Orang benar percaya pada Firman Tuhan, meski kedengaran janggal dan tidak masuk akal. Hidup oleh iman tidak berkondisi dengan situasi sekitar. Keadaan boleh berubah menjadi sulit, tetapi kita percaya, Allah kita di dalam nama Yesus, sanggup menolong dan memberkati kita.
HIDUP OLEH IMAN. Iman adalah modal terbesar setiap orang percaya. Oleh iman, Nuh dan Abraham taat pada perintah Allah, Ibrani 11:7-8.
HIDUP OLEH IMAN adalah :
1. Taat pada Firman dan Kehendak Allah. Taat pada sesuatu yang sukar diterima akal, memang tidak mudah. Tetapi, ketahuilah, dibalik ketaatan, ada mujizat dan berkat Allah. Ketidak taatan adalah dosa yang mendatangkan murka Allah. Karena tidak taat, bangsa Israel dianiaya di Mesir selama 400 tahun. Sekeluarnya dari Mesir, Allah membuat mereka berputar-putar di padang belantara selama 40 tahun.
2. Rela Mempersembahkan Yang Terbaik. Yesus harus menjadi yang terutama dalam hidup kita – Kolose 1:15-18. Hidup tanpa Yesus adalah hidup yang sia-sia. Memiliki Yesus berarti memiliki segala-galanya. Oleh sebab iman, Abraham rela mempersembahkan putra tunggalnya menjadi korban. Tuhan mau agar kita memberi yang terbaik. Memberikan yang terbaik merupakan hak istimewa yang Allah berikan kepada kita untuk meraih segala janji Allah. Meski hidup dalam kekurangan, janda miskin tetap memberi. Dan Yesus menilai pemberiannya itu lebih banyak dari pemberian semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan – Markus 12:41-44. Tuhan memperhatikan setiap pemberian kita. Rasul Paulus bersaksi tentang pemberian Jemaat di Makedonia – 2 Korintus 8:3-5. Mereka bisa memberi melampaui kemampuan mereka, bisa memberi lebih banyak dari yang diharapkan oleh sebab mereka memberi diri mereka pertama-tama kepada Allah. Salah satu sifat Allah ialah memberi: Allah Bapa memberikan AnakNya. Anak memberikan Roh Kudus; dan Roh Kudus memberikan Karunia dan buah-buah. Agar diberkati, kita harus belajar memberi – pertama-tama, membayar milik Tuhan, yaitu persepuluhan. Oleh sebab iman Abraham mampu berpikir supranatural, yaitu bahwa Allah berkuasa membangkitkan orang-orang mati – Ibrani 11:19. Itu sebabnya, ia tidak ragu membawa Ishak sebagai korban, seperti yang diperintahkan Allah.
3. Rela Menderita. Karena iman Musa lebih suka menderita sengsara daripada menikmati kesenangan dan kekayaan Mesir – Ibrani 11: 24-26. Ia memiliki pemahaman yang benar, yaitu penderitaan karena Kristus jauh lebih berharga dibanding segala kekayaan dunia. Penderitaan adalah bagian dari pertumbuhan iman. Ada dua karunia yang diberikan kepada saudara dan saya, yaitu: ( a ) percaya dan ( b ) penderitaan – Filipi 1:29. Penderitaan merupakan kasih karunia/ anugerah Allah – 1 Petrus 2:19. Penderitaan adalah proses pemurnian, yaitu untuk menjadikan kita lebih murni, seperti emas yang dibakar dengan api – 1 Petrus 1: 6-7. Ayub berkata, jika ia diuji ia akan keluar seperti emas – Ayub 23:10.
4. Hidup oleh mujizat. Oleh iman, bangsa Israel melintasi Laut Merah, sama seperti melintasi tanah kering – Ibrani 11:29. Oleh iman yang timbul dari pendengaran akan Firman Allah (Roma 10:17), perwira yang mempunyai beban dan pergumulan karena hambanya sakit, beroleh mujizat – Lukas 7:1-10. Ia begitu percaya kepada otoritas yang dimiliki Yesus, otoritas dari Firman Allah. Katanya, \Katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh\”. Sepatah kata Firman, sanggup menyembuhkan orang yang sakit dan hampir mati. Sebab itu, percayalah kepada Firman Allah. Yesus adalah satu-satunya jawaban bagi setiap persoalan yang kita hadapi. Bagi Allah tidak ada masalah yang sukar dan mustahil.
Allah sanggup menolong saudara saat ini juga. Jangan pulang dengan beban. Serahkan seluruh persoalanmu kepada Tuhan, dan pulanglah dengan damai sejahtera. Yesus Kristus adalah jawaban bagi saudara dan saya. !! Halleluyah !! Tuhan memberkati saudara.(WJ.1118/Swd-Ketapang-111603).
“
