Tuesday May 22nd 2012

Pdt.Sudi Tatubeket: Keselamatan

Author : | This author have 1 posts

BAB I.
KESELAMATAN DAN KEHIDUPAN ROHANI.
I. Pendahuluan.

1.Latar belakang.
Doktrin “keselamatan” adalah suatu doktrin yang sederhana, tetapi juga kompleks. Namun inilah suatu doktrin yang perlu dimengerti secara tepat karena suatu “anathema” (kutuk) diletakkan diatas siapapun juga, termasuk malaikat-malaikat dan pendeta-pendeta, serta utusan-utusan yang mengkhotbahkan Injil yang lain dari Injil yang sebenarnya. (Gal. 1 : 7 – 8). Jadi penting sekali kita mengetahui Injil yang sebenar-benarnya dan berusaha menjelaskannya setepat-tepatnya pula. Disatu pihak orang dengan mudah menjelaskan konsep keselamatan dengan mengutip John. 3 : 16 atau Act. 16 : 31 yang berbunyi ,”Jawab mereka : Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu. Namun dipihak lain kesulitan dialami pula apabila orang mulai berusaha menjelaskan bagaimana Allah menjadi manusia, dijadikan dosa dan mati bagi orang berdosa.

Doktrin Keselamatan tentunya berhubungan erat dengan Sang Juruselamat itu sendiri. Karena nilai keselamatan tergantung mutlak atas nilai Juruselamatnya. Bila penebus itu bukanlah seorang tanpa dosa, maka kematiannya hanya bermanfaat bagi diriNya sendiri. Heb.4 : 15 menunjukkan bahwa Kristus memenuhi persyaratan tersebut, sebagaimana telah dilukiskan tentang Dia dalam Perjanjian Lama (PL) yaitu perihal domba Paskah seperti tertera dalam Ex.12:5-6.

2.Arti kata
Dalam bahasa asli kata keselamatan berasal dari kata kerja zoso yang arti dasarnya ialah “menjadi sehat”, menyembuhkan”, “menyelamatkan”, “mengawetkan” dalam kaitannya dengan manusia berarti “menyelamatkan dari kematian” atau “mempertahankan hidup”. (W.Witson,Baker’s Dictionary of Theology,P 496).

Pengertian keselamatan dalam PL dapat dilihat dari kata-kata :
1. Yasa : “Kemerdekaan dari larangan-larangan (278x) dan ikatan-ikatan, melepaskan, menyelamatkan dari kehancuran moral, dan memberikan kemenangan.
2. Syaloom : dipakai 68x dengan pengertian damai dan sehat.
3. Salem : Persembahan syukur bagi kebebasan sesuai perjuangan.

Dari pemakaian-pemakaian tersebut di atas, mayoritas pengertiannya menunjuk kepada “Pembebasan oleh Yahweh”.

II. Allah dan Penyelamat manusia.

1. Pribadi Allah menuntut penyelamatan manusia. (ITim.2 : 3 – 4).
Titik awal penyelamatan manusia dari pribadi Allah. Dia yang Maha Suci, Maha Besar, Maha Adil tiada memiliki ruang dalam hadiratnya bagi perkara-perkara hina, sia-sia, dan terkutuk. Itulah sebabnya semua insan yang hendak menghampiri hadiratNya haruslah disucikan terlebih dahulu. Allah lalu mengambil inisiatif pandangan jalan keselamatan seperti yang Ia janjikan dalam Gen.3 : 15, saat sesudah kejatuhan manusia kedalam dosa, berjanji melalui benih perempuan bukan benih laki-laki.

2. Anugerah Allah
Sifat yang menonjol dalam kepribadian Allah adalah sifat anugerah atau kasih karunia. Sifat ini merupakan inti kepercayaan kekristenan. Bahkan tanpa Anugerah kekristenan tak akan banyak berarti bahkan boleh dikatakan sia-sia belaka.
Anugerah yang membuatnya berbeda dengan agama-agama lain. Yesus Kristus adalah wahyu tertinggi dari anugerah Allah (John. 1 : 17). Keselamatan adalah anugerah Allah. Kuasa kehidupan kristen berpangkal pada ANUGERAH.

1. Arti dalam PL.
PL tidak hanya menggunakan satu kata saja untuk menjelaskan konsep anugerah, melainkan beberapa kata yang dipakai untuk menyatakan konsep itu dan pengertian-pengertian yang saling berkaitan dan memberi latar belakang bagi arti yang penuh dalam Perjanjian Baru (selanjutnya ditulis PB).

1. KHEN
Kata kerjanya ialah Khanan yang artinya “membengkok” dan “merendahkan diri”, yang meliputi pengetian menurunkan perhatian atau kasih (Jer. 22 : 23; Judg. 21 : 23). Akar katanya terlihat dalam nama-nama orang mis : Hannah, Hanan, Hananya dan Hananiah. Istilah ini muncul 225 x dalam PL.

Kesimpulan :
Ternyata KHEN mengandung beberapa pengertian :
- Pemberian yang cuma-cuma dari yang Superior kepada yang interior.yaitu sesuatu yang tidak disangka-sangka dan tidak ada kelayakan dari sipenerima (membengkok).
- Istilah ini lebih cenderung membicarakan pembebasan dan kesulitan hidup.
- Ada juga pengertian penebusan dari dosa ke dalam hidup kekal, meskipun tidak banyak.

2. KHESED
Istilah ini muncul kurang lebih 250x dalam PL dan barangkali merupakan istilah yang paling erat hubungannya dengan istilah PB, KHARIS yang berarti anugerah. “Asosiasi dari istilah ini adalah pengaruhnya dalam sifat penggunaan biasa bahasa Yunani” ( C.H.Dodd,The Bible and the Greek,London,Hodder and Stoughton,1954,hal 63-64).

Kesimpulan Ryrie (C.C.Ryrie,The Grace of God Chicago Moody Press.1970 hal.16)
- “Terlibatnya perasaan yang dalam adalah hal pertama yang bisa di amati dari akar kata KHESED.
- Hal kedua melibatkan pengertian hubungan intim antara Allah dan manusia dalam rangka perseorangan atau secara kelompok, karena perjanjian Unilateral.
- Apabila kedua pengertian di atas digabungkan, maka arti yang nampak kuat dalam istilah anugerah ini adalah bahwa anugerah Allah Itu teguh, tahan uji, dan kokoh. Jadi gagasan kesetiaan dan bukannya kebaikan atau rahmat yang menguasai hubungan yang disebut tadi.

2. Arti Anugerah dalam Literatur Yunani.
Istilah yang digunakan ialah : Kharis, yang berarti sesuatu yang mendatangkan kepuasan dan menjamin sukacita. Lingkup penggunaannya luas dan umumnya digunakan
dalam arti keindahan fisik (Hesiod Work and Days (5) ; Keindahan karya seni ( Asschylus,Agememnon 405-406) : kata-kata indah (Homer,Oddysey VIII : 175 ) ; Keindahan lagu ( Pindar Olympia 1 :17) ; Kesedapan Hidup (Euripides Medea 227) dll. Kemudian terkandung di dalamnya juga pengertian sukacita dan kepuasan (Plato Gorgias 462C; Sophist 222E ), akhirnya juga terkandung pengertian perbuatan yang baik yang berbentuk hadiah. Bahkan syukur terhadap pemberian itu sendiri sering dipakai istilah Charis. (Sopochles,Oedipus Coloneus,635- 637). Sasaran Charis juga sering digunakan untuk menyatakan sikap dewa-dewa terhadap manusia (Aristotle Poltics III). Manusia berdoa dan mempersembahkan korban untuk memperoleh anugerah itu. Meskipun arti Charis mendekati arti dalam PB namun jelas ada perbedaan tertentu seperti halnya bahwa anugerah itu diperoleh melalui usaha manusia,harus dicari,dan juga menjadi muilik manusia. Jadi kesimpulannya, Charis dalam Literatur Yunani non – Alkitabiah mempunyai arti2 Sbb :
a. Suatu keindahan dalam bentuk Obyektif (lahiriah)
b. Secara subyektif sikap bathin yang dirasakan terhadap seseorang bathiniah). Keindahan dalam bentuk subyektif.
c. Artinya juga berhubungan dengan perasaan timbal balik dari penerima yaitu rasa syukur.

3. Arti Anugerah dalam PB (Perjanjian Baru).
Charis digunakan 155 kali dalam PB, 10 kali diantaranya oleh Paulus. Dan dari penyelidikan sebelumnya ternyata istilah ini memiliki kekayaan yang luar biasa. Inilah
harta kekristenan yang istimewa. Yohanes membuka Injilnya dengan mengidentifikasikan Yesus sebagai pembawa Anugerah (John. 1:17). Beberapa penggunaanya :

a. Arti Charis berhubungan dengan sukacita dan kepuasan serta terlibat dalam sekurang-kurangnya dus bagian yaitu Lukas 4 : 22 ; Ef. 4 : 29.

b. Arti perbuatan baik ,kasih karunia, simpati terdapat dalam beberapa ayat Luk 1 : 3 ; 2 : 52 Chariti Paratheo ; Act. 7 : 10,46 ; 11 : 23 ).

c. Arti yang berhubungan dengan Allah menyatakan kasihNya tanpa disebabkan kebaikan, terlihat dalam Act.11 : 23; Rom 11:6; 4:15; 6:1; II Tes. 1:2. Menurut Thayer ini adalah perbuatan rohani Allah yang berhubungan dengan hal-hal rohani, menurunkan pengaruh kesucianNya kepada jiwa-jiwa, membeolehkan mereka percaya kepada Kristus, memelihara, menguatkan, menumbuhkan mereka dalam iman Pengetahuan dan kasih, menggalakkan mereka untuk berlatih dalam menghasilkan buah kekristenan. ( J.H. Thayer A Greek – Englis Lexicen of the New Testament, New York, American Book Co,1889 hal.616.

d. Penggunaan dalam pengucapan syukur seperti dalam I Tim. 1 : 12; II Tim 1 : 3 ; I Cor. 10 : 3.

e. Arti menyatakan faedah-faedah (berkat2) yang bersumber kepada Anugerah keselamatan dalam Kristus.

1. Meliputi anugerah keselamatan oleh Yesus (I Pet. 1 : 10,13 II Cor. 2 : 9).
2. Meliputi Kristus Pribadi sebagai wujud sebagai wujud anugerah kebenaran.
3. Meliputi seluruh kondisi keselamatan seseorang ( Rom 5 : 2 ; IPet. 5 : 12 ).
4. Meliputi juga berkat2 sementara di dunia ini ( II Cor. 9 : 8).
f. Istilah-istilah lain :

1. Charito : memberikan anugerah terhadap seseorang ( Luk 1 : 28).
2. Charisma : pemberian anugerah,karunia (Rom 12 : I Cor 12, Eph. 4).

Kesimpulan

- Konsep anugerah dalam PB meliputi juga arti dalam bahasa Ibrani dan Yunani klasik. Konsep ini dipertinggi dengan pengertian Juruselamat Yesus Kristus.

- Pemberian cuma-cuma Allah (anugerah) dalam pribadi Kristus itu adalah arti khusus PB. Pengorbanan diriNya sendiri sebagai anugerah (II Cor. 8 : 9) yang diterima mutlak, cuma- cuma (Rom 6, Eph.2 : 8 ) dan yang menang atas hukuman dan kuasa dosa.(Rom 5 : 12 ; 6 : 1 – 23).

- Bila telah diterima,anugerah itu memerintah hidup rohani penerima dan mendatangkan anugerah demi anugerah. Ia melengkapi dan menguatkan dan mengontrol semua bidang hidupnya. (Col. 4 : 6 ; II Tes. 2 : 16 ; II Tim. 2 : 1)

- Akibat orang-orang beriman (Kristen) itu memulangkan syukur (anugerah) kepada Allah bagi kekayaan anugerah yang tak terlukiskan. ( II Cor. 9 : 15).

JADI DALAM ANUGERAH ALLAH ADA “PENEBUSAN”, PIMPINAN, PENGHIBURAN KEKAL DAN PENGHARAPAN ABADI

BAB II
KONSEP PILIHAN
1. Pendahuluan

Tak dapat diragukan lagi inilah konsep yang paling sukar dijelaskan, bahkan telah menjadi bahan perdebatan para ahli theologi berabad-abad. Akan tetapi doktrin ini penting karena Alkitab mengajarkan dan erat hubungannya dengan pengajaran tentang keselamatan.

2. Cotoh-contoh pilihan Allah juga dapat dilihat dalam Alkitab dinyatakan dalam hal-hal seperti di bawah ini.

a. Penciptaan alam semesta, pilihan keluarga- ras, semuanya bukan pilihan manusia melainkan Allah sendiri.

b. Alkitab mengungkapkan lukisan-lukisan yang memerlukan azas ini,seperti halnya :

1. Pilihan raja Kores. Isa. 45 : 1 – 4.
2. Pilihan terhadap Israel sebagai umat pilihan Allah terdiri dari mereka yang dilahirkan baru ataupun tidak. Deu. 4:37.
3. Pilihan terhadap Kristus sebagai Juruselamat dunia sebelum penjelmaannya. Isa. 42 : 1.
4. Pilihan di masa kini terhadap orang-orang percaya. Col. 3 : 21 ; Tit 1 : 1.
5. Pilihan untuk memperpendek masa tribulasi demi kepentingan Umat Allah. Mat. 24 : 22,24,31.

3. Definisi
Yang dimaksud dengan konsep pilihan adalah, perbuatan Allah dalam memilih mereka yang akan diselamatkan untuk menjadi anggota tubuh Kristus. Dasar pilihan ini ialah karakter Allah sendiri, artinya ada harmonisasi yang sejalan dengan sifat-sifat Allah seperti :
a. Kasih seperti dinyatakan dalam Ep. 1 : 4 – 5, bagian terakhir Ep.4 : 1 dapat juga menjadi pembukaan ayat 5,sehingga nats itu berbunyi ; dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anakNya, sesuai dengan kerelaan kehendakNya.

b. Hikmat Allah seperti yang dinyatakan oleh Yahuda 25, yang berbunyi : “Juruselamat kita oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, bagi Dialah kemuliaan, kebesaran, kekuatan dan kuasa sebelum segala abad dan sampai selama-lamanya.

c. Kemahatahuan Allah.

d. Terjadinya kekekalan masa lampau seperti di ungkapkan Rom 8:30, yang berbunyi : Dan mereka yang ditentukan dari semula,mereka itu juga dipanggilNya, dan mereka yang dipangilnya, mereka itu juga dibenarkannya. Dan mereka yang dibenarkannya mereka itu juga dimuliakanNya.

e. Hal ini sejalan pula dengan hukum alamiah yang ada seperti dikatakan Rom 10:14 : yang berbunyi : Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepadaNya,jika mereka tidak percaya kepada Dia ?, Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia,jika mereka tidak mendengar tentang Dia, Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakannya ?

f. Ada hubungan dengan tujuan mempermuliakan Allah seperti tertera dalam Eph. 1:6 yang berbunyi : Supaya terpujilah kasih karuniaNya yang mulia,yang dikaruniakanNya kepada kita di dalam Dia,yang dikasihiNya.

4. Beberapa nats penting.
a. Eph. 1 : 3 – 14.
b. Rom 9 : 6 – 44 Dua pikiran penting yang ditonjolkan.
c. John.6 : 44, ayat-ayat ini ialah bahwa adanya hak Allahlah untuk menentukan pilihanNya dan hak manusia juga, untuk menanggapi rancangan keselamatanNya.
Allah pun mempunyai hak untuk memilih atau membantu orang yang menuruti nafsunya untuk binasa.

3. Mengapa Perlu Keselamatan ?

1. Adanya Dosa.
Doktrin keselamatan atau Soteriologi tak berarti tanpa adanya kekejaman dosa .
Dosa menyebabkan keselamatan itu penting sekali. Dan karena sudah banyak diskusi diadakan melalui literatur2 dan khotbah2 tentang pokok ini, tidak perlu kiranya suatu eksposisi mendalam tentang doktrin dosa (hamartology) dibicarakan.
Bagian ini hanya mengetengahkan beberapa kenyataan penting tanpa dosa.

2. Alkitab mulai dari Kejadian s/d wahyu 20 membicarakan berulang kali kenyataan dosa manusia dan intervensi Illahi dalam menyediakan keselamatan. Hanya 4 fasal yang mengabaikan pokok dosa yaitu Gen.1 dan 2 (pra dosa) dan Rev. 21 dan 22. Post-dosa). Jadi menskipun dosa ini bukanlah sebagian dari sejarah manusia mula-mula, ia menjadi kenyataan utama sejarah manusia seterusnya sampai periode akhir.

3. Alkitab tidak menjelaskan secara terperinci dan tegas asal-usul dosa. Namun Alkitab menjelaskan dengan tandas, bahwa setan adalah agen supranatural, pembawa dosa kedalam ciptaan Allah, termasuk kepada manusia. Isa.14 ; Eze.28. Suatu hal yang dinyatakan secara tegas oleh Alkitab ialah: bahwa manusia diciptakan tanpa dosa dan dengan tujuan dan misi yamg khusus dari Allah penciptanya.

4. Dosa masuk Sejarah.
“A willful sinner” dan “euslaved sinner” Gen.3 adalah sifat utama uang membicarakan dosa kedalam sejarah manusia. Kehidupan dosa mempengaruhi secara luarbiasa akan kepribadian manusia dan hubungannya dengan Allah. Dosa secara radikal merubah sejarah, misi dan tujuan manusia. Realita dosa yang membawa serta pengaruh dan akibat sijahat mendekati manusia sehingga secara sadar suka rela ia memihak dosa, dan melanggar perintah Allah. Dosa akhirnya menerobos,mengembang, dan menguasai manusia. Manusia mengalami apa yang dikatakan “a willful sinner” dan “endslaved sinner” yang berarti manusia berdosa karena kemauannya sendiri dan menjadi budak dosa. Tragedi ini besar dan mematikan. Sejarah adalah duplikasi, multiplik asi,ekspansi, intensifikasi pengalaman manusia dalam pasal ini (George W.Peters) Biblical Theology of Mission.

5. Dalamnya dan Fatalnya Dosa.
1. Karena dilaksanakan terhadap Allah sehingga seriusnya dosa ialah karena pribadi dan karakter Allah. Segala sesuatu yang bersifat tidak harmonis dengan pribadi dan karakter Allah, adalah dosa. (II Cor. 4:4 ; Eph.4 : 18; Rom
1:18 ;3 : 20). Jadi dosa tidak sekedar suatu kesalahan, kelemahan ketidak sempurnaan yang normal atau absennya kebaikan.

2. Karena mengikuti satan. Firman Allah mengatakan bahwa “II Cor 4 : 4; Luk.8:12; Rev. 2:13; Act.5:3″.

3. Cengkeramannya melumpuhkan kepribadian manusia secara total. Ada 4 istilah Yunani yang dipakai muntuk menjelaskantentang pribadi manusia yaitu kata2 : Sark, Soma, Psyche, Pneuma. Kempat-empatnya diracuni total oleh
dosa, akibatnya manusia tak berdaya menyelamatkan diri sendiri. Beberapa ayat di bawah iini menjelaskan kelumpuhan itu : Gen. 6:5; Jer.17 : 9; Rom 1:18; 5:6,8,10 ; 6: 21; II Cor.4 : 4; Eph. 2 : 13.
Arti singkatnya yaitu manusia telah mengalami kematian rohani. Akibat fatalnya tak dapat diragukan. Act. 28:27; Rev.20:11- 15.

6. Lingkup jangkauan dosa.

7. Pengobatan/penyelesaian atas dosa.
Hikmat, anugerah kuasa dan kasih Allah yang tak terbatas, merencanakan dan menyediakan keselamatan juga merupakan aspek anugerah,kesetiaan, panjang sabar dan kasih karunia Allah terhadap manusia yang dinyatakan dalam pengadaan jalan keselamatan di dalam Yesus Kristus.

BAB III
KONSEP PENGGANTI (SUBSTITUTION).
I. Definisi:
Kematian Kristus menggantikan orang berdosa. Istilah penting yang dipakai dalam pengertian ini ialah : “Ganti”. Maksudnya adalah behwa kematian Yesus Kristus adalah sebagai ganti manusia yang percaya kepadanya sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadinya.

II. Konsep Pengganti dalam PL.
1. Pada umumnya pengorbanan domba yang dilakukan dalam PL, diadakan untuk kepentingan pemberi korban sebagai pihak yang bersalah.
PernyataaNya dalam Ps.51:18,19 menegaskan bahwa meskipun korban sembelihan dihargai Allah, namun hati yang hancur luluh tanda pertobatan dan iman, itulah yang lebih penting. Suatu perbandingan yang tidak saling meniadakan.
Semua pengorbanan dalam PL. itu merupakan suatu type / pola yang menggambarkan kematian Kristus sebagai pengganti atau ditempat orang-orang berdosa.
Lev. 1 s/d 5 merupakan bagian Alkitab yang di dalamnya makna pengorbanan itu dapat dilihat. Ada dua macam :

a. Persembahan biasa yang dilakukan dengan membawa sajian tanpa keharuman ditekankan. Korbannya harus tidak bercela tapi dibawa oleh Hamba Tuhan yang memang banyak kekurangannya sehingga Allah tak berkenan.
Korban yang tak bercela itu sendiri memperkenankan Allah, meskipun pembawanya tak berkenan kepada Allah. Korban itu mengandung arti pengganti bagi dosa dan kesalahan (Bnd dgn. Rom 3:23-26; I Pet. 4:24; 3:18; Mat.27:46).

b. Persembahan yang berbau harum dilakukan denga tiga cara yaitu: korban bakaran, persembahan makanan, dan korban pendamaian. Hal ini menggambarkan bahwa Kristus yang akan menjadi korban harus tanpa dosa tapi juga telah memenuhi semua persyaratan. (Pil.2:8; Heb.9:11-14; 10:5-7).

III. Konsep ini dijelaskan secara tegas dalam pemakaian dua buah istilah kata depan bahasa Yunani yaitu kata “Huper” dan ‘Anti”.

1. Kata depan “Huper”
Pemakaian dalam pengertian umum dapat dilihat dalam kitab Philemon 13,dimana Paulus meminta Philemon untuk menerima Onesimus sebagai pengganti dirinya.

2. Dalam pengertian keselamatan istilah ini dipakai banyak dengan pengertian ” ditempat”, dalam hal ini Yesus dinyatakan sebagai mati di tempat orang-orang berdosa.

a. II Cor. 5:21 dikatakan bahwa, Kristus mati ditempat kita orang berdosa.

b. I Pet. 3:9 berkata: bahwa orang benar di tempat orang tidak benar. Meskipun dalam arti normal istilah ini tidak tegas menerangkan konsep pengganti, namun dalam beberapa pemakaian maksud “pengganti”, tersirat dalam arti “Huper”.

3. Kata depan “anti”
Pengertian pengganti cukup jelas di dalam kata depan “anti”

a. Mat. 20:28 “Tebusan bagi (ganti) orang banyak”.

b. Mar. 10:45 “Memberikan nyawanya bagi (ganti) tebusan orang banyak”.

BAB IV.
KONSEP PENEBUSAN

Yang dimaksud di sini ialah: Penebusan dosa. Hal ini menunjukkan kepada kegiatan membeli di pasar, khususnya di pasar perbudakan.
Doktrin ini di bangun atas tiga istilah dalam PB. Istilah-istilah tersebut ialah :

1. Agorazo, artinya: membeli, membayar, menyerahkan sesuatu sebagai harga pembyaran bagi sesuatu barang lainnya.

a. Pemakaian biasa – Mat. 13:44, harta yang tersembunyi. Eph. 1:18, Heb. 12:2.
b. Pemakaian khusus – Berhubungan dengan keselamatan manusia, istilah ini berarti pemberian sesuatu harga yang setimpal dengan dosa kita agar bisa ditebus.
- Rev. 5:9 Tebusan itu dengan darah Yesus,dibeli bagi Allah.
- II Pet. 2:1 Pembayaran termasuk juga bagi guru-guru palsu yang belum diselamatkan bila mereka bertobat.
- I Cor. 6:19-20 Hasil yang diharapkan dari penebusan itu ialah agar kita mempermuliakan Allah dengan tubuh kita.

2. Eksagorazo:
Akar katanya sama dengan istilah pertama, diberi awalan dengan kata eks, untuk lebih mempertegas dan memberi tekanan kepada arti di atas.
Tambahan kata depan berarti: dari atau keluar dari. Dengan demikian berarti: dibeli keluar dari pasar dosa dipindahkan. Gal.3:13 dan Gal.4:5 dipindahkan dari kutuk taurat.
Jadi arti kata ini dalam rangka penebusan Kristus adalah: Kematian Yesus bukan saja untuk membayar dosa manusia, tetapi juga sekali gus memindahkan kita dari pasar dosa, atau pasar yang bergelimpangan dosa, agar kita diberi jaminan penuh ( John. 10 : 28) dan agar kita tak akan pernah dikembalikan lagi kedalam belenggu dan hukum dosa ( Gal 4 : 5 ).

3. Lutroo:
Arti dasarnya ialah: membebaskan / melepaskan dari belenggu dosa dan disuruh pergi sebagai seorang bebas merdeka. Suatu perbuatan yang mantap.

a. Pernyataan-pernyataan :
- Oleh Yesus – Mat. 20 : 28 ; Mark. 10 : 47.
- Oleh orang lain: 1. Luk. 1:68-69 ( Benedictus – Eulogetos – Blessed ) Nyanyian syukur Zakaria yang dipenuhi Roh Kudus. Henry Alford, dlam Alford Greek New Testament, menyatakan bahwa mungkin sekali diucapkan pada penyunatan Yohanes Pembabtis; bukan sunat lagi,tetapi tanduk dari keturunan Daud yang mendatangkan selamat itu. “Tanduk” seringkali digunakan sebagai kiasan bagi kuasa ( II Sam.22 : 3) Jadi ungkapan “Tanduk Keselamatan” Juruselamat yang penuh kuasa ( The Ryrie Study Bible,hal 107).
2. Heb. 9:12 Penulisannya berbicara tentang pembebasan kekal, bukan seperti yang dipersembahkan Imam Besar lainnya.

b. Sarana Penebusan: Diri Kristus yang mati sebagai pengganti. I Tim. 2 : 6

c. Sandaran / Basisnya: Darah Kristus yang tak bercacat Col. 1:14; I Pet. 1:18.

BAB V. DOKTRIN PEMUASAN (PROPITATION).

I. Istilah PB.
= Hilasmos,memuaskan, mendamaikan dengan diri sendiri.
= LXX = Kapher = Menutupi atau memeteraikan.
Pemakaiannya lebih berhubungan dengan kenajisan dan bukannya kelaliman orang berdosa.

II. Arti Theologisnya, ialah :
bahwa kematian Yesus Kristus, memuaskan hati Allah. Murka Allah atas manusia disebabkan oleh dosa (Mark. 3:29; Rom.1:18). Kematian Kristus memuaskan hati Allah, menyebabkan Dia menerima dalam keluarganya, mereka yang mempercayakan dirinya kepada Dia yang memuaskan hati Allah. Lingkupnya ialah: Seluruh dunia. (John.2:2).
Firman Allah banyak memberikan pernyataan tentang murka Allah. Cont. dalam PB. (John.3:16; Rom.1:18; 2:5; 5:9; Eph.5:6; I Tes.1:10; Rev.19:15).
Sejalan dengan pikiran ini,PB mempersembahkan kematian Kristus sebagai pemuasan terhdap murka Allah.(Rom. 3 : 25).

III. Peninjauan beberapa ayat penting.

1. I John. 2:2, “The scriptural consception of the verb is not one that appeasing one who is angry,with personal feeling against the affender, but altering the character of the which, from without,occasion necessary alienation and interposes an invetable obstache to fellowship”( Canon Wescott).
Ia sendiri (Kristus ) adalah suatu pemuasan. Ada penekanan dengan ajaran Iman dalam PL. Lingkupnya : semua orang,transmigrasi, pembabtisan.

2. I John. 4:10.
“Inilah kasih”…… , Kata kerja “mengasihi”dan “menyuruh” dalam bentuk aorist jadi menunjukkan kasih Allah yang pasti dan berlaku secara pasti dalam sejarah manusia. “Ia menyuruh AnakNya menjadi korban pemuasan karena segala dosa kita.

3. Rom 3:25.
Istilahnya ialah: Hilasterion yang artinya : tempat pemuasan. Kematian Yesus di sini bukan saja memuaskan hati Allah, tetapi juga sekaligus tempat manusia berkepuasan Allah. Lingkupnya adalah : dosa orang-orang di masa lampau juga.

4. Beberapa ayat lain menyatakan arti “Kursi Pengadilan” atau tepatnya “The throne of grace”, Heb.9:5 misalnya. Hilasterion di sini digunakan untuk melukiskan keadaan di kemah sembahyang, dimana pembungkus dari Taurat (dua loh batu) dinamakan Hilasterion.
Lihat juga Ex..25:20, pembungkus tersebut mengkilat bercahaya, suatau perlambang kesucian dan kemuliaan Allah, Pembungkus tahta anugerah.
Sedangkan darah yang dicurahkan setahun sekali berfungsi menutup dosa manusia.
Jadi latar belakang Hilasterion itu sendiri menunjukkan tempat pertemuan Yang Suci (Allah) dan yang berdosa (manusia). Band. Ex. 25 : 22.
Jadi Kristus sendirilah “The Throne of Grace”, tempat pertemuan yang berdosa dengan Allah yang suci yang telah dipuaskan hidupNya yang tanpa dosa dan oleh darah PengorbananNya.

KESIMPULAN

* Shedd menyimpulkan: “The connection od ideas in the Greek translation appears therefore to be thie : By the suffering of the sinner’s atoning,the devine wrath at sin is propited, and as a consequence released or not inflicted the puishment due to sin is released or not inflicted upon the transgressor.
This release or non infliction pf penalty is FORGIVENNES in Biblical representation. ( Wm,G,T,E. Shedd,Dogmatic Theology,Vol. II,New York,Charles Scribner’s Sons,1889, hal.391).

* Kristus sudah taat sampai mati. Allah sudah puas. Jadi tak perlu berkorban lagi atau berbuat apapun untuk memuaskan Allah. Tak ada dan tak perlu berbuat hal lain apapun untuk memuaskan hati Allah yang memang sudah puas. Kalau sebelum kematian Kristus,tidak ada kepastian bagi manusia tentang bagaimana memuaskan hati Allah. (Luk. 18 : 13) Ternyata kini Allah sudah Puas.

* Yang dituntut Allah ialah manusia merasa puas dengan pengorbana Kristus dan menerimaNya (John.1:12) dan perjuangan untuk tidak kembali ke bawah perhambaan lagi (dosa lagi) karena memang Allah sudah Puas.

Bab,V ??

BAB VI.
KONSEP PERPALINGAN (CONVERSION)

I. Definisi :
Perpalingan ialah pembalikan pikiran seseorang berdosa secara sukarela dari dosa (negatif) kepada Kristus (positif).
Tindakan pembalikan dari segi negatif ialah pertobatan, dari segi positif disebut iman.

DOSA—– PERTOBATAN——IMAN

II. Penjelasan

Conversi (pembalikan, perpalingan) ini adalah : titik perubahan rohani yang fundamental jika ditinjau dari segi manusia.
Jika ditinjau dari segi perbuatan Allah, maka aspek ini dikenal sebagai “Kelahiran Baru” (regeneration).
Alkitab mengakui bahwa pembalikan dari dosa kepada Kristus, adalah disebabkan oleh Gerakan Ilahi (Jer.31:18).
Alkitab mengaku juga, bahwa kegiatan ini juga harus disertai tindakan manusia secara sukarela untuk berbalik haluan meninggalkan dosa dan memandang kepada Kristus (Eze.14:6; Act.3:19).
Manusia harus atas kemauannya sendiri berbalik arah dan mengharapkan diselamatkan.

III. Pertobatan sebagai elemen negatif, yaitu dari dosa.

a. Pentingnya pertobatan : dilihat dari tekanan oleh PB.

1. Pertobatan banyak ditekankan dalam khotbah Yohanes Pembabtis, Tuhan Yesus, dan para Rasul (Mat.3:2, 4:17;
Mark.6:12 ; Act. 2:38, 20:21, 26:20).

2. Pertobatan mendapat tempat di dalam pesan Agung Tuhan Yesus. Ia menekankan bahwa pertobatan dan pengampunan dosa
harus dikhotbahkan oleh murid-murid diantara bangsa-bangsa mulai dari Yerusalem. (Luk.24:47).

3. Pertobatan semua insan adalah kehendak utama Tuhan. memang keinginanNya demikian, tetapi kenyataannya ialah bahwa hanya sebagian orang yang diselamatkan. (II Pet. 3:9)

4. Pertobatan diperintahkah oleh Allah sendiri, kasihNya dan kematianNya atas kehancuran yang menimpa manusia.
Allah memerintahkan manusia agar bertobat dari dosa-dosanya. (Act. 17:30).

5. Pertobatan adalah langkah utama yang tak dapat dilewati bila manusia hendak bebas dari kesesatan dan kehancuran total dan mutlak, yang sedang menanti itu. Hukuman itu pasti. (Luk. 13:3,5).

b. Tiga unsur utama harus diibatkan di sini :

1. Unsur intelektual yang melibatkan :
- Pengertian / pengenalan akan dosa itu sendiri.
- Pengakuan rasa bersalah (personal guilt), rasa tercela, dan rasa tak berdaya. (Ps.51:3,7,11). Tuntutan di sini ialah pertobatan sejati, bukan seperti orang yang berubah karena takut hukuman belaka, tetapi tidak sungguh-sungguh menyesali diri ( Mat. 27:4).

2. Unsur emosi.
Yang dimaksud di sini ialah perubahan perasaan. Ada rasa sedih, yang dalam karena dosa-dosa, karena perkara itu dibenci oleh Allah dan bertentangan dengan karakterNya. Berbahagialah orang yang berdukacita (Mat. 5 : 4), dan hati yang hancur (Ps. 51 : 18), bukan karena rasa malu tetapi karena penyesalan.

3. Kemauan.

Cat.
* Pertobatan Perpalingan 1 x
* Pertobatan Pembaharuan ber kali-kali
* Pertobatan penyesalan (menyesal belum tentu bertobat).

BAB VII
KELAHIRAN BARU (REGENERATION)
I. Pendahuluan.
Suatu masalah besar yang di hadapi manusia ialah kematian. Ini disebabkan pada hakekatnya semua manusia, telah mati dalam kesalahan, dan dosa-dosanya (Eph.2:1; I Kor. 15:12). Penyelesaian masalah ini haruslah melalui penanaman atau penancapan kehidupan Illahi, yang disebut regeneration atau kelahiran rohani yang berasal dari atas. Manusia rata-rata percaya bahwa ia bisa mengalami hidup kekal abadi, dan bernilai melalui karakter dan tindakannya sendiri.
Dengan memanfaatkan kayu-kayu karakter dirinya dan paku-paku tindakannya ia membangun sebuah tangga untuk mencapai pintu gerbang kemuliaan. Namun tak dapat disangkal lagi bahwa semua manusia gagal capai kemuliaan itu dikarenakan
usahanya itu berasa dari kemauannya dan tuannya sendiri yang bekalimpangan osa. Hidup kekal berasal dari hati Allah. Diperoleh melalui regenerasi (kelahiran baru),bukan reformasi, (perbaikan tambal sulam).
Hidup baru itu diberikan atau dihadiahkan dan bukan diperoleh dari usahanya sendiri.

II. Arti istilah.
1. Genethe anothen = dilahirkan kembali John. 3:3; bandingkan ayat 5).
Kata anothen berarti kembali dan juga dari atas (John.3:3; 19:11. Kombinasi pengertian berarti lahir baru.

2. Titus 3:5.
Dia loutro palinggenelas = “By the washing of regeneration”. Kai anakainoseos hagiou = “and renewing by the Holy Spirit”.

III. Arti Theologis.

1. Dari Titus 3:5, dan John. 3:3,5, kita menaruh kesimpulan bahwa kelahiran baru atau regeneration adalah aktifitas Allah yang memberikan kodrat baru kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat.

2. Nats lain.

- II Cor. 5:17 : Ia memperoleh ciptaan baru yang memberikan kapasitas baru dan keinginan baru untuk menyenangkan Bapanya di Sorga.

- Bil. 6:15: Perbandingan upacara-upacara dimana ditunjukkan bahwa seseorang menjadi “ciptaan baru”. Upacara tidak mencangkokkan unsur baru ini, kelahiran barulah yang mengadakannya.

- I Yoh. 3:14: “Berpindah dari alam maut kedalam hidup”

- Eph. 2:1,4,5 “Kamu dahulu sudah mati dalam pelanggaran dan dosa (1) tetapi Allah yang kaya dengan rahmat telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus.

- Rom 12 : 1 – 2 Pembaharuan budimu.

- II Pet. 1 : 4 “Supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat Illahi.

- I Pet. 1 : 23 Hasilnya ialah orwng percaya itu menjadi anggota keluarga Allah.

- Kesimpulan :
Jadi lahir baru elibatkan pengertian : ciptaan baru, hidup baru/lagi, perpindahan , pembaharuan kodrat baru, (kodrat Allah) dan tujuan hidup baru. Ini tentunya lebih daripada sekedar emosi belaka . Ini adalah hal yang esensial dalam iman Kristen.

Kelahiran Baru
PENDAHULUAN.

Ternyata banyak yang telah menjadi Kristen sejak lahir bahkan ketika masih dalam kandungan.
Melakukan aktifitas sebagai seorang Kristen ,pergi ke gereja setiap hari minggu,berdoa sesbelum dan sesudah
makan,merayakan natal,paskah dan perayaan kristen lainnya. Namun semua aktifitas kekristenan di lakukan
hanya karena telah terbiasa atau telah menjadi adat istiadat semata.

Sebagian orang kristen berpikir bahwa hanya dengan melakukan semua kegiatan keagamaan saja mereka sudah
dapat mengambil bagian dalam kerajaan Allah. Ada juga yang berpikir hanya dengan percaya saja tanpa melakukan
apapun,mereka akan masuk sorga. Bahkan yang lebih menyedihkan ada yang berpikir bahwa dengan berbuat baik
saja akan diselamatkan. Ini semua merupakan kekeliruan yang telah menjamur dalam masyarakat kristen.

Pertanyaan yang penting yang harus dikemukakan adalah : Sudahkah oraang-orang kristen seperti ini benar2 telah mengalami kelahiran baru?.. Masalahnya kemudian adalah tidak sedikit dari mereka yang merasa telah mengalami kelahiran baru dengan konsep kelahiran baru yang tidak tepat. Dengan pergi ke gereja, dan melakukan berbagai kegiatan rohani sudah merasa telah mengakami kelahiran baru. Benarkah ?

Ternyata banyak orang Kristen yang tidak memahami dengan benar yang dimaksud dengan kelahiran baru.
Hal ini sungguh sangat memprihatinkan dan membahayakan.

Dalam John. 3:3 Tuhan Yesus berkata kepada Nikodemus “Jika seorang tidak dilahirkan kembali,ia tidak dapat
melihat kerajaan Allah”. Ini berarti orang kristen mutlak mengalami kelahiran kembali/baru, agar dapat mengambil bagian dalam kerajaan Allah. Kelahiran baru bukan sebatas rajin kegereja, percaya saja, atau berbuat baik saja.
Kelahiran baru berhubungan dengan komitmen dengan Roh Kudus.

Aku berkata kepadamu ” Sesungguhnya. jika seorang tidakdilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk
ke dalam kerajaan Allah”.

ETIMOLOGI

Kelahiran kembali adalah pokok pengajaran yang sangat penting. Sebelum Tuhan Yesus mengucapkan kalimat penting mengenai mengalami kelahiran baru, Ia mulai dengan kata : Ameen, Ameen (Yun) yang dalam terjemahan Bhs,Ingg. diterjemahkan verily, verily. (John.3 : 3,5). Kata Ameen yang diulangi ini,menunjukkan hal yang penting dan mutlaknya kebenaran tersebut. Dalam bhs Ind.
diterjemahkan “sesungguhnya” . Jika Tuhan Yesus menganggapnya penting,maka orang percaya juga menganggapnya penting.

Sebelum menggali kebenaran mengenai kelahiran baru,terlebih dahulu harus ditelusuri asal usul kata (etimologi) Kelahiran Baru.
Diharapkan dengan menelusuri asal usuk kata ini,akan diperoleh lebih banyak dan lebih tepat tentang pengertian Kelahiran Baru.

Dalam PL.tidak muncul secara jelas pengajaran mengenai Kelahiran Baru, jadi kita tidak perlu memaksakan diri untuk mencari-cari mengenai pokok pengajaran ini dalam PL. Kelahiran baru memang diperuntukkan bagi umat PB., sebab umat PB.diberi anugerah memiliki pendamping (parakletos) yakni Roh Kudus, yang memimpin kedalam seluruh kebenaran.

Kelahiran kembali yang disebut berulang-ulang dalam Yoh.3, tersebut terjemahan dari kata ,genneethee anoothen. Dua kata ini berasal dari akar kata genao dan anothen. Genao ( to procreate;to regerenate) artinya dilahirkan, sedangkan anothen bisa berarti “dari atas” (from above),lagi (again) dan baru (anew).

Kata “melihat” dalam Yoh.3 di sini dalam bhs Yunaninya berasal dari kata eido yang juga berarti mengerti atau memahami secara jelas dan mendalam” Jadi eido berarti memahami secara mendalamdalam penghayatan melalui pengalaman.

Dalam Yoh. 3:5,Tuhan Yesus berkata : Aku berkaa kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh,ia tidak dapat masuk dalam kerajaan Allah.
Kata “masuk” di sini,dalam teks aslinya adalah eiselthein berakar pada kata eiserkhomai, yang berarti
selain “masuk” juga “dibangkitkan” (Ing.arise).

Dari dua ayat di atas,dalam Injil John 3:3 dan 3:5 terdapat suatu kesejajaran bahwa kelahiran baru sejajar engan “dilahirkan oleh air dan Roh” dan “melihat kerajaan Allah” sejajar dengan “masuk dalam kerajaan Allah”
Dilahirkan oleh air dan Roh,merupakan penjelasan isi dari proses kelahiran baru, dan merupakan dinamika kehidupan seseorang yang mengalami kelahiran baru.
Dilahirkan oleh air mnunjuk pertobatan seseorang
yaitu kesediaan meninggalkan pola hidup yang salah dan mengenakan poa hidup yang baru. Dalam hal ini diwujudkan dalam keputusannya memberi diri dibabtis dengan babtisan air.
Dilahirkan oleh Roh menunjuk pekerjaan Roh Kudus yang dengan kuasa supra naturalNya, membuka pikiran orang untuk mengenali kebenaran dan selanjutnya mengalami pertobatan dan pembaharuan terus menerus.

Sedangkan “melihat kerajaan Allah” adalah pengalama kelahiran baru yang dialami seseorang sebelum
secara fisik “masuk dalam kerajaan Allah” nanti.

Kata “melihat” John.3:3 dalam teks aslinya berasal dari kata eido,berarti memahami atau menghayati secara mendalam. Harus dimengerti bahwa pemahaman mengenai rahasia Kerajaan Allah yang luas dan tak erbatas,memerlukan sebuah proses,maksudnya harus melalui tahapan-tahapan. Seseorang tidak dapat sekaligus memahami rahasia kerajaan Allah dalam waktu yang pendek. Jadi proses ini membutuhkan waktu.

Seiring dengan pembaharuan pikiran di mana Roh Kudus memberi pengertian mengenai kebenaran maka bertumbuh juga pemahamnnya mengenai kerajaan Allah. Dalam hal ini kita bisa mengerti mengapa Paulus menasihati kita untuk mengalami pembaharuan pikiran setiap hari. (Rom 12 : 2)
Kata “pembaharuan” dalam teks aslinya adalah metamorfousthe yang berasal dari kata metamorphoo.
Kata ini juga terdapat pada beberapa ayat dalam PB.
Kata metamorphoo berarti berubah (change);merubah rupa (transfigure) dan transformasi (berubah bentuk secara bertahap). Dalam bhs Ind.diterjemahkan diperbaharui atau diubah. Kata ini dalam bhs In.bisa berarti transformasi.

Pembaharuan budi/pikiran di sini sama artinya dengan pembaharuan pengertian (understanding) secara berkesinambungan terus menerus. Ternyata kata pikiran dalam Rom 12 :2 teks aslinya adalah nous yang bisa berarti understanding (pengertian dan dalam bhs Ing.diterjemahkan
mind). Ada beberapa kata dalam bhs Yunani yang diterjemahkan mind atau pikiran al: dianoia, ennoia, noema, gnome, dan phronema. Kata “pikiran” dalam Rom 12:2 adalah nous yaitu pikiran yang bertalian dengan kesadaran (consciousness) terhadap kebenaran yang membangun persepsi
dalam diri seseorang. Transformasi adalah pembaharuan pikiran yang membuka kesadaran memberi pengertian dan melahirkan persepi. Pembaharuan inilah yang mengubah pola pikir atau mind set seseorang. Pada dasarnya pembaharuan ini adalah bagian dari proses KELAHIRAN BARU.

PROSES KELAHIRAN BARU

Kalau Alkitab menggunakan istilah “kelahiran” untuk proses keselamatan, maka proses kelahiran baru tentu memiliki kesejajaran dengan proses kelahiran manusia secara lahiriah.
Proses kelahiran seorang anak manusia adalah proses yang harus dikategorikan misteri.
Proses kelahiran diawali oleh pembuahan,yakni pertemuan antara benih pria (sperma) dan sel telur wanita (ovum),yang menghasilkan zigot (sel telur yang berhasil dibuahi oleh
sperma) . Zygot ini nantinya berkembang menjadi janin (calon jabang bayi yang akan dilahirkan).

Dalam Yoh. 1 : 3 terdapat pernyataan yang sejajar dengan kebenaran di atas ini, tertulis; orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah dan daging ,bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki melainkan dari Allah.
Dalam ayat ini Yohanes mengungkapkan adanya fenomena adikodrati dan transendental yang terjadi atas orang-orang yang menerima Yesus. Kata dilahirkan (diperanak) dalam teks ini sama dengan yang digunakan dalam John.3 : 3,5, yaitu gennao.

Fenomena pembuahan ini adalah misteri kehidupan, tidak seorangpun tahu bilamana sebuah hubungan badan (senggama) menghasilkan pembuahan yang normal.
Nantinya setelah janin dalam rahim betumbuh setelah sekitar 9 bulan maka terjadilah kelahiran.

Proses kelahiran anak manusia ini sejajar dengan pengalaman kelahiran baru. Kelahiran baru juga merupakan sesuatu yang misteri,maksudnya tidak mudah seseorang mengklaim dirinya
sudah lahir baru, apalagi menilai sesamanya. Namun bagaimanapun, dikemudian hari,seiring dengan perjalanan waktu, akan nampak apakah seseorang sudah benar-benar mengalami kelahiran baru atau belum.

Dalam penjelasan di atas dapat dimengerti bahwa kelahiran baru terjadi dalam hidup seseorang melalui sebuah proses. Proses ini adalah prinsip penting. Dalam Alkitab hampir selalu Tuhan bekerja dengan prinsip proses ini. Ketika Tuhan menciptakan alam semesta, Ia tidak menciptakan dengan sekejap dalam hitungan detik, tetapi Tuhan menyusun pekerjaanNya secara sistematis dalam suatu proses.
Ketika Tuhan hendak melahirkan suatu bangsa yang besar ,yaitu bangsa Israel, Tuhan juga melahirkan mereka melalui sebuah proses. Diawali dengan sebuah penderitaan sebagai budak di Mesir selama 430 tahun, kemudian mengembara melalui padang gurun selama 40 tahun. Akhirnya
lahirlah bangsa Israel yang besar pada jamannya.

Tuhan Yesus sendiri ketika mengenakan tubuh insani,juga mengalami proses pertumbuhan.
Yesus tidak menjadi besar dalam sekejap. Ia juga harus mengalami proses baik fisik maupun rohaninya.

Pola kerja Tuhan ini penting untuk dipahami sebagai prinsip kehidupan. Demikian pula dengan kelahiran baru,proses ini adalah mekanisme yang tidak dapat dihindari.
Pemahaman orang selama ini,kelahiran baru adalah sebuah peristiwa sekejab secara ajaib,tanpa proses. Tetapi yang benar adalah Kelahiran Baru bukan kejadian sekejab, tetapi proses yang dikerjakan Roh Kudus secara luar biasa.

BAB VIII PENDAMAIAN (RECONCILIATION)

1. Nats – nats .
a. PL Isa 53:5; Dan 9 : 24
b. PB. Rom 6 : 1 ; II Cor. 5 : 19; Eph.2 : 16; Col. 1 : 20; Heb.2 : 17.

2. Definisi.

a. Istilah ini diterjemahkan dari kata benda Yunani “kata -Ilage” (noun) atau “katallaso”( verb).

b. Yan arti harafianya ialah suatu penukaran dengan Allah yang sama dari sesuatu itu atau juga berarti penyesuaian perbedaan.

c. Arti Theologisnya ialah bahwa permusuhan antara manusia dengan Allah telah dihancurkan, yaitu pembaharuan hubungan orang-orang berdosa dengan Allah berlaku karena mereka telah bertobat dan mempercayakan dirinya kepada kematian Kristus sebagai alat Pendamaian (Rom 5 : 11 ; II Cor.5 : 18-19) Pembaharuan terjadi pada manusia karena imannya kepada karya penebusan yeng menyebabkan ia terangkat ke tingkat dimana ia bisa disesuaikan dengan karakter Allah. (Rom 5 : 10 – 11).

3. Konsep ini mempunyai 2 segi.( bancorft.hal 14-15)

a. Segi yang sifatnya aktif dan obyektif dimana kematian Kristus memindahkan permusuhan yang ada diantara Allah dan manusia. Permusuhan telah menjadi dinding pemisah bagi persekutuan kedua pihak. (Eph.2 : 16; Col.1 : 20). Keadaan permusuhan itu dapat dilihat dalam ayat-ayat seperti : Eph.2:15; Rom 8:7; Jac.4:4. Tidak diingatnya lagi dosa-dosa manusia yang diperdamaikan.

b. Segi yang sifatnya positif dan subyektif dimana ada perubahan sikap manusia terhadap Allah yang terjadi dalam hatinya karena salib Kristus. Pembaharuan dari sikap permusuhan kepada sikap persahabatan ( II Cor. 5 : 20). Pembaharuan sikap ini tidak terjadi kepada Allah. Manusialah yang harus disesuaikan dengan Allah.

4. Perdamaian karena karya Kristus disalib disediakan bagi seluruh dunia. ( I John. 2 : 1-2).

5. Nats-nats tambahan .

a. Pemindahan akibat dosa
b. Pembaharuan sikap terjadi pada manusia bukan Allah
c. Hasilnya ; “Raja Damai”
d. Hasilnya ialah Pembenaran + Pengangkatan
e. Hubungan baru
f. Jangan ekstrim permusuhan / Balance dengan perdamaian
g. Tujuan akhir Col.1:2 — seisi dunia.

BAB IX ??

BAB X PENGANGKATAN (ADOPTION)

1. Pendahuluan.

Istilah adopsi terdapat 5 x dalam PB,dan semuanya di dalam surat Paulus (Rom 8: 15,23,9:4, Gal.4:5; Eph.1:5).

2. Artinya.

Untuk memahami dengan jelas maknanya,latar belakang penggunaan istilah itu haruslah di selidiki.
a. Istilh anak pada zaman PB. Ada dua istilah yang dipakai untuk menyatakan anak :

1. TEKNON : Menyatakan seorang bayi yang lahir kepada suatu Kelurga memlalui kelahiran biasa.
2. HUIOS : Menyatakan/menjelas kan tentang anak,sama yang pada suatu waktu tertentu secara legal,menurut hukum dinyatakan sebagai anak yang resmi dan berhak dalam lingkungan bapanya.

b. Istilah adopsi menunjukkan pada peristiwa menempatkan melalui suatu upacara resmi dimana seorang anak itu dinyatakan sebagai anak resmi menurut hukum yang berlaku.

c. Arti Theolgisnya : Kita menjadi anak dalam keluarga Allah waktu terjadinya kelahiran baru. Kita diangkat resmi melalui ADOPSI ROHANI ( Luk.15 : 7,10)

3. Pentingnya :

a. Dari segi pandangan manusia :
– Sebagai anak kita memiliki nama keluarga ( Eph.3 : 15,14, Rev.2:17; 3:12).
– Sebagai anak kita memiliki persamaan-persamaan dalam keluarga (Col 3 :10; Rom 8 : 29).
– Sebagai anak kita menerima kasih dalam keluarga. (I John.2:9-11; 3:13-18; 4:7- 8).
– Sebagai anak kita memiliki sifat orang tua kita ( IIPet,1:4 John.1:12).

b. Dari segi Allah :
– Sebagai anak kita bisa putus atau tidak ???
– Sebagai anak kita menjadi obyek kasihNya yang istimewa (John.17:22-23,16:17)
– Sebagai anak kita berhak menerima pemeliharaan Bapanya. (Mat.6:32)
– Sebagai anak kita berhak menerima penghiburannya (II Cor.1 : 4)
– Sebagai anak kita berhak menerima disiplin bapanya (Ib,12:6-11)
– Sebagai anak kita pewaris harta warisan Nya ( I Pet. 1:3-5;Rom 8 : 17)

4. Hasil Adopsi .

a. Berdiamnya Roh Kudus. Gal 4 : 6
Buah Roh ( Gal. 5 :22-23 ) yang dinyatakan dalam hidup orang beriman adalah pernyataan akan berdiamnya Roh Kudus dalam orang tersebut.

b. Pelepasan dari ketakutan ( Rom. 8 : 15 ) Berdiamnya Roh Allah karena pengangkatan, menyebabkan kesadaran akan penerimaan Allah terhadap diri berdosa sehingga semua ketakutan lenyap adanya terutama ketakutan terhadap maut.

c. Dijadikan waris Allah dan waris bersama-sama dengan Yesus Kristus ( Rom. 8 : 17 )
Seorang beriman diberikan kedudukan sebagai anak dan anggotan keluarga. Jadi berhak sebagai pewaris kekayaan bapanya.

BAB XI
KESATUAN DENGAN KRISTUS (UNION WITH CHRIST)
A. Definisi:
Suatu kessatuan hidup dimana roh manusia, disamping tetap secara sempurna mempertahankan kepribadian Dan kekhususannaya (keistimewaannya),dipenetrasikan dan dikerjakan oleh Roh Kristus,dijadikan satu denganNya,sehingga manusia itu menjadi sama waris dengan orang tebusan yang dikepalai oleh Kristus juga.
Hal ini bukannya satu kesatuan dengan doktrin Kristen atau upacara2 gerejawi atau organisasi2 atau dengan manusia ideal melainkan persatuan dengan pribadi Tuhan yang hidup dan maha hadir,yaitu YESUS KRISTUS, IKor.12:13,

B. Nats:
1. Pernyataan2 tak langsung berupa lukisan2 :
a. Persatuan antara sebuah gedung dengan fondasinya .
(Ef.2:20-21) tempat kediaman Allah,Bait Allah,( Kol.2:7 ; I Pet.2:4-5 ; Maz. 118:23 ; Yes 28 : 16)
b. Persatuan suami isteri (Roma 7:4 ; Ef.5:31-32), rahasia,misteri (Wah 19:7 ; 22:17 ; Yes.54:5 ; Yer.3:20
Hos2:2-5), bersatu dalam semua pikiran,kemauan,perasaan.
c. Persatuan pokok anggur dan rantingnya (Yoh.15:1-10 ; Roma 6:5 ; Kol.2:6-7 ) Kesatuan yang sifatnya
Individual
d. Persatuan antara kepala tubuh dan anggota2 tubuh. (IKor.6:15 -19 ; 12:12 ; Ef.1:22-23)
Kesatuan yang individual sifatnya.
e. Persatuan antara bangsa2 dengan Adam (Roma 5: 12,21 ; IKor.15:22,45,49 )bdk dengan Kej.2:23 ; Yes.9 : 6 ; 53 :10)
f. Warga keluarga Allah Ef.1:9 anak – Bapa .

2. Pernyataan2 langsung :

a. Orang percaya dinyatakan di dalam Kristus . (Yoh 14:20 ; Roma 6:11 ; 8:1 ; IIKor.5:17 ; Ef.1:14 ; 2:13
Gal 3:27 )
b. Bapa dan Anak dinyatakan dalam orang2 percaya ( Yoh.14:10,23 ; Ef. 3:17 ; IYoh.4:16)
c. Orang2 percayamemperoleh hidup dengan bersatu dengan Kristus sebagaimana hidup dan bersatu dengan Bapa.(Yoh.6:56-57 ; IKor.10:16-17 ; IYoh.1:3 )
d. Semua orang percaya adalah satu dengan Kristus ( Yoh.17:21-23).
e. Orang percaya dijadikan waris sifat Illahi (II Pet. 1:4)
f. Orang Percaya dijadikan satu Roh dengan Kristus ( I Kor.6:17,19 ; Roma 8:26)

BAB XII

PENYUCIAN (SANCTIFICATION)

A. Definisinya :
Pemisahan untuk maksud khusus yang meliputi juga penyerahan diri . Dalam PL misalnya biasanya dipisah-
Kan imam2,nabi2, Bait Allah, untuk pelayanan kepada Allah. Istilah yang dipakai ialah : Qadas = hagiazein

B. Pemakaian yang salah :

1. Ini bukannya pembabtisan Roh Kudus
2. Ini bukannya berarti kita sudah sempurna.
Pemisahan dan penyerahan diri merupakan unsur utama yang terkandung di dalam konsep itu.

C. Hubungannya dengan pengalaman Kristen ada 3 aspek :

1. Kesucian secara posisi,ini berarti bahwa :

Orang2 beriman telah dipisahkan sebagai orang suci dalam kedudukannya sebagai keluarga Allah. Ini bia-
Sanya disebut : Positional Sanctification. Dipisahkan dari dunia dan mendapatkan kedudukan sebagai war-
ga Kerajaan Allah . Hal ini tidak diperdulikan perihal keadaan rohani orang tsb.
a. Kondisi duniawi IKor.6:11 Percabulan / zinah kepada posisi suci
b. Basisnya ialah kematian Yesus Ibr.10:10
c. Nama mereka – orang suci – Roma 1:7 ; IKor.1:2, Nama yang diberikan tanpa usaha mereka.
d.
2. Kesucian secara pengalaman :
Experriential Sanctification = Progresive Sanctification IPet.1:16, menunjukkan proses pemisahan terus-
menerus . Disnilah letak perbedaan rohani orang2 kristen sedangkan pada yang pertama “Positionak San-
ctification “ semua orang adalah suci. Jadi secara pengalaman kita tentu bisa berbicara tentang seseorang
yang baik rohaninya dari pada yang lain / yang kurang rohani. Dalam hal ini tidak ada “instansi orang
suci” Hal ini merupakan suatu usaha,perlu waktu dan keuletan, ketabahan pengajar / pembimbing juga
diperlukan.
Usaha2 yang berhubungan dengan ini termasuk :
a. Hati yang harus dibajak oleh Allah. Perumpamaan Penabur.
b. Penyerahan kepada Tuhan dengan pergumulan akibat2 dari gerakan hawa nafsu daging,sebagaimana
dicerminkan oleh Sabda Allah dalam Yak.1:22-25 dan Kol.3:1-9. Nafsu2 itu dimatikan dan dibuang.
c. Proses pembersihan Yoh.15:1-3.
d. Proses Penebusan I Pet.1:7 ; 4:12-13.
e. Perkembangan pengetahuan akan Yesus II Pet.3:18.
f. Pemusatan seluruh pikiran kedalam alam ketaatan kepada Kristus (IIKor.10:5). Pendekatan negative dengan jalan menentang segala ajaran menentang. “Menawan segala pikiran dan menaklukkannya
kepada Kristus.
g. Perkembangan kearah hidup yang berlimpah-limpah dalam kasih dan kesalehan (ITes.3:12; 4:1,10)
h. Lampu2 Lalulintas / petunjuk penting :
= Jangan mendukakan Roh (Ef.4:30) Batu sotohannya adalah dosa orang Kristen.
= Jangan mematikan Roh (ITes.5:19) Batu sotohannya ialah : hidupyang tidak berserah kepada Tuhan
seperti mata uang perak yang hilang.
= Berjalan di dalam Roh. Ketaatan yang mutlak kepada pekerjaan Roh, tidak tunduk kepada nafsu
daging, tidak memenuhi tuntutan daging. Gal.5:16.

3. Kesucian Akhir .
Kedewasaan / Kesempurnaan total disaat Yesus datang (KKKK) Kedatangan Kristus Kedua Kali.
Fil. 3 : 20 -21.

Bersambung…

Next Topic:

One Comment for “Pdt.Sudi Tatubeket: Keselamatan”


Leave a Comment

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

More from category

Pantekosta
Pantekosta

Ayat Pokok: Kisah Para Rasul 2:1-4 Setelah 10 malam mengadakan kebaktian doa, hari ini kita tiba pada puncak perayaan: [Read More]

Berkat Umum dan Berkas Khusus
Berkat Umum dan Berkas Khusus

Hari ini adalah hari gereja pantekosta. Mungkin lain tahun kita akan adakan acara khusus setiap hari pantekosta. Kita [Read More]

Natal, Orang Majus dan Kita
Natal, Orang Majus dan Kita

Matius 2:1-12 Apakah makna natal? Salah satunya dapat kita rujuk pada peristiwa orang Majus yang datang ke Betlehem dan [Read More]

Natal
Natal

Ayat Pokok : Kidung Agung Hari-hari ini kita tengah memperingati Hari Kelahiran Tuhan Yesus.  Allah Yang Maha Kuasa [Read More]

Kita Bukan Lagi Dibawah Hukum Taurat,
Kita Bukan Lagi Dibawah Hukum Taurat,

Kita Bukan Lagi Dibawah Hukum Taurat, Tapi Dibawah Kasih Karunia. Firman Tuhan, Kolose 2:6-14, Dalam Dia kamu telah [Read More]

Insider

Archives