Wahyu 1:10 “Pada hari Tuhan aku dikuasai oleh Roh dan aku mendengar dari belakangku suatu suara yang nyaring, seperti bunyi sangkakala,”
" />
Wednesday May 23rd 2012

Wahyu 1:10-11

Author : | This author have 132 posts

Wahyu 1:10 “Pada hari Tuhan aku dikuasai oleh Roh dan aku mendengar dari belakangku suatu suara yang nyaring, seperti bunyi sangkakala,”

            Yang dimaksud dengan “hari Tuhan” dalam perjanjian baru ialah hari minggu, bukan hari sabat, sebab kalau hari sabat, tentulah rasul Yohanes menuliskannya sebagai hari sabat. Hari minggu disebut sebagai hari Tuhan, sebab Yesus bangkit pada hari minggu. Itu sebabnya sejak kebangkitan Yesus, murid-murid Tuhan berbakti pada hari minggu.

-         Yohanes 20:1 – “Pada hari pertama minggu itu, pagi-agi benar ketika hari masih gelap…” Yesus bangkit pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar.

-         Kisah 20:7 – “Pada hari pertama dalam minggu itu, ketika kami berkumpul untuk memecah-mecahkan roti, Paulus berbicara dengan saudara-saudara di situ, karena ia bermaksud untuk berangkat pada keesakan harinya…” orang Kristen mula-mula, berkumpul untuk memecahkan roti pada hari pertama dalam minggu. Mereka mengadakan kebaktian pada hari pertama, yaitu hari minggu, sementara orang Yahudi beribadah pada hari ketujuh, yaitu hari Sabat.

-         1Korintus 16:2 – “Pada hari pertama dari tiap-tiap minggu hendaklah kamu masing-masing – sesuai dengan apa yang kamu peroleh – menyisihkan sesuatu dan menyimpannya di rumah, supaya jangan pengumpulan itu baru diadakan, kalau aku datang.” Pada hari pertama, yaitu hari minggu, orang-orang Kristen menyisihkan sedikit dari apa yang mereka peroleh untuk diberikan kepada orang-orang kudus yang tidak mampu.

-         Keluaran 12:1-2 – “Berfirmanlah Tuhan kepada Musa dan Harun di tanah Mesir: “Bulan inilah akan menjadi permulaan segala bulan bagimu; itu akan menjadi bulan pertama bagimu tiap-tiap tahun.” Keluarnya bangsa Israel setelah 400 tahun dijajah oleh bangsa Mesir merupakan bulan pertama, perhitungan waktu yang baru. Demikian pula dengan kehidupan kita yang telah dibebaskan dari belenggu dosa. 2Korintus 5:17 berkata, “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.”

Allah memulaikan sesuatu yang baru ketika bangsa Israel keluar dari Mesir. Demikian pula dalam perjanjian baru, dengan kebangkitan Yesus Kristus dari kematian, Ia memulai suatu yang perhitungan yang baru. Dan hari minggu dimana kita berbakti adalah hari pertama dalam minggu, menurut Alkitab dan sejarah gereja.

            “Hari Tuhan” memang bisa berarti “hari kedatangan Tuhan kembali”. Tetapi disini tidak mungkin Yohanes menulis buku pada hari kedatangan Tuhan. Ia justru sedang dikuasai Roh Allah untuk menuliskan perkara-perkara yang akan terjadi menjelang kedatangan Tuhan kembali. Jadi jelas bahwa hari Tuhan disini adalah hari minggu, hari dimana umat Allah beribadah kepada Tuhan.

            Rasul Yohanes dikuasai oleh Roh begitu rupa sehingga ia mendengar suara Roh yang menyuruhnya menuliskan apa yang Tuhan perlihatkan kepadanya dengan pimpinan Roh. Orang bisa dikuasai Roh untuk menulis, bahkan rasul Paulus dalam 1Korintus 14 menyatakan bahwa ia bisa menyanyi dalam Roh, bukan lagi dengan akal.

            Beberapa catatan tentang mereka yang dikuasai oleh Roh:

-         Yehezkiel 8:3 – “Dia mengulurkan sesuatu yang berbentuk tangan dan dipegangNya jambul kepalaku. Lalu Roh itu mengangkat aku ke antara langit dan bumi dan membawa aku dalam penglihatan-penglihatan ilahi ke Yerusalem dekat pintu gerbang pelataran dalam yang menghadap ke utara, dimana terdapat berhala cemburuan, yang menimbulkan cemburu itu.” Yehezkiel dikuasai dan diangkat oleh Roh. Dalam perjanjian baru, kita mengenal Filipus dalam kisah 8. Dia membaptis seorang sida-sida, tetapi begitu sida-sida itu keluar dari dalam air, tiba-tiba Filipus hilang. Ia diangkat oleh Roh dan dibawa ke Samaria.

-         Yehezkiel 40:1-2 – “Dalam tahun kedua puluh lima sesudah pembuangan kami, yaitu pada permulaan tahun, pada tanggal sepuluh bulan itu, dalam tahun keempat belas sesudah kota itu ditaklukkan, pada hari itu juga kekuasaan Tuhan meliputi aku dan dibawaNya aku dalam penglihatan-penglihatan ilahi ke tanah Israel dan menempatkan aku di atas sebuah gunung yang tinggi sekali. Di atas itu di hadapanku ada yang menyerupai bentuk kota.” Kuasa Tuhan meliputi dan menguasai Yehezkiel. Roh Kudus sanggup menguasai kita begitu rupa dan mengangkat kita untuk mendengar, melihat, atau bernyanyi dalam Roh. Roh Kudus sanggup melakukan segala sesuatu.

-         Wahyu 4:1-2 – “Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, sebuah pintu terbuka di sorga dan suara yang dahulu yang telah kudengar, berkata kepadaku seperti bunyi sangkakala, katanya: Naiklah ke mari dan Aku akan menunjukkan kepadamu apa yang harus terjadi sesudah ini. Segera aku dikuasai oleh Roh dan lihatlah, sebuah takhta terdiri di sorga, dan di takhta itu duduk seorang.” Yohanes dikuasai Roh untuk melihat dan bahkan naik ke dalam sorga.

-         Wahyu 17:3 – “Dalam Roh aku dibawanya ke padang gurun. Dan aku melihat seorang perempuan duduk di atas seekor Binatang yang merah ungu, yang penuh tertulis dengan nama-nama hujat. Binatang itu mempunyai tujuh kepala dan sepuluh tanduk.” Kali ini Roh membawa Yohanes ke padang gurun, yaitu bumi ini.

-         Wahyu 21:10 – “Lalu, di dalam roh ia membawa aku ke atas sebuah gunung yang besar lagi tinggi dan ia menunjukkan kepadaku kota yang kudus itu, Yerusalem, turun dari sorga, dari Allah.” Roh membawa Yohanes ke atas gunung untuk menunjukkan kota Yerusalem yang baru.

-         Kisah 22:17-18 – “Sesudah aku kembali di Yerusalem dan ketika aku sedang berdoa di dalam Bait Allah, rohku diliputi oleh kuasa ilahi. Aku melihat Dia…” rasul Paulus diliputi kuasa ilahi dan melihat Tuhan.

-         Kisah 2:4 – “Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.” Pada hari Pentakosta, murid-murid mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa yang belum pernah mereka pelajari sebelumnya, seperti yang diberikan oleh Roh, bukan seperti yang diajarkan manusia.

Juga mengenai nubuatan, Petrus menulis demikian dalam 2Petrus 1:21, “sebab tidak pernah nubuatan dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.” jadi jelas nubuatan harus berdasarkan atas dorongan Roh Kudus.

Pencurahan Roh Kudus ke atas 120 orang murid pada hari Pentakosta merupakan sebagian penggenapan nubuatan nabi Yoel seperti ditulis dalam Kisah 2:17 – “Akan terjadi pada hari-hari terakhir — demikianlah firman Allah — bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi”. Yang masih akan terjadi antara lain ialah adanya nubuatan atau  penglihatan-penglihatan. Tetapi kita tidak akan mendapat penglihatan apabila tidak dikuasai oleh Roh. Orang-orang tua akan mendapat mimpi-mimpi rohani.

Kisah 2:18-20 selanjutnya berkata, “Juga ke atas hamba-hamba-Ku laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu dan mereka akan bernubuat.

Dan Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di atas, di langit dan tanda-tanda di bawah, di bumi: darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap. Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari Tuhan, hari yang besar dan mulia itu.” Sedikit demi sedikit nubuatan nabi Yoel ini pasti digenapi. Kita akan menyaksikan ada penglihatan dan nubuatan dalam gereja.

            Jadi kita melihat betapa pentingnya penguasaan Roh Kudus atas kehidupan kita. Tanpa penyerahan total kepada Roh Kudus, Ia tidak akan dapat menguasai kita dan akibatnya, kita tidak akan mengalami perkara-perkara yang heran. Yohanes mendengar suara dari belakangnya. Kemudian dalam ayat 12, ia berpaling untuk melihat suara yang berbicara kepadanya. Dan, begitu melihat Tuhan, tersungkurlah Yohanes di depan kakiNya seperti orang yang mati (ayat 17). Ia tidak lagi mempunyai kekuatan untuk berdiri; ia jatuh tersungkur ketika melihat Tuhan. Dalam Perjanjian Lama, Daniel juga jatuh tertelungkup, tersungkur.

“Ketika aku melihat penglihatan yang besar itu, hilanglah kekuatanku; aku menjadi pucat sama sekali, dan tidak ada lagi kekuatan padaku. Lalu kudengar suara ucapannya, dan ketika aku mendengar suara ucapannya itu, jatuh pingsanlah aku tertelungkup dengan mukaku ke tanah. Tetapi ada suatu tangan menyentuh aku dan membuat aku bangun sambil bertumpu pada lutut dan tanganku. Katanya kepadaku: \Daniel, engkau orang yang dikasihi, camkanlah firman yang kukatakan kepadamu, dan berdirilah pada kakimu, sebab sekarang aku diutus kepadamu.\” Ketika hal ini dikatakannya kepadaku, berdirilah aku dengan gemetar. Lalu katanya kepadaku: \”Janganlah takut, Daniel, sebab telah didengarkan perkataanmu sejak hari pertama engkau berniat untuk mendapat pengertian dan untuk merendahkan dirimu di hadapan Allahmu, dan aku datang oleh karena perkataanmu itu.”(Dan 10:8-12).

            Roh Allah dapat menguasai seseorang sedemikian rupa sehingga kekuatannya secara manusia lenyap sama sekali, dan justru di saat seperti itulah Tuhan mulai bekerja. Ia ingin berbicara, memberitahukan serta menunjukkan kepada hamba-hambaNya tentang apa yang akan terjadi. Roh Kudus akan bekerja dengan sangat heran.

“Suatu suara yang nyaring seperti bunyi sangkakala.”

Sangkakala dibunyikan pada empat peristiwa penting berikut ini:

Ketika Torat diberikan (Kel 19:1-6, 17-19)
“Pada bulan ketiga setelah orang Israel keluar dari tanah Mesir, mereka tiba di padang gurun Sinai pada hari itu juga. Setelah mereka berangkat dari Rafidim, tibalah mereka di padang gurun Sinai, lalu mereka berkemah di padang gurun; orang Israel berkemah di sana di depan gunung itu. Lalu naiklah Musa menghadap Allah, dan TUHAN berseru dari gunung itu kepadanya: \”Beginilah kaukatakan kepada keturunan Yakub dan kauberitakan kepada orang Israel: Kamu sendiri telah melihat apa yang Kulakukan kepada orang Mesir, dan bagaimana Aku telah mendukung kamu di atas sayap rajawali dan membawa kamu kepada-Ku. Jadi sekarang, jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan firman-Ku dan berpegang pada perjanjian-Ku, maka kamu akan menjadi harta kesayangan-Ku sendiri dari antara segala bangsa, sebab Akulah yang empunya seluruh bumi. Kamu akan menjadi bagi-Ku kerajaan imam dan bangsa yang kudus. Inilah semuanya firman yang harus kaukatakan kepada orang Israel.\”(Kel 19:1-6).

“Lalu Musa membawa bangsa itu keluar dari perkemahan untuk menjumpai Allah dan berdirilah mereka pada kaki gunung. Gunung Sinai ditutupi seluruhnya dengan asap, karena TUHAN turun ke atasnya dalam api; asapnya membubung seperti asap dari dapur, dan seluruh gunung itu gemetar sangat. Bunyi sangkakala kian lama kian keras. Berbicaralah Musa, lalu Allah menjawabnya dalam guruh.”(Kel 19:17-19).

“Pada bulan ketiga”. Bulan pertama adalah bulan keluarnya bangsa Israel

dari Mesir, yaitu Paskah. Pemberian Torat terjadi pada bulan ketiga atau dua bulan sesudah Paskah atau 50 hari setelah Yesus bangkit, dalam Perjanjian Baru, datanglah ketuangan Roh Kudus pada hari Pentakosta (Kisah 2).

“Bunyi sangkakala kian lama kian keras”. Maksudnya ialah agar seluruh bangsa Israel yang pada waktu itu berjumlah kira-kira 3 juta orang, dapat mendengarnya.

Pada hari-hari raya orang Israel (Bil 10:1-4)
Di sini kita membaca tentang tanda semboyan dan peraturan untuk membunyikan nafiri atau sangkakala.

“TUHAN berfirman kepada Musa: \”Buatlah dua nafiri dari perak. Dari perak tempaan harus kaubuat itu, supaya dipergunakan untuk memanggil umat Israel dan untuk menyuruh laskar-laskarnya berangkat. Apabila kedua nafiri itu ditiup, segenap umat itu harus berkumpul kepadamu di depan pintu Kemah Pertemuan. Jikalau hanya satu saja ditiup, maka para pemimpin, para kepala pasukan Israel harus berkumpul kepadamu.” (Bil 10:1-4).

Peniupan satu nafiri berarti para pemimpin dan kepala pasukan Israel harus berkumpul. Peniupan dua nafiri artinya seluruh bangsa harus berkumpul. “Apabila kamu meniup tanda semboyan, maka haruslah berangkat laskar-laskar yang berkemah di sebelah timur; apabila kamu meniup tanda semboyan kedua kalinya, maka haruslah berangkat laskar-laskar yang berkemah di sebelah selatan”(ayat 5-6a); yang pertama harus berangkat adalah laskar dari sebelah timur. Dari pelajaran Tabernakel, kita mengetahui bahwa yang berkemah di sebelah timur Tabernakel adalah suku Yehuda, dengan panjinya bergambar singa. Yehuda berarti puji-pujian. Jadi puji-pujian selalu berjalan didepan.

Selanjutnya, ayat 6b-10, “Jadi tanda semboyan harus ditiup untuk menyuruh mereka berangkat; tetapi untuk menyuruh jemaah itu berkumpul kamu harus meniup saja tanpa memberi tanda semboyan. Nafiri-nafiri itu harus ditiup oleh anak-anak imam Harun; itulah yang harus menjadi ketetapan untuk selama-lamanya bagimu turun-temurun.” Tidak sembarangan orang boleh meniup nafiri. Hanya anak-anak Harun, yaitu anak-anak imam besar. “Dan apabila kamu maju berperang di negerimu melawan musuh yang menyesakkan kamu, kamu harus memberi tanda semboyan dengan nafiri, supaya kamu diingat di hadapan TUHAN, Allahmu, dan diselamatkan dari pada musuhmu. Juga pada hari-hari kamu bersukaria, pada perayaan-perayaanmu dan pada bulan-bulan barumu haruslah kamu meniup nafiri itu pada waktu mempersembahkan korban-korban bakaranmu dan korban-korban keselamatanmu; maksudnya supaya kamu diingat di hadapan Allahmu; Akulah TUHAN, Allahmu.\” Bangsa Israel mempunyai tiga hari raya utama:

1. Hari raya Paskah                  : Bulan pertama.

2. Hari raya Pentakosta            : Bulan ketiga.

3. Hari raya Tabernakel            : Bulan ketujuh.

Begitu pentingnya ketiga hari raya ini, sehingga tiga kali dalam setahun setiap laki-laki Yahudi harus pulang ke Yerusalem untuk merayakan hari-hari raya tersebut. kitab Imamat mencatat, bahwa dalam perayaan ketiga hari raya besar itu selalu ada korban yang dipersembahkan.

Ketiga hari raya utama bangsa Israel ini merupakan hari-hari raya rohani bagi kita. Kita sudah mendapat pengalaman dua hari raya, yaitu Paskah, berbicara tentang keselamatan jiwa, tentang kematian dan kebangkitan Yesus, dan hari raya Pentakosta melalui ketuangan Roh Kudus. sedangkan pengalaman hari raya Tabernakel atau hari raya Pondok Daun-daunan masih akan menjadi pengalaman kita di kemudian hari.

Hari raya Paskah dan Tabernakel, masing-masing terdiri dari tiga hari raya, sehingga jumlah keseluruhan hari raya bangsa Yahudi adalah tujuh = angka sempurna. Hari raya Pondok atau Tabernakel terdiri dari tiga, yaitu:

1.      Hari Raya Bunyi Nafiri.

2.      Hari Raya Pendamaian/Grafirat.

3.      Hari Raya Tabernakel itu sendiri.

Ketika Tuhan Yesus naik ke sorga (Mazmur 47:6)
Sebagaimana sangkakala bunyi ketika Yesus naik ke sorga, demikian pula sangkakala akan dibunyikan pada saat Ia datang kembali kelak, sebab Kisah 1:11b berkata, “Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga.”

Pada saat kedatangan Tuhan kembali (1Tesalonika 4:16 & 1Korintus 15:52)
Dari ayat-ayat di atas mengenai bunyi sangkakala, kita dapat mengambil kesimpulan, bahwa bunyi sangkakala selalu menandai peristiwa yang sangat penting. Termasuk ketika Yohanes mendengar bunyi sangkakala yang nyaring, sebelum ia melihat penglihatan dari Tuhan Yesus.

Wahyu 1:11 katanya: “Apa yang engkau lihat, tuliskanlah di dalam sebuah kitab dan kirimkanlah kepada ketujuh jemaat ini: ke Efesus, ke Smirna, ke Pergamus, ke Tiatira, ke Sardis, ke Filadelfia dan ke Laodikia.”

Ketika dikuasai oleh Roh Allah, Yohanes mendapat perintah dari Allah untuk menulis. Memang Yohanes yang menulis kitab ini, tetapi tulisannya adalah ilhaman Roh Kudus. rasul Paulus dalam 2Timotius 3:16 berkata, “Segala tulisan yang diilhamkan Allah…” kata ilham disini berasal dari kata “theopneuostos”. Theo = Allah. pneuostos berasal dari kata pneuma yang artinya roh atau nafas. Jadi Alkitab adalah sesuatu yang diilhamkan/diberi nafas oleh Allah. dia yang mengarang keseluruhan Alkitab. Alkitab adalah firman Allah yang ditulis dengan ilhaman Roh Allah.

Dalam kitab wahyu terdapat 12 kali dimana Allah memerintahkan Yohanes untuk menulis:

1.      Wahyu 1:11, “Apa yang engkau lihat,  tuliskanlah…”

2.      Wahyu 1:19, “Karena itu tuliskanlah…”

3.      Wahyu 2:1, “Tuliskanlah…”

4.      Wahyu 2:8, Dan tuliskanlah…”

5.      Wahyu 2:12, Dan tuliskanlah…”

6.      Wahyu 2:18, “Dan tuliskanlah…”

7.      Wahyu 3:1, “Dan tuliskanlah…”

8.      Wahyu 3:7, “Dan tuliskanlah…”

9.      Wahyu 3:14, “Dan tuliskanlah…”

10.  Wahyu 14:13, “Dan aku mendengar suara dari sorga berkata: Tuliskan..”

11.  Wahyu 19:9, “Lalu Ia berkata kepadaku: Tuliskanlah…”

12.  Wahyu 21:5, “…Dan firmanNya: Tuliskanlah…”

Jadi sangatlah jelas bahwa Allah sendiri yang memberi perintah kepada hambaNya, Yohanes untuk menuliskan kitab wahyu. Menulis adalah sesuatu yang sangat penting. Menurut ensiklopedi Indonesia, tulisan tertua adalah tulisan paku di atas batu atau lempengan, yang dimulai di Babilonia dan Assyria kira-kira 3500 tahun sebelum masehi atau sekitar 5500 tahun yang lalu.

Pentingnya catatan/tulisan dalam suatu kitab:

Ayub 19:23-24 – “Ah, kiranya perkataanku ditulis, dicatat dalam kitab, terpahat dengan besi pengukir dan timah pada gunung batu untuk selama-lamanya.” Ayub mengutarakan keluhan dan harapannya. Menurut pikiran, kitab Ayub adalah kitab tertua dalam Alkitab. Sementara Musa yang menulis kitab-kitan kejadian, keluaran, imamat, bilangan dan ulangan, hidup sekitar 1500 tahun sebelum Masehi atau kira-kira 3500 tahun yang lalu. Berarti kitab Ayub ini ditulis lebih lama lagi, mungkin sekitar 4000 tahun lalu.
Yesaya 30:8 – “Maka sekarang, pergilah, tulislah itu di depan mata mereka di suatu loh, dan cantumkanlah di suatu kitab, supaya itu menjadi kesaksian untuk waktu yang kemudian, sampai selama-lamanya.” Sesuatu ditulis untuk menjadi kesaksian.
Seandainya  Yohanes tidak menulis, kita tidak mempunyai kitabwahyu; kita tidak memiliki kesaksian tentang apa yang telah ia lihat dan dengar mengenai apa yang akan terjadi di akhir zaman. Yohanes direintahkan untuk mengirim surat kepada ketujuh jemaat. Sudah disinggung di depan, bahwa ketujuh jemaat yang disebutkan disini mewakili seluruh jemaat yang ada di seluruh dunia ini, termasuk kita sekalian. Kitab wahyu ditujukan kepada seluruh jemaat.

Previous Topic:

One Comment for “Wahyu 1:10-11”

  • resta karo-karo says:

    Adakah Firman Tuhan Mengatakan Bahwa Hari Tuhan Itu Hari Minggu..Mana Ayatnya . Dari ayat ayat yang anda sudah kutip Semuanya menyatakan bahwa hari minggu Hari Pertama..Apakah alasan anda menyatakan hari Tuhan itu hari Minggu dan bukan Sabat. Tolong jangan di tipumulasi Masyarakat demi provesi. Dan jangan menambah atau mengurangi dari bahagian firmana Tuhan.


Leave a Comment

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

More from category

Akhir Zaman – Eskatologi* (1)
Akhir Zaman – Eskatologi* (1)

I.Pentingnya Pelajaran Kedatangan Yesus Kedua Kali. Para malaikat berkata kepada murid-murid Tuhan ketika menyaksikan [Read More]

Kolose (21-30)
Kolose (21-30)

COLOSSIANS  21 There can be no statement of more importance to the church than that which the Apostle made concerning [Read More]

Kolose 11-20
Kolose 11-20

COLOSSIANS  11 Redemption is necessary when a person or item of some sort is held captive by an evil force or group. A [Read More]

Doktrin Tentang Malaikat – Angelogy (1)
Doktrin Tentang Malaikat – Angelogy (1)

BAB I: KEBERADAAN MALAIKAT. Memang harus diakui bahwa ayat-ayat referensi tentang malaikat dalam Alkitab hanya sedikit. [Read More]

Kolose (1-10)
Kolose (1-10)

Greetings in the lovely name of our Lord Jesus Christ. It is a joy to once again be able to send you a daily study. My [Read More]

Insider

Archives