Nahum 1:4. Mencatat tentang bagaimana Allah bekerja – “Ia menghardik (= He rebuked) laut dan mengeringkannya…”
Mazmur 106:7-12. Pemazmur mencatat lebih rinci, tentang bangsa Israel yang keluar dari tanah Mesir oleh kasih Allah. Namun karena tidak mengerti maksud Tuhan, mereka memberontak terhadap Yang Mahatinggi di tepi Laut Teberau (Keluaran 14:10-12). Bangsa Israel berteriak-teriak karena takut ketika melihat orang Mesir yang mengejar sudah sangat dekat – Yosua 24:6-7.
Tetapi Musa kemudian berkata, “Janganlah takut, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari TUHAN yang akan diberikanNya hari ini kepadamu; sebab orang Mesir yang kamu lihat hari ini, tidak akan kamu lihat lagi untuk selama-lamanya. Tuhan akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja” – Keluaran 14:13-14. Akan terjadi perpisahan untuk selama-lamanya antara orang Israel (orang percaya) dengan orang Mesir (orang yang tidak percaya).
Yosua 2:10-11. Baru mendengar, belum melihat kuasa Allah yang telah mengeringkan Laut Teberau bagi bangsa Israel, sudah membuat penduduk kota Yerikho tawar hati dan hilang semangat. Peristiwa itu membuat orang yang tidak percaya menjadi percaya dan mengakui, bahwa Tuhan, Allah bangsa Israel adalah Tuhan, Allah yang di langit dan di bumi.
Pi-Hahirot – Migdol – Baal-Zefon
Sebelum Allah menyatakan kuasaNya dengan membelah Laut Teberau, ada beberapa tahapan yang harus dilalui. Ia memerintahkan agar bangsa Israel berkemah di depan Pi-Hahirot, antara Migdol dan laut, tepat didepan Baal-Zefon.
1. Pi-Hahirot. Pi = jalan masuk (= entrance). Hirot = lembah, bicara tentang kesulitan dan kesukaran. Jadi Pi-Hahirot berarti jalan masuk melalui lembah. Untuk mengalami mujizat yang heran, bangsa Israel harus melalui jalan masuk di lembah, demikian pula dengan saudara dan saya. Tuhan akan memimpin kita tahap demi tahap, sampai mujizat terjadi dalam hidup kita.
2. Migdol. Migdol berarti menara, benteng. Tuhan adalah benteng kekuatan kita. Dalam ujian yang paling berat sekalipun, Tuhan beserta kita. Dia tidak akan meninggalkan kita. Dia justru yang akan berperang untuk saudara dan saya.
Namun seringkali kita tidak mengerti jalan dan maksud Tuhan. Justru pada saat Tuhan akan segera mengadakan mujizat, bangsa Israel menggerutu dan memberontak kepada Tuhan. Berapa sering kita melakukan kesalahan yang sama? Kita tidak sabar menunggu waktu Tuhan bertindak. Tetapi puji Tuhan, pertolonganNya tidak pernah terlambat.
3. Baal-Zefon. Dalam bahasa Inggris, Baal-Zefon berarti The Lord of the North = Tuhan yang di Utara. Utara berbicara tentang tempat kedudukan/kediaman Tuhan – Yesaya 14. Tetapi Utara juga berbicara tentang pehukuman. Jadi, Tuhan yang di Utara menjatuhkan pehukumanNya dengan adil.
Di Laut Teberau, Tuhan mengadakan mujizat: seluruh bangsa Israel dan tentara Firaun berjalan di dasar laut yang kering. Tetapi di tempat yang sama Tuhan mendatangkan pehukuman, sehingga seluruh tentara Firaun mati tenggelam. Pada saat yang kritis, ketika orang Israel sangat ketakutan, karena tentara Firaun sudah sangat dekat, saat itulah Tuhan memberikan jalan keluar.
Bagi orang Israel, jalan mujizat, yaitu laut yang terbelah adalah jalan pertolongan Tuhan. Tetapi bagi orang yang tidak percaya, jalan mujizat yang sama merupakan jalan kebinasaan dan pehukuman Allah. Perpisahan abadi terjadi antara orang benar dengan orang fasik. Semua tentara Firaun tenggelam, tak seorang pun selamat – tepat seperti yang dikatakan Tuhan melalui Musa dalam Keluaran 14:13.
Pada saat kita tidak melihat jalan keluar, sehingga menjadi sangat cemas dan takut, datang dan pandanglah kepada Tuhan, dan yakinlah, bahwa jalan Tuhan adalah jalan yang sempurna. Dia tidak pernah salah, dan tidak pernah terlambat. Pada waktuNya, Dia akan datang dengan pertolongan yang sempurna.
Pengalaman Menyeberang Laut Teberau
Pengalaman bangsa Israel, di bawah pimpinan tiang awan dan tiang api, menyeberangi Laut Teberau adalah pengalaman baptisan kemuliaan Tuhan/Roh Kudus dan baptisan air – 1 Korintus 10:1-2. Rasul Paulus menjelaskan arti baptisan air yang berkaitan dengan kematian dan kebangkitan Yesus. Sebagaimana Yesus mati, dikuburkan, lalu bangkit, demikian pula kita mati untuk dosa, ‘menguburkan’ kehidupan yang lama, lalu ‘bangkit’ = keluar dari air untuk berjalan dalam kehidupan yang baru – Roma 6:3-4. Kebangkitan Yesus membuktikan, bahwa Ia adalah Anak Allah yang berkuasa – Roma 1:4. Dan Tuhan mau memberikan kuasa yang sama yang telah membangkitkan Yesus dari kematian, kepada saudara dan saya – Efesus 1:18-20.
Segala sesuatu yang terjadi di dunia ini, tidak tergantung pada kehendak atau usaha orang, tetapi oleh kemurahan hati Allah. Bahkan Tuhan yang membangkitkan Firaun, supaya Ia memperlihatkan kuasaNya di dalam dia, dan namaNya dimasyurkan – Roma 9:16-17. Tuhan yang mengijinkan Firaun hidup, menindas dan mengejar orang Israel. Tetapi pada saat yang genting, Ia membuka jalan dan memberi pertolongan tepat pada waktuNya. Mari belajar mengerti rencana dan kehendak Tuhan. Tuhan bisa menyembuhkan segala penyakit saudara dalam sekejap. Tetapi Tuhan juga bisa mengadakan mujizat, setelah Ia menguji iman, ketekunan dan kesabaran kita. Tuhan mau kita melalui tahapan-tahapan tertentu sebelum Ia mengadakan mujizat yang heran.
Perjalanan hidup orang percaya memang bukan perjalanan yang mudah, melainkan jalan yang penuh liku dan berat. Tetapi Tuhan berjanji Ia akan menyertai kita sampai selamanya. Ia akan datang dengan pertolonganNya, tepat pada waktuNya. Dan Dia tidak pernah terlambat. Tuhan memberkati saudara.(Pdt.A.H.Mandey, Ketapang-050204)***
“
