Warning: include(/hermes/bosoraweb178/b1745/ipw.gpdiworl/public_html/v7/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache-base.php) [function.include]: failed to open stream: No such file or directory in /hermes/bosnaweb08a/b1745/ipw.gpdiworl/public_html/v7/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache.php on line 53

Warning: include() [function.include]: Failed opening '/hermes/bosoraweb178/b1745/ipw.gpdiworl/public_html/v7/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache-base.php' for inclusion (include_path='.:/usr/local/lib/php-5.2.17/lib/php') in /hermes/bosnaweb08a/b1745/ipw.gpdiworl/public_html/v7/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache.php on line 53

Warning: include_once(/hermes/bosoraweb178/b1745/ipw.gpdiworl/public_html/v7/wp-content/plugins/wp-super-cache/ossdl-cdn.php) [function.include-once]: failed to open stream: No such file or directory in /hermes/bosnaweb08a/b1745/ipw.gpdiworl/public_html/v7/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache.php on line 70

Warning: include_once() [function.include]: Failed opening '/hermes/bosoraweb178/b1745/ipw.gpdiworl/public_html/v7/wp-content/plugins/wp-super-cache/ossdl-cdn.php' for inclusion (include_path='.:/usr/local/lib/php-5.2.17/lib/php') in /hermes/bosnaweb08a/b1745/ipw.gpdiworl/public_html/v7/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache.php on line 70
Pdt.Yos Hartono: Hari Pantekosta | GPdIWorld
Kisah Rasul 2:1-4


Pada awalnya, Pantekosta adalah salah satu dari tiga Hari Raya Besar bangsa Yahudi: (i) Hari Raya Paskah; (ii) Hari Raya Pantekosta, dan (iii) Hari Raya Pondok Daun-Daunan. Ketiga Hari Raya Besar ini wajib dirayakan oleh semua orang Yahudi terutama laki-laki berusia di atas 12 tahun." />
Friday August 1st 2014

Pdt.Yos Hartono: Hari Pantekosta

Author : | This author have 1 posts


Kisah Rasul 2:1-4


Pada awalnya, Pantekosta adalah salah satu dari tiga Hari Raya Besar bangsa Yahudi: (i) Hari Raya Paskah; (ii) Hari Raya Pantekosta, dan (iii) Hari Raya Pondok Daun-Daunan. Ketiga Hari Raya Besar ini wajib dirayakan oleh semua orang Yahudi terutama laki-laki berusia di atas 12 tahun. Hari Raya Pantekosta dirayakan sebagai hari ucapan syukur dan sukacita sehubungan dengan musim panen.

Secara leksikal, kata Pantekosta berarti 50. Maksudnya: tepat hari ke-50 setelah Hari Raya Paskah. Dalam perkembangan selanjutnya, orang Yahudi memanfaatkan momen Hari Pantekosta sebagai Hari Raya untuk memperingati turunnya 10 Hukum Taurat.

Lalu mengapa sekarang Pantekosta diidentikkan dengan Roh Kudus? Dua ribu tahun lalu, ketika orang Yahudi sedang merayakan Hari Raya Pantekosta di kota Yerusalem, terjadi peristiwa dahsyat, yaitu saat orang-orang percaya yang sedang berdoa, bertekun menantikan janji Tuhan, menerima kepenuhan Roh Kudus! Dengan latar belakang inilah, sampai hari ini kata Pantekosta dimaknai dan berkaitan erat dengan Roh Kudus.


Pantekosta vs Pentakosta


Alkitab menggunakan kata Pentakosta – “Penta” berarti “lima puluh”. Dalam bahasa Inggris diterjemahkan dengan Pentecost. Sementara nama gereja kita adalah Gereja Pantekosta.
Awalnya, nama gereja Pantekosta adalah nama dalam bahasa Belanda. Namun ketika Jepang masuk, semua yang berbau Belanda harus diterjemahkan ke dalam bahasa lokal yaitu bahasa Indonesia yang saat itu dipengaruhi oleh bahasa Melayu. Dengan latar belakang inilah, nama gereja kita lalu diterjemahkan menjadi Gereja Pantekosta di Indonesia.


Mengapa Roh Kudus Harus Diberikan?


Satu-satunya jaminan agar kita bisa tetap eksis dan bertahan menghadapi berbagai gejolak kehidupan di dunia ini adalah ketika orang percaya hidup di dalam Roh Kudus. Untuk kepentingan inilah Tuhan mencurahkan Roh Kudus kepada semua orang percaya, termasuk saudara dan saya. Menjelang kematianNya, Yesus berkata, Ia akan pergi kepada Bapa. Tetapi kepergianNya bukan berarti Dia tidak lagi menyertai! Ia memang kemudian pergi dan naik ke surga untuk duduk di sebelah kanan Allah Bapa. Tetapi sebagai gantinya, Ia memberikan Penolong Yang lain, yaitu Roh Kebenaran – yang akan menyertai kita sampai selama-lamanya – Yohanes 14:15-17.
Jadi Roh Kudus diberikan Tuhan sebagai wujud nyata kesetiaanNya untuk menyertai saudara dan saya. Wujud penyertaan Tuhan di zaman ini berbeda dengan ketika Yesus masih hidup di bumi ini. Penolong Yang Lain itu memiliki kualitas, kuasa, bobot dan ke-Ilahian yang sama seperti Yesus – hanya wujudnya yang beda. Dulu wujudnya adalah Anak Manusia, yaitu Yesus. Sekarang wujudnya Roh – tidak kelihatan, tetapi dapat dirasakan kehadiranNya.
Demikianlah setelah Yesus naik ke surga, Allah tetap menyertai orang percaya! Dan kalau kita ingin Tuhan hadir, menolong, menyertai, dan memampukan, maka kita tidak bisa mengandalkan mata jasmani, melainkan penghayatan, pengimanan – menggunakan mata batin!


ROH KUDUS


Roh Kudus adalah Oknum Allah, Roh Allah, Roh Kebenaran, Roh Penolong yang diberikan Tuhan kepada kita. Bukan sekedar dogma gereja atau rumusan teologis yang harus diperdebatkan, dan didiskusikan! Hanya orang bodoh yang menolak dan tidak peduli pada Roh Kudus! Roh Allah adalah kehadiran Allah yang nyata. Menolak Roh Kudus berarti menolak kehadiran Tuhan. Menolak kehadiran Tuhan = menolak mujizat dan berkat Tuhan!
Roh Kudus sudah diberikan pada Hari Pantekosta 2000 tahun lalu! Tuhan sudah menepati janjiNya. Jadi, kita tidak lagi meminta Roh Kudus. Kita hanya tinggal menerima dan mempersilakan Roh Kudus masuk dalam hati.
Roh Kudus sudah dicurahkan ke atas semua manusia – dan setiap orang percaya mempunyai hak yang sama untuk menerima dan menikmati kuasa Roh Kudus! Tanpa memandang jenis kelamin (laki-laki & perempuan); golongan usia (tua & muda); atau status sosial (majikan & hamba) – Kisah Para Rasul 2:14-18.
Di mata Tuhan, semua manusia mempunyai hak yang sama untuk menerima Roh Kudus, untuk menikmati janji penyertaan Tuhan dalam wujud Penolong yang lain, yaitu Roh Kebenaran yang akan menyertai kita sampai selama-lamanya. Puji Tuhan! Konsekuensi Konsekuensi pencurahan Roh Kudus:


  1. Menjadikan kita tabah dan tekun, meski hasilnya belum kelihatan – 2 Korintus 5:6-9;
  2. Saudara dan saya dipanggil untuk menjadi saksi Kristus. Roh Kudus diberikan supaya kita menjadi saksi! Roh Kudus bukan untuk kepentingan pribadi; bukan untuk menyombongkan diri. Roh Kudus memberi kemampuan, kecakapan berkomunikasi dan membangun relasi dengan segala lapisan masyarakat (Yerusalem, Yudea, Samaria, bahkan sampai ke ujung bumi) – Kisah Para Rasul 1:8. Jadi, berkomunikasilah dengan orang-orang berdosa, supaya mereka bertobat!
  3. Kita yang cenderung mudah bosan, menjadi tekun menantikan kedatangan Yesus kembali – Kisah Para Rasul 1:11. Meski banyak yang mencemooh, kita akan tetap setia menantikan kedatangan Tuhan kembali, dan untuk menjadi mempelai Kristus.
Roh Kudus sudah dicurahkan – tidak perlu diminta lagi. Roh Kudus tinggal dipersilakan masuk ke dalam hati kita. Mari buka hati, undang Roh Kudus, dan nikmati penyertaan Allah dalam hidupmu sampai selama-lamanya.
Tuhan Yesus memberkati saudara! (GPdI Ketapang, Minggu 31 Mei 2009)

Be Sociable, Share!
Next Topic:

More from category

Akhir Zaman – Eskatologi* (1)
Akhir Zaman – Eskatologi* (1)

I.Pentingnya Pelajaran Kedatangan Yesus Kedua Kali. Para malaikat berkata kepada murid-murid Tuhan ketika menyaksikan [Read More]

Kolose (21-30)
Kolose (21-30)

COLOSSIANS  21 There can be no statement of more importance to the church than that which the Apostle made concerning [Read More]

Doktrin Tentang Malaikat – Angelogy (1)
Doktrin Tentang Malaikat – Angelogy (1)

BAB I: KEBERADAAN MALAIKAT. Memang harus diakui bahwa ayat-ayat referensi tentang malaikat dalam Alkitab hanya sedikit. [Read More]

Kolose (1-10)
Kolose (1-10)

Greetings in the lovely name of our Lord Jesus Christ. It is a joy to once again be able to send you a daily study. My [Read More]

Love (111-125 – Selesai)
Love (111-125 – Selesai)

ALLAH ADALAH KASIH. #111 Besarnya ukuran satu kata sederhana BEGITU tidak dapat, ataupun tidak pernah akan terukur, [Read More]

Insider

Archives