Tuesday May 22nd 2012

Pdt.Zefanya Somadjaja: Lawatan Allah

Author : | This author have 258 posts

HOSANA !

Injil Matius 21, Markus 11, Lukas 19 dan Yohanes 12 mencatat kunjungan terakhir Yesus ke kota Yerusalem sebelum Ia naik ke kayu salib untuk dipermuliakan. Pada kunjungan terakhir ini, Yesus disambut dengan gegap gempita. Dia di elu-elukan banyak orang.

Peristiwa ini menjadi gambaran yang ingin diberikan kepada bangsa Israel dan juga kita, bahwa Yesus masuk ke kota Yerusalem, bukan sebagai Raja dunia ini, melainkan sebagai Raja di atas segala raja.  Seluruh bumi patut menyembah dan meninggikan Dia.

Semua murid yang mengiringi Dia bergembira dan memuji Allah dengan suara nyaring oleh karena segala mujizat yang telah mereka lihat – ayat 37.    Sepanjang pelayananNya, Yesus melakukan banyak mujizat.

LAWATAN ALLAH SECARA PRIBADI.

Sebelum peristiwa arak-arakan akbar yang dialami Yesus di kota Yerusalem, ada satu episode yang dahsyat. Dia mengadakan mujizat, mencelikkan mata Bartimeus, anak Timeus.  Tiga injil sinopsis (Matius 20:29-34; Markus 10:46-52 dan Lukas 18:35-43) mencatat mujizat yang dilakukan Yesus secara pribadi kepada orang buta ini.

Akhir-akhir ini banyak orang membicarakan soal transformasi gereja.  Pertemuan bulan Februari 2003 di Singapore mencatat ada 60 negara yang telah mengalami transformasi, antara lain : Kenya, Uganda, Kepulauan Solomon, Fiji dan lain lain. Mereka mengalami lawatan Allah yang luarbiasa.   Kebangunan rohani yang besar terjadi. Tetapi transformasi kota/gereja  h a r u s  didahului dengan transformasi pribadi.

Kebanguan rohani yang besar harus diawali dan selalu dimulai dengan kebangunan rohani secara pribadi. Sebelum kota bertemu dengan Tuhan, harus ada pribadi-pribadi yang bertemu dengan Tuhan.  Tanpa itu, semua hanya slogan kosong dan tak berarti. Itu sebabnya, sebelum terjadi sesuatu di kota Yerusalem, Allah bertemu secara pribadi dengan orang buta ini.

Kalau kita rindu kebangunan rohani terjadi pada bangsa ini, harus ada pribadi-pribadi yang bertemu dengan Tuhan, baik hamba-hamba Tuhan, maupun jemaat.

BUTA  ROHANI.

Tidak banyak yang dapat dilakukan orang buta ini, selain duduk di pinggir jalan dan mengemis, memohon belas kasihan orang untuk bisa melanjutkan hidup dari hari ke hari.

Ada banyak orang percaya yang mengalami kebutaan secara rohani. Kita bangga pada pengalaman-pengalaman rohani masa lalu. Tetapi ketika orang bertanya , \Mana kuasa Allahmu hari ini?\” – Kita tidak mampu menjawabnya.  Meski kita yakin dan percaya, bahwa kuasa itu tidak berubah sampai sekarang ini, kita tidak lagi mengalaminya secara pribadi.  Kita hanya bisa bernostalgia.

Gereja yang seharusnya menjadi tempat orang datang meminta kemurahan, mengetuk pintu dan mendapat pertolongan ajaib dari Tuhan, justru kita yang sekarang mengharapkannya dari tempat lain. Kita pergi kesana kemari untuk mencari mujizat dan pertolongan.  Padahal di rumah Tuhan lah ada kedahsyatan yang luarbiasa.

IMAN TIMBUL DARI PENDENGARAN.

Ketika orang buta ini mendengar orang banyak lewat, ia bertanya, \”Apa itu?\”  Orang buta tidak bisa mengandalkan dirinya sendiri. Dia harus bertanya kepada orang lain yang dapat melihat.

Sekiranya ada diantara kita yang belum pernah mengalami lawatan Allah secara pribadi, kita bisa belajar dari orang buta ini. Buka hati, perhatikan dan mulailah bertanya. Jangan menutup diri, pasif dan apriori dengan apa yang sedang terjadi.

Setelah ia tahu lewat pendengarannya, bahwa rombongan Yesus sedang lewat, imannya bangkit. Iman timbul dari pendengaran, yaitu pendengaran akan Firman Allah. Imannya timbul, lalu berseru :\” Yesus Anak Daud, kasihanilah aku!\”

Meski belum pernah melihat Yesus, meski hanya mendengar kata orang tentang Yesus, meski secara pribadi ia belum pernah mengalami kuasa Yesus, imannya bangkit dan ia mulai berseru-seru.

TANTANGAN

Tetapi ia menghadapi tantangan. Orang menegur dan menyuruhnya diam – ayat 39. Ada orang-orang yang berusaha mempertahankan \”status Quo\”.  Mungkin kenyamanan mereka terganggu oleh perilaku si buta.

Itu pula yang sering terjadi dengan kita.  Ketika kita datang mencari Tuhan, ada banyak tanggapan yang negatif.  Tetapi tantangan tidak menyurutkan semangat orang buta ini.  Ia bahkan semakin keras berseru kepada Yesus.  Ia tidak peduli pada tanggapan orang di sekitarnya.  Ia tidak berhenti sampai ia bertemu dengan Yesus.

Orang bisa meletakkan halangan dan rintangan supaya kita tidak maju, tetapi pernah berhenti !  Percayalah……Allah menghargai setiap usaha saudara, meski orang lain menganggapnya sebagai suatu kebodohan.

ALAMI LAWATAN ALLAH.

Teriakan si buta mampu menghentikan langkah Yesus. Alkitab mencatat, Yesus berhenti dan menyuruh membawa orang itu kepadaNya. Puji Tuhan.  Tidak ada pekerjaan yang lebih penting dan berarti bagi Yesus selain menanggapi seruan saudara dan saya !

Dia peduli dan memperhatikan seruan anak-anakNya. Saudara dan saya adalah anak-anak yang dilahirkanNya ketika Ia mati di kayu salib. Ia bertanya kepada orang buta itu, \”Apa yang kau kehendaki supaya Aku perbuat bagimu ?\”

Pagi ini saya ingin mendorong saudara untuk tidak berhenti mencari hadirat Allah.  Meski ada tantangan, tetaplah cari lawatan Allah.  Dia akan berhenti dan merespon kerinduan hati saudara.

Ketika ada hati yang rindu bertemu dengan Tuhan, ketika ada teriakan minta tolong, saya percaya lawatan Allah akan terjadi.  Kalau Allah mendengar doa dan seruan umatNya di Uganda, Samoa, Fiji dan lain lain, Dia pun peduli dan menaruh perhatian kepada setiap doa dan teriakan kita.

Orang buta ini dicelikkan, lalu ikut dalam rombongan Yesus, memuji-muji dan memuliakan Allah. Ia sedang bersiap-siap mengalir bersama arus dari Allah menuju kebangunan rohani akbar di kota Yerusalem.

Sebelum lawatan besar terjadi, sebelum kebangunan rohani yang dahsyat terjadi, Allah mau persiapkan pribadi-pribadi yang dibangun oleh Roh KudusNya, untuk berjumpa dengan Allah secara pribadi.  Saudara dan saya harus lebih dulu dicelikkan secara pribadi.  Tanpa itu, kita harus dituntun orang dan tidak pernah mengalaminya secara pribadi.

Adakah kerinduan dalam hati saudara untuk melihat sesuatu terjadi di dalam gereja ? Mari alami dulu lawatan Allah secara pribadi. Dia ada disini dan Dia mau menjamah saudara. Tuhan memberkati.Amin.(Ketapang,Jakarta, 27 April 2003.WJ.1089/SWD).

Leave a Comment

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

More from category

Pantekosta
Pantekosta

Ayat Pokok: Kisah Para Rasul 2:1-4 Setelah 10 malam mengadakan kebaktian doa, hari ini kita tiba pada puncak perayaan: [Read More]

Berkat Umum dan Berkas Khusus
Berkat Umum dan Berkas Khusus

Hari ini adalah hari gereja pantekosta. Mungkin lain tahun kita akan adakan acara khusus setiap hari pantekosta. Kita [Read More]

Natal, Orang Majus dan Kita
Natal, Orang Majus dan Kita

Matius 2:1-12 Apakah makna natal? Salah satunya dapat kita rujuk pada peristiwa orang Majus yang datang ke Betlehem dan [Read More]

Natal
Natal

Ayat Pokok : Kidung Agung Hari-hari ini kita tengah memperingati Hari Kelahiran Tuhan Yesus.  Allah Yang Maha Kuasa [Read More]

Kita Bukan Lagi Dibawah Hukum Taurat,
Kita Bukan Lagi Dibawah Hukum Taurat,

Kita Bukan Lagi Dibawah Hukum Taurat, Tapi Dibawah Kasih Karunia. Firman Tuhan, Kolose 2:6-14, Dalam Dia kamu telah [Read More]

Insider

Archives