Warning: include(/hermes/bosoraweb178/b1745/ipw.gpdiworl/public_html/v7/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache-base.php) [function.include]: failed to open stream: No such file or directory in /hermes/bosnaweb08a/b1745/ipw.gpdiworl/public_html/v7/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache.php on line 53

Warning: include() [function.include]: Failed opening '/hermes/bosoraweb178/b1745/ipw.gpdiworl/public_html/v7/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache-base.php' for inclusion (include_path='.:/usr/local/lib/php-5.2.17/lib/php') in /hermes/bosnaweb08a/b1745/ipw.gpdiworl/public_html/v7/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache.php on line 53

Warning: include_once(/hermes/bosoraweb178/b1745/ipw.gpdiworl/public_html/v7/wp-content/plugins/wp-super-cache/ossdl-cdn.php) [function.include-once]: failed to open stream: No such file or directory in /hermes/bosnaweb08a/b1745/ipw.gpdiworl/public_html/v7/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache.php on line 70

Warning: include_once() [function.include]: Failed opening '/hermes/bosoraweb178/b1745/ipw.gpdiworl/public_html/v7/wp-content/plugins/wp-super-cache/ossdl-cdn.php' for inclusion (include_path='.:/usr/local/lib/php-5.2.17/lib/php') in /hermes/bosnaweb08a/b1745/ipw.gpdiworl/public_html/v7/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache.php on line 70
Tuhan Memberikan Kemerdekaan | GPdIWorld
Sekarang di ayat 8, adalagi ayat yang berkata: \"Pada hari itu harus kau beritahukan kepada anakmu laki-laki....\".  Apa yang harus mereka beritahukan kepada anak laki-laki setelah 40 tahun perjalanan ?  \"...Ibadah ini adalah karena mengingat apa yang dibuat TUHAN kepadaku pada waktu aku keluar dari Mesir\". Setiap bapak, orang-tua harus beritahukan kepada anaknya untuk mengingat tentang bagaimana TUHAN membawa mereka keluar dari Mesir.  

Tangan TUHAN yang memberikan KEMERDEKAAN (bagi semua bangsa). Orang-tua h a r u s menjelaskan kepada anak-anaknya apakah 'Mesir' itu !!.  M e s i r, kita kenal sebagai negeri perbudakan, disana mereka diperlakukan sebagai budak.  Dan seorang budak t i d a k mempunyai hak apapun. Bangsa Israel adalah bangsa asing yang tinggal di Mesir; sekalipun mereka lahir dan dibesarkan di Mesir tapi selama itu mereka diperbudak, menjadi budak-budak dan hidupnya selalu dijajah tidak ada kebebasan sama sekali. Orang-tua hendaknya menceritakan kepada anak-anaknya, bahwa hanya dengan kekuatan tanganNya, TUHAN telah mengeluarkan mereka dari Mesir - Keluaran 13:3b, ini berbicara tentang kelepasan, tentang kemerdekaan mereka. Dari rumah perbudakan menjadi bangsa yang merdeka, menjadi bangsa yang bebas dari perbudakan, itulah yang mereka harus peringati.   

Bukan karena merdeka-nya yang kita peringati, tetapi cara untuk merdeka itulah yang harus kita ketahui! Kemerdekaan itu telah diperoleh bangsa Israel melalui tanganNya TUHAN yang telah memerdekakan mereka. Sama hal nya dengan kita, bangsa Indonesia yang hari ini memperingati hari Kemerdekaan Indonesia.  Saudara percaya bahwa tanganNya TUHAN yang me-merdeka-kan bangsa dari penjajahan. Perhatikan, bangsa-bangsa yang merdeka sekarang ini, bangsa-bangsa yang mulai lepas dari penjajah bangsa lain. Bangsa-bangsa yang mungkin berabad-abad telah dijajah oleh bangsa lain, kini telah merdeka satu demi satu dan masing-masing telah lepas dari bangsa lain yang menjajah.  Karena itu tiap bangsa mempunyai hari nasional-nya masing-masing berkenaan dengan kemerdekaan itu.   Bangsa Indonesia pun hari ini merupakan hari nasional, karena memperingati hari kemerdekaan. Tetapi yang harus di ingat dan jangan lupa ialah: bukan kemerdekaannya saja, tetapi yang lebih dari itu adalah TUHAN yang membawa kita keluar dari perbudakan.  

Dalam hal itu, maka mereka mempunyai keharusan untuk memberitahukan kepada anak laki-laki antara lain: \"Ibadah ini adalah karena mengingat apa yang dibuat TUHAN kepadaku pada waktu aku keluar dari Mesir\". Apa yang TUHAN lakukan ? Ada anak domba yang disembelih, darahnya digosok pada dua tiang pintu dan ambang pintu.  Dagingnya dimakan. Ini semua berbicara tentang keselamatan kita !!  Ini yang harus kita ingat, jangan lupa - Mazmur 78:5-8 , Lembaga Alkitab memberi judul pasal ini: \"Pelajaran dari Sejarah\". Seringkali kita masih mendengar orang berkata, belajarlah dari sejarah.   

Semalam saya diundang oleh Kelurahan Kedoya untuk syukuran berkenaan dengan hari kemerdekaan ini; Disana saya ketemu dengan beberapa Veteran dan diantara mereka ada yang mulai menceritakan bagaimana mereka berjuang pada masa perang untuk merebut kemerdekaan tersebut.  Begitulah, orang masih suka ingat akan perjungan mereka, tetapi jangan lupa - TUHAN lah yang memberikan kemerdekaan.  

Pada waktu Tuhan Yesus mengajar murid-muridnya tentang akhir zaman, tentang apa saja yang akan terjadi sebelum Yesus datang kembali.  Yesus memberikan perumpamaan dalam Lukas 21:29-30, darihal pohon ara: \"Perhatikanlah pohon ara atau pohon apa saja\".   

Kalau saudara belajar Alkitab, maka pohon ara adalah bayangan dari bangsa Israel. Kalau Tuhan Yesus bicara tentang pohon ara yang tidak mengeluarkan buah, Tuhan berbicara tentang bangsa Israel.  Selanjutnya dikatakan: \"Apabila kamu melihat pohon-pohon itu sudah bertunas, tadinya mungkin pohon-pohon tersebut nampak mati tidak ada tanda-tanda kehidupan; kamu tahu dengan sendirinya bahwa musim panas sudah dekat\".  Biasanya pada musim dingin kebanyakan pohon-pohon pada mati, demikian juga halnya dengan pohon ara, m a t i.  Tapi nanti kalau musim panas datang, maka pohon yang kelihatan mati itu mulai bertunas. Ini berbicara tentang bangsa Israel dan bangsa-bangsa lain (pohon-pohon lain), kalau mereka mulai bertunas (merdeka), kamu tahu bahwa musim panas sudah dekat (= Yesus akan datang ).     

Saudara-saudara, bangsa-bangsa ini semua akan bertunas, akan hidup kembali, akan merdeka. Yesus berbicara tentang akan tidak adanya lagi perbudakan dan penjajahan dalam dunia ini.  Bangsa-bangsa akan merdeka dan berdiri sendiri, termasuk bangsa Indonesia yang merdeka pada 17 Agustus 1945.  

Mendidik Anak untuk ber IMAN, PENTING !!

Tetapi dengan kemerdekaan itu yang dialami oleh bangsa Israel, mereka harus mengadakan ibadah (sudah dilakukan pada saat keluar dari Mesir) tapi TUHAN peringatkan, nanti juga sesudah 40 tahun perjalanan, lakukan lagi dan disitu engkau harus mengajar anakmu - Mazmur 78:5-8. Torat dan peraturan-peraturan yang diberikan Allah kepada bangsa Israel itu harus diteruskan kepada anak-anak, kepada keturunan mereka. FIRMAN yang diterima harus diteruskan kepada anak-anak.  H a r u s !!.  Supaya generasi yang akan datang itu mengenal dan menaruh kepercayaannya kepada TUHAN.  

KEWAJIBAN ORANG-TUA Menceritakan kepada anak-anak, tentang :

- Keselamatan yang TUHAN berikan.

- Kekuatan tanganNya TUHAN untuk mengeluarkan dari Mesir.               

S U P A Y A  anak-anak menaruh kepercayaan hanya kepada TUHAN. (bahasa Inggris: supaya harapan mereka ditujukan  h a n y a  kepada Allah).

Dunia akan goncang (Lukas 21), ada banyak kebingungan di segala aspek kehidupan, ketakutan akan terjadi; bahkan orang akan mati karena ketakutan.  Supaya anak-anak kita jangan termasuk orang-orang yang akan mati ketakutan, ceritakan kepada mereka tentang ADA TANGAN TUHAN YANG KUAT yang dapat melepaskan mereka, ada tangan TUHAN yang sudah melepaskan bangsa itu, orang-orang tua; supaya anak-anak itu juga tahu dan mengalami hal yang sama; dan tidak melupakan perbuatan-perbuatan Allah, tetapi memegang perintah-perintahNya - Mazmur 78:7. Halleluyah......Apakah saudara senang kalau anak-anak saudara juga adalah orang-orang yang percaya kepada Tuhan, yang berharap kepada Tuhan, yang tahu dan yakin serta bisa alami sendiri juga bahwa tangan TUHAN yang melepaskan, yang menyelamatkan orang-tua, dan tangan TUHAN itulah juga yang menyelamatkan anak-anak kita......?  

Apabila orang-tua gagal melakukan kewajiban ini, maka orang-tua  harus  bertanggung jawab. Sebab keselamatan bukanlah warisan yang diberikan orang-tua kepada anak-anak; melainkan harus diajarkan, diberitahukan supaya mereka ingat, sehingga mereka bisa menaruh kepercayaannya kepada Allah.  Iman datang dari pendengaran. Bagaimana bisa mendengar, kalau tidak ada orang yang memberitahukan. Sebab itu orang-tua mempunyai kewajiban memberitahukan, mengajarkan anak-anak tentang PERCAYA kepada TUHAN.  Ada pelajaran darihal pendidikan Iman yang diberikan orang-tua terhadap anak-anaknya - 2 Timotius 1:5. Dari kecil, anak-anak mudah untuk diajarkan sesuatu, dibandingkan apabila sudah mulai menginjak remaja/dewasa. Sebab sudah mengenal kejahatan dan susah utuk melepaskan, apalagi kalau sudah mempunyai kebiasaan untuk Narkoba; maka akan menyusahkan orang-tua itu sendiri.  

Sebab itu, mari saya himbau bagi semua orang-tua, pagi ini untuk mengajar anak-anak saudara dari sejak dini/kecil supaya :

1. Menaruh kepercayaan hanya kepada TUHAN

2. Tidak melupakan perbuatan-perbuatan Allah,

3. Memegang perintah-perintah TUHAN.  

Apabila para orang-tua berhasil untuk membawa anak-anak kepada 3 (tiga) hal diatas, maka senanglah hati orang-tua itu. Amsal Solaiman katakan maka ada ketentraman dalam hati orang-tua kalau anak sudah dididik dalam iman sampai mereka percaya kepada Tuhan dan tidak melupakan perbuatan-perbuatan TUHAN, tetapi memegang perintah-perintahNya.  

Sebaliknya kalau nenek-moyang dan orang tua mereka adalah orang-orang yang tidak setia kepada TUHAN, bahkan cenderung untuk menjadi pendurhaka bahkan pemberontak, maka saudara bisa bayangkan bagaimana mereka mengajar anak-anaknya......?

Saya ingin kita semua sebagai orang-tua yang berbahagia sebagaimana YOSUA 24:15. Mau saudara.........? Puji Tuhan. Sekali lagi saya katakan bahwa : orang-tua berkewajiban untuk mendidik anak-anak sejak dini, sampai pada satu saat mereka (anak-anak) berkata: TUHAN mu adalah TUHAN ku , ALLAH mu adalah ALLAH ku !! Halleluyah.  

Tuhan ajarkan hal ini kepada mereka, oleh sebab itu pada saat bangsa Israel ini sudah sampai diujung perjalanan, mereka harus ingat untuk melakukan ibadah supaya mereka ingat Tuhan dan mempunyai ketetapan hati dan setia kepada Tuhan.  Satu hal yang sangat perlu sekali bahwa anak-anak kita, keluarga kita menjadi orang-orang yang percaya kepada Tuhan dan setia kepada Tuhan.  Tuhan akan melakukan perkara-perkara yang besar juga perkara-perkara yang hebat selama 40 tahun mereka berjalan, tiap hari Tuhan berikan roti kepada mereka.  Ada saja yang Tuhan siapkan dan berikan kepada mereka; tetapi ternyata masih banyak yang masih menerima berkat itu dan  tidak mau percaya kepada Tuhan. Sampai akhirnya seperti yang saya katakan kepada saudara dalam Yos 5 : 5-7.  

PENTING MENDENGARKAN FIRMAN TUHAN.

Mereka sudah keluar, mereka sudah di sunat waktu mereka keluar dari Mesir, tapi dalam perjalanan 40 tahun semua yang keluar dari Mesir itu m a t i  di padang pasir.  Mengapa mereka mati ?  Karena mereka  t i d a k mendengarkan FIRMAN TUHAN - Yos 5:6b. Betapa pentingnya mendengarkan Firman Tuhan. Saudara, tiap hari mereka makan dari Kemurahan Tuhan.   Bayangkan, di padang pasir mana ada toko, mana ada Mall, mana ada restaurant.  Tapi saudara membaca bahwa tiap hari Tuhan sediakan makanan bagi mereka selama 40 tahun lamanya. Sepatu merekapun tidak rusak, walaupun dipakai selama 40 tahun, begitu juga dengan pakaian mereka.  Heran !!  Seringkali saya berfikir, anak yang lahir di padang pasir 'kan kakinya kecil, sepatunya pun juga kecil, bukan ?.   Makin hari anak itu akan bertumbuh besar, kakinya pun juga bertambah besar, bukan ?  Rupanya sepatunya juga turut menjadi besar barangkali, kalau tidak dimana mereka bisa membeli sepatu yang baru ??   Ini pemikiran saya.  

Tuhan mengadakan perkara-perkara yang luar biasa, tetapi tidak mau dengar FIRMAN TUHAN.  Akhirnya....., m a t i lah semua di padang pasir dan tidak masuk ke Tanah Perjanjian. Betapa pentingnya kita mendengarkan Firman Tuhan, betapa pentingnya anak-anak mendengarkan Firman Tuhan.   Dari siapa anak-anak mendengar Firman Tuhan ? Tentu yang terutama dari orang-tua !! Jangan kita hanya pasrahkan mereka kepada guru-guru yang ada di Sekolah Minggu. Tidak salah memang, tapi alangkah lebih baik apabila orang-tua yang mengajar langsung kepada anak-anak disertai dengan kesaksian hidup yang pernah dialami oleh orang-tua itu sendiri, tentang betapa hebatnya TUHAN, tidak ada yang sama seperti DIA. Hanya Yesus diatas segala-galanya.                 

Saudara-saudara, anak-anak itu akan bertumbuh dengan keyakinan bahwa tak ada yang sama seperti Yesus Haleluyah. Saya katakan kepada saudara, bahwa hari ini kita merayakan hari Kemerdekaan; orang berkata \"Right or Wrong my country\". Bagaimanpun jeleknya keadaan negara ini, bagaimanapun bagusnya bangsa ini, itu adalah Negara kita juga, itu adalah bangsa kita juga.     

Di Amerika saya ketemu banyak orang Indonesia. Mereka semua berjuang mati-matian untuk memperoleh Green Card. Alasannya, supaya mereka bisa tinggal dan kerja di USA.  Mereka bangga dengan standard hidup disana, sebab katanya: \"Apa yang presiden Bush bisa makan, mereka juga bisa makan\".  Itu istilah orang Indonesia yang ada di USA.   Sebab gaji nya cukup buat makan. Suatu hari saya pernah diajak ke sebuah restoran yang hebat sekali, lantai yang paling atas bisa berputar, megah sekali. Dia katakan: \"Oom apa yang presiden Bush bisa makan, kami juga bisa makan\". Lalu saya tanya, kamu sudah American citizen ?   Dikatakan, tidak Oom, tetap Warga Negara Indonesia; cuman Green Card aja, cukup ! Begitulah saudara-saudara, mereka hanya mau makan-makanan Amerika tetapi tidak mau menjadi bangsa Amerika. Dia bilang masih jauh lebih enak menjadi Warga Negara Indonesia  Right or Wrong my country, katanya.  

Kalau begitu apa yang kita peringati hari ini ? Kemerdekan, dan kemerdekaan kita adalah kemerdekaan rohani yang pertama-tama. Keselamatan dari perbudakan rohani menjadi orang yang merdeka dan bebas.  Karena Yesus berkata dalam Yohanes 8:36, kalau Anak itu yang me-merdeka-kan kamu, kamu pun benar-benar merdeka dengan sesungguhnya. Banyak orang merdeka, hidup sebagai bangsa yang merdeka; tetapi masih ada dalam perbudakan dosa.  Roh nya belum di-merdeka-kan.    Sebab itu  kalau kita peringati hari ini, ingat akan TUHAN yang telah me-merdeka-kan kita, dan saudara-saudara kita mengalami sesuatu yang luar biasa.  

Lalu apa kaitannya hari kemerdekaan ini dengan kita ? - 2 Korintus 6:2.    Jelas dikatakan pada suratan Korintus tersebut bahwa pada hari Tuhan menyelamatkan kita, itulah hari kemerdekaan bagi kita.  Tiap orang mempunyai hari kemerdekaannya masing-masing. Baca terus ayat tersebut: \".....sesungguhnya, hari ini adalah hari penyelamatan itu\".  Kapan yang dimaksud dengan \"hari ini\" - ya ini hari, besok.......ini hari, lusa..... ini hari; kapan saja kita berada di satu hari, hari itu adalah hari keselamatan saudara.    Dengan lain kata, Tuhan sudah menyelamatkan kita, Tuhan masih sedang menyelamatkan kita dan Tuhan masih akan menyelamatkan kita lagi. 2 korintus 1:10.  

Oleh Iman kita selamat, begitu kita percaya kepada Yesus, begitu kita terima Yesus - kita selamat, Puji Tuhan; Kita merdeka dengan sungguh; tetapi  kita belum sempurna, sebab itu tiap hari Tuhan masih mengerjakan penyelamatan dalam kita. Roh Tuhan tiap hari masih membersihkan kita, Firman Allah tiap hari masih membersihkan kita, kalau kita masih suka marah-marah..., suka cekcok....lama kelamaan karena dibersihkan tiap hari oleh Firman Tuhan; maka marah-marahnya berkurang, tidak ada lagi cekcok.  Itulah pekerjaan Roh Tuhan, sampai waktu Yesus datang kembali, kita diubah menjadi seperti YESUS. Itulah Puncak keselamatan kita.  

Dan karena itu tiap hari kita diselamatkan Tuhan, tiap hari kita merdeka. Tiap hari kita memperingati hari kemerdekaan kita, haleluyah.......!! Saudara bisa berkata : TERIMA KASIH, TUHAN... Begitu bangun pagi, Tuhan......, terima kasih aku masih hidup, dan aku masih selamat. Karena itu, apabila bangsa Israel di haruskan untuk mengadakan ibadah peringatan hari kemerdekaan mereka, marilah kita juga, sebagai satu bangsa merayakan kemerdekaan (yang datangnya dari Tuhan) bagi bangsa juga bagi kita pribadi secara rohani.  Itulah sebabnya patut kita berterima kasih kepada Tuhan atas kemerdekaan bangsa Indonesia dari penjajahan bangsa lain, dan amat terlebih berterima kasihlah kepada Tuhan yang telah menyelamatkan kita, memerdekakan kita dari penjajahan dosa, iblis tidak berkuasa atas kita karena Tuhan yang memimpin kita dari hari ke hari.  

Saudara mau  berterima kasih kepada Tuhan ......? Biarlah kita berkata: TUHAN, sungguh tidak ada yang sama seperti Engkau, Engkaulah yang termulia. Terima kasih Tuhan buat KemurahanMu, Terima kasih buat apa yang Engkau telah kerjakan bagi hidup kami.  (Ketapang-081703).
"" />
Friday October 31st 2014

Tuhan Memberikan Kemerdekaan

Author : | This author have 131 posts

Kel.13:8

Saya ingin mengajak saudara pagi ini untuk membaca lagi Keluaran 13:4-8, saya harap saudara membaca dengan perlahan-lahan supaya mengerti bahwa Keluaran 13 ini menggambarkan tentang bagaimana bangsa Isral keluar dari Mesir, ayat 4 “Hari ini kamu keluar, dan ayat 5 – “Apabila TUHAN telah membawa engkau ke negeri ……”. Disini jelas sekali perbedaannya. Ayat 4, menyatakan tentang kepastian akan keluar dari Mesir hari ini, sedang ayat 5a berbicara darihal n a n t i , 40 tahun kemudian, dan apa yang harus dilakukan setibanya mereka di Tanah Perjanjian; yaitu mengadakan ibadah paskah yang sama persis dengan apa yang dilakukan saat mereka akan keluar dari Mesir diantaranya adalah: makan roti yang tak beragi (= kesucian). Dan TUHAN melengkapi dengan menghapus cela Mesir.

Sekarang di ayat 8, adalagi ayat yang berkata: “Pada hari itu harus kau beritahukan kepada anakmu laki-laki….”. Apa yang harus mereka beritahukan kepada anak laki-laki setelah 40 tahun perjalanan ? “…Ibadah ini adalah karena mengingat apa yang dibuat TUHAN kepadaku pada waktu aku keluar dari Mesir”. Setiap bapak, orang-tua harus beritahukan kepada anaknya untuk mengingat tentang bagaimana TUHAN membawa mereka keluar dari Mesir.

Tangan TUHAN yang memberikan KEMERDEKAAN (bagi semua bangsa). Orang-tua h a r u s menjelaskan kepada anak-anaknya apakah ‘Mesir’ itu !!. M e s i r, kita kenal sebagai negeri perbudakan, disana mereka diperlakukan sebagai budak. Dan seorang budak t i d a k mempunyai hak apapun. Bangsa Israel adalah bangsa asing yang tinggal di Mesir; sekalipun mereka lahir dan dibesarkan di Mesir tapi selama itu mereka diperbudak, menjadi budak-budak dan hidupnya selalu dijajah tidak ada kebebasan sama sekali. Orang-tua hendaknya menceritakan kepada anak-anaknya, bahwa hanya dengan kekuatan tanganNya, TUHAN telah mengeluarkan mereka dari Mesir – Keluaran 13:3b, ini berbicara tentang kelepasan, tentang kemerdekaan mereka. Dari rumah perbudakan menjadi bangsa yang merdeka, menjadi bangsa yang bebas dari perbudakan, itulah yang mereka harus peringati.

Bukan karena merdeka-nya yang kita peringati, tetapi cara untuk merdeka itulah yang harus kita ketahui! Kemerdekaan itu telah diperoleh bangsa Israel melalui tanganNya TUHAN yang telah memerdekakan mereka. Sama hal nya dengan kita, bangsa Indonesia yang hari ini memperingati hari Kemerdekaan Indonesia. Saudara percaya bahwa tanganNya TUHAN yang me-merdeka-kan bangsa dari penjajahan. Perhatikan, bangsa-bangsa yang merdeka sekarang ini, bangsa-bangsa yang mulai lepas dari penjajah bangsa lain. Bangsa-bangsa yang mungkin berabad-abad telah dijajah oleh bangsa lain, kini telah merdeka satu demi satu dan masing-masing telah lepas dari bangsa lain yang menjajah. Karena itu tiap bangsa mempunyai hari nasional-nya masing-masing berkenaan dengan kemerdekaan itu. Bangsa Indonesia pun hari ini merupakan hari nasional, karena memperingati hari kemerdekaan. Tetapi yang harus di ingat dan jangan lupa ialah: bukan kemerdekaannya saja, tetapi yang lebih dari itu adalah TUHAN yang membawa kita keluar dari perbudakan.

Dalam hal itu, maka mereka mempunyai keharusan untuk memberitahukan kepada anak laki-laki antara lain: “Ibadah ini adalah karena mengingat apa yang dibuat TUHAN kepadaku pada waktu aku keluar dari Mesir”. Apa yang TUHAN lakukan ? Ada anak domba yang disembelih, darahnya digosok pada dua tiang pintu dan ambang pintu. Dagingnya dimakan. Ini semua berbicara tentang keselamatan kita !! Ini yang harus kita ingat, jangan lupa – Mazmur 78:5-8 , Lembaga Alkitab memberi judul pasal ini: “Pelajaran dari Sejarah”. Seringkali kita masih mendengar orang berkata, belajarlah dari sejarah.

Semalam saya diundang oleh Kelurahan Kedoya untuk syukuran berkenaan dengan hari kemerdekaan ini; Disana saya ketemu dengan beberapa Veteran dan diantara mereka ada yang mulai menceritakan bagaimana mereka berjuang pada masa perang untuk merebut kemerdekaan tersebut. Begitulah, orang masih suka ingat akan perjungan mereka, tetapi jangan lupa – TUHAN lah yang memberikan kemerdekaan.

Pada waktu Tuhan Yesus mengajar murid-muridnya tentang akhir zaman, tentang apa saja yang akan terjadi sebelum Yesus datang kembali. Yesus memberikan perumpamaan dalam Lukas 21:29-30, darihal pohon ara: “Perhatikanlah pohon ara atau pohon apa saja”.

Kalau saudara belajar Alkitab, maka pohon ara adalah bayangan dari bangsa Israel. Kalau Tuhan Yesus bicara tentang pohon ara yang tidak mengeluarkan buah, Tuhan berbicara tentang bangsa Israel. Selanjutnya dikatakan: “Apabila kamu melihat pohon-pohon itu sudah bertunas, tadinya mungkin pohon-pohon tersebut nampak mati tidak ada tanda-tanda kehidupan; kamu tahu dengan sendirinya bahwa musim panas sudah dekat”. Biasanya pada musim dingin kebanyakan pohon-pohon pada mati, demikian juga halnya dengan pohon ara, m a t i. Tapi nanti kalau musim panas datang, maka pohon yang kelihatan mati itu mulai bertunas. Ini berbicara tentang bangsa Israel dan bangsa-bangsa lain (pohon-pohon lain), kalau mereka mulai bertunas (merdeka), kamu tahu bahwa musim panas sudah dekat (= Yesus akan datang ).

Saudara-saudara, bangsa-bangsa ini semua akan bertunas, akan hidup kembali, akan merdeka. Yesus berbicara tentang akan tidak adanya lagi perbudakan dan penjajahan dalam dunia ini. Bangsa-bangsa akan merdeka dan berdiri sendiri, termasuk bangsa Indonesia yang merdeka pada 17 Agustus 1945.

Mendidik Anak untuk ber IMAN, PENTING !!

Tetapi dengan kemerdekaan itu yang dialami oleh bangsa Israel, mereka harus mengadakan ibadah (sudah dilakukan pada saat keluar dari Mesir) tapi TUHAN peringatkan, nanti juga sesudah 40 tahun perjalanan, lakukan lagi dan disitu engkau harus mengajar anakmu – Mazmur 78:5-8. Torat dan peraturan-peraturan yang diberikan Allah kepada bangsa Israel itu harus diteruskan kepada anak-anak, kepada keturunan mereka. FIRMAN yang diterima harus diteruskan kepada anak-anak. H a r u s !!. Supaya generasi yang akan datang itu mengenal dan menaruh kepercayaannya kepada TUHAN.

KEWAJIBAN ORANG-TUA Menceritakan kepada anak-anak, tentang :

- Keselamatan yang TUHAN berikan.

- Kekuatan tanganNya TUHAN untuk mengeluarkan dari Mesir.

S U P A Y A anak-anak menaruh kepercayaan hanya kepada TUHAN. (bahasa Inggris: supaya harapan mereka ditujukan h a n y a kepada Allah).

Dunia akan goncang (Lukas 21), ada banyak kebingungan di segala aspek kehidupan, ketakutan akan terjadi; bahkan orang akan mati karena ketakutan. Supaya anak-anak kita jangan termasuk orang-orang yang akan mati ketakutan, ceritakan kepada mereka tentang ADA TANGAN TUHAN YANG KUAT yang dapat melepaskan mereka, ada tangan TUHAN yang sudah melepaskan bangsa itu, orang-orang tua; supaya anak-anak itu juga tahu dan mengalami hal yang sama; dan tidak melupakan perbuatan-perbuatan Allah, tetapi memegang perintah-perintahNya – Mazmur 78:7. Halleluyah……Apakah saudara senang kalau anak-anak saudara juga adalah orang-orang yang percaya kepada Tuhan, yang berharap kepada Tuhan, yang tahu dan yakin serta bisa alami sendiri juga bahwa tangan TUHAN yang melepaskan, yang menyelamatkan orang-tua, dan tangan TUHAN itulah juga yang menyelamatkan anak-anak kita……?

Apabila orang-tua gagal melakukan kewajiban ini, maka orang-tua harus bertanggung jawab. Sebab keselamatan bukanlah warisan yang diberikan orang-tua kepada anak-anak; melainkan harus diajarkan, diberitahukan supaya mereka ingat, sehingga mereka bisa menaruh kepercayaannya kepada Allah. Iman datang dari pendengaran. Bagaimana bisa mendengar, kalau tidak ada orang yang memberitahukan. Sebab itu orang-tua mempunyai kewajiban memberitahukan, mengajarkan anak-anak tentang PERCAYA kepada TUHAN. Ada pelajaran darihal pendidikan Iman yang diberikan orang-tua terhadap anak-anaknya – 2 Timotius 1:5. Dari kecil, anak-anak mudah untuk diajarkan sesuatu, dibandingkan apabila sudah mulai menginjak remaja/dewasa. Sebab sudah mengenal kejahatan dan susah utuk melepaskan, apalagi kalau sudah mempunyai kebiasaan untuk Narkoba; maka akan menyusahkan orang-tua itu sendiri.

Sebab itu, mari saya himbau bagi semua orang-tua, pagi ini untuk mengajar anak-anak saudara dari sejak dini/kecil supaya :

1. Menaruh kepercayaan hanya kepada TUHAN

2. Tidak melupakan perbuatan-perbuatan Allah,

3. Memegang perintah-perintah TUHAN.

Apabila para orang-tua berhasil untuk membawa anak-anak kepada 3 (tiga) hal diatas, maka senanglah hati orang-tua itu. Amsal Solaiman katakan maka ada ketentraman dalam hati orang-tua kalau anak sudah dididik dalam iman sampai mereka percaya kepada Tuhan dan tidak melupakan perbuatan-perbuatan TUHAN, tetapi memegang perintah-perintahNya.

Sebaliknya kalau nenek-moyang dan orang tua mereka adalah orang-orang yang tidak setia kepada TUHAN, bahkan cenderung untuk menjadi pendurhaka bahkan pemberontak, maka saudara bisa bayangkan bagaimana mereka mengajar anak-anaknya……?

Saya ingin kita semua sebagai orang-tua yang berbahagia sebagaimana YOSUA 24:15. Mau saudara………? Puji Tuhan. Sekali lagi saya katakan bahwa : orang-tua berkewajiban untuk mendidik anak-anak sejak dini, sampai pada satu saat mereka (anak-anak) berkata: TUHAN mu adalah TUHAN ku , ALLAH mu adalah ALLAH ku !! Halleluyah.

Tuhan ajarkan hal ini kepada mereka, oleh sebab itu pada saat bangsa Israel ini sudah sampai diujung perjalanan, mereka harus ingat untuk melakukan ibadah supaya mereka ingat Tuhan dan mempunyai ketetapan hati dan setia kepada Tuhan. Satu hal yang sangat perlu sekali bahwa anak-anak kita, keluarga kita menjadi orang-orang yang percaya kepada Tuhan dan setia kepada Tuhan. Tuhan akan melakukan perkara-perkara yang besar juga perkara-perkara yang hebat selama 40 tahun mereka berjalan, tiap hari Tuhan berikan roti kepada mereka. Ada saja yang Tuhan siapkan dan berikan kepada mereka; tetapi ternyata masih banyak yang masih menerima berkat itu dan tidak mau percaya kepada Tuhan. Sampai akhirnya seperti yang saya katakan kepada saudara dalam Yos 5 : 5-7.

PENTING MENDENGARKAN FIRMAN TUHAN.

Mereka sudah keluar, mereka sudah di sunat waktu mereka keluar dari Mesir, tapi dalam perjalanan 40 tahun semua yang keluar dari Mesir itu m a t i di padang pasir. Mengapa mereka mati ? Karena mereka t i d a k mendengarkan FIRMAN TUHAN – Yos 5:6b. Betapa pentingnya mendengarkan Firman Tuhan. Saudara, tiap hari mereka makan dari Kemurahan Tuhan. Bayangkan, di padang pasir mana ada toko, mana ada Mall, mana ada restaurant. Tapi saudara membaca bahwa tiap hari Tuhan sediakan makanan bagi mereka selama 40 tahun lamanya. Sepatu merekapun tidak rusak, walaupun dipakai selama 40 tahun, begitu juga dengan pakaian mereka. Heran !! Seringkali saya berfikir, anak yang lahir di padang pasir ‘kan kakinya kecil, sepatunya pun juga kecil, bukan ?. Makin hari anak itu akan bertumbuh besar, kakinya pun juga bertambah besar, bukan ? Rupanya sepatunya juga turut menjadi besar barangkali, kalau tidak dimana mereka bisa membeli sepatu yang baru ?? Ini pemikiran saya.

Tuhan mengadakan perkara-perkara yang luar biasa, tetapi tidak mau dengar FIRMAN TUHAN. Akhirnya….., m a t i lah semua di padang pasir dan tidak masuk ke Tanah Perjanjian. Betapa pentingnya kita mendengarkan Firman Tuhan, betapa pentingnya anak-anak mendengarkan Firman Tuhan. Dari siapa anak-anak mendengar Firman Tuhan ? Tentu yang terutama dari orang-tua !! Jangan kita hanya pasrahkan mereka kepada guru-guru yang ada di Sekolah Minggu. Tidak salah memang, tapi alangkah lebih baik apabila orang-tua yang mengajar langsung kepada anak-anak disertai dengan kesaksian hidup yang pernah dialami oleh orang-tua itu sendiri, tentang betapa hebatnya TUHAN, tidak ada yang sama seperti DIA. Hanya Yesus diatas segala-galanya.

Saudara-saudara, anak-anak itu akan bertumbuh dengan keyakinan bahwa tak ada yang sama seperti Yesus Haleluyah. Saya katakan kepada saudara, bahwa hari ini kita merayakan hari Kemerdekaan; orang berkata “Right or Wrong my country”. Bagaimanpun jeleknya keadaan negara ini, bagaimanapun bagusnya bangsa ini, itu adalah Negara kita juga, itu adalah bangsa kita juga.

Di Amerika saya ketemu banyak orang Indonesia. Mereka semua berjuang mati-matian untuk memperoleh Green Card. Alasannya, supaya mereka bisa tinggal dan kerja di USA. Mereka bangga dengan standard hidup disana, sebab katanya: “Apa yang presiden Bush bisa makan, mereka juga bisa makan”. Itu istilah orang Indonesia yang ada di USA. Sebab gaji nya cukup buat makan. Suatu hari saya pernah diajak ke sebuah restoran yang hebat sekali, lantai yang paling atas bisa berputar, megah sekali. Dia katakan: “Oom apa yang presiden Bush bisa makan, kami juga bisa makan”. Lalu saya tanya, kamu sudah American citizen ? Dikatakan, tidak Oom, tetap Warga Negara Indonesia; cuman Green Card aja, cukup ! Begitulah saudara-saudara, mereka hanya mau makan-makanan Amerika tetapi tidak mau menjadi bangsa Amerika. Dia bilang masih jauh lebih enak menjadi Warga Negara Indonesia Right or Wrong my country, katanya.

Kalau begitu apa yang kita peringati hari ini ? Kemerdekan, dan kemerdekaan kita adalah kemerdekaan rohani yang pertama-tama. Keselamatan dari perbudakan rohani menjadi orang yang merdeka dan bebas. Karena Yesus berkata dalam Yohanes 8:36, kalau Anak itu yang me-merdeka-kan kamu, kamu pun benar-benar merdeka dengan sesungguhnya. Banyak orang merdeka, hidup sebagai bangsa yang merdeka; tetapi masih ada dalam perbudakan dosa. Roh nya belum di-merdeka-kan. Sebab itu kalau kita peringati hari ini, ingat akan TUHAN yang telah me-merdeka-kan kita, dan saudara-saudara kita mengalami sesuatu yang luar biasa.

Lalu apa kaitannya hari kemerdekaan ini dengan kita ? – 2 Korintus 6:2. Jelas dikatakan pada suratan Korintus tersebut bahwa pada hari Tuhan menyelamatkan kita, itulah hari kemerdekaan bagi kita. Tiap orang mempunyai hari kemerdekaannya masing-masing. Baca terus ayat tersebut: “…..sesungguhnya, hari ini adalah hari penyelamatan itu”. Kapan yang dimaksud dengan “hari ini” – ya ini hari, besok…….ini hari, lusa….. ini hari; kapan saja kita berada di satu hari, hari itu adalah hari keselamatan saudara. Dengan lain kata, Tuhan sudah menyelamatkan kita, Tuhan masih sedang menyelamatkan kita dan Tuhan masih akan menyelamatkan kita lagi. 2 korintus 1:10.

Oleh Iman kita selamat, begitu kita percaya kepada Yesus, begitu kita terima Yesus – kita selamat, Puji Tuhan; Kita merdeka dengan sungguh; tetapi kita belum sempurna, sebab itu tiap hari Tuhan masih mengerjakan penyelamatan dalam kita. Roh Tuhan tiap hari masih membersihkan kita, Firman Allah tiap hari masih membersihkan kita, kalau kita masih suka marah-marah…, suka cekcok….lama kelamaan karena dibersihkan tiap hari oleh Firman Tuhan; maka marah-marahnya berkurang, tidak ada lagi cekcok. Itulah pekerjaan Roh Tuhan, sampai waktu Yesus datang kembali, kita diubah menjadi seperti YESUS. Itulah Puncak keselamatan kita.

Dan karena itu tiap hari kita diselamatkan Tuhan, tiap hari kita merdeka. Tiap hari kita memperingati hari kemerdekaan kita, haleluyah…….!! Saudara bisa berkata : TERIMA KASIH, TUHAN… Begitu bangun pagi, Tuhan……, terima kasih aku masih hidup, dan aku masih selamat. Karena itu, apabila bangsa Israel di haruskan untuk mengadakan ibadah peringatan hari kemerdekaan mereka, marilah kita juga, sebagai satu bangsa merayakan kemerdekaan (yang datangnya dari Tuhan) bagi bangsa juga bagi kita pribadi secara rohani. Itulah sebabnya patut kita berterima kasih kepada Tuhan atas kemerdekaan bangsa Indonesia dari penjajahan bangsa lain, dan amat terlebih berterima kasihlah kepada Tuhan yang telah menyelamatkan kita, memerdekakan kita dari penjajahan dosa, iblis tidak berkuasa atas kita karena Tuhan yang memimpin kita dari hari ke hari.

Saudara mau berterima kasih kepada Tuhan ……? Biarlah kita berkata: TUHAN, sungguh tidak ada yang sama seperti Engkau, Engkaulah yang termulia. Terima kasih Tuhan buat KemurahanMu, Terima kasih buat apa yang Engkau telah kerjakan bagi hidup kami. (Ketapang-081703).

Be Sociable, Share!
Previous Topic:

More from category

Akhir Zaman – Eskatologi* (1)
Akhir Zaman – Eskatologi* (1)

I.Pentingnya Pelajaran Kedatangan Yesus Kedua Kali. Para malaikat berkata kepada murid-murid Tuhan ketika menyaksikan [Read More]

Kolose (21-30)
Kolose (21-30)

COLOSSIANS  21 There can be no statement of more importance to the church than that which the Apostle made concerning [Read More]

Doktrin Tentang Malaikat – Angelogy (1)
Doktrin Tentang Malaikat – Angelogy (1)

BAB I: KEBERADAAN MALAIKAT. Memang harus diakui bahwa ayat-ayat referensi tentang malaikat dalam Alkitab hanya sedikit. [Read More]

Kolose (1-10)
Kolose (1-10)

Greetings in the lovely name of our Lord Jesus Christ. It is a joy to once again be able to send you a daily study. My [Read More]

Love (111-125 – Selesai)
Love (111-125 – Selesai)

ALLAH ADALAH KASIH. #111 Besarnya ukuran satu kata sederhana BEGITU tidak dapat, ataupun tidak pernah akan terukur, [Read More]

Insider

Archives