Yesus bersedia untuk mentaati BapaNya.
Allah berkata kepada PutraNya bahwa sekarang harus Dia sendiri yang turun untuk menyelamatkan manusia. Untuk itu Dia harus dilahirkan menjadi sama seperti manusia. Dia akan hidup selama lebih kurang 30 tahun dan sesudah itu Dia akan menjalani penyiksaan yang menimbulkan rasa sakit yang luarbiasa. Sesudah itu Dia akan disalibkan dan kemudian mati. Apa jawab Putra tunggalNya? Ya, Aku bersedia. Yang kita tahu seterusnya adalah bahwa Yesus disalib demi menanggung segala dosa kita supaya kita selamat.
Yesus jawaban hidup kita.
Yesus mengalami segala rasa sakit untuk mengangkat semua sakit dan penyakit kita. Bayangkan bagaimana Dia dipukul, dikenakan mahkota duri, dicambuk, tanganNya dipaku, lalu kesakitan diatas kayu salib. Tapi justru karena itulah didalam Dia kita dapat memperoleh kesembuhan. Apapun masalah hidup kita hanya Yesus yang dapat memberikan jawaban dan pemecahannya.
Dia bangkit dan hidup.
Yesus tidak mati untuk selamnya. Pada hari yang ketiga Dia bangkit dari kematianNya. Para wantia yang hendak mendatangi kuburan Yesus mendapati bahwa kain kafan yang menutup tuhuh Yesus sudah tergulung rapi di tempat Yesus dibaringkan. Yesus sendiri tidak ada didalamnya sebab Dia sudah bangkit. Malaikat yang ada di sana bertanya : “Mengapa mereka mecari Yesus di kuburan. Yesus tidak ada di kubur sebab Ia hidup.” Jadi adalah sesuatu yang menggelikan mencari kehidupan atau pertolongan di tempat orang mati.
Sesudah bangkit Yesus menemui murid-muridNya yang sedang berkumpul di sebuah ruangan yang tertutup. Dengan tubuh kebangkitan maka Yesus dapat masuk ke dalam tempat tertutup. Ini berarti kehadiran Yesus tidak dapat dibatasi atau “dikunci’ dengan apapun juga. Dia dapat segera berada di tempat kita berada. Itu berarti Dia dapat melampaui segala masalah atau keterbatasan kita. Dan bila Ia hadir, maka Ia pun mau dengan segara memberikan pertolonganNya kepada kita. (WJ GPdI Kramat, No.1339 Thn. XXVI. 2032008).
