Kepada siapa Tuhan hendak memberi kemenangan sebenarnya sepenuhnya adalah hak Tuhan. Karena itu adalah hak Tuhan untuk mengaruniakan kemenangan kepada Naaman yang adalah orang kafir. Tapi seringkali sebagai anak Tuhan, kita menjadi risau melihat orang-orang fasik melimpah harta kekayaannya tanpa perlu berjerih payah dengan sangat sementara anak-anak Tuhan hidupnya begitu sulit. Sesungguhnya, kita tidak perlu risau melihat hal yang demikian sebab kesuksesan orang fasik adalah kesuksesan di luar Tuhan dan karena itu sesungguhnya mereka berada di tempat-tempat yang berbahaya yang dengan mudah menggelincirkan mereka. Contohnya adalah Naaman sendiri. Terkenal dan sukses dalam posisinya serta memiliki banyak kekayaan tidak menjamin bahwa dia sudah puas. Dia menderita sakit kusta. Dan penyakit itu membuat dia merasa segala yang ia miliki menjadi tidak berarti lagi. Kusta berbicara tentang dosa. Sebagaimana penderita penyakit kusta harus disembuhkan, demikian juga dengan dosa, itu harus hilang dari dalam kehidupan orang percaya. Sebab di sorga nanti tidak ada sakit penyakit lagi, tidak ada dosa, dan semuanya hidup tanpa cacat cela sedikitpun juga. Hanya Tuhan yang dapat mengangkat dan mengeluarkan kusta dosa dari dalam hidup kita. Budak kecil yang tinggal di rumah Naaman ada di sana bukan hanya kebetulan saja tapi karena ada rencana Tuhan atas hidupnya. Tuhan mengijinkan dia ada di istana Naaman untuk bersaksi kepada Naaman. Dan itulah yang terjadi. Atas kesaksiannya Naaman akhirnya mengalami kesembuhan yang luar biasa. Budak kecil itu memberi tahu tentang nabi Elisa yang tinggal di Samaria. Karena itu Naaman dan pengawalnya segera pergi mencari Elisa. Ketika sudah sampai di tempat Elisa, ternyata Elisa tidak mau menampakkan dirinya dan hanya menyuruh bujangnya untuk memberi instruksi bagi Naaman. Marahlah Naaman menerima perlakuan yang demikian. Apalagi syarat untuk disembuhkan adalah dia harus mandi di sungai Yordan yang kotor.
Mengapa begini cara yang ditetapkan bagi Naaman untuk memperoleh kesembuhannya ? Karena sebenarnya yang Allah ingin sembuhkan dari diri Naaman bukan sekedar sakitnya secara fisik, yakni penyakit kustanya, tapi kesombongannya. Kesombongan adalah hal yang menjatuhkan manusia ke dalam dosa. Lucifer di lemparkan Allah ke dunia karena telah terbit di hatinya kesombongan. Para pendamping Naaman menyarankan dia untuk melakukan apa yang disuruhkan kepadanya. Akhirnya, setelah 7 kali mandi di sungai Yordan, ia pun sembuh secara sempurna. Naaman mengalami kesembuhan yang luar biasa karena dia mau taat pada ketetapan Tuhan.(Kramat-060505).
