Wahyu 1:8 “Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa.”
" />
Sunday April 20th 2014

Wahyu 1:8-9

Author : | This author have 131 posts

Wahyu 1:8 “Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa.”

Dalam abjad Yunani, Alfa adalah huruf yang pertama dan Omega adalah huruf terakhir. Alkitab, termasuk kitab Wahyu, memang ditulis dalam bahasa Yunani. Allah menyatakan diri sebagai yang awal dan yang akhir, artinya Dia menguasai segala sesuatu, dari yang kekal sampai kekal.

Dalam kitab Wahyu 1:9-20, kita akan melihat penglihatan yang dilihat oleh Yohanes. Dalam ayat 12 ia menulis, bahwa ia berpaling untuk melihat: Yohanes mendapat penglihatan dari Allah.

Alkitab mencatat tentang orang-orang yang mendapat penglihatan dari Allah:

1.      Musa

Musa pernah meminta Tuhan menunjukkan kemuliaanNya, tetapi Tuhan belum memperlihatkan semuanya.

“Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Juga hal yang telah kaukatakan ini akan Kulakukan, karena engkau telah mendapat kasih karunia di hadapanKu dan Aku mengenal engkau.” Tetapi jawabnya: “Perlihatkanlah kiranya kemuliaanMu kepadaku.” Tetapi firmanNya: “Aku akan melewatkan segenap kegemilanganKu dari depanmu dan menyerukan nama TUHAN di depanmu: Aku akan memberi kasih karunia kepada siapa yang Kuberi kasih karunia dan mengasihani siapa yang Kukasihani.” Lagi firmanNya: “Engkau tidak tahan memandang wajahKu, sebab tidak ada orang yang memandang Aku dapat hidup.” Berfirmanlah TUHAN: “Ada suatu tempat dekatKu, di mana engkau dapat berdiri di atas gunung batu; apabila kemuliaanKu lewat, maka Aku akan menempatkan engkau dalam lekuk gunung itu dan Aku akan menudungi engkau dengan tanganKu, sampai Aku berjalan lewat. Kemudian Aku akan menarik tanganKu dan engkau akan melihat belakangKu, tetapi wajahKu tidak akan kelihatan” (Kel 33:17-23)

2.      Yesaya

Yesaya pernah melihat sedikit dari kemuliaan Allah.

“Dalam tahun matinya raja Uzia aku melihat Tuhan duduk di atas takhta yang tinggi dan menjulang, dan ujung jubahNya memenuhi Bait Suci. Para Serafim berdiri di sebelah atasNya, masing-masing mempunyai enam sayap; dua sayap dipakai untuk menutupi muka mereka, dua sayap dipakai untuk menutupi kaki mereka dan dua sayap dipakai untuk melayang-layang. Dan mereka berseru seorang kepada seorang, katanya: “Kudus, kudus, kuduslah TUHAN semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaanNya!” Maka bergoyanglah alas ambang pintu disebabkan suara orang yang berseru itu dan rumah itupun penuhlah dengan asap. Lalu kataku: “Celakalah aku! aku binasa! Sebab aku ini seorang yang najis bibir, dan aku tinggal di tengah-tengah bangsa yang najis bibir, namun mataku telah melihat Sang Raja, yakni TUHAN semesta alam” (Yes 6:1-5).

3.      Yeremia

Yeremia melihat sedikit dari kemuliaan TUHAN.

Sesudah itu firman TUHAN datang kepadaku, bunyinya: “Apakah yang kau lihat, hai Yeremia?” Jawabku: “Aku melihat sebatang dahan phon badam.” Lalu firman TUHAN kepadaku: “Baik penglihatanmu, sebab Aku siap sedia untuk melaksanakan firmanKu.” Firman TUHAN datang kepadaku untuk kedua kalinya, bunyinya: “Apakah yang kaulihat?” Jawabku: “Aku melihat sebuah periuk yang mendidih; datangnya dari sebelah utara” (Yer 1:11-13).

4.      Yehezkiel

Yehezkiel juga melihat sedikit kemuliaan TUHAN.

“Lalu aku melihat, sungguh, angina badai bertiup dari utara, dan membawa segumpal awan yang besar dengan api yang berkilat-kilat dan awan itu dikelilingi oleh sinar; di dalam, di tengah-tengah api itu kelihatan seperti suasa mengilat” (Yeh 1:4)

5.      Petrus, Yohanes dan Yakobus

Ketiga murid Tuhan ini menyaksikan sebagian dari kemuliaan Allah tatkala Yesus dipermuliakan di atas gunung.

“Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka; wajahNya bercahaya seperti matahari dan pakaianNya menjadi putih bersinar seperti terang…Dan tiba-tiba sedang ia berkata-kata turunlah awan yang terang menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara yang berkata: “Inilah Anak yang Kukasihi, kepadaNyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia.” (Mat 17:2, 5).

6.      Paulus

Ketika masih bernama Saulus, ia melihat sebagian kemuliaan Allah di jalan menuju Damsyik.

Kisah 9:3-5 – Ia melihat terang dari sorga sehingga rebah ke tanah dan menjadi buta karenanya. Ia bertanya, “Siapakah Engkau, Tuhan?” Dan Yesus menjawab, “Akulah Yesus yang kauaniaya itu.” Kemudian dalam 2 Korintus 12:1-4, Paulus diangkat sampai ke langit yang ketiga, masuk dalam Firdaus dan mendengar suara di dalam sorga.

Mereka semua telah melihat sedikit dari sekian besar kemuliaan Allah, tetapi makin lama porsinya makin besar, dan puncaknya ialah apa yang dilihat oleh Yohanes di pulau Patmos.

Wahyu 1:9

“Aku, Yohanes, saudara dan sekutumu dalam kesusahan, dalam Kerajaan dan dalam ketekunan menantikan Yesus, berada di pulau yang bernama Patmos oleh karena firman Allah dan kesaksian yang diberikan oleh Yesus.”

Ia menceritakan dirinya sebagai penulis semua ini, yaitu Yohanes, saudara sekutu dalam kesusahan. Ia tidak menonjolkan diri sebagai rasul ataupun orang besar, melainkan sebagai saudara dan sekutu dalam kesusahan. Kesusahan disini mempunyai arti suatu tekanan berat, yang menekan roh manusia. Kata yang sama kita temukan dalam 2 Korintus 4:8 – “Dalam segala hal kami ditindas,….” Jadi ketika itu, Yohanes yang adalah rasul ada dalam tekanan jiwa dan roh serta aniaya yang hebat. Ia ada dalam kesusahan bukan karena telah berbuat dosa. Ia sedang dalam ketekunan menantikan Yesus di pulau Patmos oleh karena firman Allah. Dalam pengiringan sebagai orang Kristen, kita bisa saja mengalami aniaya karena Tuhan.

“Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan” (1 Tim 4:1)

Di akhir zaman sebelum Antikristus dinyatakan, banyak orang akan murtad, disebabkan tidak tahan terhadap beratnya tekanan dan aniaya yang datang karena memegang Firman Allah. Sekalipun oknum Antikristus belum nyata, sekarang ini rohnya sudah bekerja dengan berbagai upaya untuk menganiaya umat Kristen agar mereka murtad. Pada saat inilah iman kita diuji dan barangsiapa yang bertahan dan bertekun dalam iman, merekalah yang akan selamat.

Wahyu 14:6-12 mencatat tentang peringatan terakhir bagi mereka yang mau percaya kepada Yesus:

“Dan aku melihat seorang malaikat lain terbang di tengah-tengah langit dan padanya ada Injil yang kekal untuk diberitakannya kepada mereka yang diam di atas bumi dan kepada semua bangsa dan suku dan bahasa dan kaum, dan ia berseru dengan suara nyaring: “Takutlah akan Allah dan muliakanlah Dia, karena telah tiba saat penghakimanNya, sembahlah Dia yang telah menjadikan langit dan bumi dan laut dan semua mata air.” Dan seorang malaikat lain, malaikat kedua, menyusul dia dan berkata: “Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu, yang telah memabukkan segala bangsa dengan anggur hawa nafsu cabulnya.” Dan seorang malaikat lain, malaikat ketiga, menyusul mereka, dan berkata dengan suara nyaring: “Jikalau seorang menyembah binatang dan patungnya itu, dan menerima tanda pada dahinya atau pada tangannya, maka ia akan minum dari anggur murka Allah, yang disediakan tanpa campuran dalam cawan murkaNya; dan ia akan disiksa dengan api dan belerang di depan mata malaikat-malaikat kudus dan di depan mata Anak Domba. Maka asap api yang menyiksa mereka itu naik ke atas sampai selama-lamanya, siang malam mereka tidak henti-hentinya disiksa, yaitu mereka yang menyembah binatang serta patungnya itu, dan barangsiapa yang telah menerima tanda namanya.” Yang penting disini  ialah ketekunan orang-orang kudus, yang menuruti perintah Allah dan iman kepada Yesus.”

            Tanda itu ialah 666 yang diperoleh dalam masa pemerintahan Antikristus. Dalam wahyu 13:16-17 nanti kita akan melihat bahwa tanpa tanda 666, orang tidak bisa berjual-beli dan akan dibunuh oleh Antikristus.

Wahyu 14:13 selanjutnya berkata:

            “Dan aku mendengar suara dari sorga berkata: Tuliskan: \Berbahagialah orang-orang mati yang mati dalam Tuhan, sejak sekarang ini.\” \”Sungguh,\” kata Roh, \”supaya mereka boleh beristirahat dari jerih lelah mereka, karena segala perbuatan mereka menyertai mereka.\”

            Mereka yang mati sebelum masa 3½ tahun aniaya disebut sebagai orang yang berbahagia. Wahyu 14:12 tadi mencatat, bahwa yang penting adalah ketekunan orang-orang kudus yang menuruti perintah Allah dan iman kepada Yesus.

“Dan seorang dari antara tua-tua itu berkata kepadaku: “Siapakah mereka yang memakai jubah putih itu dan dari manakah mereka datang?”

Maka kataku kepadanya: “Tuanku, tuan mengetahuinya.” Lalu ia berkata kepadaku: “Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba.

Karena itu mereka berdiri di hadapan takhta Allah dan melayani Dia siang malam di Bait Suci-Nya. Dan Ia yang duduk di atas takhta itu akan membentangkan kemah-Nya di atas mereka.” (Why 7:13-15)

            Mereka yang keluar dari kesusahan besar, yaitu masa pemerintahan antikristus adalah 5 anak dara yang bodoh, yang dicatat dalam wahyu 12:17 – “Maka marahlah naga itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus.” Mereka akan dibunuh oleh Antikristus pada awal masa aniaya besar, tetapi mereka selamat karena menuruti perintah Allah dan memegang kesaksian Yesus Kristus.

            Aniaya boleh datang, tetapi yang penting ialah ketekunan kita untuk tetap percaya kepada Tuhan Yesus Kristus. Roma 8:18 – “Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.” Lebih baik mati dianiaya karena Kristus sekarang daripada mati untuk selama-lamanya dalam neraka nanti. Mengenai mereka yang mati dibunuh karena firman Allah, wahyu 6:9-11 menulis:

            “Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang kelima, aku melihat di bawah mezbah jiwa-jiwa mereka yang telah dibunuh oleh karena firman Allah dan oleh karena kesaksian yang mereka miliki. Dan mereka berseru dengan suara nyaring, katanya: “Berapa lamakah lagi, ya Penguasa yang kudus dan benar, Engkau tidak menghakimi dan tidak membalaskan darah kami kepada mereka yang diam di bumi?”

Dan kepada mereka masing-masing diberikan sehelai jubah putih, dan kepada mereka dikatakan, bahwa mereka harus beristirahat sedikit waktu lagi hingga genap jumlah kawan-kawan pelayan dan saudara-saudara mereka, yang akan dibunuh sama seperti mereka.”

            Allah telah menentukan jumlah mereka yang akan mati sahid, dan satu waktu kelak jumlahnya akan tercapai. Sebagai orang percaya kita tidak perlu takut. Kalaupun harus mati dibunuh karena firman Allah, sehelai jubah putih akan diberikan kepada kita; kita akan selamat dalam sorga. Jadi tetaplah pegang teguh firman Allah, maka Tuhan akan menyediakan sorga yang mulia bagi kita.

Be Sociable, Share!
Next Topic:

More from category

Akhir Zaman – Eskatologi* (1)
Akhir Zaman – Eskatologi* (1)

I.Pentingnya Pelajaran Kedatangan Yesus Kedua Kali. Para malaikat berkata kepada murid-murid Tuhan ketika menyaksikan [Read More]

Kolose (21-30)
Kolose (21-30)

COLOSSIANS  21 There can be no statement of more importance to the church than that which the Apostle made concerning [Read More]

Doktrin Tentang Malaikat – Angelogy (1)
Doktrin Tentang Malaikat – Angelogy (1)

BAB I: KEBERADAAN MALAIKAT. Memang harus diakui bahwa ayat-ayat referensi tentang malaikat dalam Alkitab hanya sedikit. [Read More]

Kolose (1-10)
Kolose (1-10)

Greetings in the lovely name of our Lord Jesus Christ. It is a joy to once again be able to send you a daily study. My [Read More]

Love (111-125 – Selesai)
Love (111-125 – Selesai)

ALLAH ADALAH KASIH. #111 Besarnya ukuran satu kata sederhana BEGITU tidak dapat, ataupun tidak pernah akan terukur, [Read More]

Insider

Archives