Yohanes 1:5
\Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya\”.
Di ayat ini sangat jelas dinyatakan bahwa Allah adalah Terang. Itu berarti di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan. Allah yang adalah Terang menciptakan langit dan bumi (Kejadian 1:1) Jadi, segala yang diciptakanNya terang adanya. Namun di ayat 2-nya, tiba-tiba ada kegelapan \”Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya……..\”. Darimanakah datangnya kegelapan itu ? Dari Lucifer yang jatuh dalam dosa. Tetapi terang yang dari Allah tetap ada.
“
Berfirmanlah Allah :\Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dan malam…..\” (ayat 14). Ayat ini menunjukkan bahwa ada terang dan gelap alami (dari alam) dan ada terang dan gelap rohani. Dalam Yesaya 9:1, Nabi Yesaya berbicara tentang bangsa yang berjalan di dalam kegelapan, tetapi kemudian terang datang (ayat 2). Berbicara tentang siapakah itu ? \”Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia\” (Yohanes 1:9). Yaitu YESUS !!
Dalam Yohanes 9 diceritakan tentang orang yang buta sejak lahirnya. Jadi sejak lahir dia berjalan dalam gelap (=dosa). Tetapi kemudian Yesus lewat (ayat 1) dan memberikan perhatian (ayat 6). Setelah mengoleskan ludahNya yang diaduk dengan tanah, Yesus menyuruh orang buta itu membasuh dirinya dalam Kolam Siloam (artinya yang diutus). Seketika itu juga matanya melihat terang (ayat 7). Lalu menjadi percaya (ayat 38).
Sejak Adam dan Hawa jatuh dalam dosa, semua orang lahir dalam dosa dan kehilangan kemuliaan Allah (=buta rohani). Tetapi Yesus berkata, \”Selama Aku di dalam dunia, Akulah terang dunia\” (ayat 5). Dia adalah Terang yang datang kepada orang yang belum pernah melihat terang. Setelah itu kita bukan lagi berjalan dengan pandangan mata, melainkan dengan iman.
Tetapi tetangga-tetangganya tidak mengenalinya, \”Bukan, tetapi ia serupa dengan dia\” (ayat 9). Lalu tetangga-tetangganya membawa dia kepada orang-orang Farisi, dan mereka bertanya bagaimana matanya menjadi melek. Adapun Yesus menyembuhkan dia pada hari Sabat (ayat 14). Dia di bawa juga kepada orangtuanya, tetapi orangtuanya takut mengakuinya sebagai anak karena takut dikucilkan (ayat 22). Demikianlah keadaan yang akan kita alami bila kita menerima Yesus. Kita akan diolok dan dikritik oleh banyak orang. Meskipun demikian, ia berkata,\”…….bahwa aku tadinya buta, dan sekarang dapat melihat\” (ayat 25). Apakah kita mempunyai iman yang kuat seperti orang ini ?
Butanya orang buta itu adalah t i d a k ada biji matanya. Tetapi Yesus yang menciptakan langit dan bumi, menciptakan manusia, juga menciptakan biji mata. Yesus datang, melihat dan memberikan pertolongan. Tuhan yang menyelamatkan kita bukan Tuhan yang remeh. Dia mau tinggal dan bercahaya di dalam hati kita (2 Korintus 4 : 6).
\”……..Betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukanNya bagi orang-orang kudus, dan betapa hebat kuasaNya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasaNya\”, demikian doa Rasul Paulus dalam Efesus 1:18-19.
Semoga sukacita dan damai NATAL ada dalam hati saudara sekalian. Tuhan memberkati. (Jakarta, 20 Desember 2003,Natal Gabungan Jemaat Ketapang & Kramat)
“
