Yohanes 5:6b
Dalam Yoh 5:1-16 diceritakan bahwa kesembuhan terjadi atas setiap penyakit saat malaikat menggoncangkan air Kolam Betesda, sehingga banyak orang-orang sakit yang menunggu di tepi kolam itu untuk mendapatkan kesembuhan.
Seorang yang sakit selama tiga puluh delapan tahun telah lama menunggu di tepi kolam tersebut namun belum mendapatkan kesembuhan, sebab tidak ada yang menolongnya untuk turun ke dalam kolam saat malaikat menggoncangkan air, sehingga orang lain lebih dahulu mendapatkannya.
Yesus mengerti dan memahami bahwa ia telah lama dalam keadaan seperti itu sehingga Ia menawarkan kesembuhan. Demikian juga Yesus mengerti keadaan kita, tetaplah menunggu dalam pengharapan. Yakin dan percaya bahwa Yesus adalah Pelepas dan Pembebas bagi kita. Dia sumber segala mujizat bagi setiap orang percaya.
Yesus melakukan mujizat dan memberikan kesembuhan bagi orang-orang yang sakit, sehingga mereka memuliakan Allah [Mat 15:29]. Dia adalah Tuhan yang melakukan segala hal yang lebih besar dari apa yang kita harapkan.
Keadaan fisik orang sakit itu tidak memungkinkan ia mendahului orang lain dan mendapatkan kesembuhan [Yoh 5:7]. Yesus yang mengerti keadaannya menawarkan kesembuhan dan menyuruhnya berjalan. Saat ini Dia juga menawarkan hal yang sama, yaitu pertolongan atas keadaan yang kita hadapi saat ini. Sambutlah pertolongan-Nya dengan rasa syukur, kita tidak perlu menunggu malaikat hadir dan menggoncangkan air kolam Betesda untuk mendapatkan kesembuhan dan pertolongan atas segala hal yang kita hadapi.
Saat Yesus bertemu lagi dengan orang yang telah disembuhkan itu, Ia menasihatkan agar orang itu tidak berbuat dosa lagi supaya jangan terjadi keadaan yang lebih buruk atasnya [Yoh 5:14]. Beribadahlah dengan setia kepada Tuhan sebagai syukur atas pertolongan Tuhan yang telah kita alami. Jadikan ibadah sebagai kebutuhan, bukan sekadar kewajiban orang percaya. Datanglah ke rumah Tuhan dengan bersukacita [Mzm 122:1].
Mujizat yang terbesar adalah saat Allah mengampuni dosa dan membenarkan kita melalui darah Yesus, yang dikorbankan untuk menyucikan dosa. Adakah hal yang menghalangi kita untuk bertemu dengan Tuhan? Kematian Yesus telah mengoyakkan tirai yang memisahkan ruang suci dan ruang mahasuci [Mat 27:51] dan darah-Nya telah menyucikan sehingga kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup [Ibr 9:12-14].
Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus. Filipi 4:19.
Oleh Pdt. Yari Lumangkun, di gpdisingapura.
