Warning: include(/hermes/bosoraweb178/b1745/ipw.gpdiworl/public_html/v7/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache-base.php) [function.include]: failed to open stream: No such file or directory in /hermes/bosnaweb08a/b1745/ipw.gpdiworl/public_html/v7/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache.php on line 53

Warning: include() [function.include]: Failed opening '/hermes/bosoraweb178/b1745/ipw.gpdiworl/public_html/v7/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache-base.php' for inclusion (include_path='.:/usr/local/lib/php-5.2.17/lib/php') in /hermes/bosnaweb08a/b1745/ipw.gpdiworl/public_html/v7/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache.php on line 53

Warning: include_once(/hermes/bosoraweb178/b1745/ipw.gpdiworl/public_html/v7/wp-content/plugins/wp-super-cache/ossdl-cdn.php) [function.include-once]: failed to open stream: No such file or directory in /hermes/bosnaweb08a/b1745/ipw.gpdiworl/public_html/v7/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache.php on line 70

Warning: include_once() [function.include]: Failed opening '/hermes/bosoraweb178/b1745/ipw.gpdiworl/public_html/v7/wp-content/plugins/wp-super-cache/ossdl-cdn.php' for inclusion (include_path='.:/usr/local/lib/php-5.2.17/lib/php') in /hermes/bosnaweb08a/b1745/ipw.gpdiworl/public_html/v7/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache.php on line 70
Persembahan Yang Hidup, Kudus & Berkenan | GPdIWorld
Saturday July 26th 2014

Persembahan Yang Hidup, Kudus & Berkenan

Author : | This author have 131 posts

Ayat Pokok: Roma 12:1-2

Rasul Paulus menulis surat ini kepada orang-orang percaya; yang sudah menerima Injil Tuhan di kota Roma. Nasihat untuk mempersembahkan tubuh sebagai persembahan yang hidup, kudus dan berkenan kepada Allah!

Nasihat
Nasihat biasa diberikan oleh seseorang yang lebih berpengalaman/ berpengetahuan. Tuhan menghendaki kita untuk memberi nasihat atau peringatan kepada orang yang berbuat jahat. Jika tidak, orang itu akan binasa, dan Tuhan menuntut pertanggung-jawaban atas nyawa orang itu dari kita – Yehezkiel 3:18.

Rasul Paulus memberi nasihat kepada jemaat di Roma berdasarkan kemurahan Allah! Roma 2:4 – “Maukah engkau menganggap sepi kekayaan kemurahan-Nya, kesabaran-Nya dan kelapangan hati-Nya? Tidakkah engkau tahu, bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan?” Jangan anggap remeh kemurahan Tuhan. Kekayaan kemurahan Tuhan membuat kita memiliki apa yang kita perlukan. Dan semua itu bertujuan untuk menuntun kita pada pertobatan yang membawa keselamatan!

Persembahan
Imam-imam di zaman Perjanjian Lama bertugas membawa korban untuk menutup dosa bangsa Israel dengan darah binatang yang disembelih. Saudara dan saya adalah juga imam-imam, dan karena itu harus pula membawa korban persembahan.

Tetapi bukan lagi korban binatang yang harus kita bawa. Yesus adalah Anak Domba Allah yang telah disembelih. Daniel yang hidup 700 Sebelum Masehi telah bernubuat tentang Mesias, Seorang yang diurapi yang akan disingkirkan (Bahasa Inggris: “… be cut off…” = dipotong/disembelih) – Daniel 6:29. Yesus adalah kegenapan dari segala macam korban; Dia adalah Korban yang sempurna. Dia telah mati disalibkan untuk saudara dan saya. Dan sejak itu, Allah tidak lagi berkenan pada korban sembelihan – Ibrani 10:5-12.

Jadi, setelah selamat, kita harus mempersembahkan tubuh kita yang di dalamnya Roh Kudus tinggal – 1 Korintus 6:19-20, sebagai persembahan yang hidup, kudus, dan berkenan. Yaitu dengan cara mempersembahkan hidup kita bagi orang lain. Sama seperti Yesus yang menyerahkan DiriNya untuk mati bagi orang lain; imam-imam mempersembahkan korban supaya dosa bangsa Israel diampuni. Rasul Paulus mempersembahkan hidupnya untuk melayani orang lain (~> ia dipanggil secara khusus untuk melayani orang-orang non-Yahudi), meski secara pribadi ia lebih suka untuk pergi dan tinggal bersama Kristus – Filipi 1:23-26.

Ibadah Yang Sejati
Mempersembahkan tubuh sebagai persembahan yang hidup, kudus dan berkenan kepada Allah, adalah ibadah yang sejati = tulen = benar – bukan ibadah yang kosong dan tak berarti; bukan sekedar ritual/kebiasaan/ rutinitas!

Suratan 2 Timotius 3 berisi peringatan tentang orang-orang yang hidup di hari-hari terakhir – hari-hari menjelang Yesus datang kembali ke dunia. Antara lain: “Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya” – ayat 5.

Dalam ibadah ada kekuatan dan kuasa. Sesuatu yang luarbiasa bisa terjadi dalam ibadah (kesembuhan, penghiburan, lawatan Tuhan, dll.). Tetapi di akhir zaman, banyak orang beribadah, namun pada hakekatnya mereka memungkiri (= tidak percaya) pada kekuatan yang ada dalam ibadah!

Salah satu hasil ibadah yang benar: Orang memuliakan Allah pada hari Ia melawat mereka!

1 Petrus 2:11-12 – nasihat rasul Petrus kepada orang-orang Yahudi yang hidup di antara bangsa-bangsa non-Yahudi: agar mereka memiliki cara hidup yang baik sehingga orang dapat melihat perbuatan-perbuatan baik mereka, dan memuliakan Allah pada hari Ia melawat mereka. Jika kita beribadah dengan baik dan buahnya terlihat nyata dalam kehidupan sehari-hari, maka pada waktu Tuhan melawat, orang dunia akan datang menyembah Dia! Puji Tuhan!

Jangan Jadi Serupa Dengan Dunia
Yang dimaksud dengan “dunia” disini adalah dunia jahat yang sekarang ini – Galatia 1:3-4. Kita semua mewarisi cara hidup sia-sia dari nenek moyang kita – 1 Petrus 1:18.

Bahasa Inggris: “And be not conformed to this world: but be ye transformed by the renewing of your mind…” Inilah yang Tuhan kehendaki: Jangan menjadi serupa dengan dunia yang jahat sekarang ini, tetapi berubahlah (dari jahat menjadi baik).

Perubahan harus terjadi dalam hidup kita:
1. Roh kita: kelahiran baru; terjadi saat kita percaya kepada Yesus;
2. Batin (= jiwa) – setiap hari diperbaharui – berubah menuju perubahan total;
3. Tubuh: tubuh kita yang terakhir akan mengalami perubahan: tubuh
kebangkitan yang akan masuk ke dalam surga.

Tuhan akan mengubah sedemikian rupa sehingga pada satu waktu kita akan menjadi sempurna samasekali, sama seperti Yesus. Gambar Allah yang telah hilang dikembalikan seutuhnya kepada kita. Haleluya!

Membedakan Kehendak Allah
Tujuan kita berubah oleh pembaharuan budi/pikiran adalah supaya bisa membedakan mana kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna!

Perubahan harus dimulai dengan pembaharuan pikiran. Dan pikiran yang terbaik adalah pikiran yang sama seperti yang terdapat dalam Kristus Yesus – Filipi 2:5, yaitu bagaimana menolong orang berdosa supaya bisa diselamatkan. Haleluya! Itulah kehendak Allah dalam hidup saudara dan saya.

Mari berterima kasih dan mengucap syukur atas keselamatan yang telah Ia berikan. ‘Sekali Yesus, Tetap Yesus!’ Tekad inilah yang kita mau pegang teguh sampai kita tiba di ujung perjalanan, masuk ke dalam surga yang kekal dan mulia. Jangan mundur!
Tuhan Yesus memberkati saudara!

Oleh: Pdt. A.H. Mandey, gpdi-ketapang.com

Be Sociable, Share!
Previous Topic:

More from category

Akhir Zaman – Eskatologi* (1)
Akhir Zaman – Eskatologi* (1)

I.Pentingnya Pelajaran Kedatangan Yesus Kedua Kali. Para malaikat berkata kepada murid-murid Tuhan ketika menyaksikan [Read More]

Kolose (21-30)
Kolose (21-30)

COLOSSIANS  21 There can be no statement of more importance to the church than that which the Apostle made concerning [Read More]

Doktrin Tentang Malaikat – Angelogy (1)
Doktrin Tentang Malaikat – Angelogy (1)

BAB I: KEBERADAAN MALAIKAT. Memang harus diakui bahwa ayat-ayat referensi tentang malaikat dalam Alkitab hanya sedikit. [Read More]

Kolose (1-10)
Kolose (1-10)

Greetings in the lovely name of our Lord Jesus Christ. It is a joy to once again be able to send you a daily study. My [Read More]

Love (111-125 – Selesai)
Love (111-125 – Selesai)

ALLAH ADALAH KASIH. #111 Besarnya ukuran satu kata sederhana BEGITU tidak dapat, ataupun tidak pernah akan terukur, [Read More]

Insider

Archives