Saudara bayangkan seekor domba sudah disembelih, darah telah keluar. Dari darah itu diambil lalu digosokkan kepada 2 tiang dan ambang pintu rumah mereka agar Malaikat Kematian tidak masuk kedalam rumah agar ada kehidupan dan ada damai sejahtera dalam rumah itu, lalu domba itu sudah disembelih, dipanggang diatas api. Ada banyak korban yang diadakan untuk bangsa Israel tiap kali mereka bersalah dan berdosa, ada peraturan yang dibuat untuk mereka mengalami pengampunan dari dosa dan kesalahan mereka. Ada korban-korban tertentu, tetapi korban ini adalah korban yang lain daripada yang lain. Karena dalam 2 Taw. 35:13 \Kemudian mereka memasak Domba Paskah diatas api sesuai dengan peraturan, sedang persembahan-persembahan kudus mereka masak dalam kuali, belanga dan pinggan, lalu membawanya cepat-cepat kepada segenap kaum awam.\”
Kelepasan. Berbicara tentang korban yang dikorbankan sebagai korban Paskah dan itulah yang dalam 2 Taw.35 diceritakan tentang korban Paskah. Tentang domba yang disembelih yang darah nya digosok pada kedua tiang dan ambang pintu lalu seluruh domba itu dipanggang. Sudah mati dipanggang lagi !. Penderitaan kita lihat didalam domba ini; itulah pula gambaran daripada YESUS yang menderita juga buat kita. Tetapi sesudah ia dipanggang, maka harus dimakan sampai habis. Kalau sampai tidak habis karena terlalu banyak maka pada Kel. 12:10 \”…. apa yang tinggal sampai pagi kamu bakarlah habis dengan api.\” Dengan lain kata tidak boleh ada ketinggalan yang tidak dimakan; harus habis sama sekali. Nah, saudara bisa gambarkan mereka berada dalam penderitaan, mereka selalu diancam, mereka disiksa, dianiaya. Sekarang tiba saatnya Tuhan berkata: \”Malam ini kamu akan keluar dari tanah Mesir; kamu akan keluar dan menuju kepada kebebasan dan kemerdekaan daripada penderitaan, terlepas dari kesulitan dan segala aniaya\”.
Domba diatas meja mereka, dipanggang sudah, mereka harus memakan dagingnya dengan roti yang tidak beragi dan dengan sayur yang pahit. Apa yang mereka harus buat dengan domba itu; bagaimana mereka memakannya ? Tentu harus ada pisau yang akan memotong daging domba itu untuk dapat dimakan. Perasaan bangsa itu, inikah kelepasan kita? inikah kemerdekaan kita ? inikah jalan keluar bagi kita? inikah saatnya buat kita keluar dari penderitaan dan menuju kepada alam yang merdeka, alam penuh dengan kesenangan?. Karena Tuhan janji kamu akan pergi ke tanah yang berlimpah susu dan madunya, karena akan keluar dari penderitaan dan pergi kepada alam kemerdekaan. Inikah jalannya ?? Saya bayangkan kepala rumah tangga mengambil pisau dengan hati yang berdebar-debar memotong domba itu yang sedang dipanggang untuk dimakan dagingnya. Sudah lama mereka berdoa, sudah lama mereka menunggu saatnya mereka terlepas dari penderitaan dan – inikah jalannya ??
Mereka tahu pada malam itu Malaikat Kematian sedang berjalan keliling ke seluruh tanah Mesir juga melewati rumah rumah orang Israel. Mereka tahu bahwa dia akan masuk kalau mereka tidak siap. Tetapi pada waktu mereka sudah menggosokkan pintu dengan darah itu lalu mereka mulai memotong, mengambil dagingnya dan memakannya dengan roti yang tidak beragi. Untuk membuat adonan mencampurnya dengan ragi agar adonan itu bisa menjadi besar itu memerlukan waktu sedangkan malam itu mereka harus keluar dengan cepat sekali. Itu sebabnya maka Allah melarang mereka untuk membuat roti dengan ragi sebab untuk ragi masuk dalam tepung itu memerlukan waktu. Sedangkan waktunya sangat singkat – mereka harus cepat pergi. Mereka makan dengan hati yang berdebar debar apa yang akan terjadi. Saya bayangkan, pertama, kepala rumah tangga yang mengambil – memakannya lalu memberikan kepada istri, memberikan kepada anak anak, sampai semua makan . Dalam hati dan pikiran mereka bertanya apa yang akan jadi pada saat itu ?
Ragi = Kemunafikan. Ragi dalam Alkitab mempunyai banyak arti Tapi bagi mereka yang akan keluar, ragi ini berbicara tentang: Kejahatan, Dosa, Ajaran sesat. Dalam Alkitab Perjanjian Baru, Ragi mempunyai banyak arti, dan itu semua: Kenajisan, Kekotoran, Kejahatan – semua harus di singkirkan, harus dikeluarkan dari mereka. Luk. 12:1. \”Sementara itu beribu-ribu orang banyak telah berkerumun, sehingga mereka berdesak-desakan. Lalu Yesus mulai mengajar, pertama-tama kepada murid-murid-Nya,kata-Nya: \”Waspadalah terhadap ragi, yaitu kemunafikan orang Farisi\” – yaitu kemunafikan. Orang mempunyai kemunafikan sehingga menjadi orang yang munafik.
Saudara saudara, kemunafikan harus keluar dari mereka. Sebelum mereka keluar dari tanah Mesir yang penuh dengan penindasan, penderitaan, kesulitan – kesukaran, mereka harus mengeluarkan terlebih dahulu. Jangan ada didalam mereka yang keluar itu \”kemunafikan\”. Orang munafik adalah orang yang hidupnya pura-pura, kelihatan seperti benar tetapi tidak benar. Kemunafikan harus dikeluarkan dari mereka.
Saudara-saudara, sekian ratus tahun bangsa Israel hidup dalam penderitaan dengan kesusahan. Barangkali pada waktu kepala yang mengatur mereka dalam bekerja paksa itu kalau tuannya datang, muka mereka barangkali kelihatan seperti hamba yang setia; tetapi begitu ia pergi mereka tidak lagi setia; mereka mengomel dan mengomel. Kemunafikan ada, tetapi sekarang mereka harus keluar dan kemunafikan harus keluar. Mereka keluar untuk beribadah kepada Allah. Permohonan daripada Musa agar bangsa ku (Israel) keluar untuk mengadakan Ibadah kepada Allah, membawa Korban kepada Allah.
Saudara – saudara, untuk itulah \”kemunafikan\” pertama tama harus keluar dari mereka dan saya percaya Gereja Tuhan pun di akhir zaman, Tuhan mau sucikan agar kemunafikan harus keluar dari kita. Jangan sampai kehidupan kita seperti pada hari Minggu, pada hari kebaktian kelihatan seperti orang yang baik sekali – tetapi pada hari yang lain sifat kita lain – kemunafikan harus keluar. Saya bayangkan bagaimana mereka yang selama itu mempunyai kemunafikan dalam hidup mereka, makan daripada domba yang telah disembelih dan dipanggang itu. Domba yang telah menderita untuk membawa kelepasan bagi mereka. Itu yang mereka harus makan ! Mungkin ada perasaan seperti perasaan yang bertentangan dalam hidup mereka: Munafik aku munafik !!! Sekian lama aku hidup sebagai orang yang munafik, sekarang, datang saatnya kelepasan. Datang saatnya dia akan dibebaskan dari kemunafikan. Saya yakin bahwa pada saat itu hati yang berdebar sekarang mulai merasakan ada kelepasan datang dalam hidup mereka. Terjadi perubahan dalam hidup mereka, bebas dari kemunafikan.
1 Kor 5:7-8. Apakah ragi itu ? (ayat 8) \”….marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan……\” kejahatan yang ada dalam mereka sekian lama itu harus keluar. Dan saudara bisa bayangkan kalau orang tahu bahwa dirinya itu jahat, dia hidup dalam kejahatan-kejahatan dan kejahatan; sekarang datang saatnya dia akan terlepas dari kejahatan. Orang yang melakukan kejahatan, ia tahu hati nurani nya berbicara bahwa dia pada satu waktu akan terkena hukuman; kalau tidak di dunia ini tentu di akhirat dia akan mengalami hukuman. Dan perasaan yang demikian itu, perasaan bahwa dia akan di hukum, dia akan dihukum – itu menjadi tanggungan, menjadi beban yang berat bagi orang yang melakukan kejahatan.
Tetapi tiba saatnya, ketika mereka makan daripada daging anak domba yang telah disembelih, yang telah menumpahkan darahnya, yang telah dipanggang diatas api penderitaan – dengan memakannya akan terjadi sesuatu. Kejahatan akan hilang dari nya. Akan datang ke dalam hidup nya kemurnian dan kebenaran. Betapa hebat perubahan yang mereka alami dalam hidup mereka pada saat itu. Saya tidak dapat gambarkan bagaimana perasaan mereka, tapi saudara sendiri dapat alami kalau saudara. tahu, saudara berdosa, lalu tiba-tiba dosa yang menjadi beban itu diangkat keluar dari saudara, sehingga saudara hidup bebas. Saudara menjadi orang yang benar. Orang yang ada dalam penjara dihukum karena kejahatan – lalu tiba tiba datang berita: \”Hari ini engkau bebas, engkau boleh keluar\”; Apakah dia keluar dengan dukacita, susah hati ?? Ataukah dia keluar dengan kegirangan karena dia bebas dari kehidupan dalam penjara ?. Begitulah saudara dan saya – YESUS telah mati, Yesus seakan akan anak domba yang telah disembelih itu, telah mati mengalami penderitaan, di panggang diatas api penderitaan. Tetapi itu semua dilakukan Nya supaya kita bebas dari kejahatan. Halleluyah !!! Kemurnian datang dalam hidup kita, Kebenaran datang dalam hidup kita, sehingga kita disebut sebagai orang-orang yang benar, PUJI TUHAN !!!
Mat 16:6. \”Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap ragi orang Farisi dan Saduki\”. Orang Farisi adalah orang-orang munafik, selalu mau kelihatan seperti benar, dipinggir jalan mereka berdoa, ditempat orang ramai mereka berdoa supaya dilihat oleh orang. YESUS berkata dalam Mat. 23 Orang Farisi itu bagaikan kubur yang dilabur putih dari luar tetapi didalamnya adalah tulang tulang busuk. Begitulah keadaan daripada orang Farisi dan disinilah Yesus katakan \”Waspada lah terhadap ragi orang Farisi yaitu kemunafikan. Itu harus keluar dari mereka dan juga ragi orang Saduki.
Orang Saduki, mereka adalah orang yang tidak percaya akan ada kebangkitan. Mereka tidak percaya bahwa orang yang mati pada satu waktu akan bangkit. Mereka hanya percaya kalau sudah mati habis perkara. Dan ada banyak orang yang sekarangpun menganggap kehidupan itu hanya kehidupan sementara dan kalau sudah mati habis perkara; tidak ada Surga tidak ada Neraka. Mereka tidak percaya bahwa akan ada Kebangkitan. Tetapi pengajaran yang demikian yang mengajarkan agar kita hidup senang-senang saja, jangan pikirkan soal nanti kalau mati. HATI – HATI !!! Pengajaran – pengajaran sesat itu hanya mengangkat diri kita, menyenangkan tubuh kita, menyenangkan daging hidup ini – lalu lupakan akan perkara-perkara yang akan datang. TIDAK ADA, JANGAN PERCAYA AKAN AJARAN TERSEBUT!!!. Demikian juga sekarang ini banyak pengajaran yang hanya menyenangkan diri, kamulah sebagai manusia – HUMANISME, saudara, itulah pengajaran yang mulai merajalela didunia sekarang ini. Engkaulah raja, engkau lah yang segala-galanya, jangan pikir yang lain, hidup senang senang ! Apa yang engkau mau itulah yang kamu lakukan. Engkaulah raja dalam hidup mu sendiri. Itupun harus keluar dari kita. Kita harus tahu kita dijadikan oleh Allah dengan satu maksud agar kita memuji & menyembah Dia selama-lamanya. Didalam dunia ini Firman Allah mengajarkan dan menganjurkan untuk menyembah & memuji Tuhan; karena di Surga nanti kita akan memuji Tuhan selama-lamanya. Halleluyah !! Saudara merasa senang kalau dapat memuji Tuhan dan menyembah Tuhan? Apalagi dalam Surga nanti dan inilah perasaan yang mereka alami pada waktu mereka makan. Selama ini mereka hanya menangis, mengomel dan selalu mengomel, mengeluh karena penderitaan dan kesulitan mereka. Mereka berdoa dengan keluhan dan keluhan kepada Tuhan, tapi tiba saatnya akan terjadi perubahan yang hebat sekali; omelan akan berlalu, keluhan akan berlalu, tangisan akan berlalu. Mereka akan berjalan menuju ke tanah berkelimpahan susu dan madu. Halleluyah !!!
Saudara percaya akan ada hari yang penuh dengan kesenangan buat kita ? Dan untuk itulah juga semua harus dihilangkan, ajaran-ajaran yang hanya memikirkan kehidupan yang sementara ini. Itupun harus kita waspadai. PKH. 9:18 \”….tetapi satu orang yang keliru dapat merusakkan banyak hal yang baik\” Ayat ini saya hubungkan dengan Gal. 5:9 \”sedikit ragi sudah mengkhamirkan seluruh adonan.\” Seperti ragi, ajaran yang palsu sedikit, merusak seluruh adonan. Kita ini bagaikan adonan-adonan dihadapan Allah. Tetapi kalau masuk ragi, ragi ajaran yang sesat seperti dalam 1 Kor. 5:6 \”…sedikit ragi mengkhamiri seluruh adonan ?, lalu dia berbicara tentang kejahatan dan sebagainya. Sedikit ragi, sedikit kejahatan, sedikit kemunafikan bisa merusak seluruh adonan. Tuhan mau supaya jangan sampai ada sedikit ragi didalam mereka. Dan merayakan Paskah, keluar mereka dari Mesir harus mereka sucikan dirinya dan saya percaya, Tuhan lah yang menyucikan diri kita. Domba yang telah disembelih, telah dibakar, telah dipanggang, menderita banyak tapi itulah yang menjadi makanan yang menyucikan mereka disegala dosa, kemunafikan, kejahatan dan dari segala kesesatan. Semua itu harus hilang dan menjadi adonan yang suci.
Saya katakan tadi, saya bayangkan: Satu keluarga duduk bersama sama, diatas meja seekor anak domba yang telah disembelih telah dipanggang, ada roti yang tidak beragi, yang mengandung arti itu, ada sayur pahit yang mereka harus makan, juga berbicara tentang kesusahan, tentang penderitaan. Mereka hadapi semua, itu mereka makan !. Tapi. mereka makan itu menyucikan mereka dari segala beban dari segala dosa. Ada kemerdekaan bagi mereka, terlepas dari segala kesulitan. Mereka keluar dengan sukacita, Halleluyah!!. Ayat di Mazmur yang sering saya berikan mengatakan ketika mereka keluar, tidak ada satu pun diantara mereka yang tergelincir / lemah. Mereka keluar dalam keadaan yang sempurna, kesehatan yang baik, dan penuh sukacita yang Tuhan berikan. Mereka bebas dengan penuh PUJIAN & PENYEMBAHAN kepada TUHAN.
Apakah pada hari ini juga saudara mau memuji Tuhan? kalau saudara sudah mengalami kemerdekaan itu apakah juga saudara mau berkata: Tuhan, saya mau berjalan terus sampai saya tiba ditempat tujuan sambil memuji dan memuliakan Nama Tuhan. Tidak ada jalan yang lebih baik, tidak ada jalan keselamatan yang lebih baik; hanya inilah: Menerima YESUS yang sudah mati buat kita dan kita keluar dari Mesir, masuk dalam alam kemerdekaan itu dengan menyanyi dan memuji Tuhan. Karena Dia lah keselamatan kita dan pertolongan kita. Amin !! Tuhan memberkati.
“
