Bagaimana cara Allah mengampuni dosa manusia ? Persepsi orang pada umumnya adalah cukup dengan bertobat maka dosa diampuni oleh Allah. Namun cara Allah tidak demikian.
Banyak orang karena tidak memahami makna penebusan, berani berkata “Buat apa Yesus datang dan mati untuk menebus dosa kita ? Mengapa Tuhan begitu repot ? Bukankah cukup dosa di ampuni saja tanpa perlu Yesus mengorbankan diriNya ?”
Itulah persepsi kebanyakan orang. Namun benarkah demikian ?
Jawabannya adalah Tidak benar ! Ketahuilah bahwa untuk mendapat pengampunan, tidak cukup dengan bertobat. Jika dosa hanya di ampuni dengan gampang oleh Allah, maka Allah sendiri telah berbuat dosa !
Izinkan saya berkata sekali lagi bahwa jika Allah mengampuni dosa begitu saja, maka Allah sendiri sudah berdosa dan melanggar prinsip keadilan Allah.
Mari kita ambil sebuah contoh nyata. Ada seorang pria karena desakan ekonomi, melakukan pembunuhan dan perampokan. Semua harta berharga milik korban dia ambil setelah semua penghuni rumah dibantai. Setelah melakukan hal ini dia melarikan diri, tinggal di kota lain dan menikah di sana.
Beberapa saat kemudian dia sangat menyesali perbuatannya. Dia sadar dirinya telah melakukan kesalahan besar dan fatal. Oleh sebab itu dia bertekad untuk berubah menjadi orang yang baik. Hasilnya dia memang menjadi baik. Tetangganya, anak2nya, istrinya dan semua orang yang pernah berjumpa dengan dia mengakui bahwa orang ini sangat baik dan tidak ada seorangpun yang mengetahui latar belakangnya.
Beberapa tahun kemudian, polisi yang menyelidiki kasus pembunuhan ini menemukan tempat persembunyian orang ini dan mendatanginya untuk menangkapnya.
Ketika di tangkap dan akan dibawa untuk diadili, dia memohon ampun kepada polisi dan berkata “Jangan tangkap saya pak. Saya sudah bertobat dan menjadi orang yang baik-baik disini. Saya mengakui dan menyesali perbuatan saya dahulu.” Diapun berkata kepada anaknya “Nak, bukankah saya seorang ayah yang baik bagimu” Anaknya berkata “Ya, bapa seorang yang sangat baik”. Dia pun bertanya kepada istrinya “Sayangku, bukankah saya seorang suami yang baik bagimu ?” Istrinya menjawab “Ya, kamu memang suami yang sangat baik”. Diapun berkata kepada polisi “Bapak lihat ? Semua berkata saya orang yang baik”.
Namun polisi itu menjawab “bapak boleh saja anda baik dihadapan orang, tetapi anda bersalah dimata hukum. Pertobatan anda membuat anda jadi baik, tetapi tidak dapat menghapuskan kesalahan anda di masa lampau.”
Jika Jaksa yang berlaku dapat mengampuni kesalahan orang ini begitu saja, maka Jaksa tersebut telah melakukan dosa dan ketidakadilan kepada keluarga yang telah terbunuh.
Disinilah perlunya penebusan Kristus untuk menghapus dosa dan pelanggaran kita, sekaligus memuaskan rasa keadilan Allah.
Ibr 9:22 Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan.
Kitalah yang seharusnya di hukum oleh Allah karena pelanggaran kita dan dosa Adam, namun Yesus menggantikan kita dan mengambil posisi sebagai orang dosa yang di timpakan hukuman agar kita terbebas dari hukuman Allah.
Gal 3:13 Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!”.
Syukur pada Tuhan atas penebusannya bagi kita !
