Dunia kita tidak pernah kekurangan orang yang bertalenta. Bangsa Israel sebagai bangsa pilihan Tuhan memiliki daftar panjang fakta bahwa dari bangsa ini dunia mendapat berbagai kemudahan dan kenyamanan hidup hasil penemuan mereka. Bangsa ini memang Tuhan pakai untuk berperan secara khusus dalam memperkenalkan dan menyatakan kebesaran Tuhan Pencipta Alam semesta yang mereka sembah. Allah yang berbeda dengan allah bangsa-bangsa lain di sepanjang jaman. Salah seorang wanita dari bangsa ini juga yang Tuhan pakai kandungannya untuk melahirkan Yesus sebagai Imanuel…berkat kemurahan dan anugrah besar bagi bangsa-bangsa.
Tuhan memberikan setiap manusia pemberian dan kemampuan yang berbeda sehingga mereka bisa berfungsi untuk saling melengkapi. Jika kita ambil contoh bangsa Israel, Musa diberikan kemampuan untuk memimpin. Tapi ketika membangun Tabernakel, musa tidak bisa melakukannya dan Tuhan sediakan orang lain yaitu Bezalel dari suku Yehuda (Exo.35:1), Aholiab, dan banyak nama yang tidak tercatat yang terlibat dalam pembangunan Tabernakel.
Menjawab pertanyaan pertama, talenta menurut pengertian saya merupakan suatu kemampuan pemberian Tuhan bagi seseorang sehingga individu tersebut bisa berpartisipasi aktif dan berinteraksi dalam kehidupan bermasyarakat. Ada orang yang diberikan 1 talenta , 2, 5 dan seterusnya. Talenta ini harus kita manfaatkan untuk kemuliaan dan pekerjaan Tuhan di bumi. Ada banyak jenis talenta. Segala sesuatu yang bisa menghasilkan nilai tambah positif kita bisa kategorikan talenta. Kalau kemampuan untuk menghasilkan ini kita abaikan maka kita menjadi seorang pekerja seperti dalam perumpamaan, yang menguburkan talentanya, dan Tuhan tidak suka akan hal ini.
Pertanyaan kedua, kata Talenta dalam alkitab dipakai untuk beberapa pengertian. Kata ini bisa digunakan sebagai satuan ukuran luas daerah (district), sebongkah (roti), atau seberat (emas,perak).
Untuk 1 Talenta sehubungan dengan berat emas misalnya, kalau dikonversikan menjadi = 54.431 Gram (=120 pounds. Beberapa terjemahan alkitab lain ada yang menggunakan 34-35 kg = 1 talenta). Kalau kita hargai dengan harga emas 24 karat sekarang di Indonesia Rp.300.000 maka 1 talenta emas = Rp.16.329.300.000, atau di rata2 USD = $ 1.632.930.
Harga itu merupakan nilai sebuah Kandil(lampstand/candlestick/menorah/kaki dian), yang ditaruh di Ruang Kudus Tabernakel Musa yang dibuat atas petunjuk Tuhan secara langsung. Exo.25:31-40.
Pertanyaan selanjutnya tentang Buah. Buah memang bisa dinikmati dan kelihatan oleh orang lain. Tingkat kematangan buah pun ada bermacam-macam. Kekuatiran, kekayaan dan kenikmatan hidup merupakan faktor yang menghimpit tingkat kematangan buah yang kita hasilkan. Sedangkan ketekunan mendengar Firman dapat menghasilkan buah yang matang. Kita bisa menikmati, mengetahui buah orang lain dan buah-buah kita sendiri. Kalau kita mendapatkan buah anggur kita tahu pasti pohonnya adalah pohon anggur. Tidak mungkin dari semak duri kita dapatkan buah anggur. Pohon yang baik juga pasti menghasilkan buah yang baik.
Setelah kita dibebaskan dari dosa dan menjadi hamba Allah maka kita memperoleh buah-buah. Buah-buah ini membawa kita pada pengudusan yang berakhir pada kehidupan kekal (Rom.6:22). Kalau kita masih menjadi hamba dosa kita tidak menghasilkan buah yang baik (Rom.6:20-21).
Ada berbagai buah dalam alkitab. Ada buah pertobatan yaitu buah yang baik yang dihasilkan setelah seseorang dibebaskan dari dosa.(Matt.3:8-10). Ada buah kebenaran yang merupakan hasil dari ganjaran dan didikan Tuhan supaya kita meninggalkan dosa dan kesalahan. Buah ini dikerjakan oleh Yesus untuk memuliakan dan memuji Allah. Heb.12:11. Dengan memilih apa yang baik maka Yesus mengerjakan buah-buah kebenaran ini bagi kita. Phi.1:11. Ada juga buah Roh yaitu: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,kelemahlembutan, penguasaan diri.
Selain jenis buah-buah tersebut diatas, ada juga buah yaitu jiwa-jiwa yang dimenangkan untuk Tuhan yang merupakan hasil pelayanan kita. 1 Cor.9:1. Paulus mengakui jemaat disana merupakan buah pekerjaannya dalam Tuhan. Rom.16:5, Epenetus, merupakan buah pertama Paulus dari daerah Asia untuk Kristus.
Prinsip Paulus selama masih hidup adalah bekerja memberikan buah. Dalam tulisannya ke Roma, ia ingin mengunjungi Roma untuk menemukan buah-buah dari jemaat disana, seperti halnya yang ia temukan dari jemaat non Yahudi pada waktu itu.
Di Luk.13:6-7. Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini: “Seorang mempunyai pohon ara yang tumbuh di kebun anggurnya, dan ia datang untuk mencari buah pada pohon itu, tetapi ia tidak menemukannya. Lalu ia berkata kepada pengurus kebun anggur itu: Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini dan aku tidak menemukannya. Tebanglah pohon ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma!
Pada Yud. 1:11-13. Celakalah mereka, karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain dan karena mereka, oleh sebab upah, menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam, dan mereka binasa karena kedurhakaan seperti Korah. Mereka inilah noda dalam perjamuan kasihmu, di mana mereka tidak malu-malu melahap dan hanya mementingkan dirinya sendiri; mereka bagaikan awan yang tak berair, yang berlalu ditiup angin; mereka bagaikan pohon-pohon yang dalam musim gugur tidak menghasilkan buah, pohon-pohon yang terbantun dengan akar-akarnya dan yang mati sama sekali. Mereka bagaikan ombak laut yang ganas, yang membuihkan keaiban mereka sendiri; mereka bagaikan bintang-bintang yang baginya telah tersedia tempat di dunia kekelaman untuk selama-lamanya. inilah orang-orang yang tidak berbuah..!
Jadi buah-buah kita harus jelas, harus kelihatan dan bisa dinikmati orang lain. Karena dari buah inilah kita bisa mengenali pohonnya.
