Dua belas tongkat yang mewakili ke-12 suku bangsa Israel dikumpulkan dan diletakkan di hadapan Allah. Alkitab mencatat, dalam satu malam, tongkat Harun “telah bertunas, mengeluarkan kuntum, mengembangkan bunga dan berbuahkan buah badam.” Dari sepotong kayu mati, tumbuh tunas, kuntum, bunga, bahkan buah!
Banyak orang Israel bersungut-sungut – mereka mengaku milik dan orang-orang pilihan Allah. Tetapi dengan sangat jelas Allah menyatakan siapa orang pilihanNya: ia yang memiliki tanda ini: menghasilkan buah!
Jika saudara sungguh-sungguh milik Allah, maka dari dalam hidupmu akan keluar buah-buah – tidak selalu buah yang matang, tetapi saudara selalu akan menghasilkan kehidupan! Mungkin kali ini hanya daun-daun yang keluar. Kadang hanya kuntum – tapi akhirnya, akan keluar buah-buah dari dalam hidupmu! Haleluya!
“
Orang Kristen Yang Sungguh = Yang Menghasilkan Tuaian
Injil Matius, Markus dan Lukas mencatat satu perumpamaan yang sama, tentang seorang penabur benih. Jika Alkitab mencatat sesuatu sampai tiga kali, berarti amat penting dan Roh Kudus ingin kita memperhatikannya sungguh-sungguh.
Ada benih yang jatuh di pinggir jalan, lalu dimakan oleh burung-burung (=iblis). Ada yang jatuh di tanah berbatu – awalnya tumbuh, namun karena akarnya tidak dapat menembus bebatuan, maka ketika matahari bersinar, matilah ia. Yang jatuh di tanah berduri, meski sempat tumbuh, tetapi karena terhimpit duri, ia pun mati. Tetapi yang jatuh di tanah yang baik, menghasilkan tuaian: ada yang 30, 60, bahkan 100 kali ganda!
Benih itu adalah Firman Allah! Yang jatuh di tanah hati berbatu dan berduri sempat bertumbuh. Mereka menerima Firman yang diberitakan, bertobat, dan menjadi orang-orang Kristen! Tetapi, siapakah yang disebut sebagai orang Kristen yang sungguh? Mereka yang menghasilkan tuaian! Artinya, benih Firman masuk ke dalam hati, hidup dan bertumbuh, lalu menjangkau orang-orang lain agar merekapun mengenal Yesus!
Tanah yang baik menghasilkan banyak buah dalam hidup mereka: ada yang 30, 60, dan 100 kali ganda. Yesus menuntut kita menghasilkan buah-buah! Katanya, “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga” – Matius 7:21. Apakah kehendak Bapa di sorga? Jiwa-jiwa bagi kerajaanNya!
Ada begitu banyak orang di dunia ini yang berjalan tanpa tujuan. Dan adalah kerinduan Yesus untuk menjamah mereka melalui saudara dan saya! Kita semua memiliki tanggung-jawab untuk membawa mereka kepada Yesus!
Dalam Perumpamaan tentang Talenta – Matius 25:14-30, Yesus mengambarkan Kerajaan Allah seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri. Sebelum pergi, ia memanggil hamba-hambaNya. Apa yang diberikan kepada hamba-hamba ini? Hartanya! Sebelum Yesus pergi ke surga, Ia memanggil saudara dan saya, serta mempercayakan hartaNya, yaitu kuasa Roh Kudus! Yesus memberikan: urapan yang luar biasa: untuk menyembuhkan orang sakit; mengusir setan, dan lain sebagainya. Saudara dan saya mempunyai kemampuan untuk berdoa dan minta agar Bapa di sorga mengadakan mujizat.
Ada hamba yang mendapat lima, dua dan satu talenta, dan perhatikan ayat ini baik-baik – “masing-masing menurut kesanggupannya!” Apa yang terjadi ketika tuan ini kembali? Hamba yang mendapat 5 dan 2 talenta telah berbuat sesuatu dengan talenta yang dipercayakan dan menghasilkan buah!
Namun hamba yang mendapat satu talenta berkata, “Tuan, aku tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam yang menuai di tempat di mana tuan tidak menabur dan yang memungut dari tempat di mana tuan tidak menanam…” Jawab tuannya, “Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam?”
Yesus adalah Seorang yang penuh cinta, belas kasihan, kemurahan dan anugerah. Ia telah menyerahkan nyawaNya untuk menyelamatkan manusia. Tetapi menyangkut ‘jiwa-jiwa’, Ia adalah Seorang yang keras dan kejam! Ia mengharapkan tuaian! Ia menuntut hamba-hambaNya, saudara dan saya, untuk berbuat sesuatu selama hidup di dunia ini, dan membawa jiwa-jiwa kepadaNya.
Perhatikan apa yang dimiliki ke-tiga hamba ini:
1. Waktu
Tuhan memberikan kita waktu, kesempatan. Ia pergi untuk duduk
di sebelah kanan Allah Bapa di surga, tetapi Ia akan datang kembali.
2. Kemampuan
Allah memberi kita kemampuan untuk berbuat sesuatu dan dipakai
untuk membawa jiwa-jiwa bagi kerajaanNya.
3. Talenta/Harta/Kekayaan
Kata “talenta” disini bukan berarti ‘bakat’, melainkan “satu ukuran emas”.
Satu talenta = +34kg emas!
Jadi kepada setiap saudara dan saya, Allah memberikan waktu, kemampuan dan kekayaan. Untuk apa? Untuk menghasilkan buah-buah: membawa jiwa-jiwa datang ke dalam Kerajaan Allah. Puji Tuhan!
Tujuan Hidup Orang Kristen
Selama hidup, biarlah kita pakai hidup ini untuk membawa jiwa-jiwa kepada Kristus. Inilah tujuan hidup orang Kristen! Saya tekankan sekali lagi: setiap saudara dan saya mempunyai tanggung jawab atas keselamatan jiwa orang lain, dan masing-masing kita memiliki peran yang berbeda-beda. Tetapi tujuannya satu: menghasilkan buah; membawa jiwa kepada Kristus. Apapun profesi dan pekerjaan saudara, kerjakan semua itu untuk menangkan jiwa bagi Kristus. Sebab Allah tidak menghendaki seorangpun binasa.
Filipi 1:22 – “Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah…” Selama kita masih diberi kesempatan untuk hidup di dunia ini, mari lakukan sesuatu agar orang berdosa diselamatkan dan dibawa masuk ke dalam Kerajaan Allah!
Apakah saudara orang Kristen? Jika saatnya tiba, apa yang saudara akan persembahkan kepadaNya? Apakah saudara mempunyai sesuatu untuk dipersembahkan? Tuhan Yesus memberkati saudara!
