Tuesday May 22nd 2012

Pengetahuan Tanpa Tindakan

Author : | This author have 25 posts

Matius 2:1-6

2:1 Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem
2:2 dan bertanya-tanya: “Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia.”
2:3 Ketika raja Herodes mendengar hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem.

2:4 Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan.
2:5 Mereka berkata kepadanya: “Di Betlehem di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi:
2:6 Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel.”

Ketika orang Herodes mendengar bahwa ada raja yang baru dilahirkan sebab orang Majus, kami sudah melihat bintangnya.

Kalau kita membaca ayat kedua, baru dilahirkan. Jadi waktu itu Yesus sudah dilahirkan. Sudah lahir ke dalam dunia. Dan mengikuti perjalanan dari Persia, dari Iran ke Bethlehem, itu memerlukan 2 tahun perjalanan karena memakai unta, berhenti, harus bermalam untuk melihat bintang. Jadi setelah dilahirkan bintang itu baru nampak.

Dan menurut ilmu pengetahuan ahli-ahli perbintangan, pada tahun-tahun sekian itu memang terjadi rasi bintang yang berubah di langit. Beberapa ahli ilmu pengetahuan membuktikan itu. Tetapi yang kita harus perhatikan ketika Herodes mendengar hal itu, terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem. Seluruh Yerusalem adalah umat Yahudi. Umat Yahudi terkejut. Lalu dikumpulkan oleh Herodes semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi.

Sebelum Yesus lahir, dari perjanjilan lama sampai perjanjian baru, itu ada 400 tahun Masa Sunyi; tidak ada firman yang keluar. Tidak ada sabda Tuhan, tidak ada nabi yang dikirim. Tidak ada yang berfirman: Demikianlah firman Tuhan. Tidak ada. 400 tahun orang Yahudi hanya menjalankan ritual saja. Mereka datang di sinagoga dan mereka mengadakan ritual keagamaan pakai menyan pake apapun juga tetapi tidak pernah ada firman yang diberitakan. Tidak pernah ada nabi lahir di sana.

Jadi ketika berita ada raja yang baru dilahirkan, Herodes itu tanya yang pertama kepada kepala imam.

2:4 Maka dikumpulkannya semua imam kepala …

The chief priests. Bukan imam biasa. Chief. Kepala imam. Kalau dalam persilatan itu, suhunya dipanggil. Ini ada informasi bahwa Yesus lahir, Raja baru orang Yahudi lahir, siapa Dia? Orang Yahudi kalau dengar raja baru orang Yahudi lahir, mereka langsung ingat kepada Mesias. Jadi mereka tahu secara pengetahuan sebab mereka buka langsung ke dalam kitab nabi Mikha,

2:5 Mereka berkata kepadanya: “Di Betlehem di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi:
2:6 Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel.”

Apa yang dikatakan oleh imam kepala ini 100% tepat dan benar, amin? Yang dikatakannya ini sungguh benar. Tapi tidak ada tindakan!

Lain dengan gembala. Lain dengan orang Majus. Orang Majus begitu lihat bintang, ada raja yang baru, dia tidak kenal, raja siapa ini. Tapi dia bilang, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan. Dia bertindak, dia ambil pelana unta dia ambil mas kemenyan dan mur dan dia mulai berjalan ke barat dari timur. Bertindak.

Kalau lihat Maria, Maria bertindak. Ketika Gabriel datang, dia bertindak: Jadilah kehendak-Mu. Aku ini hambamu. Jadilah kehendakmu seperti yang engkau katakan. Ketika Yusuf bermimpi, dia bertindak. Asalnya dia mau menceraikan istrinya. Tetapi ketika dalam mimpi dikatakan istrimu sedang mengandung anak Allah, hanya dipinjam saja kandungannya; dia perawan tetapi mengandung. Setelah lahir dia tetap perawan. Ini keanehan, keunikan dari natal. Bertindak dia, dia terima Maria,

Gembala-gembala ketika didatangi oleh malaikat, saudara, tidak tahu Taurat. Dan mereka berkata, ada Yesus yang baru lahir, Juru Selamat di kota Daud, mereka langsung bergegas tinggalkan dombanya. Mereka lari dan bergegas. Dan ini dari Efrata ke Bethlehem itu dekat sekali.

Tetapi ini ahli Taurat. Chief priest, imam kepala. Saudara tahu, untuk jadi ahli Taurat, tiap hari musti 4 sampai 8 jam baca Alkitab. Dia tidak kemana-mana. Mereka punya pengetahuan. Tidak ada buku yang sehebat perjanjian lama; dia bisa tahu kapan itu Yitzak Rabin dibunuh, dia bisa tahu ada nama Saddam Hussein. Ketika dibuka Bible Code, Alkitab perjanjian lama dari bahasa Ibrani, setiap kata yang ke-50 dihubungkan, ada nama Benyamin Netanyahu, ada nama Saddam Hussein, ada nama Scud, itu senjata, ada nama peperangan. Itu membuat orang Yahudi lebih percaya kepada Alkitab itu. Tapi apa gunanya pengetahuan tanpa tindakan?

Dalam Yohanes 5, Yesus menyindir orang-orang Yahudi.

5:39 Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa oleh-Nya – Jadi kata Nya yang pertama, ini salah. Harusnya n kecil … oleh kitab suci itu – kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku,

Sama dengan kepala-kepala ahli Taurat itu, dia tahu pengetahuan. Bayangkan 4 sampai 8 jam kalau masih muda kalau sekolah alkitab 4 jam duduk di meja. Mereka membaca dengan goyang kepala. Dan baca harus hapal di luar kepala. Baca Taurat. 4 jam. Kalau yang sudah tua 8 jam. Lebih tua ilmunya lebih tinggi lagi. Buat apa pengetahuan tanpa tindakan? Apa yang terjadi? Seperti Paulus. Paulus tahu Taurat. Dia bilang, aku magna cum laude, aku tinggi dalam hal taurat. Tapi tindakannya apa? Membunuh orang kristen. Buat apa pengetahuan tanpa tindakan yang benar?

Kalau dia betul-betul kepala imam, dia sudah tahu bahwa lahirnya di Betlehem dan itu Raja Yahudi baru lahir, itu raja mereka sendiri, mereka harus bertindak. Mereka harus berangkat ke Betlehem, mereka harus cari tahu. Tapi mereka tutup saja kitab, pulang. Tidak ada tindakan apa-apa, tidak tergerak apa-apa.

Banyak orang kristen sekarang seperti orang Yahudi ini. Tahu tentang alkitab, hafal tentang alkitab, bisa mengkritik pendeta … dia salah khotbah, dia salah bicara tapi dia sendiri tidak berubah, dia tidak ada tindakan. Tahu persepuluhan itu kehendak Tuhan tapi dia tidak berbuat. Tahu baptisan air itu kehendak Tuhan tapi dia tidak pernah lakukan. Tahu bertobat itu adalah kehendak Tuhan tapi dia tidak pernah bertobat. Dia cuma tahu saja alkitab. Hafal alkitab. Bahkan lebih pintar dari pendeta. Pendeta ngomong satu, dia sudah ngomong 7 kali karena dia tahu Alkitab. Tapi sayang dia tidak pernah melakukan Alkitab, dia tidak pernah melakukan firman Allah.

Saya ingin tahun 2008 jemaat saya bukan hanya tahu Alkitab tetapi tahu melakukan firman Allah. Di dalam Matius

7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”

Bahasa Inggris, yang tidak pakai hukum, yang tidak pakai aturan.

Nah, kekristenan itu ada aturan, ada hukum. Ada aturan yang keras, kalau sudah menikah tidak boleh kawin lagi. Kalau sudah kawin tidak boleh cerai. Itu aturan yang keras. Ada aturan kepantasan. Pantas tidak orang lain bedston, kamu tidak. Pantas tidak saudaramu puasa, kamu tidak. Pantas tidak orang lain berperang, kamu diam saja. Pantas tidak orang lain maju di dalam Tuhan, kamu tidak; itu hukum kepantasan. Pantas tidak orang lain seminggu dua kali kebaktian, kamu dua bulan sekali. Pantas tidak orang bertambah-tambah satu minggu sampai 3 kali kebaktian tambah bedston satu jam, tambah mau maju ingin ikut doa semalam suntuk, kamu malah kurang; dari doa semalam suntuk jadi bedston, dari bedston jadi dua kali seminggu, dari dua kali seminggu jadi sekali seminggu, dari sekali minggu jadi 2 minggu sekali. Terus 3 minggu sekali, 4 minggu sekali, 2 bulan sekali, setengah tahun sekali, setahun sekali kalau hari natal, akhirnya jadi orang kafir. Pantas nggak? Itu hukum kepantasan.

Sudah tanda tangan, siap taat kepada peraturan sekolah … masih dilanggar. Orang itu tidak ada harga di depan saya karena dia mengkhianati tanda tangannya sendiri. Dia jadi siswa bukan hanya di sekolah, di luarpun! Waktu nyanyi, waktu natal, dia tetap siswa; dia harus taat kepada peraturan yang dia tanda tangani siap melaksanakan, siap dihukum kalau sampai melanggar. Kenapa waktu melanggar terus minta-minta pengampunan. Minta ampun. Mustinya dia pulang. Sudah tanda tangan dia. Ini asas ketaatan. Keharusan.

Sekarang saudara lapar, sudah 2-3 hari tidak makan. Tiba-tiba satu orang bilang, sudahlah pak, makan ini nasi goreng. Nasi goreng ini kebetulan masih panas. Makan. Saudara tahu bahwa kalau saudara makan nasi goreng ini, saudara akan kenyang. Pengetahuan saudara berkata, semua ilmu di dalam otak saudara berkata, kalau saya makan nasi goreng ini, saya pasti kenyang. Tapi saudara tidak pernah mengangkat sendok, mengangkat nasi goreng itu ke mulut saudara dan mengunyahnya, tidak pernah. Saudara cuma lihat saja: Aduh, betapa sedapnya ini nasi goreng, aduh betapa sedapnya nasi goreng. Saudaraku, kalau begitu saja, cuma dicium-cium sampai basi, apa saudara bisa kenyang? Tidak.

Demikian juga dengan firman Allah. Saudara tidak akan bertumbuh hanya dengan … Wah, luar biasa ini Firman; Oh, sabda Tuhan itu dahsyat, Waduh, luar biasa firman Allah. Tapi kita tidak berubah. Tapi kita tidak melakukan apa yang dahsyat itu, kita tidak melakukan firman Allah.

Nah, tahun 2008 Tuhan tidak cari orang-orang teoritis yang tahu di mana Yesus lahir tapi tidak ada tindakan. Tahu kapan, di mana tempat … begitu detail di Betlehem di tanah Yehuda, demikian kata nabi Mikha 5:1. Detail. Tahu hafal luar kepala 4 jam 1 hari, 8 jam satu hari. Pengetahuan. Apalagi siswa-siswi yang cuma main-main di sekolah, nggak pernah belajar firman Allah. Habis pelajaran terus tidur. Nggak pernah belajar, nggak pernah baca. Malah pacaran, main mata. Tidak pernah belajar mendalam dalam Firman Allah. Tidak ada rasa takut; baca firman Allah tidak pernah.

6-10 menit 1 hari cukup, tapi terus konsisten tiap hari belajar. Dan lakukan. Bukan yang berseru kepada-Ku Tuhan Tuhan, bukan yang bikin mujizat, bukan yang bernubuat yang masuk sorga, bukan yang mengusir setan. Ayo, di Cianjur ini gereja mana yang mengusir setan? Katolik? Nggak. Protestan? Nggak. Advent? Nggak. Orang pantekosta mengusir setan, bernubuat. Tuhan pakai kelas yang paling tinggi tapi bukan ukuran untuk masuk surga. Ukuran untuk masuk sorga … melakukan kehendak Bapa di sorga! Di dalam Matius

7:24 “Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.
7:25 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.

Saudara jangan terbawa cerita. Saudara lupa maksudnya berdiri di atas batu itu apa. Yaitu setiap orang, ayat 24, … yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya.

Tuhan bilang, berbelas kasihanlah … lakukan! Taatilah … lakukan! Jangan suka berkhianat … lakukan! Jangan mengkhianati pacarmu … lakukan! Kalau pacar saja dikhianati, nggak mungkin Tuhan nggak dikhianati. Jangan mengkhianati pasangan hidupmu, istri masa mudamu, itu istri pertama. Kalau sudah kawin sudah diberkati, jangan mengkhianati jangan cerai … lakukan! Ampuni … lakukan! Kalau belum, kita hanya berpengetahuan tanpa tindakan.

7:26 Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir.
7:27 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya.”

Dengar baik-baik. Kalau saudara cuma dengar firman Tuhan tapi tidak melakukannya, kata ayat ini yang terakhir, hidup saudara akan rusak. Dan kerusakannya hebat. Pendetapun tidak bisa perbaiki. Karena salah sendiri. Dia dengar Firman Allah tapi tidak melakukannya. Kerusakannya hebat.

Saya tidak akan sebut nama tapi ini cerita benar. Ada seorang istri di Jakarta. Suaminya begitu baik. Dia sudah punya anak 3. Anak-anaknya sekolah di Singapura. Begitu sayang suaminya kepada dia, beli rumah atas nama istrinya. Beli hotel atas nama istrinya. Beli restoran di Singapura atas nama istrinya.

Tapi pada suatu kali, istrinya lari dengan bekas pacarnya waktu SMA. Semua dieret. Hotel, rumah, restoran dia punya, sebab atas nama dia. Suaminya hampir sewa pembunuh bayaran. Dia ngomong sama saya: Oom, saya sudah sewa; dia cuma minta 5 juta, mati itu lelaki. Tapi saya baca Matius 7, jangan menghakimi. Jadi saya tidak menghakimi. Ini cerita 15-20 tahun yang lalu. Sekarang itu istri menderita sangat hebat. Suaminya tiap hari gamparin dia, pukulin dia, judi, mabuk-mabukan; Dia minta kembali sama suami. Si suami yang ditinggalkan yang hancur, sekarang hidupnya diberkati oleh Tuhan. Dia punya hotel baru, dipercaya oleh menteri mengelola kebun kopi 40.000 hektar. Pada waktu musyawarah daerah di hotel Yasmin, dia bantu sama saya 42 juta.

Besar kerusakannya kalau kita cuma tahu teori. Berpengetahuan tapi tidak ada tindakan. Kasihilah sesama manusia seperti dirimu sendiri. Sayang, kita mengasihi orang lain tapi diri sendiri kita tidak kasihi. Bagaimana kita mengasihi diri sendiri? Dengan melakukan firman Allah, itu saudara mencintai diri saudara sendiri.

Maut atau kematian tidak lama lagi akan datang. Lambat atau cepat, dia tidak akan lama lagi akan datang. Dalam 5 hari saya harus mengunjungi 2 pendeta yang meninggal. Satu umur 40 tahun, satu umur 67 tahun. Maut tidak melihat umur.

Pada tanggal 1 Januari 2007, 6 pendeta 2 anak meninggal ketika Adam Air masuk di laut. Tidak ada mayatnya, tidak ada jenazahnya. Bekas sepatunya barangnyapun tidak ada. Seperti hilang. Berani kita bilang, kejam Tuhan? Atau, karena pengkhianatan? Sudah tahu pesawat tidak bagus, mustinya tidak layak terbang, dikhianati oleh orang-orang di darat … layak terbang. Tanda tangan. Padahal tidak layak.

Pesawat yang sama Adam Air menuju Ujung Pandang, kenapa mendaratnya di Bima? Kontaknya hilang. Kenapa? Pengkhianatan juga. Sudah benar tidak layak terbang ditandatangani oleh KMKP: Layak terbang.

Yang saya permasalahkan di sini: Apa kita sudah siap meninggal? Apa kita sudah melakukan firman Allah kalau kita meninggal? Kalau kita siap, kapan saja Tuhan panggil, dengan cara bagaimanapun juga, karena kita sudah siap, berbahagialah kita. Karena kita melakukan Firman Allah.

Tetapi kalau kita cuma dengar doang, datang minggu datang rabu kebaktian cuma dengar doang hanya menimba pengetahuan, kepala kita jadi gede, hati kita jadi ciut. Tapi kalau kita simpan di dalam hati dan kita melakukannya, kita bisa masuk dalam kerajaan sorga.

Sekian firman Allah. (Pdt.J,E.Awondatu-gpdicianjur.org-010608)

Leave a Comment

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

More from category

Pantekosta
Pantekosta

Ayat Pokok: Kisah Para Rasul 2:1-4 Setelah 10 malam mengadakan kebaktian doa, hari ini kita tiba pada puncak perayaan: [Read More]

Berkat Umum dan Berkas Khusus
Berkat Umum dan Berkas Khusus

Hari ini adalah hari gereja pantekosta. Mungkin lain tahun kita akan adakan acara khusus setiap hari pantekosta. Kita [Read More]

Natal, Orang Majus dan Kita
Natal, Orang Majus dan Kita

Matius 2:1-12 Apakah makna natal? Salah satunya dapat kita rujuk pada peristiwa orang Majus yang datang ke Betlehem dan [Read More]

Natal
Natal

Ayat Pokok : Kidung Agung Hari-hari ini kita tengah memperingati Hari Kelahiran Tuhan Yesus.  Allah Yang Maha Kuasa [Read More]

Kita Bukan Lagi Dibawah Hukum Taurat,
Kita Bukan Lagi Dibawah Hukum Taurat,

Kita Bukan Lagi Dibawah Hukum Taurat, Tapi Dibawah Kasih Karunia. Firman Tuhan, Kolose 2:6-14, Dalam Dia kamu telah [Read More]

Insider

Archives