Yoh 1:4-5 Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.
Banyak orang menggunakan momen penggantian tahun untuk merefleksi apa yang sudah di lakukan sepanjang tahun. Mereka bercermin untuk mengamati apa yang sudah di lakukan sambil berinstrospeksi diri mencari kekurangan dan membuat komitmen baru di tahun yang baru. Namun di hari pertama pada tahun 2010 ini Yohanes 1:4-5 mengingatkan kita akan “Terang” yang ada dalam diri Tuhan. Terang berbeda dengan refleksi dan introspeksi. Terang itu menyorot, menerangi dan menelanjangi apa adanya kita sehingga kita sadar bagaimana rupa kita yang sebenarnya dihadapan Tuhan.
Refleksi dan introspeksi tidak banyak menolong kita untuk melihat bagaimana rupa kita sebenarnya. Kedua hal ini bukanlah panduan yang tepat, malahan hal ini cenderung kepada membenarkan dan membela diri sendiri.
Mengapa demikian ? Yeremia 17:9 berkata “Betapa liciknya hati, lebih licik dari pada segala sesuatu, hatinya sudah membatu: siapakah yang dapat mengetahuinya?”. Hati manusia itu pada dasarnya licik. Jika kita ibaratkan hati sebagai alat pengukur, maka dia adalah alat ukur yang salah. Karena pengukurnya salah dan tidak tepat, maka apapun juga yang di ukur olehnya tidak bisa benar.
Ada orang yang sombong. Semua orang yang dekat dengan dia dan pernah bercakap dengannya bisa merasakan kesombongannya. Namun orang ini sendiri merasa dirinya tidak sombong. Mengapa ? Karena hatinya sebagai alat ukur, telah memberikan ukuran yang salah.
Yesaya adalah seorang Nabi Tuhan yang besar. Dia di utus untuk berbicara bagi Tuhan kepada orang Israel. Dalam Yesaya 1:4 dia berkata “Celakalah bangsa yang berdosa”. Dalam Yesaya 3:9 dia berkata “Celakalah orang-orang itu (orang jahat dan berdosa). Kemudian dia berkata “Celakalah orang fasik” (Yesaya 3:11). “Celakalah Mereka” (Yes. 5:8, 11, 18, 20, 21, 22). Namun ketika dia berjumpa dengan Tuhan, ketika terang Tuhan menyoroti dirinya, dia berkata “Celakalah aku! aku binasa! Sebab aku ini seorang yang najis bibir” Yes 6:5
Yohanes adalah murid yang di kasihi oleh Tuhan, pernah bersandar di pangkuan Tuhan, bercakap langsung dengan Tuhan, mengikuti Dia dan melihat segala perbuatanNya yang ajaib. Ketika Kemuliaan Tuhan menyorot dirinya, dia berkata “tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati ” Why 1:17
Ketika kesalehan Ayub di uji, dia mempertahankan kebenaran dirinya di hadapan sahabat-sahabatnya dan menganggap dirinya tidak ada kekurangan. namun ketika dia melihat Tuhan, dia berkata “aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu” (Ayub 42:5-6).
Orang yang mendapat sorotan terang, pasti segera menyadari buruknya keadaan diri sendiri. Kiranya di tahun 2010 ini kita bisa lebih banyak memohon agar Tuhan menyoroti kita, menyingkapkan segala kekurangan dan kebobrokan kita supaya kita semakin di serupakan dengan gambaran anakNya Yesus Kristus.
Selamat Tahun Baru 2010. Yesus Tuhan kita tetap menyertai kita sampai kesudahan zaman ini. Amen.
