Keluaran 14:16-25
Dari pembacaan ayat-ayat tadi kita tahu bahwa Tuhan memberikan pertolongan bagi bangsa Israel yang tadinya menghadapi maut; karena mereka sedang dikepung, di depan mereka: laut, di belakang: tentara Firaun yang siap untuk menangkap mereka, membinasakan mereka hingga pada kematian mereka. Tidak ada jalan keluar !. Tetapi justru disitulah Musa berkata: “Jangan takut, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari TUHAN” (ayat 13) – Selanjutnya dalam ayat 15, mereka disuruh ‘berangkat’- go foward, sedangkan di depan mereka ada laut. Nah, bagaimana caranya melintasi air laut itu ?. Disinilah, kita membaca MUJIZAT daripada TUHAN.
Berawal dari Keluaran 14:16; kita melihat ada beberapa hal penting sebelum mujizat ini terjadi. Saya pernah katakan kepada saudara bahwa ‘mujizat’ dibelahnya Laut Merah itu merupakan salah satu mujizat yang banyak disebut di dalam Alkitab. Tapi sebelum mujizat itu terjadi apakah yang perlu kita perhatikan? Sebelum bangsa Israel dapat berjalan diatas tanah kering sampai ke seberang dan selamat, apakah yang perlu kita pelajari ?
TUHAN berkata (perintahkan) kepada Musa: “Dan engkau, angkatlah tongkatmu dan ulurkanlah tanganmu ke atas laut dan belahlah airnya…..” Keluaran 14:16. Siapakah yang membelah laut, menurut ayat ini? – M u s a ! ulurkanlah tanganmu ke atas laut dan belahlah airnya….”; Tetapi kalau kita membaca Keluaran 14:21, bukan perintah lagi melainkan pelaksanaan dari perintah tersebut: “…, dan semalam-malaman itu TUHAN menguakkan air laut dengan perantaraan angin timur yang keras ,….maka terbelahlah air itu”. Siapakah yang membelah laut, menurut ayat tersebut? – T U H A N !! Tadi ayat 16 menulis, M u s a; tetapi tentu Musa ini bukan dengan kekuatan sendiri, itu sebabnya Alkitab berkata: angkatlah tongkatmu.
\”TONGKAT\” = KUASA ALLAH. Kita perlu mengerti, bahwa tongkat ini bukan hanya berbicara tentang sepotong kayu saja. Sebab, tongkat Musa adalah tongkat gembala; kemanapun Musa berjalan selalu ada tongkat di tangan, apalagi mengingat Musa adalah seorang gembala yang memelihara kambing domba dari ayah mertuanya. Sampai sekarang pun dia sebagai pemimpin berjalan dengan tongkat, Dan seringkali kita melihat dalam kehidupan sehari-hari, mereka yang mempunyai kekuasaan berjalan dengan tongkat, tanda adanya suatu kuasa di pundaknya, ada tongkat kuasa, adapula tongkat komando. Jadi tongkat berbicara tentang KUASA. Bukan kuasa daripada Musa, bukan kuasa dari tangkat itu saja, tapi ini adalah LAMBANG dari kekuasaan AllAH. Kuasa AllAH itulah yang dipakai oleh Musa. Angkatlah tongkatmu, tongkat berbicara tentang KUASA ALLAH.
inilah yang selalu dipegang oleh Musa sebagai seorang “Pemimpin”, dia perlu sekali tongkat KUASA ALLAH. Dalam kehidupan saudara dan sayapun setiap hari kita sangat memerlukan Kuasa Allah. Siapakah kita sebagai manusia, semua yang kita miliki serba terbatas, tetapi kuasa Allah tidak mengenal batas. Dan itulah yang terjadi, Musa mengangkat tongkatnya dan mengulurkan tangannya, lalu airpun terbelah. Tetapi ayat 21 menulis, b u k a n Musa yang melakukannya melainkan TUHAN. – Jadi tonkat berbicara tentang KUASA TUHAN. Kita perlu Kuasa Tuhan dalam perjalanan hidup kita, sebab seringkali kita menghadapi hal-hal yang sangat sukar sehingga tak mungkin kita atasi dengan kekuatan kita sendiri, tak mungkin kita atasi dengan pikiran kita sendiri; tetapi tongkat kuasa Allah kiranya ada dalam tangan kta, ada dalam hidup kita.
Yesus sendiri berkata: Kisah 1:8: “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu…”, Jadi Roh Kudus dalam hidup kita adalah kekuatan, adalah kuasa yang Tuhan berikan kepada kita. Kita sangat perlu mempunyai kuasa Roh Kudus dalam hidup kita, sehingga kita bisa menghadapi segala macam tantangan, kesulitan, problema apapun juga dengan kuasa Tuhan. Zakharia 4:6.
Saudara percaya ada kuasa Tuhan yang Tuhan mau berikan kepada saudara dan saya ? Musa melakukan: ‘angkat tongkat’; tapi Alkitab juga katakan: ‘Tuhan melakukan’. Jadi buat kita, kitapun perlu mengetahui bahwa Musa bagi bangsa Israel dulu dengan tongkatnya, buat kita sekarang, kita tidak mempunyai Musa, Musa sudah ada di surga; tapi sekarang siapakah yang menjadi pemimpin kita, TUHAN YESUS !. Musa adalah gambaran dari Tuhan Yesus yang memimpin bangsanya. “Untuk menjadi pengikut Musa, mereka semua telah dibaptis dalam awan dan dalam laut”, begitu Paulus menjelaskan dalam 1 Korintus 10:1-2. Apa yang terjadi sekarang ini kalau dihitung sudah 3500 tahun yang lalu, pada waktu rasul Paulus hidup dan menulis surat ini kira-kira 1500 tahun sebelumnya terjadi bagi bangsa Israel yang mengikut Musa, mereka berada dibawah awan dan melintasi laut, ini berbicara dibaptis dalam awan dan dalam laut. Dibaptis dalam awan berbicara baptisan Roh Kudus; di baptis dalam laut berbicara tentang baptisan air. Dan semua orang yang mengikut Musa, mereka semua telah dibaptis dalam awan dan dalam laut.
LAUT MERAH YANG TERBELAH = BAPTISAN AIR. Musa adalah gambaran daripada Yesus, begitulah juga kita semua sekarang yang telah menjadi pengikut Yesus juga perlu sekali dibaptis dalam awan (baptisan Roh Kudus) dan juga dibaptis dalam laut (Baptisan air). Tuhan Yesus berkata: “Barangsiapa yang percaya dan dibaptis, mereka akan selamat”. Dalam Yohanes 3:16, Yohanes 1:12 - barangsiapa yang percaya kepada Yesus tidak binasa, melainkan mendapat hidup yang kekal; dengan percaya sudah selamat. Tetapi dalam Markus 16:16 berkata: “Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum”. Baptisan air dan baptisan Roh Kudus adalah dua hal penting yang mutlak dilakukan oleh orang yang sudah percaya. Kalau kita m a s i h mendapat kesempatan untuk mengalami dan menerima baptisan air dan baptisan Roh Kudus; itu adalah satu “berkat” yang sangat besar yang sangat kita perlu dalam hidup ini.
Seorang pembunuh di kayu salib waktu disalibkan bersama-sama Yesus, dia hanya berkata kepada Yesus: “Ingatlah akan daku kalau engkau sampai disana. Langsung Yesus berkata: “Pada hari ini juga engkau bersama dengan Aku dalam Firdaus”; dia tidak mempunyai kesempatan untuk dibaptis, sebab dia akan mati sebentar lagi. Dia (penjahat) itu selamat – rohnya bersama-sama dengan Yesus di dalam Firdaus. Tetapi, bagi kita yang masih ada kesempatan, sesudah kita percaya kepada Tuhan, sesudah kita diselamatkan oleh Tuhan, sesudah kita menjadi manusia yang baru dalam Yesus Kristus, maka baptisan air dan baptisan Roh Kudus adalah satu hal yang harus kita jalani juga. Karena, waktu Yesus dibaptiskan (Matius 3), DIA datang kepada Yohanes pembaptis dan minta supaya Yohanes membaptis DIA dalam air. Yohanes pembaptis lalu berkata: Tuhan aku yang harus Engkau baptiskan, masakan Engkau datang kepadaku?. Yohanes yang baru saja berkata: aku tidak layak melepaskan tali kasut daripada Yesus, begitu hebatnya Yesus dibanding dengan Yohanes pembaptis. Yohanes merasa tidak layak untuk membaptis Yesus, tapi apa kata Yesus: “Biarlah itu terjadi karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah. Adalah kehendak Allah bahwa Yohanes membaptiskan Yesus. Adalah kehendak Allah bahwa Yesus menjalani baptisan air itu juga.
Kalau Yesus dibaptis dalam air, maka kita yang percaya kepada Yesus pun perlu sekali dan harus juga dibaptis dalam air sebagai-mana Yesus telah jalani. Waktu Yesus dibaptis dengan cara masuk ke dalam air lalu keluar dari dalam air, sama seperti bangsa Israel, mereka masuk ke dalam Laut Merah lalu sampai di seberang keluar lagi dari Laut Merah. Memang mereka berjalan diatas tanah yang kering, tetapi kiri kanannya air bagaikan tembok bagi mereka. Jadi mereka seakan-akan berjalan di bawah air itu, hal ini berbicara tentang baptisan air. Saudara-saudara, sebagaimana bangsa Israel dulu menurut pada Musa, mereka dibaptis dalam air dan dalam Roh Kudus; begitu juga kita sekarang pengikut daripada Yesus kita perlu sekali dan harus juga dibaptis dalam air dan dibaptis dalam Roh Kudus, Amin, saudara-saudara…?!!
Kita percaya Alkitab, kita tahu Alkitab berbicara dari hal ini (baptisan air & Roh Kudus), kitapun laksanakan apa yang Alkitab katakan, kita harus mengalami hal ini, kita harus jalankan!. Yohanes pembaptis menolak, dengan berkata: “Tuhan aku yang harus dibaptiskan oleh Tuhan….”; tapi Tuhan berkata, t i d a k !. Harus dilaksanakan sehingga Yohanes jalankan apa yang Tuhan perintahkan. Begitulah juga dengan kita, harus menjalankan apa yang Tuhan perintahkan sebagai konsekwensinya percaya Tuhan. Musa adalah gambaran daripada Yesus, Tongkat adalah gambaran daripada kuasa Allah yang ada pada Musa, juga yang ada pada kita. Mereka sudah berjalan dibawah tiang awan tetapi juga berjalan ditengah-tengah lautan.
Dalam Keluaran 14:17, waktu bangsa Israel keluar dari tanah Mesir, Allah telah berikan sepuluh hukuman kepada bangsa Mesir, karena mereka tidak mau melepaskan bangsa Israel yang telah tinggal ratusan tahun di Mesir dengan cara: hidup mereka di jajah, mereka diperbudak, di perhamba, mereka di aniaya dan di tekan. Begitulah juga pengalaman bangsa Israel dulu ketika hidup di Mesir adalah gambaran juga dari kehidupan saudara dan saya, dulu sebelum kita bertobat, dulu sebelum kita keluar dari Mesir perbudakan rohani.
Saudara-saudara, kita sekarang di selamatkan oleh Tuhan, Yohanes 8:36:”Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka”. Halleluyah……saudara percaya saudara sudah di bebaskan oleh Tuhan, saudara sudah di bebaskan dari genggaman iblis ?. Iblis yang tadinya memegang kita tidak mau melepaskan kita, tetapi puji Tuhan, kematian Yesus, salib Yesus telah membuat iblis melepaskan kita, dia tidak punya kuasa atas kita. Kalau kita terima Yesus maka iblis tidak dapat memegang kita, kita ada dalam tangan daripada Tuhan. Puji Tuhan.
TUHAN KERASKAN HATI FIRAUN = IBLIS MEMBELENGGU. Keluaran 12:33, menceritakan waktu bangsa Israel keluar dari Mesir, mereka pergi dengan cara diusir karena ada malaikat kematian masuk dalam setiap rumah orang Mesir, sehingga bangsa Mesir ketakutan akan adanya kematian masal di seluruh negeri. Kematian menghantui mereka sehingga mereka melepaskan bangsa Israel untuk pergi. Adapun kepergian mereka dari Mesir disertai dengan kekayaan yang berlimpah yang diberikan bangsa Mesir kepada bangsa Israel. Namun ketika bangsa Israel telah keluar, TUHAN keraskan hati Firaun sehingga dia kumpulkan tentara-tentaranya untuk mengejar bangsa Israel yang telah keluar itu.
Firaun memerintahkan tentaranya untuk menangkap, membunuh dan berusaha membawa mereka untuk kembali ke Mesir. Itulah yang dilakukan oleh Firaun. Saudara, inipun mempunyai ARTI !! Seperti bangsa Israel keluar dari Mesir, keluar dari perbudakan, keluar dari perhambaan, keluar daripada penyiksaan menuju tanah Perjanjian. Begitu juga saudara dan saya, yang dulu berada di Mesir rohani dimana kita di perbudak oleh dosa, oleh iblis, kita dianiaya, kita selalu hidup tanpa ada kedamaian, hidup bagaikan di kejar-kejar oleh ketakutan. Dosa selalu menyiksa kita, tapi puji Tuhan kita sudah keluar, seperti bangsa Israel keluar pada hari raya paskah; begitu juga paskah kita yaitu Yesus yang mati di kayu salib sudah melepaskan kita keluar dari penjajahan dosa. Keluar dengan dipimpin oleh tiang awan dan tiang api.
Sekalipun demikian jangan kita berfikir bahwa iblis akan tinggal diam, iblis akan tetap mengejar kita. Dengan berbagai cara setiap hari bahkan setiap saat iblis akan berusaha untuk mengikat kita kembali, memperbudak kita lagi bagaikan singa yang mengaum-ngaum untuk mencari mangsa yaitu bangsa Israel, saudara dan saya. Tapi puji Tuhan ada tongkat Allah dalam tangan kita, hallleluyah.. Ada kuasa Allah dalam tangan kita, ada nama TUHAN dalam kita. Nama Tuhan adalah Nama yang berkuasa sehingga Tuhan berkata: “Lawanlah iblis maka Ia akan lari daripadamu”, halleluyah. Tuhan berikan kekuatan kepada kita. Tuhan keraskan hati Firaun untuk menunjukkan kemuliaan TUHAN bagi Firaun. Saudara mau mengalami kemuliaan Tuhan ? Buat kita yang percaya, mendapat kemuliaan Tuhan itu luar biasa. Bagi Firaun dan seluruh tentaranya yang tidak percaya kepada Tuhan, kemuliaan Tuhan bukan membawa keselamatan baginya melainkan membawa kebinasaan baginya.
KEMATIAN, BERARTI PERTOLONGAN BAGI KITA. Tetapi dengan kekuatan dari Tuhan, tiba-tiba ada laut di depan, apa artinya laut itu….? Laut Merah bagi bangsa Israel dan Firaun adalah kematian. Kalau bangsa Israel harus berjalan dan melintasi laut itu, berarti mereka harus mati. Tetapi kematian bagi orang yang sudah di selamatkan oleh Tuhan, kematian itu justru menjadi pertolongan buat kita.
Ibrani 2 : 14, “….supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu iblis, yang berkuasa atas maut”. Kita manusia juga akan mati, Yesuspun, DIA menjadi manusia, DIA pun mengalami kematian. Tapi kalau kita mati adalah karena dosa, Yesus mati adalah untuk dosa. Untuk menyelamatkan kita dari dosa, untuk mengampuni kita dari segala dosa. Yesuspun mati untuk menyelamatkan kita, bukan saja kita yang diselamatkan tapi iblispun di musnakan. Iblis tahu bahwa dia akan dimusnakan, sebab itu dia akan berusaha supaya jangan mati sendiri, cari teman siapakah kira-kira yang bisa dia tangkap untuk sama-sama di neraka. Mau saudara di tangkap oleh iblis, mau saudara masuk ke neraka ? Tentu tidak, bukan ?!
Yesus datang menjadi manusia supaya dengan kematianNya IA memusnakan iblis. Kitapun melalui kematian di laut itu, tapi herannya kita selamat sampai di seberang; akan tetapi waktu Firaun mengejar mereka juga berjalan melalui kematian itu, dia mati di laut itu. Laut kematian yang buat orang Israel pada waktu itu merupakan jalan keselamatan, tetapi bagi bangsa Mesir merupakan kematian untuk selama-lamanya. Keselamatan tidak ada jalan lain kecuali melalui kematian dari Tuhan Yesus Kristus.
Rasul Paulus dalam 1 Korintus 1:22-23: “Orang-orang Yahudi menghendaki tanda dan orang-orang Yunani mencari hikmat” Kalau orang Yahudi minta tanda, maka orang Yunani yang bukan Yahudi itu pinter-pinter mereka otaknya, selalu hikmat yang dicarinya. Untuk orang-orang Yahudi, Kristus yang di salibkan itu merupakan sandungan baginya. Orang Yahudi juga tidak mau percaya kepada Tuhan Yesus yang mati. Mereka menolak kematian Yesus. Sampai sekarangpun ada banyak juga mereka yang menolak ajaran tentang ‘Salib Yesus’, tentang kematian Yesus. Ada pendeta yang tidak mau berkotbah tentang salib, maunya berbicara tentang berkat dan berkat.
Sedangkan untuk orang bukan Yahudi, yaitu orang Yunani salib adalah hal kebodohan. Tetapi bagi orang-orang yang terpanggil yaitu saudara dan saya, Kristus Yesus yang disalibkan adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah. Salib Kristus adalah kekuatan Allah yang dapat melepaskan kita dari maut, yang dapat melepaskan kita dari cobaan yang berat, yang dapat melepaskan kita pada waktu kita jatuh. Kekuatan Allah ada dalam salib Kristus, sebab itu kita sangat percaya kepada salib Kristus.
INJIL MENDATANGKAN SELAMAT – Roma 9:17. Alkitab, adalah buku yang di dalamnya ada sesuatu yang hidup. Alkitab adalah Firman Allah, dan Firman Allah itu hidup, Firman Allah mempunyai kuasa, Injil Firman Allah adalah Kuasa; sehingga Rasul Paulus dalam Roma 1:16: “…..karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya……”, Rasul Paulus tidak merasa malu mengaku Injil itu karena ia itulah kuasa Allah yang mendatangkan selamat. Kabar baik ini – Firman Allah mendatangkan selamat dan menyelamatkan. Firman Allah bisa berbicara dan hidup.
“
“Itulah sebabnya aku membangkitkan engkau….”, Tuhan memperlihatkan kuasanya di dalam Firaun, kuasa Tuhan yang datang kepada Firaun, kuasa Tuhan yang datang bagi bangsa Israel, keduanya adalah kuasa Tuhan. Hal yang sama, bagi yang percaya membawa keselamatan; bagi orang yang tidak percaya membawa kebinasaan. Apakah yang kita buat dengan Firman Allah; kalau Firman Allah diberitakan kepada kita ? Apakah respon kita terhadap Firman Allah ? Kalau saja Firman Allah yang kita dengar dan terima dengan hati yang terbuka, maka Firman Tuhan katakan: dari pendengaran akan firman itu, datanglah iman dan iman itulah yang menyelamatkan manusia.
Tetapi kalau Firman Allah yang diberitakan itu lalu kita tidak mau dengar dan kita menolak akan firman yang sama yang bisa memberikan keselamatan dan hidup yang kekal pada orang yang mau menerima, maka firman yang sama akan membawa kematian bagi orang yang tidak percaya kepada Tuhan.
Sebab itu saudara pegang firman Allah dan tetaplah setia, maka tongkat kuasa Allah akan menolong saudara. Kalau saja saat ini saudara sedang dalam pencobaan, ujian dan kesulitan bagaikan Laut Merah yang menakutkan, kematian di laut Merah; percayalah ada tongkat Musa, ada tongkat kuasa Allah yang siap menolong saudara. Puji Tuhan. Tuhan memberkati saudara sekalian.(swd)***”
