Ayat Pokok : Filipi 2:5-11
Allah adalah Allah yang mempunyai pikiran dan perasaan. Buktinya: untuk mengungkapkan perasaan kasihNya yang begitu besar kepada manusia, Ia mengirimkan Putera TunggalNya ke dalam dunia. Bahkan jauh sebelum dunia dijadikan, Allah telah memilih dan menentukan Yesus untuk turun ke dunia.
Pikiran & Perasaan Yesus
Yesus mempunyai pikiran dan perasaan yang sama persis seperti BapaNya. Dia pun sangat mengasihi manusia, sehingga rela taat pada perintah Bapa dan mati disalib. Sekarang, Alkitab berkata, “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus.”
Untuk menjadi seperti Yesus, terlebih dulu kita harus mempunyai pikiran dan perasaan yang sama seperti Yesus!
YESUS
Yesus = Yang Terbesar & Di atas Segala-galanya. Buktinya:
“yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan”
Karena memiliki pikiran dan perasaan yang sama, Yesus telah mengabaikan kesetaraanNya dengan Allah, dan dengan rela meninggalkan segala kemuliaanNya untuk turun ke dunia. Yesus dan Allah Bapa adalah sama. Dia adalah Allah Tritunggal yang Esa; di dalamNya ada: Bapa – Anak & Roh Kudus. Sama seperti manusia yang juga terdiri dari tiga unsur: tubuh – jiwa & roh.
Karya penyelamatan Allah diawali dengan menyelamatkan roh manusia: saudara dan saya menjadi ciptaan yang baru. Sementara itu, tiap-tiap hari jiwa kita senantiasa diperbaharui. Dan terakhir kelak, tubuh kita akan disempurnakan sama sekali, sehingga tidak lagi ada cacat!
“… mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia”
Yesus adalah Allah. Dia bahkan sudah ada sebelum Abraham lahir (kira-kira 4000 tahun lalu) – Yohanes 8:58. Bahkan sebelum dunia dijadikan, Yesus telah ada! Yesus lebih dari segala-galanya, namun rela mengosongkan diriNya, mengambil rupa seorang hamba dan menjadi sama dengan manusia.
Ketika menubuatkan kelahiran Yesus, Mikha menyebut Yesus sebagai “yang permulaanNya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala” – Mikha 5:1. Yesus sudah ada jauh sebelum Ia dilahirkan di Betlehem. Dalam doaNya, Yesus berkata, “Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada” – Yohanes 17:5.
“… Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib”
Disalib adalah kematian paling hina! Yesus yang adalah Allah, rela mati dengan cara paling hina dan tak terhormat. Ia mati seperti penjahat! Betapa luar biasa karya penyelamatan Yesus bagi saudara dan saya!
YESUS = Teladan Teragung & Terbesar
Yesus adalah Alfa & Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal & Yang Akhir – Wahyu 22:12-13. Dia adalah Awal dari segala sesuatu yang Ia jadikan. Dia sendiri tidak berawal. Dia adalah Yang Akhir, maksudnya, meski segala sesuatu sudah berakhir kelak, Dia masih tetap akan ada. Haleluya!
Taat adalah sifat dan karakter Yesus! Yesus TAAT:
1. pada kehendak Allah
Meski mulanya sangat berat bagiNya untuk meminum cawan berisi dosa seisi dunia, namun akhirnya Ia taat pada perintah Tuhan.
“Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki” – Matius 26:39.
2. pada ketentuan manusia
Yesus bukan hanya taat pada perintah Allah, tetapi juga tunduk pada ketentuan manusia. Ia datang ke dunia sebagai manusia, dan Ia tunduk pada pemerintah yang ada. Ia menyuruh murid-murid membayar bea di Bait Allah – Matius 17:24-27. Ia mengajar orang untuk tunduk pada peraturan kaisar. \Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah” – Matius 22:17-21.
Yesus, Dialah Yang Terbesar. Dan Dia telah meninggalkan teladan. Dia rela meninggalkan kesetaraan dengan Allah, dan segala kemuliaan sorga, merendahkan diri dan menjadi manusia hina. Ia dituduh, diolok, dan dihukum sebagai orang bersalah, meski hakim tidak mendapati kesalahan apapun dalamNya, sebab memang Ia tidak bersalah. Itu semua dijalaniNya dengan ketaatan sempurna – demi menyelamatkan saudara dan saya!
Berkat Natal – lahirnya Yesus ke dunia – tidak perlu dirayakan dengan hingar bingar pesta pora! Natal berkaitan erat dengan tugas bagi setiap orang percaya. Yesus mengasihi manusia dan rela menjadi korban. Sekarang Tuhan menghendaki kita memiliki kasih/perasaan/pikiran/visi/ misi yang sama seperti Yesus, yaitu: MENYELAMATKAN ORANG BERDOSA! Beritakan Injil, dan bawa orang datang kepadaNya.
Upahnya:
Yesus ditinggikan, duduk di sebelah kanan Allah Bapa. KepadaNya diberikan Nama di atas segala nama. Penghormatan dan upah yang sama Tuhan sediakan bagi saudara dan saya. Haleluya!
Mari miliki pikiran dan perasaan yang sama seperti Yesus. Penuhi tujuan hidup yang Tuhan berikan bagimu – masing-masing menurut panggilan, karunia dan talenta yang Tuhan berikan. Pakai semuanya untuk memberitakan kabar kesukaan: Ada Keselamatan Di dalam Yesus Kristus!
Mari melangkah masuk tahun 2009 dengan satu tekad: lebih memiliki pikiran dan perasaan seperti Yesus, rela berkorban, dan berbuat sesuatu bagi Tuhan. Yesus, DIA lah yang terbesar dan terutama dalam hidupmu! Selamat Tahun Baru! Tuhan Yesus memberkati saudara.”
