Matius 25 : 1 – 13 (Gadis-gadis yang bijaksana dan gadis-gadis yang bodoh)
Ayat 1 – “Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-laki”.
Pada perikop ini “gadis” berbicara mengenai gereja Tuhan, dan “mempelai laki-laki” berbicara mengenai Yesus Kristus. Kesepuluh gadis itu 5 di antaranya bodoh dan 5 lagi bijaksana. Lima gadis yang bijaksana mempunyai pelita dengan persediaan minyak, sedangkan lima gadis yang bodoh tidak mempunyai persediaan minyak. “Minyak” berbicara mengenai Roh Kudus.
Orang-orang percaya sebagai gereja Tuhan yang rindu bertemu dengan mempelai laki-laki, tidak cukup hanya mempunyai “pelita” dengan minyak yang ada di dalamnya saja, tetapi harus mempunyai persediaan minyak yang berarti juga harus mempunyai minyak dengan “porsi ganda”, supaya di saat kedatangan mempelai laki-laki yang tidak tahu kapan waktunya kita sudah siap sedia.
“Pelita” berbicara mengenai “terang” – hidup menjadi terang, melayani yang merupakan tindakan/bukti iman kita (Yakobus 2 : 17, ” …Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati”). Oleh sebab itu supaya pelita/terang yang ada pada kita bisa terus menyala sampai waktu kedatangan mempelai laki-laki tiba, dibutuhkan persediaan minyak yaitu Roh Kudus yang berlipat ganda.
Dalam ayat 6 – “Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru : Mempelai datang ! Songsonglah dia !”
Dalam kehidupan kita sehari-hari waktu tengah malam biasanya adalah waktu istirahat/tidur kita, waktu di mana keadaan nyaman/tenang. Dalam perumpamaan ini mempelai laki-laki datang di tengah malam saat semua dalam keadaan sedang tertidur tenang dan nyaman-nyaman saja. Kita perlu hati-hati dengan kondisi nyaman (“comfort zone”), jangan sampai hal ini membuat kita lengah sehingga kita tidak pernah memperhatikan apakah kita sudah mempunyai persediaan minyak yang cukup? Apakah kehidupan rohani kita sudah selalu terisi penuh dengan Roh Kudus dengan porsi ganda?
I Tesalonika 5 : 5 – 8 – “…Sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar. Sebab mereka yang tidur, tidur waktu malam dan mereka yang mabuk, mabuk waktu malam…”
Nubuatan Yohanes tentang akhir zaman dalam kitab Wahyu 12 : 13 – 14 – “… kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa”.
“Perempuan” di sini juga berbicara mengenai gereja Tuhan, dan “kedua sayap burung nasar” berbicara mengenai Roh Kudus dengan porsi ganda. Yang artinya gereja Tuhan yang memiliki Roh Kudus dengan porsi ganda, sama halnya dengan lima gadis bijaksana yang punya persediaan minyak. – akan mengalami masa penyingkiran ke padang gurun (tidak ikut masuk dalam masa aniaya oleh antikristus).
Sedangkan untuk lima gadis bodoh yang tidak punya persediaan minyak akan masuk dalam masa aniaya antikristus. (Wahyu 12 : 17 – “Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus”.). Keturunan yang lain adalah lima gadis yang bodoh yaitu orang-orang percaya/gereja Tuhan yang tidak disingkirkan ke padang gurun karena tidak punya minyak ekstra. Mereka adalah orang-orang yang penuh dengan Roh Kudus karena mereka juga membawa pelita yang menyala, artinya ada minyak yang menyalakan pelita mereka. Tetapi mereka tertinggal karena terlalu terlena dengan keadaan nyaman dan merasa cukup/puas dengan pelita dan minyak seadanya yang ada pada mereka. Mereka juga berusaha meminta minyak kepada gadis-gadis yang bijaksana, tetapi gadis-gadis bijaksana tidak dapat memberikannya. Tidak ada seorang manusia pun yang dapat memberikan Roh Kudus kepada orang lain, karena Pembaptis Roh Kudus hanyalah Yesus Kristus.
Apabila gereja Tuhan telah disingkirkan (gadis-gadis bijaksana), tidak akan ada lagi kepenuhan Roh Kudus. Kelima gadis yang bodoh inilah yang akan dianiaya dan diperangi serta dibunuh oleh antikristus, karena mereka memegang Firman Allah dan kesaksian tentang Yesus. Tetapi asalkan mereka tetap bertahan/setia kepada Yesus Kristus sampai akhir hidup mereka, mereka juga akan menerima kehidupan kekal di sorga.
Lalu bagaimana caranya untuk selalu mempunyai persediaan minyak (Roh Kudus) dengan porsi ganda?
1. Hidup dalam kekudusan / tidak hidup mengikuti hawa nafsu dunia (Efesus 5 : 18 – “Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh”)
2. Hidup dalam kesetiaan, ketekunan, dan dekat dengan Tuhan.
II Raja-Raja 2 : 1 – 18 – Kisah mengenai perjalanan Elia dan Elisa menjelang terangkatnya Elia ke sorga. Pada ayat 2, 4, 6 – ”Jawab Elisa : ”Demi Tuhan yang hidup dan demi hidupmu sendiri, sesungguhnya aku tidak akan meninggalkan engkau”. (Ini jawaban Elisa setiap kali Elia menyuruh Elisa untuk tidak mengikuti dia lagi). Jawaban Elisa itu menunjukkan satu bentuk ”kesetiaan dan ketekunan”. Dia mau selalu berada di dekat Elia sampai Elia naik ke sorga. Dan Elisa memperoleh buah kesetiaan dan ketekunannya yaitu ”2 bagian roh Elia” (ayat 9 – ”…Biarlah kiranya aku mendapat dua bagian rohmu”). Setelah Elia naik ke sorga, Tuhan memakai Elisa dengan lebih banyak mujizat/perkara ajaib melebihi yang dilakukan oleh Elia semasa hidupnya.
Ibrani 10 : 36 – ”Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu”
Yakobus 1 : 14 – Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun”. – Buah ketekunan kita tidak hanya Roh Kudus dengan porsi ganda tetapi kita akan menjadi gereja Tuhan yang sempurna dan utuh.
Tuhan Yesus memberkati…Amien.
(By : Sentiche Meiske Wenur)
