Allah diam dalam Surga yang penuh dengan keindahan dan kemuliaan. Disana para malaikat menyembah Dia tanpa henti. Tetapi pada saat yang sama, Ia pun diam ditempat yang telah disediakan oleh Daud. Daud mengerti kerinduan hati Allah.
Penyembah Yang Benar. Banyak orang menjadikan penyembahan sebagai kegiatan rutin, sehingga Tuhan berkata, bangsa ini hanya datang mendekat dengan mulut dan memuliakan Dia dengan bibir, padahal hatinya jauh dari Nya. Yes 29:13. Ritual ini terus dilakukan dari waktu ke waktu, dari generasi ke generasi. Itu sebabnya Allah mencari penyembah-penyembah yang benar.
Lukas 7:36-39 menggambarkan bagaimana penyembahan seorang perempuan berdosa telah membuka mata murid-murid mengenai penyembahan yang benar. Pada kesempatan lain, Yesus menegur para ahli Taurat dan orang-orang Farisi yang munafik. Mereka berdiri didepan pintu Kerajaan Surga, namun tidak masuk. Mereka bahkan menghalangi dan merintangi orang yang berusaha untuk masuk. Mat. 23:13.
Ketika Yesus ada di Betania, di rumah Simon, si kusta, datang seorang perempuan membawa buli-buli pualam berisi minyak Narwastu yang mahal harganya, lalu mencurahkan minyak itu ke atas kepala Yesus. Banyak orang menjadi gusar melihatnya. Tetapi Yesus berkata: \Biarkanlah dia. Mengapa kamu menyusahkan dia. Ia telah melakukan satu perbuatan yang baik padaKu\” – Markus. 14:3-6. Perempuan ini memberanikan diri menerobos masuk, agar dapat berjumpa dengan Yesus.
Dalam perumpamaan tentang Perjamuan Kawin, kita melihat banyak orang tidak mengindahkan undangan itu. Mat.22:1-5. Berapa sering kita mendengar undangan Yesus untuk menyembah Dia ? Berapa sering pula kita tidak peka dan tidak memperdulikan undangan Nya ? Kita sibuk dengan keberhasilan yang sedang kita raih, sehingga tidak dapat menerima undangan Yesus.
Langkah Menjadi Penyembah Yang Benar. Untuk menjadi penyembah-penyembah yang benar dan berkenan kepada Allah, kita harus melakukan langkah-langkah berikut :
1. Menyembah Dari Dekat. Perempuan pelacur yang datang menghampiri Yesus untuk mengurapi Nya dengan minyak Narwastu. Musa menghampiri semak duri yang menyala tetapi tidak terbakar. Lalu Tuhan menyuruh Musa menanggalkan kasutnya – Kel.3:3-5. Kasut berbicara dari hidup yang cemar oleh dosa. Untuk dapat menyembah Allah, kita harus menanggalkan segala perkara yang tidak berkenan kepadaNya.
2. Menjadi Seorang Pemberi. Perempuan berdosa mencurahkan minyak Narwastu yang mahal ke atas kepala Yesus. Bangsa Israel tidak dapat datang kepada Tuhan tanpa membawa sesuatu dalam tangan mereka. Untuk menyembah Tuhan, kita harus membawa persembahan yang terbaik – Maz.96:8-9.
3. Hati Yang Hancur. Mengakui kita orang berdosa dan tidak berharga. Pemungut cukai berdiri dari jauh ia bahkan tidak berani menengadah ke langit. Katanya: \”Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini\” – Luk 18:9-14. Daud mempersembahkan korban yang disukai Allah, yaitu Jiwa yang hancur, hati yang patah dan remuk – Maz 51:18-19.
4. Memberi Seluruh Kemuliaan Bagi Allah. Perempuan berdosa memberikan seluruh kemuliaannya. Ia membasuh kaki Yesus dengan air mata dan menyekanya dengan rambutnya – Luk.7:38. Kedua puluh empat tua-tua melakukan dua hal bagi Anak Domba : tersungkur menyembah Dia, dan melepaskan mahkota kemuliaanya. Why. 4:9-11
Mari datang menghampiri Dia, bawalah persembahan, datang dengan hati yang hancur dan berikan segala kemuliaan dan hormat hanya bagi Dia. Jadilah penyembah-penyembah benar, yang berkenan kepada Tuhan. Maka Tuhan akan memberkati Saudara.Amin.(Pdt.David Sudarmawan – Jakarta.WJ.Ketapang,29 September 2002;1061/swd).
“
