Wednesday May 23rd 2012

Takut Akan Kematian

Author : | This author have 132 posts

Keluaran 12:33

Puji Tuhan, kalau pagi ini saya boleh berada di tengah-tengah saudara sekalian, setelah minggu yang lalu membuat satu kejutan bagi saudara mengenai diri saya. Dan memang mempunyai Yesus adalah satu keuntungan yang besar.  Terima kasih buat apa yang saudara telah lakukan, berdoa dan ada terapi doa buat saya, sehingga Puji Tuhan Allah kita adalah Allah yang Maha besar, Allah yang Maha kuasa.  Memang menurut dokter di Singapore, saya harus segera di operasi.  Tetapi saya katakan kepada dokter disana, tunggu dulu !!! Sebab ada orang-orang diTanah Air, Jakarta yang.mau berdoa buat saya.  Kita jadikan doa yang utama dan saya percaya Allah kita Maha Kuasa dan Allah tidak akan permalukan orang yang berharap kepada Nya, bukan ?    
Terima kasih buat doa-doa saudara semua dan juga buat dr. Haryono DSPD (dokter pribadi) yang telah campur tangan dalam hal ini. Tuhan memberkati. Minggu lalu pun (pagi) saya masih berbicara di Johor Baru dan di Singapore (sore). Tuhan tolong berikan kekuatan sampai pagi ini ada bersama dengan saudara. Singkat cerita, (nanti tidak ada waktu buat Firman Tuhan), Tuhan beserta dan Tuhan telah menolong kami. Saya percaya bahwa doa dari orang-orang benar itu besar khasiatnya dan Tuhanlah yang mengadakan perkara-perkara heran dan nanti masih akan kita buktikan lagi dalam waktu yang akan datang. Saya yakin dengan iman Tuhan akan berikan kemenangan yang lebih besar.

Saudara-saudara, kita teruskan lagi dengan kitab Kel.12. Masih belum selesai juga. Indah sekali Firman Allah ini, kalau sekarang kita berada dalam Kel. 12:33, waktu bangsa Israel keluar, saudara tahu waktu itu adalah malam hari, malaikat TUHAN datang dan membunuh semua anak sulung dari orang-orang Mesir.  Mulai dari lingkungan Istana sampai dengan lingkungan biasa, dari orang rendahan, orang buangan, merekapun mengalami kematian anak sulungnya. Karena bangsa ini dipimpin oleh seorang raja yang mengeraskan hati, tidak mau mengijinkan bangsa Israel keluar dari Mesir. Karena kekerasan hati itulah, Allah datangkan  penghukuman. Orang yang mengeraskan hati terhadap Allah selalu melawan, akhirnya Allah harus mengambil tindakan terhadap orang yang berdosa. Allah cinta manusia, tetapi Allah membenci dosa yang ada dalam manusia.  Dan kalau dosa dihukum, maka orangnya pun akan kena dampaknya juga.  Dosa dihukum, dan kematian datang pada tiap rumah, dalam tiap keluarga bangsa Mesir pada waktu itu.

\Orang Mesir juga mendesak dengan keras kepada bangsa itu, menyuruh bangsa itu pergi dengan segera dari negeri itu, sebab kata mereka : “Nanti kami mati semuanya”. Kel 12:33. Kalau dalam ayat 31 dan 32 hanya raja Firaun yang menyuruh bangsa Israel keluar, tetapi dalam ayat 33 sekarang, semua orang Mesir menyuruh keluar. Mengapa? Sebab kata mereka, nanti kami mati semuanya. Mereka ketakutan !! Sekalipun Allah tidak pernah berjanji/mengatakan bahwa IA akan membunuh semua bangsa Mesir.   Allah hanya berkata bahwa IA akan membunuh anak sulung/anak yang paling tua dalam tiap keluarga.  Satu keluarga satu anak sulung, itu yang dibunuh oleh Tuhan. Tetapi sekarang, mereka sudah ketakutan, nanti kami mati semuanya.

Datangnya kematian dalam rumah tangga mereka tahu sebabnya karena  dosa mereka, karena mereka selalu melarang bangsa Israel pergi, selalu melawan kehendak Allah; sebab itu datang kematian. Kematian hanya pada satu orang dalam tiap keluarga, tahu-tahu sekarang seluruh bangsa mempunyai perasaan takut. Perasaan takut ada dalam manusia terhadap kematian, baru satu orang yang mati dalam keluarga seluruh keluarga sudah ketakutan akan mati semua. Saudara-saudara, hati nurani manusia yang jahat, yang tidak baik itu, selalu berbicara.  Apalagi terjadi demikian, langsung mereka merasa: jangan-jangan kami semua akan mati. T a k u t !!    Memang dosa menimbulkan perasaan takut. Dari mulai Adam dan Hawa jatuh dalam dosa  Kej. 2:15-17 Allah berikan peringatan kepada Adam dan Hawa.  Allah tempatkan Adam dan Hawa di Taman Eden yang indah, segala sesuatu  ada disana, makanan cukup tidak kekurangan sesuatupun. Damai sejahtera, tetapi Allah biarkan peringatan …”Semua pohon dalam taman ini boleh kau makan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kau makan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati. Kej 2:16-17 Tuhan yang pertama-tama berbicara tentang mati.     

Manusia dijadikan oleh Allah menurut peta dan gambar daripada Allah; tapi Allah berikan peringatan : “Awas, semua di taman Firdaus ini buahnya boleh engkau makan tetapi jangan engkau makan buah dari satu pohon ini, pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kau makan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati. Jadi Allah yang sudah berbicara tentang : “Kalau engkau melanggar perintahKu, kamu makan juga, sedangkan Aku berkata jangan makan, kalau kamu melanggar pasti akan ada kematian. Allah sudah berikan peringatan.    

Begitu juga dengan bangsa Mesir, Allah berikan peringatan ! Biarkan bangsa ini keluar, kalau engkau tidak mengijinkan, akan datang hukuman-hukuman Allah sampai yang ke sepuluh, yang terakhir, yaitu Malaikat kematian. Malaikat Tuhan itu akan datang dan membawa kematian dalam tiap rumah tangga bagi setiap anak sulung. Begitu anak sulung mati (seperti yang Tuhan katakan ), seluruh bangsa sudah mempunyai perasaan takut.  Saudara-saudara, dosa menimbulkan perasaan takut. Takutnya, takut mati. Takut mati !

Saya dua malam di Rumah Sakit Singapore, maunya cuman satu malam, tahu-tahunya dokter ngomong gimana.., sampai saya meng-iya-kan / setuju akan permintaan dokter tsb. Dikamar tsb. kami saling melihat dan ngobrol dengan sesama pasien di kamar; setelah saya keluar dari Rumah Sakit tsb. lalu saya bezuk orang yang sekamar dengan saya; tahu-tahu saya lihat ranjang yang saya tempatin waktu di Rumah Sakit tsb, telah diisi oleh orang lain. Saya datang kepada orang itu dan saya tanyakan sakitnya apa ?     Tiba-tiba istrinya katakan bahwa suami saya juga tiba-tiba tidak boleh pulang, harus langsung di operasi. Saya katakan kepada istrinya: makanya saya pulang ! Lanjut istrinya lagi, bahwa suaminya ini sudah kena serangan beberapa kali, dan ini sekarang harus.di operasi. Lebih lanjut dikatakan oleh si istri sambil mengeluh bahwa suami yang sakit jantung, jadinya, aduh……. saya nya yang jantungan !  Karena suami mau dioperasi, istri rasanya ikut-ikutan sakit jantung juga…Perasaan takut sudah !.  Saudara-saudara, takut akan datangnya kematian itu ada pada manusia. Itu baru takut yang pertama. Dan memang saudara-saudara, orang kalau hidup diluar Tuhan itu mempunyai rasa takut akan kematian.    

Contoh dari hal TAKUT AKAN KEMATIAN. Rahab dan penduduk Yerikho  takut. Yos 2:8-11 (Saya pernah uraikan kisah ini beberapa waktu yang lalu). Ceritanya tentang bangsa Israel yang sudah keluar dari Mesir, sedang melakukan perjalanan mau masuk ke Tanah Perjanjian. Pada waktu itu kota yang pertama yang akan dimasuki adalah: Kota Yerikho. Di kota Yerikho ini terdapat tembok yang besar sekali sekelilingnya. Kalau malam, pintu gerbang dijaga sehingga orang tidak mudah untuk masuk atau keluar.  Nah, sekarang bangsa Israel mau masuk Tanah Perjanjian harus melalui kota Yerikho ini, disitulah oleh Yosua dikirim dua orang untuk pergi mengintai dulu. Melihat keadaan kota itu, bagaimana penjagaannya, apakah kuat atau tidak. Apakah kota orang Israel ini bisa dikalahkan, bisa masuk kota Yerikho atau tidak ?

Harus diperhatikan dulu, untuk itu dikirimlah dua orang untuk mengintai     Waktu dua orang pengintai itu masuk dalam sebuah rumah, dalam rumah itu tinggallah seorang perempuan yang punya reputasi tidak baik. Nama dan perbuatannya tidak baik.  Tapi saudara-saudara, orang yang paling tidak baik pun, Tuhan bisa pakai; orang yang paling berdosapun, Tuhan bisa pakai.    Tuhan itu begitu CINTA terhadap manusia, yang paling berdosa seperti perempuan ini(Saudara bisa baca ceritanya dalam Yosua 2), sehingga orang tua dan saudara-saudaranya tak satupun yang mau tinggal satu rumah dengan perempuan ini. Rahab, begitulah nama perempuan ini.  Namun demikian, dialah yang mau menerima dua orang pengintai masuk ke kota Yerikho    
Nah, waktu dua orang pengintai ini masuk kerumah Rahab dan berkata, kami ini orang Israel, kami ini umat Allah yang keluar dari Mesir dan akan masuk ke Tanah Perjanjian dikatakan dalam Yos 2:8-11, maka penduduk kota Yerikho merasa ketakutan; bahkan Rahab katakan, kami gemetar dan tawar hati menghadapi TUHANmu yang telah mengeringkan Laut Teberau dan yang telah membunuh tentara yang sedang menyeberanginya, juga dua raja Amori ; Seorang raja yang kuat pun terbunuh oleh TUHAN mu. Demikianlah pengakuan dari Rahab yang mewakili semua penduduk Yerikho. Kekuatiran akan kematian itu nampak dari pengakuan Rahab, mengingat raja Amori yang terkuat sekalipun, TUHAN binasakan, bagaimana dengan kami ini ? Ini baru mendengar berita akan kekuasaan TUHAN, membuat penduduk gemetar. Takut !! Sama halnya dengan Kel 12:33, baru anak sulung tiap keluarga yang mati, semua menjadi takut, jangan-jangan seluruh keluarga bisa mati.

Saudara-saudara, takut menghadapi kematian itu ada di zaman dulu, dan saya percaya zaman sekarangpun orang masih mempunyai ketakutan menghadapi kematian.  Apakah saudara yakin, sebagai orang percaya kita mempunyai hidup yang kekal ? Yesus katakan barang siapa percaya kepadaNya tidak akan binasa melainkan mempunyai hidup yang kekal. Sebagai orang Kristen, kita bisa mati.  Karena Allah juga katakan bahwa semua manusia, sekali akan mati.  Tapi ….akan nyambung dalam surga.

Zaman dulu orang takut mati, sekarang, ada orang takut mati, dan  nanti  juga diakhir zaman masih akan ada orang yang takut mati. Why 6:12-16    Kitab ini berbicara tentang meterai yang ke enam.  Tiap meterai yang dibuka dalam kitab Wahyu, terjadi sesuatu.  Tetapi apa yang terjadi itu tidak hanya terjadi sekali lalu selesai. Terjadi hari ini, lalu besok sudah tidak ada lagi.  tidak ! Tetapi apa yang terjadi itu, berjalan terus, berkesinambungan. Tiap kali sebuah meterai dibuka, apa yang terjadi pada pembukaan meterai itu berjalan terus dan terus meningkat sampai akhir. Begitu seterusnya sampai hari kiamat, Yesus datang kembali.

Meterai ke 6 (enam). Why 6:12  “Maka aku melihat, ketika Anak Domba itu membuka meterai yang keenam. Jadi ada satu buku yang ditutup dengan segel/meterai, satu meterai pertama dibuka, ada sesuatu terjadi, meterai kedua dibuka, ada sesuatu terjadi dst.; dan sekarang meterai yang keenam – sesungguhnya terjadilah gempa bumi yang dahsyat dan matahari menjadi hitam bagaikan karung rambut dan bulan menjadi merah seluruhnya bagaikan darah. apakah ini sudah terjadi ? Belum pernah !, Kita belum melihat gempa bumi yang dahsyat dsb. yang disebutkan dalam kitab Wahyu tsb. Ini kan belum terjadi ? Dengan lain kata, ini  masih akan terjadi. Ngeri apa tidak kalau terjadi gempa bumi ? Yach…kalau gempa kecil-kecilan.., disebutkan disini, gempa bumi yang dahsyat. Yang tinggal di gedung-gedung yang tinggi akan ngeri.

Why 6 :13: “….bagaikan pohon ara menggugurkan buah-buahnya yang mentah, apabila ia digoncang angin yang kencang”. Pohon ara digoncang oleh angin yang keras, buah yang masih mentah; kalau yang sudah matang, seperti durian sudah matang, kalau dia jatuh…….itu katanya yang paling enak, yang paling manis, sebab matangnya di pohon. Tapi kalau masih mentah itu biasanya masih kuat dia nempel pada pohon itu, tetapi angin ribut yang keras sekali masih bisa membuat pohon itu mengalami keguguran buahnya.

Nah begitulah juga bumi ini akan di goncang dengan goncangan yang begitu hebat. Rasa-rasanya, gedung-gedung dijalan Sudirman roboh nanti, yang tinggi-tinggi; saudara mau nginep di Lt 40, apa jadinya nanti kalau semua seperti pohon yang digoncang oleh angin yang besar, begitu juga akan terjadi di bumi ini dengan goncangan gempa bumi sampai batang-batangpun  berjatuhan keatas bumi.

Why 6 :14: \”…..dan tergeserlah gunung-gunung dan pulau-pulau dari tempatnya\”. wah…ini gempa bumi bukan hebat lagi. Pulau bisa pindah, Pulau Jawa tahu-tahunya sudah pindah dekat Afrika, bagaimana saudara ?   Yach…Kalau pindahnya dekat-dekat, masih enak; tahu-tahunya udah dekat dengan Washington sana ?  Bagaimana kalau terjadi pemindahan, pulau-pulaupun berpindah tempat, kata Firman Allah, tergeserlah gunung-gunung.  Gunung Merapi yang sekarang masih ada asap-asapnya (aktif), tiba-tiba digeser dan tahu-tahunya sudah datang dekat Jakarta. Kira-kira bagaimana perasaan saudara ?     

Why 6 :15: “Dan raja-raja di bumi dan pembesar-pembesar serta perwira-perwira, dan orang-orang kaya serta orang-orang berkuasa, dan semua budak serta orang merdeka bersembunyi ke dalam gua-gua dan celah-celah batu karang di gunung”. Dengan lain kata, mulai orang berkuasa sampai budak-budak, sama seperti di Mesir, mulai dari raja Firaun sampai orang-orang yang ada dalam penjara. Mulai orang yang paling tinggi pangkatnya sampai yang paling rendah, orang yang mulia dan sampai orang yang paling hina, semua mengalami kematian anak sulung. Kemudian, semuanya seluruh keluarga nya merasa ketakutan.  Sekarang ini, apa yang masih akan jadi ?  Yang masih akan terus terjadi adalah:….bersembunyi ke dalam gua-gua dan celah-celah batu karang di gunung.  Ada orang sekarang membuat benteng-benteng, ada orang juga yang membuat tempat-tempat persembunyian, mereka bersembunyi di gua-gua.

Why 6 :16: “Dan mereka berkata kepada gunung-gunung dan kepada batu-batu karang itu : “Runtuhlah menimpa kami dan sembunyikanlah kami terhadap Dia, yang duduk diatas takhta dan terhadap murka Anak Domba itu”

Mereka minta supaya gunung-gunung itu, batu-batu yang ada di gunung itu, biarlah batu-batu itu turun menimpa kepada mereka sehingga mati. Mereka lebih suka mati ditimpa oleh batu-batu gunung itu yang datang. Seringkali kita baca di koran, kalau datang musim hujan, maka terjadi banjir, banjir air.    Namun beberapa waktu yang lalu ada juga banjir, bukan banjir air melainkan banjir lumpur. Kalau banjir air, barangkali saudara yang bisa berenang tidak menjadi masalah, tapi kalau datang banjir lumpur ..?  Bagaimana saudara mau berenang dalam lumpur ? Itu artinya kematian akan datang.    
Mereka semua ketakutan, sehingga tercetuslah ucapan : Lebih baik batu-batu gunung itu jatuh dan menimpa mereka sehingga mati.  “Runtuhlah menimpa kami dan sembunyikanlah kami terhadap Dia, yang duduk diatas takhta dan terhadap murka Anak Domba itu”, jadi takut kepada Tuhan, takut melihat Tuhan, mengetahui apa yang Tuhan bisa kerjakan. Saudara-saudara, mereka lihat sudah apa yang terjadi dalam pembukaan meterai yang pertama, meterai kedua, metrai ketiga, meterai keempat, meterai kelima, meterai keenam, mereka lihat semua terjadi.  Mereka pikir lebih baik mati daripada begini… Takut kepada Tuhan itu. Sama seperti yang terjadi dalam kitab Yosua tadi. Rahab berkata kami  takut ! Karena apa ? Karena mendengar Allahmu yang membunuh tentara Mesir, tentang kuasa Allahmu yang besar itu !    Akhirnya manusia takut mati, mati yang datang dari Allah ini. Banyak orang takut mati, dan itulah yang membuat orang selalu mempunyai perasaan ini.    

Dan seperti saya katakan tadi, kalau di zaman dulu, 3500 tahun yang lalu, bangsa Mesir ketakutan, sekarang banyak orang juga takut mati, nanti akan lebih  hebat lagi perasaan takut mati itu. amun demikian saudara-saudara, buat orang yang percaya kepada Tuhan, mati secara jasmani tidak berarti. Bil 23:10.

Bileam mengucapkan sanjaknya : “Dari Aram aku disuruh datang oleh Balak, raja Moab, dari gunung-gunung sebelah timur; Datanglah; katanya, kutuklah bagiku Yakub, dan datanglah, kutuklah Israel. Kutuklah Israel, sebuah perintah Balak terhadap Bileam. Sehingga Bileam menjawab: Bagaimanakah aku menyerapah yang tidak diserapah Allah ? Bagaimana aku mengutuk yang tidak dikutuk TUHAN ? ….Siapakah yang menghitung debu Yakub dan siapakah yang membilang bondongan-bondongan Israel ? Siapa yang bisa menghitung ? Allah- lah yang tahu, Allah lah yang kenal bangsa Israel.   Bagaimana aku mau mengutuk bangsa Israel?, katanya. Lalu dengar, inilah ucapan dari Bileam, kalau aku mau mati, kalau aku harus mati…….(semua orang memang harus mati !) saudara-saudara, semua orang harus mati, pada suatu waktu.  Tapi dia berkata : [1] Sekiranya aku mati seperti matinya orang-orang jujur (bhs. Ingg : righteous = benar), kalau toh aku harus mati, aku mau mati sebagai orang yang benar. Kalau aku  mati aku tidak mau mati sebagai orang berdosa. Orang berdosa menghadapi kematian sudah takut, tapi orang yang benar, orang yang dosa nya sudah diampuni oleh Tuhan,  orang yang percaya kepada Tuhan Yesus, Yesus berkata, barangsiapa percaya kepadaNya  tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Jadi kematian bagi orang yang percaya kepada Tuhan tidak menimbulkan perasaan takut. Sehingga dia (Bileam) berkata: Kalau aku harus mati, aku mau mati, (mau pilih yang bagaimana?), matinya sebagai orang yang benar. [2] dan sekiranya ajalku seperti ajal mereka ! (bhs Ingg : My less – ended = akhir dari perjalanan hidup ku) Kerinduan dari orang yang benar (orang-orang yang dibenarkan oleh Tuhan) itulah mati sebagai orang yang benar, bukan sebagai orang yang berdosa. Nah, setiap hari kita menghadapi hidup ini, dan setiap hari kita pun menghadapi kematian. Firman Allah berkata  : hanya setapak jua batas antara kita dengan kematian.

Itu dokter di Singapore katakan kepada saya, keadaan yang begini ini bisa tiba-tiba ” lewat ” alias meninggal. Nakut-nakutin juga ya….supaya cepat-cepat di operasi dan cepat dapat duit. Yang mengoperasi ‘kan dapat duit; tapi kalau kila pasien nya tidak mau di operasi, ya tidak dapat uang, bukan ?!  Jadi supaya si pasien mau di operasi, di takut-takuti juga barangkali. Dokter katakan : You can drop death, you can drop death, bisa sekejap, bleq….mati.  Saya katakan hidup saya di tangan Tuhan, bukan di tangan dokter koq.

Memang kejadian bisa jadi, banyak sekali kita dengar yang demikian.     Bisa jadi…!! Saudara-saudara, kita hadapi kehidupan ini, kita hadapi kematian setiap saat. Tetapi betapa untungnya, kalau pun kita mati, kita mati sebagai orang benar. Halleluyah …Sebab apa, ada perjanjian, ada keuntungannya bagi orang yang mati sebagai orang yang benar. Rasul Paulus berkata dalam Pil 1:21: Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.  Wah.., bagaimana, orang mati  bisa untung. Untungnya apa ?    Sekali lagi, apakah untungnya matinya orang yang benar itu ?  Untungnya ada di Mzm 116 :15: “Berharga di mata TUHAN kematian semua orang yang dikasihiNya” Halleluyah…..Berharga di mata TUHAN, matinya orang yang dikasihi Tuhan. Kalau Tuhan mengasihi saudara, dan kita pun mengasihi Tuhan, dosa kita diampuni, Tuhan memberikan kehidupan yang kekal; maka kematian kita berharga di mata TUHAN.  Masih ada nilainya, Allah sangat menghargai kematian, dengan cara apa ? Allah menyediakan kehidupan kekal. Kita mati di bumi ini, tapi kita  nyambung terus dalam hidup itu.

Nilai dari satu kematian dari orang yang benar adalah Why. 14:13 “Berbahagialah orang-orang mati yang mati dalam Tuhan, sejak sekarang ini” , Halleluyah….Berbahagia….inilah dia harga daripada kematian. Berharga kematian dari orang-orang yang dikasihi Tuhan.  Apa harganya?: “Berbahagia !”, Saudara-saudara, keuntungan kita kalau kita mati sebagai orang yang percaya !. Kita tidak minta-minta mati, jangan saudara-saudara !. Kalau Tuhan masih berikan hidup, buat apa kita mau minta mati, bukan ? Kita hidup !;     Hidup ku itu Kristus !; jadi…., hidup lah untuk Kristus. Tapi… kalau toh mesti mati, apa boleh buat….terima saja, bukan ? Terimanya tapi jangan mati sebagai orang yang berdosa, udah ketakutan!

Firman Allah berkata, bahwa hidup kita ada dalam tangan Tuhan. DIA lah yang memberi nafas kepada kita. Sebagai orang yang percaya, yakinlah kalau toh kita harus mati, (kita tidak minta-minta), tapi kalau toh harus mati, percayalah….berbahagia orang yang mati, mati dalam Tuhan sejak sekarang ini. Jadi kesimpulannya, ada 2 (dua) macam kematian yaitu,  orang yang mati di luar Tuhan dan yang mati di dalam Tuhan.  Mati di dunia ini bisa di luar Tuhan, bisa di dalam Tuhan.  Di luar Tuhan, aduh……!  binasanya, celakanya !!. Sedang di dalam Tuhan, berbahagia….mengapa ? Why. 14:14: ….mereka boleh beristirahat dari jerih lelah mereka, karena segala perbuatan mereka menyertai mereka\” beristirahat…., seringkali di Batu Nisan (Kuburan) tertulis: “Disini tempat peristirahatan terakhir “. Badannya habis itu, tapi istirahat yang baik, adalah apabila roh nya masuk dalam Surga.  Nah, itulah peristirahatan mati dalam Tuhan mulai sejak sekarang ini. Why 14, berbicara tentang apa yang masih akan terjadi.  Banyak hal yang masih akan terjadi, sebab itu saya selalu katakan, saya  tidak percaya Tuhan Yesus bisa datang sebentar malam.  Kalau ada (Pendeta) pengajaran; hati-hati, Tuhan bisa datang sebentar malam angkat kita semua. Tidak bisa ! Karena masih banyak hal yang harus terjadi lebih dahulu. Kalau semua yang dikatakan dalam buku Wahyu  sudah terjadi, baru Yesus bisa datang kembali.

Ayat yang selalu saya kemukakan kepada saudara-saudara adalah Kisah Rasul 3:21 “Kristus itu harus tinggal di Surga sampai waktu pemulihan segala sesuatu, seperti yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi-nabiNya yang kudus di zaman dahulu.  Kristus  harus  tinggal di Surga !

Kristus tidak boleh keluar dari Surga.  Saya tanya kepada saudara sekarang, apakah saudara percaya bahwa Yesus ada ditengah kita ? Tuhan katakan, dimana ada dua atau tiga orang berkumpul atas namaKu, maka Aku ada di tengah-tengah mereka. Saudara percaya DIA ada disini ? DIA  ada, tapi dalam ROH. Oleh karena ROH kita tidak bisa lihat DIA, tapi kita bisa rasa bahwa Dia ada disini. Dia bisa menjamah kita, Dia bisa menolong kita, Dia bisa menghiburkan kita, Dia bisa memberikan sukacita, sebab Dia ada disini. Tetapi badanNya Yesus, (Yesus kan punya badan, waktu Dia lahir di kandang Betlehem, Dia punya badan ‘kan, bayi). Bayi Yesus bertumbuh sampai menjadi dewasa bukan ?  Lalu Yesus disalibkan, mati dan dikuburkan, semua ada badannya bukan, kuburnya kosong, koq ?  Dan pada saat Yesus bangkit naik ke Surga, dalam badan, orang lihat Yesus naik ke Sorga lalu ada suara yang mengatakan: Yesus yang sama ini yang kamu lihat naik ke surga, begitu juga Dia akan datang kembali. Jadi, Dia telah naik ke Surga ! Dimana Dia berada sekarang ? Di Surga dan DIA itu harus tinggal di Surga sampai waktu pemulihan segala sesuatu, seperti yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi-nabiNya yang kudus di zaman dahulu.
Ada banyak nabi-nabi di zaman dahulu, ada juga nubuatan-nubuatan seperti kita baca dalam buku Wahyu. Sebelum itu semua terjadi, Yesus tidak boleh keluar dari Surga. Ada orang mengajarkan: Tuhan Yesus datang kembali kedua kali mula-mula datang diam-diam, diangkat diam-diam, orang percaya, Nanti sesudah itu baru Dia datang nyata-nyata, dilihat oleh orang.    Saudara-saudara, kedatangan Tuhan Yesus hanya satu kali, Dia datang sebagai pencuri bagi orang yang tidak percaya, tapi Dia datang sebagai Raja diatas segala raja bagi orang yang percaya. Itu semua terjadi pada satu peristiwa, satu kejadian yang sama.

Sebelum itu terjadi sudah ada orang yang mati dalam Tuhan, tetapi Firman Allah berkata orang yang mati dalam Tuhan itu, berbahagia. Karena mereka beristirahat dari segala jerih lelah.  Itulah yang Tuhan berikan kepada kita.  Peristirahatan kita adalah di dalam Surga.  Dalam dunia ini, kita kerja dengan jerih lelah, berusaha; tapi Tuhan berkati kita dengan ketenangan dan tempat yang Dia janjikan dimana kita bisa beristirahat sampai selama lamanya. Halleluyah.

Beberapa janji Tuhan tentang apa yang masih akan jadi. Why. 20:11-15

“Lalu aku (Rasul Yohanes) melihat suatu takhta putih yang besar dan Dia yang duduk di atasnya (ada takhta, Tuhan diatas takhta). Dari hadapanNya lenyaplah bumi dan langit dan tidak ditemukan lagi tempatnya.  Langit dan bumi akan lenyap.  Saudara bisa gambarkan, bumi yang kita tinggali sekarang, langit dengan semua yang ada di angkasa luar itu; pada satu waktu akan lenyap, akan hilang seperti kertas yang digulung dan dibakar. (Why 6:14) Bumi akan lenyap.
Why 20:12: “Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu”. Hari penghakiman akan datang. Pada satu hari nanti, waktu langit dan bumi akan berlalu, maka semua orang yang sudah mati, dihakimi menurut perbuatan mereka.  Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu. (Why. 20:15)    Jadi, yang dihukum, yang dihakimi adalah orang-orang yang tidak tertulis namanya dalam kitab kehidupan. Di surga ada banyak kitab. Ini bahasa yang diberikan/ditulis oleh Rasul Paulus pada kira-kira 1900 tahun yan lalu, waktu di Pulau Patmos mendapat penglihatan/Wahyu dari TUHAN. Pada saat itu belum ada computer, jadi kalau Allah tunjukkan sesuatu kepada Yohanes sesuai dengan tehnologi yang dimengerti oleh Yohanes pada waktu itu yaitu  Tuhan tunjukkan kepadanya bahwa di Surga ada banyak kitab, banyak buku antara lain: buku-buku itu adalah buku kehidupan dan disamping itu juga ada buku yang berisikan tentang perbuatan-perbuatan dari tiap orang dalam dunia ini.    

Apa yang saudara buat, semuanya tercatat dalam kitab itu. Tetapi kalau kita percaya kepada Tuhan Yesus, kita diselamatkan, nama kita masuk dalam buku kehidupan. Sedang orang yang tidak percaya kepada Tuhan Yesus, namanya tidak masuk dalam buku kehidupan.  Jadi nanti akan dibuka buku kehidupan, orang-orang yang menghadap Tuhan dan nama mereka tidak ada disana, akan dihakimi. Sedangkan orang-orang yang sudah diselamatkan, mereka itu tidak dihakimi lagi. Roma 2:2. Begitu kita percaya, kita sudah mempunyai kehidupan yang kekal. Titik.

Tetapi orang-orang yang tidak percaya kepada Tuhan, meskipun mereka sudah mati nanti, (orang yang tidak percaya kepada Tuhanpun) akan bangkit lagi, itulah hari kebangkitan yang kedua.  Why 20:5. Tetapi orang-orang mati yang lain tidak bangkit sebelum berakhir masa yang seribu tahun itu.  Inilah kebangkitan pertama. Waktu Yesus datang, kemudian datang satu zaman, 1000 tahun damai, dan sesudah 1000 tahun itulah, baru orang yang mati diluar Tuhan, akan bangkit. Mereka inilah yang lalu menghadap tahta putih untuk dihakimi oleh Allah, semua buku dibuka, buku mengenai perbuatan-perbuatan mereka. Buku kehidupan sudah jelas nama mereka  tidak  ada disana. Sebab itu sekarang mereka dihukum sesuai dengan perbuatan-perbuatan mereka. Dibaca semua !    

Bayangkan kalau ada bermilyard orang yang harus dibaca, pusing juga ya….? Tapi Allah bisa membuat mereka semua, begitu mereka bangkit, orang mati diluar Tuhan kemudian bangkit,  Tuhan perlihatkan semua perbuatan mereka. Dan mereka baca layaknya seperti memutar film tentang autobiografinya. Semua perbuatan mereka, bahkan yang tersembunyi di kamar gelap sekalipun akan dibuka, dibeberkan dan.. insyaf lah mereka dan mengaku bahwa perbuatan ini salah, itu salah, salah, salah,salah dan salah, aku salah, aku berdosa.

Saudara-saudara, baru melihat itu saja, menyesal. Perasaan menyesal inilah yang sudah menjadi satu hukuman, satu penderitaan yang luar biasa.    Sadar bahwa dia bersalah, sadar bahwa dia berdosa, yang tadinya mungkin dia pikir akh…..tidak apa-apa, tahu-tahu sekarang dia lihat semua perbuatannya itu melanggar Firman Allah.  Perasaannya tahu aku berdosa, itu merupakan penderitaan yang luar biasa.     

NERAKA, satu tempat yang penuh dengan lautan api yang menyala-menyala oleh belerang yang luar biasa.  Tempatnya sama! Jangan saudara pikir, oh…..yang dosa nya kecil, itu apinya disana 100 derajat, sedang yang dosa nya besar, itu apinya 1000 derajat.  Bukan !  Tempatnya sama, tapi orang yang masuk situ perasaannya berbeda satu dengan yang lain. Yang satu katakan dosa ku ringan, tetapi yach…..menderita juga.  Demikian juga yang dosanya banyak, perasaannya yang menekan dia lebih hebat, penderitaan itu luar biasa. Itulah yang disebut kemudian mereka dibuang kedalam lautan api. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu.    

Why 20:13-14: “Maka laut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, (jadi ada orang yang mati dikubur, tapi juga ada yang di laut, yang dibuang di laut dan ada yang abunya dibuang di laut. Pokoknya di darat atau di laut, dimanapun saudara-saudara, orang itu akan bangkit !) dan maut dan kerajaan maut menyerahkan orang-orang mati yang ada didalamnya, dan mereka dihakimi masing-masing menurut perbuatannya. Lalu maut dan kerajaan maut itu dilemparkanlah ke dalam lautan api. Akhirnya kematian semua orang yang mati itu dibuang kedalam lautan api. Dan inilah yang disebut sebagai kematian yang kedua. Mati pertama, waktu nafasnya stop; mati yang ke dua waktu mereka divonis oleh Tuhan, neraka yang kekal.     Itulah kematian yang kedua dan yang luar biasa sekali.

Orang berdosa itu takut menghadapi kematian, karena dia tahu dia tidak mempunyai kehidupan kekal dan dia tahu bahwa ada neraka yang kekal yang menunggu dia.  Tapi orang yang percaya kepada Tuhan, halleluyah…..hidupku itulah Kristus dan mati itulah untungku. karena berbahgialah, berharga orang yang mati dalam Tuhan, karena dikasihi oleh Tuhan.    

Saudara-saudara,…Orang Mesir ketakutan, baru anak sulung mati, seluruh keluarga sudah ketakutan. Mengapa ? Orang yang tidak percaya kepada Tuhan akan mengalami kematian yang kekal.  Bagi kita yang percaya kepada Tuhan, saudara-saudara, hidup kita ada dalam tangan Tuhan, mati pertama – mati; tapi hidup nyambung terus sampai selama-lamanya. Sebab itu saya mau ajak saudara-saudara, mari kita percaya sungguh-sungguh kepada Tuhan, cinta kepada Tuhan, layani Tuhan, beribadah kepada Tuhan, menyembah Tuhan, memuliakan Tuhan, lalu mengikuti Firman Tuhan, maka saudara-saudara, kita mempunyai hidup yang kekal. Tidak ada jalan lain, hanya YESUS dapat berikan hidup yang kekal. Saudara mau percaya kepada Tuhan?, yang beri hidup kekal hanya lah Yesus saja, yang memberikan ketenangan dalam hidup kita hanya Yesus saja. Sebab itu, serahkan hidupmu ke dalam tangan Tuhan !!

Sekali lagi saya katakan, KEMATIAN bisa datang setiap saat, tidak ada yang menyangka, sayapun tidak menyangka bahwa dokter katakan :
“Awas, kamu punya penyakit bisa mati setiap saat, tiba-tiba !”. Saudara-saudara, perginya pikir sehat, ….tiba-tiba……..bisa shock. Puji Tuhan, kalau kita semua boleh berdoa, percayalah, Allah kita Allah yang Maha kuasa. Dia berikan ketenangan kepada kita.  Saudara-saudara mau percaya kepada Tuhan ?    

YANG BERI HIDUP KEKAL HANYALAH YESUS, sebab itu serahkan hidup mu kepada TUHAN YESUS, percaya kepada TUHAN YESUS, beribadah terus kepada Tuhan. KITA MEMPUNYAI HIDUP YANG KEKAL.

YANG BRI HIDUP HANYA TUHANKU, YANG BRI DAMAI KEKAL HANYA TUHAN. DIA ANGKAT ORANG BERDOSA, DAN JADIKAN SEMPURNA. OH, PUJI NAMANYA DIA LAH TUHANKU.Amin/swd. (022303).

Previous Topic:

Leave a Comment

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

More from category

Akhir Zaman – Eskatologi* (1)
Akhir Zaman – Eskatologi* (1)

I.Pentingnya Pelajaran Kedatangan Yesus Kedua Kali. Para malaikat berkata kepada murid-murid Tuhan ketika menyaksikan [Read More]

Kolose (21-30)
Kolose (21-30)

COLOSSIANS  21 There can be no statement of more importance to the church than that which the Apostle made concerning [Read More]

Kolose 11-20
Kolose 11-20

COLOSSIANS  11 Redemption is necessary when a person or item of some sort is held captive by an evil force or group. A [Read More]

Doktrin Tentang Malaikat – Angelogy (1)
Doktrin Tentang Malaikat – Angelogy (1)

BAB I: KEBERADAAN MALAIKAT. Memang harus diakui bahwa ayat-ayat referensi tentang malaikat dalam Alkitab hanya sedikit. [Read More]

Kolose (1-10)
Kolose (1-10)

Greetings in the lovely name of our Lord Jesus Christ. It is a joy to once again be able to send you a daily study. My [Read More]

Insider

Archives