Yesus adalah manusia biasa. Bisa dibayangkan penderitaan Yesus saat itu. Penderitaan yang amat sangat adalah ’Bapa tidak memandang Yesus, Bapa terpaksa harus meninggalkan Yesus, karena segala dosa manusia harus dipikul saat itu. Bapa tidak bisa melihat dosa. Bapa memalingkan muka terhadap Yesus. Betapa Yesus depresi, tidak pernah Dia harus berjuang seorang diri. Dua kali Yesus memohon kepada Bapa, supaya Dia jangan ditinggalkan, tetapi Dia tahu ini resiko dari keputusanNya untuk mengambil salib itu. Saat itu bukan hanya keringat yang keluar dari pori-poriNya, tetapi darah juga. Kemungkinan besar pembuluh darahNya ada yang pecah, dan tentu saja membuat Dia demam, tubuhNya gemetar dan depresi sekali. Dalam ilmu kedokteran, depresi dapat terjadi karna kerusakan neuron (saraf otak secara fisik) dan bisa juga karna kerusakan jiwa (gangguan mental) akibat trauma ataupun kekejutan (stressing/ tekanan). Tetapi Yesus mengalaminya secara bersamaan. Sungguh penderitaan yang amat sangat. Belum lagi kekecewaanNya terhadap muridNya yang dikasihiNya, atau temen-temen sepelayanan, temen curhatNya, yang tertidur saat Dia butuh banget sama mereka. How dare them? Ketika para ahli mencari tau tentang penderitaan Yesus di taman Getsemani ini, ada juga yng kontra dan mengatakan ”ga mungkin! Mana bisa darah keluar dari pori”. Tetapi mereka harus bungkam ketika Charles IX of France mengalami suatu penyakit, sampai-sampai darah keluar dari pori-pori keringat, akibat suatu stress dan berlanjut ke depressi akibat ketakutan yg amat sangat, gejolak/agitasi yang berlebih, dan ia tidak lama meninggal. Berbeda dengan Yesus, saat-saat semalaman Dia tidak tidur, depressi berat, berjuang seorang diri, malaikat datang untuk memberi kekuatan kepadaNya. Hah… adakah kita mengalami penderitaan yang lebih parah dari itu? Kita patut belajar dari Yesus, ketika depressi itu menyerang, Dia menghempaskan mukaNya ke tanah dan berseru pada Bapa. Yesus tahu, kalo Bapa ga bakalan setuju dengan doaNya saat itu, cawan itu harus diminumNya. Tetapi Bapa mengirimkan malaikat untuk memberikan kekuatan padaNya. Bapa tidak mengirimkan malaikat untuk menghalaukan tentara Romawi yg akan menyiksaNya. Tetapi kekuatan itulah yang Bapa beri. (Ruth Pivas Nop 2009)

Leave a Comment

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

More from category

Dibawah Pohon Ara
Dibawah Pohon Ara

Di bawah Pohon Ara   Yesus menjawab, kata-Nya: “Karena Aku berkata kepadamu: Aku melihat engkau di bawah pohon [Read More]

E-SWORD DI MALANG
E-SWORD DI MALANG

Klik http://www.youtube.com/watch?v=FtDyI9itw3Q Klik http://www.youtube.com/watch?v=R_Ura39pwUI Puji Tuhan !! Pelatihan [Read More]

E-SWORD DI JAKARTA
E-SWORD DI JAKARTA

klik http://www.youtube.com/watch?v=FtDyI9itw3Q klik http://www.youtube.com/watch?v=R_Ura39pwUI Panitia sudah mulai [Read More]

KEMAJUAN TEKNOLOGI = KIAMAT SEMAKIN DEKAT
KEMAJUAN TEKNOLOGI = KIAMAT SEMAKIN DEKAT

Alkitab tidak menuliskan secara pasti tanggal hari kiamat. Namun demikian, Alkitab menuliskan beberapa tanda atau [Read More]

Setia Sampai Akhir
Setia Sampai Akhir

Akhir Juli 2009 Tak ada yang berubah dengan rumah yang sering disebut ibu Loji Pastoral itu. Masih tetap tertata rapi, [Read More]

Insider

Archives