Kisah Rasul 2:1-4 – Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat. Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.
Ketika Roh Kudus dicurahkan untuk pertama kali di kamar loteng Yerusalem, ada fenomena yang dialami orang-orang percaya yang sedang berkumpul, yaitu adanya bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah tempat mereka berkumpul. Pengalaman serupa dialami nabi Elia ketika Allah menyatakan diriNya di gunung Horeb. Terjadi angin besar yang kuat yang membelah gunung dan memecah bukit batu, kemudian gempa lalu api. Setelah itu Tuhan menyatakan diriNya dengan angin sepoi-sepoi (1 Raj. 19:9-13).
Kerinduan Tuhan adalah supaya semua orang percaya dipenuhkan dengan Roh Kudus. Tetapi seringkali hal itu tidak terpenuhi karena ego kita yang terlalu keras. Kita terlalu sombong untuk mau merendahkan hati di hadapan Tuhan. Kita merasa tidak perlu Roh Kudus karena mampu hadapi dan jalani hidup ini dengan kekuatan sendiri.
Ada saatnya Tuhan harus menghancurkan kedagingan kita, ego kita yang keras yang menghalangi kita untuk dipenuhkan Roh Kudus. Mungkin itu dengan cara mengizinkan kita menghadapi sesuatu yang sepertinya kita tidak sanggup lewati, sehingga kita menyadari keterbatasan kita, menyadari bahwa kita butuh Penolong itu dan kemudian meminta supaya Penolong itu ada di dalam hidup kita (Yoh. 14:16).
Tetapi daripada Tuhan sendiri yang menghancurkan kesombongan kita, bukankah lebih baik jika kita dengan kesadaran sendiri datang merendahkan diri kita di hadapan Tuhan? Dalam Alkitab, Roh Kudus seringkali digambarkan seperti air. Air hanya mengalir dari tempat yang lebih tinggi ke tempat yang rendah. Begitu pun dengan Roh Kudus. Dia akan memenuhkan orang-orang yang datang dengan kerendahan hati, rindu untuk dialiri dengan Roh Kudus yang menyegarkan itu.
