Wahyu 1:12 “Lalu aku berpaling untuk melihat suara yang berbicara kepadaku. Dan setelah aku berpaling tampaklah kepadaku tujuh kaki dian dari emas.”
" />
Wednesday May 23rd 2012

Wahyu 1:12

Author : | This author have 132 posts

Wahyu 1:12 “Lalu aku berpaling untuk melihat suara yang berbicara kepadaku. Dan setelah aku berpaling tampaklah kepadaku tujuh kaki dian dari emas.”

            Yohanes melihat tujuh kaki dian. Kita akan membaca beberapa ayat mengenai kaki dian: Haruslah engkau membuat kandil dari emas murni; dari emas tempaan harus kandil itu dibuat, baik kakinya baik batangnya; kelopaknya — dengan tombolnya dan kembangnya — haruslah seiras dengan kandil itu. Enam cabang harus timbul dari sisinya: tiga cabang kandil itu dari sisi yang satu dan tiga cabang dari sisi yang lain.

Tiga kelopak yang berupa bunga badam pada cabang yang satu — dengan tombol dan kembangnya — dan tiga kelopak yang serupa pada cabang yang lain — dengan tombol dan kembangnya –; demikianlah juga kaubuat keenam cabang yang timbul dari kandil itu. Pada kandil itu sendiri harus ada empat kelopak berupa bunga badam — dengan tombolnya dan kembangnya. Juga harus ada satu tombol di bawah sepasang cabang yang pertama, yang timbul dari kandil itu, dan satu tombol di bawah yang kedua, dan satu tombol di bawah yang ketiga; demikianlah juga kaubuat keenam cabang yang timbul dari kandil itu. Tombol dan cabang itu harus timbul dari kandil itu, dan semuanya itu haruslah dibuat dari sepotong emas tempaan yang murni. Haruslah kaubuat pada kandil itu tujuh lampu dan lampu-lampu itu haruslah dipasang di atas kandil itu, sehingga diterangi yang di depannya. Sepitnya dan penadahnya haruslah dari emas murni. Dari satu talenta emas murni haruslah dibuat kandil itu dengan segala perkakasnya itu. Dan ingatlah, bahwa engkau membuat semuanya itu menurut contoh yang telah ditunjukkan kepadamu di atas gunung itu.\”(Kel 25:31-40).

            Alkitab terjemahan lama menggunakan kata kaki dian atau kaki pelita, sementara terjemahan baru memakai kata “kandil”. Penjelasan dari ayat-ayat di atas adalah sebagai berikut: Keseluruhan kandil atau kaki dian harus dibuat dari satu potong emas tempaan, bukan emas solderan dan tambalan. Suatu pekerjaan yang luar biasa sekali. Ia harus dibuat dari satu potong emas yang ditempa menjadi sebuah kaki dian yang bercabang-cabang. Apa yang Allah perintahkan kepada manusia pasti bisa dikerjakan, betapapun susah dan beratnya pekerjaan tersebut. dan ternyata, ada dua orang, yaitu Bezaleel dan Aholiab yang penuh dengan Roh Allah sehingga mempunyai hikmat untuk membuat kandil itu.

            Pada kandil harus ada tujuh lampu = harus ada terang. Dan kaki dian harus dibuat dari satu talenta emas murni. Satu talenta = 125 pound. Satu kilogram = 2,2 pound. Jadi kira-kira sama dengan 60 kilogram emas. Bayangkan betapa kaya bangsa Israel pada waktu itu. Kitab Mazmur mencatat, ketika bangsa Israel keluar dari Mesir, mereka membawa seluruh kekayaannya, termasuk emas dan perak. Ini adalah bayangan dari gereja Tuhan yang akan keluar dengan emas dan perak. Emas berbicara dari hal kemuliaan Tuhan, sedangkan perak berbicara dari hal penebusan – inilah kekayaan gereja di akhir zaman.

            Kalau saudara memperhatikan gambar kaki dian dengan seksama dan membaginya manjadi dua bagian, saudara akan mendapati bahwa sisi sebelah kiri mempunyai 13 bagian yang masing-masing terdiri dari tiga (kelopak, tombol & kembang): 13×3 = 39, sedangkan sisi sebelah kanan berjumlah: 9×3 = 27. jumlah keseluruhannya ialah 66, yaitu jumlah seluruh kitab dalam Alkitab: 39 buku perjanjian lama dan 27 buku perjanjian baru. Itu sebabnya kita bisa yakin bahwa ke-66 buku dalam Alkitab inilah yang Tuhan berikan kepada kita dengan terang Roh Kudus.

            Emas murni berbicara tentang ke-Allahan. Dalam Tabernakel, kaki dian merupakan satu-satunya benda terang dalam ruang suci. Perhatikan gambar 1.5 .

            Luas tempat maha-suci: panjang x lebar x tinggi = 10 x 10 x 10 = 1000 hasta, bayangan dari 1000 tahun kerajaan damai. Luas tempat suci: 20 x 10 x 10 = 2000 hasta, bayangan dari zaman gereja Tuhan, yaitu sejak kelahiran Yesus sampai kedatanganNya berikut. Jadi selama masa 2000 tahun ini, kaki dian itulah satu-satunya sumber terang. Siapakah kaki dian?

            Yesusu berkata: “Kamu adalah terang dunia.”(Mat 5:14). Wahyu 1:20 menjelaskan, “…ketujuh kaki dian itu ialah ketujuh jemaat.” Kaki dian adalah dari bayangan gereja Tuhan, yaitu orang-orang percaya yang “dibuat dari emas murni”. Suratan 2Petrus 1:4 berkata, “…supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi…” kodrat/sifat ilahi harus masuk dalam kita dan ini tidak akan terjadi dalam sekejap mata, melainkan melalui suatu proses penderitaan, seperti layaknya emas yang harus ditempa habis-habisan.

            Filipi 1:29 – “Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia.” Kita dipukul, ditempa dengan berbagai macam ujian dan pencobaan agar bisa keluar sebagai emas yang murni. Roma 8:17 berkata, “Jika kita dalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya barsama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.” Sebagai anak-anak Allah, kita adalah ahli waris yang akan mewarisi kekayaanNya. Kita bahkan akan menerima kemuliaan bersama dengan Krisrus, tetapidengan satu syarat: menderita sengsara dan aniaya bersama dengan Dia.

            Jadi kaki dian adalah gambaran dari kehidupan saudara dan saya yang harus ditempa. Suratan Ibrani 12:6 berkata, “karena Tuhan menghajar orang yang dikasihiNya, dan menyesah orang yang diakuiNya sebagai anak.”

            “Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami. Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa;

kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa. Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami. Sebab kami, yang masih hidup ini, terus-menerus diserahkan kepada maut karena Yesus, supaya juga hidup Yesus menjadi nyata di dalam tubuh kami yang fana ini. Maka demikianlah maut giat di dalam diri kami dan hidup giat di dalam kamu” (2Korintus 4:7-12).

            Justru dalam tubuh tanah liat kita yang lemah ini, Tuhan memberikan kuasa dan kekuatan yang luar biasa. Sebagai anak Tuhan atau gereja Tuhan, kita tidak dapat melepaskan diri dari penderitaan, tetapi percayalah, sengsara dan pencobaan yang kita alami sekarang ini, tidak sebanding dengan kemuliaan yang akan kita peroleh jika kita tetap setia.”

Previous Topic:
Next Topic:

Leave a Comment

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

More from category

Akhir Zaman – Eskatologi* (1)
Akhir Zaman – Eskatologi* (1)

I.Pentingnya Pelajaran Kedatangan Yesus Kedua Kali. Para malaikat berkata kepada murid-murid Tuhan ketika menyaksikan [Read More]

Kolose (21-30)
Kolose (21-30)

COLOSSIANS  21 There can be no statement of more importance to the church than that which the Apostle made concerning [Read More]

Kolose 11-20
Kolose 11-20

COLOSSIANS  11 Redemption is necessary when a person or item of some sort is held captive by an evil force or group. A [Read More]

Doktrin Tentang Malaikat – Angelogy (1)
Doktrin Tentang Malaikat – Angelogy (1)

BAB I: KEBERADAAN MALAIKAT. Memang harus diakui bahwa ayat-ayat referensi tentang malaikat dalam Alkitab hanya sedikit. [Read More]

Kolose (1-10)
Kolose (1-10)

Greetings in the lovely name of our Lord Jesus Christ. It is a joy to once again be able to send you a daily study. My [Read More]

Insider

Archives