Ayat Pokok: Roma 15:13
Minggu lalu kita telah melihat bagaimana seseorang bisa kehilangan/kehabisan harap. Aibatnya, ia kehabisan daya untuk berpikir. Paulus, seorang rasul besar, bisa mengalami hilang akal, namun puji Tuhan ia tidak putus harap. Bangsa Yehuda pernah mengalami hal serupa ketika mereka – akibat dosanya – dibawa ke Babilonia sebagai tawanan selama 70 tahun. Mereka begitu susah, sehingga tidak lagi dapat menyanyi atau tertawa. Tetapi puji Tuhan, Dia tidak pernah meninggalkan umatNya.
Tepat pada waktuNya, ketika Tuhan campur tangan, datanglah pengharapan baru bagi mereka yang tetap percaya kepadaNya!
Mati Karena Pelanggaran & Dosa
Sebelum menerima dan percaya kepada Yesus Kristus, kita sudah mati akibat segala pelanggaran dan dosa kita. Demikianlah keadaan umat manusia, termasuk rasul Paulus. Sebelum menjadi orang percaya, ia pun adalah seorang yang mati rohani – Efesus 2:1-3.
Orang yang sudah mati jasmani, tak ada yang dapat membangkitkan, apalagi yang mati rohani. Orang yang mati jasmani akan berakhir di kuburan, sementara yang mati rohani akan berakhir di dalam neraka yang kekal.
Dibangkitkan
Tetapi puji Tuhan, oleh karena kasihNya yang besar, saudara dan saya yang tadinya sudah mati dihidupkan – Efesus 2:4-5. Hanya Allah yang dapat membangkitkan mereka yang telah mati – baik jasmani maupun rohani.
Ketika seorang menjadi percaya kepada Yesus Kristus, ia selamat. Jadi, kalaupun pada suatu ketika tubuh jasmani ini mati, roh kita akan tetap hidup untuk selama-lamanya.
Memperoleh Kembali Harapan Yang Hilang
Seorang yang telah dibangkitkan Tuhan dari kematian rohani dan beroleh keselamatan – seperti rasul Paulus & bangsa Yehuda – pada satu waktu bisa hilang akal, hilang pengharapan. Jika sudah demikian, bagaimana kita bisa memperoleh kembali harapan yang telah hilang itu?
Roma 15:13a – “Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu [Bahasa Inggris: “…in believing…” = dalam kamu percaya…]…”
Artinya, untuk mendapat pengharapan, kita harus terlebih dulu mempunyai percaya, yaitu percaya kepada Tuhan Yesus. Kita harus lebih dulu percaya bahwa Allah adalah Sumber pengharapan! Maka Ia akan memenuhi saudara dan saya dengan segala sukacita dan damai sejahtera.
Karena bangsa Yehuda percaya pada Firman Tuhan yang disampaikan oleh nabi Yeremia (29:10-11), maka Tuhan mengembalikan sukacita, damai dan pengharapan yang telah hilang, saat mereka dibawa kembali pulang ke Yerusalem. Iman, percaya kepada Yesus adalah jalan untuk memperoleh pengharapan, damai sejahtera dan sukacita dari Tuhan.
Roma 15:7 – “Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah.” Damai sejahtera dan harapan yang Tuhan berikan, dimaksudkan agar kita bisa saling menerima satu dengan yang lain – sama seperti Kristus telah menerima kita untuk kemuliaan Allah. Tuhan menempatkan kita di antara orang-orang lain supaya kita bisa hidup berdampingan dengan orang/bangsa lain, termasuk mereka yang belum percaya kepada Tuhan. Damai dan sukacita yang kita terima ketika percaya kepada Yesus, harus diteruskan kepada orang lain.
Yesus = Pendamaian
Roma 3:19-25 – “… Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah… Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya…” Yesus bukan sekedar Sumber Damai, tetapi Dia adalah Pendamaian itu sendiri. Di dalam Dia ada segala sesuatu: damai, pengharapan, sukacita, dll. Ia mau memberikan kepada kita seluruh keadaanNya! Ia telah menyerahkan DiriNya untuk mendamaikan saudara dan saya dengan Allah!
Berlimpah-Limpah
Roma 15:13b – “… supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan.”
Ketika kita menjadi percaya, Tuhan memenuhi kita dengan sukacita, dan damai sejahtera. Tetapi Ia masih mau memberikan sampai berlimpah-limpah! Sama seperti ketika seseorang dipenuhkan dengan Roh Kudus – ia memang sudah penuh, tetapi belum berlimpah-limpah; belum luber.
Tuhan mau memberikan segala sesuatu sampai berkelimpahan. Syaratnya, tidak goyah dan tetap percaya kepadaNya! Sebab itu, jangan puas dengan apa yang telah kita peroleh saat ini. Tuhan masih mau terus tambahkan sampai berlimpah-limpah!
Yabes adalah seorang yang hidup di bawah tekanan berat karena menyandang nama yang berarti “ia telah membuat ibunya kesakitan.” Namun ketika ia berdoa, Alkitab mencatat Tuhan mengabulkan semua doanya! Doanya antara lain ialah ‘berkat yang berlimpah-limpah’. Ia tahu, di dalam Tuhan ada kelimpahan; Dia tidak memiliki batas. Itu sebabnya ia berani minta berkat yang berlimpah-limpah.
Selanjutnya Yabes minta agar ‘daerahnya diperluas’. Dengan kata lain, ia mohon agar Tuhan ‘mendobrak’ tembok-tempok pembatas, sehingga daerahnya menjadi lebih luas: daerah pelayanan, daerah tanggung-jawab; kekurangan & keterbatasan sebagai manusia didobrak sehingga sanggup mengatasi sesuatu melampaui kemampuannya.
Allah sanggup memberikan kepada kita jauh lebih banyak dari apa yang kita pikir dan doakan – Efesus 3:20. Tuhan Yesus berkata, “Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan” – Yohanes 10:10. Ini bukan bicara tentang berkat jasmani semata, tetapi juga berkat-berkat rohani. Haleluya!
Keselamatan jiwa, rohani yang dihidupkan, Tuhan telah berikan. Tetapi masih ada banyak lagi yang Ia mau berikan. Sebab itu, mari terus melangkah maju! Sekali percaya kepada Tuhan Yesus, tetaplah percaya kepadaNya. Tetaplah berdoa, maka Ia akan tambahkan dan tambahkan terus! Puji Tuhan!
Kiranya Tuhan, Sumber segala pengharapan, memenuhi saudara dan saya sampai berlimpah-limpah. Dengan kekuatan sendiri, kita tidak dapat berbuat apa-apa. Biarlah Tuhan yang bekerja dalam kita. Biarlah Dia yang memenuhi dan mengisi kita sampai melimpah ruah.
Tuhan Yesus memberkati saudara!
(GPdI Ketapang, 28 Juni 2009 – stand’s)
