GPdI Malaysia
Sekitar tahun 1970-an GPdI mulai melangkah membawa api pantekosta ke Malaysia. Perjuangan GPdI Malaysia khususnya yang ada di Sabah, diperjuangkan oleh Ibu Pdt.Agnes Lembang. Ibu pendeta Agnes pertama-tama melayani di gereja Anglikan Tawau, Sabah-Malaysia. Kemudian melayani di gereja Sidang Injil Borneo (SIB), sambil mereka bergumul untuk dapat berdiri sendiri.
Pada tahun 90-an mereka mendapat surat izin dari kerajaan Malaysia yang bernama Pertubuhan Persaudaraan Imanuel Tawau-Sabah sampai sekarang. Dan melalui hal ini mereka menggumuli daerah-daerah yang lain. Pada tahun 2001 daerah Lahat Datu dan Sandakan mendapat surat izin. Semua tempat yang sudah mendapat surat izin tersebut digembalakan oleh hamba-hamba Tuhan dari GPdI.
Diantara mereka adalah sebagai berikut:
1.GPdI atau Pertubuhan Imanuel Tawau-Sabah Malaysia, gembala: Pdt.Marthen Mangala. Tawau, Sabah-Malaysia.
2.GPdI atau Pertubuhan Penganut Ugama Kristian Imanuel Lahat Datu, Sabah-Malaysia, gembala: Pdm.Andreas Petrus, Lahat Datu, Sabah.
3.GPdI atau Pertubuhan Persaudaraan Kristian Imanuel Sandakan, Sabah-Malaysia, gembala: Pdm.Abel Benyamin, Sandakan, Sabah. Pdm.Abel berasal dari Sulawesi-Selatan, suku Toraja, lulusan Sekolah Alkitab Malino, Ujung Pandang, Sulawesi Selatan Angkatan ke 20, kelas satu. Dan lulusan Sekolah Alkitab Palembang, angkatan ke 12, kelas dua.
Majelis Daerah GPdI Malaysia di ketua oleh Pdt.Marthen Mangala, dan telah terbentuk wadah persekutuan hamba-hamba Tuhan GPdI di Malaysia yang pada tahun 2000 telah diresmikan oleh Ketua Majelis Pusat Bapak Pdt.A.H Mandey dan Bapak Pdt.Daantje Supit.

