Keluaran 12:43-51
Puji Tuhan, minggu yang lalu kami dan rombongan dari \Wanita Ruth\” berada di kota PERTH untuk meresmikan gedung gereja yang telah dibeli oleh Jemaat GPdI di kota PERTH yang telah merintis sejak 9 tahun yang lalu. Dan ini merupakan GPdI ke- 2 di Luar Negeri (setelah GPdI New York) yang sudah memiliki gedung gereja sendiri. Kemuliaan hanya bagi Tuhan saja !
“
Baru saja kita merayakan Paskah, sebab memang Tuhan telah menetapkan Paskah yang harus dirayakan oleh segenap bangsa Israel turun-temurun dengan makan daging anak domba yang telah disembelih. Sedangkan bagi bangsa lain, budak belian, pendatang dan orang upahan tidak boleh ikut makan domba Paskah, sebelum (mereka) terlebih dahulu di sunat. (Keluaran 12: 43-45,48).
SUNAT MERUPAKAN KEWAJIBAN – Kejadian 17 : 10-14.
Semua keturunan Abraham harus disunat (Kulit khatan yang harus dipotong dan dibuang) yang merupakan perjanjian antara Tuhan dengan keturunan Abraham. Orang yang tidak disunat tidak mempunyai perjanjian dengan Tuhan, artinya tidak ada hubungan dengan Tuhan. Kalau orang zaman dahulu ingin mempunyai hubungan dengan Tuhan, maka orang tersebut harus disunat. Maka untuk itu Allah telah menetapkan bahwa setiap anak laki-laki (turun-temurun) yang telah berusia 8 hari harus disunat, baik anak orang Israel maupun anak yang dibeli dengan uang. Orang yang tidak disunat, berarti tidak mempunyai perjanjian dengan Tuhan dan harus dilenyapkan dari orang-orang sebangsanya.
Sebab itu, seperti saudara kita bahwa dari Abraham datang dua anak : Ismail (Bangsa Arab) & Ishak (Bangsa Israel). Mereka ini semua disunatkan, sebagai tanda adanya hubungan mereka dengan Allah. Mengapa orang harus disunat ?
ARTI SUNAT (Memotong & membuang kulit khatan).
1. Membuang Perbuatan yang Jahat – Yeremia 4 : 4. Pertanyaan akan timbul di benak saudara, mana mungkin anak berusia 8 hari telah melakukan perbuatan dosa; sehingga anak bayi harus disunat (dipotong & dibuang kulit khatannya ?) dalam usia yang sangat dini. Tapi Tuhan melihat, bayipun yang dilahirkan (bahkan janin dalam rahim sekalipun) didalamnya telah mengalir darah dari ayahnya. Sedangkan saudara tahu bahwa sejak Adam jatuh dalam dosa, maka darah manusia sudah mengandung dosa sejak ia dilahirkan kedalam dunia ini. Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah – Roma 3:23. Bayipun mempunyai darah yang mengandung kejahatan. Karena itu Allah (zaman dahulu) menyediakan satu jalan bahwa ada Perjanjian antara Allah dengan manusia (sekalipun masih bayi) yaitu: disunat, supaya kejahatan itu terlepas daripadanya. Apalagi kita yang sudah dewasa tentu akan merasa senang apabila kejahatan itu terlepas dari kita. Allah sediakan jalan, sunat !
Jadi, kulit khatan yang harus dipotong itu berbicara tentang: Kenajisan, perbuatan-perbuatan yang jahat (sekalipun belum dalam perbuatan/tindakan yang kita lihat), tetapi itulah kenajisan yang tidak kelihatan secara kasat mata, namun ada dalam darah manusia yang perlu untuk dibuang.
2. Menghapus Kekafiran – Galatia 2 : 7. Rasul Paulus, (orang Yahudi yang tidak percaya Tuhan Yesus) setelah bertobat, Allah angkat dia menjadi rasul dan mendapat kepercayaan Allah untuk memberitakan Injil. Rupanya ada orang-orang yang memberitakan Injil tapi tidak mendapat kepercayaan dari Tuhan untuk melakukannya. Manusia membuat peraturan/persyaratan untuk menjadi pemberita Injil, menjadi Pendeta; dan apabila seseorang ingin menjadi pemberita Injil/Pendeta, maka kriteria yang sudah ditentukan harus dipenuhi lebih dahulu. Namun belum tentu seseorang itu mendapat kepercayaan dari Tuhan untuk memberitakan Injil. Memberitakan Injil adalah soal kepercayaan Tuhan kepada seseorang. Tapi Paulus dalam pemberitaan injil Nya, orang dapat melihat bahwa dia mempunyai kepercayaan/otoritas dari Tuhan. Sebab Paulus, dalam setiap pemberitaan injil Nya selalu disertai tanda-tanda heran dan mujizat. Itulah yang Firman Tuhan katakan, bahwa rasul Paulus diberikan otoritas untuk menginjil kepada orang-orang yang tidak bersunat, yaitu orang-orang yang non-Yahudi (orang Kafir = Gentiles).
Jadi, Sunat, kulit khatan yang harus dipotong dan dibuang itu berbicara tentang kekafiran yang harus dibuang daripada seseorang, sehingga dari orang kafir menjadi orang yang bersunat, orang Israel. (menurut orang-orang Yahudi, zaman dahulu).
Yeremia 9:25-26: Waktunya akan datang Tuhan akan menghukum orang-orang yang telah bersunat kulit khatannya dengan orang-orang yang tidak bersunat (with the uncircumcised). Mengapa ? – Allah telah mengambil suatu ketentuan bahwa keturunan Abraham harus disunat. Abraham hidup 2000 tahun Sebelum Masehi – Dan 500 tahun kemudian (= 1500 tahun Sebelum Masehi), lagi, di zaman Musa, Allah memberikan ketentuanNya lewat Musa kepada bangsa Israel, bahwa semua harus disunat. Yohanes 7:22-23. Sebenarnya sunat itu bukanlah berasal dari Musa, melainkan dari nenek-moyang kita yang mengharuskan sunat pada hari Sabat.
Jelas disini yang memulai adalah Abraham. Yesus menyebutkan, Abraham memulai, lalu ditetapkan lagi oleh Musa dan seterusnya, orang-orang Israel menjalankan Taurat : harus di s u n a t !!
ARTI ROHANI DARI SUNAT – 1 Korintus 7:18-19
1. Mentaati dan melakukan Firman Tuhan. Paulus sebagai rasul dari Tuhan mendapat perintah dari Tuhan, lalu dia berikan kepada seluruh jemaat. Lebih lanjut dijelaskan oleh ayat tersebut bahwa waktu kita dengar suara Tuhan, waktu kita mulai melaksanakan perintah Tuhan, maka saat itu kita telah menjadi anak Tuhan. Jadi, kalau saudara ditanya kapan saudara mulai bertobat, harusnya saudara tahu persis tanggal dan waktunya. Tapi kenyataan yang ada, kadang kita tidak tahu atau lupa kapan dan tanggal kita dibaptis. Selayaknya, hari itu merupakan hari yang penting dan bersejarah dalam kehidupan seseorang sebagai orang kristen/ anak Tuhan.
Selanjutnya apabila seseorang pada saat bertobat sudah disunat, maka tidak perlu seseorang itu berusaha untuk meniadakan tanda-tanda sunatnya ke posisi semula. Demikian sebaliknya bagi seseorang yang pada saat bertobat belum disunat, maka tidak perlu bersunat. Bagi kita, saudara dan saya sekarang ini, bersunat atau tidak bersunat, tidaklah penting. Yang penting adalah mentaati hukum-hukum Allah, melakukan Firman Allah.
Roma 2:25-29: Sunat memang ada gunanya. Ada seorang anak yang disunat karena alasan kesehatan, dan hal ini tidak ada salahnya sebab memang sunat itu ada gunanya. Tetapi sunat orang Yahudi ada gunanya jika orang Yahudi tersebut mentaati hukum Taurat; sebaliknya jika melanggar hukum Taurat, maka sunat itu tidak ada lagi gunanya. Jadi sekali lagi saya tegaskan bahwa bersunat atau tidak bersunat, tidaklah penting. Yang penting adalah mentaati Firman Tuhan.
Sunat, bagi semua orang keturunan Yahudi (di era Perjanjian Lama) merupakan kewajiban yang harus dilakukan ! Yesus sendiri disunat pada usia 8 hari. Tetapi setelah Yesus mati dan bangkit, maka datang satu masa yang baru. Sebab diatas kayu salib Yesus berdoa dan berkata: \Sudahlah genap !\”. Apanya yang selesai / genap ? Taurat ! Yesus telah menggenapi seluruh hukum Taurat.
Dengan demikian datang zaman yang baru yaitu zaman Roh Kudus. Dulunya zaman Taurat, kini zaman Roh Kudus. Taurat dibuat diatas sebuah batu, kini zaman Roh Kudus, Taurat dibuat diatas hati kita. Oleh sebab itu, sunat atau tidak sunat bukanlah suatu hal yang penting. Jadi kalau ada orang yang \”sudah disunat\” mau terima Injil – jangan ditolak !. Sebab untuk saat ini yang terpenting adalah dengar dan melakukan Firman Allah yang notabene fungsinya adalah sama dengan Sunat jasmani dalam era Perjanjian Lama- Roma 2:26-28.
2. Menyucikan. Kolose 2:11 – Dalam DIA, yaitu dalam Yesus Kristus, kita telah disunat. Bukan dengan sunat yang dilakukan oleh tangan manusia, melainkan Tuhan Yesus Kristus, Yesus itulah yang menyunat kita, menyunat hati kita, mulut kita, telinga kita. Lebih jelas lagi dikatakan sunat Kristus itu terdiri dari ditanggalkannya seluruh tubuh yang berdosa. Bukan hanya sebagian daging yang dipotong lalu dibuang melainkan seluruh tubuh ini.
Saudara-saudara, Tuhan mau sucikan kita dari segala perbuatan-perbuatan yang jahat, dari kekafiran. Itulah gambaran dari keadaan hidup manusia yang harus dikeluarkan/dibuang supaya manusia mempunyai perjanjian dan hubungan dengan Allah. Kitapun demikian, tadinya kita tidak mempunyai hubungan dengan Allah, apalagi perjanjian Allah dalam hidup kita, tidak ada! Tapi begitu kita percaya dan bertobat kepada Tuhan, maka Tuhan sucikan kita dari segala perbuatan-perbuatan kita yang jahat dan dari kekafiran kita. Itulah yang disebut dengan \”Sunat Rohani\”, sunat Kristus namanya, yang hanya bisa dilakukan oleh Kristus Yesus saja; sehingga kita dijadikan sama seturut dengan Yesus Kristus – Kolose 2:12.
Kita masih belum sempurna!. Kita sudah diselamatkan dan adanya Yesus dalam kita menjamin keselamatan dalam hidup ini. T e t a p i, kalau Yesus kita tolak keluar dari kita dan kita tinggalkan Yesus, maka kita keluar dari keselamatan pula. Selama kita tetap percaya pada Yesus dan Yesus ada dalam kita, maka kita tetap selamat. Ada yang mengajarkan: Sekalipun Yesus keluar dari kita, maka kitapun tetap selamat. Hati-hati dengan pengajaran ini! YESUS harus TETAP dalam kita, di dalam DIA kita disunat, di dalam DIA kita diselamatkan, di dalam DIA kita disucikan. Halleluyah…….Kalaupun kita \”jatuh\” dalam dosa, maka dengan adanya Yesus sebagai pengantara kita, Yesus sebagai parakletos kita, Yesus sebagai pembela kita, Yesus sebagai penolong kita ; maka kita diangkat kembali oleh kemurahanNya – 1 Yoh 1:9. Itulah alasan kita untuk harus memiliki Yesus dalam hidup ini.
3. Menyembah dalam roh. Didalam Yesus kita sudah disunatkan. Saudara dan saya adalah orang-orang yang telah disunat secara rohani dan yang beribadah oleh Roh Allah. Bahasa Inggris katakan : \”….who worship God in the Spirit\” = ….yang menyembah Allah di dalam Roh Nya – Pilipi 3:3. Yesus berkata: \”Barangsiapa menyembah Allah, harus menyembah Dia dalam roh dan kebenaran\” – Yohanes 4:24. Jadi, apabila kita berdoa dan menyembah Allah di dalam roh, maka kita adalah orang-orang yang telah disunatkan. Dalam Kristus kita sudah disucikan.
Begitu kita percaya kepada Yesus, (tadinya tidak percaya Yesus), maka kita selamat, bukan ? Artinya, kita sudah disunat, perbuatan-perbuatan yang jahat sudah dikeluarkan dari dalam hidup kita. Nah, kalau sudah keluar (perbuatan-perbuatan yang jahat), keluarlah sudah, beres ! Saya percaya, pada saat saudara percaya kepada Tuhan dan saudara minta ampun. M a k a Tuhan sudah ampuni semua dosa-dosa saudara, sejauh Timur dari Barat, Tuhan juga membuang segala dosa kita dan melupakannya !
Tidak perlu macam-macam…….!, Ada yang diminta untuk membuat daftar dosa dari Kakek, Nenek, orang tuanya untuk doa \”pelepasan\” segala ! Dimana tertulis dalam Alkitab ada doa pelepasan ? Praktek-praktek begitu dari mana ? Tidak ada dalam Alkitab ! BEGITU KITA PERCAYA KEPADA TUHAN YESUS, TUHAN SUDAH SUCIKAN KITA DARI SEGALA DOSA, AMIN…….. ! Apalagi ……., kita sudah disunat ! Kita sudah disucikan, kulit khatan sudah dibuang dari kita, secara rohani kita sudah disucikan dalam Yesus Kristus. Waktu kita percaya kepada Yesus Kristus dan kita beribadah, kita berdoa dan menyembah Tuhan dalam roh, maka disitu kita adalah orang-orang yang bersunat, Amin……..!
Seandainya ada pertanyaan yang ditujukan kepada saudara, bagaimana orang menerima keselamatan ? Apa jawab saudara ? Orang diselamatkan oleh IMAN – Yohanes 3:16; lalu darimana datangnya Percaya (Iman) itu ? – Dari PENDENGARAN – Roma 10:14; Bagaimana orang bisa percaya kalau dia tidak mendengar; bagaimana bisa mendengar kalau tidak ada yang mengajarkan. Jadi, PERCAYA dapat dari PENDENGARAN. Dari PENDENGARAN lalu PERCAYA – Roma 10:9.
Kesimpulannya: Untuk menjadi orang yang diselamatkan/ percaya kepada Tuhan adalah :
1. Mendengar Firman Allah (melalui telinga)- Roma 10 : 14
2. Dari mendengar, lahirlah Iman/ Percaya dalam hati – Roma 10 : 9
3. Dengan adanya Iman dalam hati, maka akan ada pengakuan dari mulut – Roma 10 : 9.
Apa resikonya, bilamana ke- 3 hal yang vital itu tidak disunat :
1. Telinga yang tidak bersunat – Yeremia 6 : 10. Telinga seseorang yang waktu lahir sampai usia 8 hari telah disunat, tapi telinganya tidak disunat. Pendengarannya tidak disunat. Mereka melecehkan Firman Tuhan. Mereka tidak percaya akan perkataan Tuhan. Telinga yang tidak mau mendengarkan Firman Allah. Untuk itu perlu telinga disunat artinya disucikan supaya mereka mau dan suka mendengar serta melakukan Firman Allah.
2. Hati yang tidak disunat – Imamat 26 : 41. Tuhan akan menghukum orang yang melanggar Firman Tuhan, tetapi bila hati yang tidak bersunat telah tunduk dan bertobat, maka Ia akan mengingat perjanjianNya dan akan menerimanya kembali.
3. Mulut yang tdk disunat – Keluaran 6 : 11 Musa mengaku dirinya tidak fasih/ petah lidah, dalam bahasa Inggris : \” I am of uncircumcised lips \” = bibir atau mulut yang tidak bersunat. Nabi Yesaya merasa dirinya sebagai orang yang najis bibir. Tetapi seketika Tuhan menyucikan mulutnya, ia pun segera menjawab panggilan Tuhan. \” Ini aku, utuslah aku !\” – Yesaya 6 : 5-8
Saudara, sudahkah pendengaran (telinga) kita disunat ? ; sudahkah perasaan (hati) kita disunat ? dan akhirnya sudahkah perkataan mulut dan ucapan bibir (mulut) kita disunat ? Minta Tuhan untuk melakukan itu semua, agar telinga, hati dan mulut ini disucikan setiap hari sehingga hidup kita layak dihadapan Tuhan. Dan kita menjadi Gereja Tuhan yang sempurna. Puji Tuhan.
Tuhan memberkati. Amin.(SWD).”
