Pendahuluan
Pentahbisan dari asal kata “tahbis” yang berarti menyucikan (memberkati) sesuatu untuk keperluan keagamaan.
Yang dapat ditahbiskan dari sududt pandang Alkitab yaitu gedung yang baru, sebagai sarana ibadah. ( II tawarikh 2:4; I Raja-raja 8:1-63; II Tawarikh 7:5; Ezra 16:16-17) dan rumah yang baru sebagai rumah tinggal (Ulangan 20:5)
Tata Cara Pentahbisan Gedung Gereja
Di halaman Gereja ( Peresmian ) Kata Pengantar Doa Laporan Panitia Pembacaan Ayat-ayat Alkitab Acara peresmian, didalamnya sudah termasuk : Pembukaan selubung nama gereja / penekanan tombol, penyerahan anak kunci gereja dari panitia kepada pimpinan gereja diikuti dengan pengguntingan pita. Kemudian para undangan dan jemaat memasuki gedung gereja.
Di dalam Gedung Gereja (Ibadah Pentahbisan). Doa Puji-pujian Khotbah Doa pentahbisan diakhiri ucapan syukur sebagai berikut : “ Kami Tahbiskan bangunan ini dalam Nama Bapa, Anak Laki-laki dan Roh Kudus yaitu Tuhan Yesus Kristus. Amin!” Penyerahan anak kunci gedung gereja dari pimpinan gereja kepada gembala siding jemaat disertai ucapan : “ Saya menyerahkan gedung ini kepada saudara dalam nama Bapa, Anak Laki-laki dan Roh Kudus yaitu Tuhan Yesus Kristus, untuk dipergunakan sebagaimana mestinya bagi kemulian Nama Tuhan. Semoga Tuhan melimpahkan berkatNya !” Kemudian gembala sidang jemaat menerima anak kunci gedung gereja sambil mengucapkan “ Oleh rachmat Tuhan, saya menerima gedung ini untuk dipergunakan sebagai Rumah Ibadah Gereja Pantekosta di Indonesia, dalam nama Tuhan Yesus Kristus, Amin!”
