Dalam 2 Korintus 4 : 3 dijelaskan bahwa apabila kita menolak injil maka akan membawa kita kepada kebinasaan. Sedangkan dalam ayat 4 dikatakan; orang-orang yang akan binasa ini adalah orang-orang yang tidak percaya dan menolak Firman Allah, yang pikirannya telah dibutakan dan dikuasai oleh ilah zaman ini. Ilah zaman ini adalah berhala, sehingga orang-orang ini tidak melihat cahaya injil (keselamatan).
Contoh berhala dijelaskan dalam 2 Timotius 3 : 2-dst, dan salah satunya adalah mencintai diri sendiri. Orang yang mencintai diri sendiri telah kehilangan kasih mula-mula. Kasih mula-mula adalah kasih kepada Tuhan dan kasih kepada manusia, seperti yang dikemukakan dalam Markus 12 : 29-31.
Agar kita tidak terjebak dengan ilah zaman sekarang ini, khususnya mencintai diri sendiri, maka kita harus mewujudkan kasih kita kepada Tuhan dan sesama manusia (1 Yohanes 4 : 20). Janganlah kita berkata dengan mulut kita bahwa kita mengasihi Allah tetapi kita membenci / tidak memperhatikan sesama.
Galatia 6 : 9-10
9: Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. 10: Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.
Oleh karena itu janganlah kita jemu-jemu berbuat baik kepada semua orang terutama pada saudara seiman, karena seperti dalam ayat di atas bahwa akan tiba waktunya kita akan menabur, tetapi janganlah kita menjadi lemah supaya pada akhirnya kita dapat menuai apa yang telah kita tabur itu. Begitu juga dalam Matius 25 : 31-dst dikatakan bahwa apabila kita melakukan kebaikan kepada orang yang lebih kurang daripada kita, kita melakukannya untuk Tuhan.
Apabila kita memberi kepada orang yang memerlukan, maka terang kita akan seperti fajar, Tuhan akan menjawab di saat kita memanggil Dia dan Tuhan akan ada di saat kita meminta pertolongan (Yesaya 58 : 6-12).
Amin. Tuhan Yesus memberkati
