Wednesday May 23rd 2012

Take Care

Author : | This author have 132 posts

Efesus 3:18-19 

Dalam suratnya kepada jemaat Tuhan di Efesus, rasul Paulus menuliskan bahwa ia berdoa supaya semua orang kudus mengalami dua hal yaitu:

1. Memahami lebar, panjang, tinggi dan dalamnya kasih Kristus.
Paulus ingin supaya semua orang percaya mengetahui betapa luar biasanya kasih Tuhan itu. Ukuran dimensi ruang yang diketahui manusia adalah panjang dikalikan lebar dan tinggi, tetapi kasih Kristus memiliki satu lagi variabel, yaitu ‘dalam’.

2. Mengenal kasih itu.
Bukan hanya sekedar memahami kasih Kristus, tapi lebih dari itu keinginan Paulus adalah agar kasih Kristus itu juga dikenal oleh orang kudus. Kenal yang dimaksud bukanlah kenal kulit luarnya saja, melainkan pengenalan yang diperoleh sebagai hasil dari pengalaman, mengalami kasih itu secara pribadi.
 
“Melampaui Segala Pengetahuan”
Luar biasanya kasih Kristus itu dibahasakan Paulus “melampaui segala pengetahuan”. Kalimat ini berarti bahwa kasih Kristus itu lebih besar dari segala sesuatu yang manusia ketahui, apapun itu. Tetapi bukan berarti bahwa kasih itu tidak dapat kita pelajari/pahami (bandingkan anggapan Agnostik – red.). Kasih Kristus adalah sesuatu yang dapat kita pelajari/pahami, walaupun untuk itu kita butuh masa seumur hidup kita. Dalam masa itupun kita tidak akan dapat memahami sepenuhnya kasih itu, karena ia tidak berkesudahan (1 Kor. 13:8).
 
Kasih Yang Memelihara
“Take care” adalah ucapan yang biasa kita dengar jika terjadi perpisahan antara dua pihak. Di dalamnya terkandung pengharapan dari pihak yang mengucapkan ucapan itu supaya pihak yang lainnya bertanggung jawab untuk memelihara/mengurus/menjaga dirinya sendiri.
Dalam Kej. 2:15-17, kita membaca bagaimana Tuhan meminta Adam untuk men-‘take care’ Taman Eden. Upahnya adalah, Adam boleh memakan buah dari semua pohon yang ada di Taman Eden dengan bebas.
 
Kepedulian Tuhan
Orang Israel (Sion) pernah beranggapan bahwa Tuhan telah melupakan dan meninggalkan mereka (Yes. 49:14-15). Bukankah hal yang sama seringkali ‘dirasakan’ oleh orang percaya juga? Jawaban Tuhan kepada Sion adalah juga jawaban Tuhan bagi kita orang percaya. Tuhan membandingkan dirinya dengan seorang ibu; dalam keadaan normal/waras, tidak ada seorang ibu yang dapat melupakan anak yang dilahirkannya. Tetapi dalam keadaan tertentu, bisa saja seorang ibu melakukan hal tersebut; lupa dengan anaknya.
Misalnya, dalam 1 Raja-raja 3:16-26 kita membaca bagaimana Salomo memutuskan keadilan bagi dua orang ibu yang berkelahi memperebutkan seorang anak yang diklaim oleh masing-masing pihak sebagai anaknya. Dari kedua orang ibu itu kita melihat bahwa:

- Ibu yang anaknya mati: Ia rela menukarkan (melupakan) anaknya yang mati demi memperoleh anak orang lain yang masih hidup.

- Ibu yang anaknya masih hidup: Ia rela melepaskan anaknya (walaupun untuk alasan yang dapat diterima, yaitu supaya anak itu dapat tetap hidup).

Kepada Sion Tuhan berkata bahwa, sekalipun seorang ibu dapat melupakan anak yang dilahirkannya, tetapi Tuhan tidak akan pernah melupakan orang percaya. Akan ada banyak hal yang harus kita lalui di tahun-tahun mendatang seperti yang dinubuatkan dalam Alkitab, tetapi yakinlah bahwa Tuhan tetap akan memelihara kita.
 
Kewajiban Kita.
Tuhan dapat menjaga, tetapi kita manusiapun harus berusaha untuk men-‘take care’ diri kita dan apa yang Tuhan percayakan kepada kita. Sepanjang tahun 2008, lakukan dan kerjakanlah dengan baik apapun yang Tuhan berikan untuk kita kerjakan. Baik itu dalam hubungan suami-istri, orang tua dan anak, tuan dan hamba, serta dalam hubungan yang lain. Jika kita bisa men-‘take care’ semuanya dengan baik maka kita akan bisa ‘makan buah semua pohon dalam Taman Eden dengan bebas’, artinya kita akan mengalami hal-hal yang baik dan luar biasa dari Tuhan.

Mazmur 139:17-18 menuliskan: “…betapa sulitnya pikiranMu…”  (“How precious also are thy thoughts” – KJV = Betapa berharganya pikiran/kepedulian-Mu). Daud mengakui bahwa kepedulian Tuhan begitu berharga, lebih banyak dari pasir. Jika kita mau menghitung kasih dan kepedulian Tuhan kepada kita, maka sampai matipun, sampai kita sudah di surga pun, kita masih belum akan selesai menghitungnya.

Dalam 1 Petrus 5:7, Tuhan berjanji bahwa ia akan memelihara (careth- Ing.) kita. Sebab itu melangkahlah di tahun 2008 dengan memperhatikan apa yang Tuhan minta untuk kita lakukan maka pemeliharaan dan kasih yang luar biasa karena melampaui segala sesuatu itu akan menjadi pengalaman hidup kita.
Tuhan Yesus memberkati saudara-saudara.(Pdt. A.H.Mandey, Kebaktian Tahun Baru GPdI Ketapang, 01 Januari 2008 – stand’s).

Leave a Comment

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

More from category

Akhir Zaman – Eskatologi* (1)
Akhir Zaman – Eskatologi* (1)

I.Pentingnya Pelajaran Kedatangan Yesus Kedua Kali. Para malaikat berkata kepada murid-murid Tuhan ketika menyaksikan [Read More]

Kolose (21-30)
Kolose (21-30)

COLOSSIANS  21 There can be no statement of more importance to the church than that which the Apostle made concerning [Read More]

Kolose 11-20
Kolose 11-20

COLOSSIANS  11 Redemption is necessary when a person or item of some sort is held captive by an evil force or group. A [Read More]

Doktrin Tentang Malaikat – Angelogy (1)
Doktrin Tentang Malaikat – Angelogy (1)

BAB I: KEBERADAAN MALAIKAT. Memang harus diakui bahwa ayat-ayat referensi tentang malaikat dalam Alkitab hanya sedikit. [Read More]

Kolose (1-10)
Kolose (1-10)

Greetings in the lovely name of our Lord Jesus Christ. It is a joy to once again be able to send you a daily study. My [Read More]

Insider

Archives