Ayat Pokok: Yohanes 21:18
Hidup manusia terbagi dalam dua bagian: masa muda dan masa tua. Lahir sebagai bayi, anak-anak, remaja, pemuda, dewasa, lanjut usia, dan akhirnya meninggalkan dunia ini! Demikian pula dengan kehidupan rohani, hanya ada dua masa: masa kanak-kanak & dewasa.
Tuhan Yesus berkata kepada Petrus, “Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki.”
Masa Muda
Masa muda identik dengan kuat, gagah, energik, mandiri, dan umumnya, ingin bebas, tidak mau terikat peraturan. Mampu mengikat pinggang sendiri dan berjalan ke mana saja sesukanya!
Sebelum dipenuhkan dengan Roh Kudus, dan menjadi dewasa rohani, perilaku Petrus menunjukkan seorang yang masih kanak-kanak dalam Tuhan. Sudah menjadi murid Tuhan, tetapi tidak mengenal Tuhan!
1. Meski telah melihat begitu banyak mujizat yang dikerjakan Yesus, saat melihat Yesus berjalan di atas air, ia berteriak: “itu hantu!” – Matius 14:26.
2. Ketika Yesus mengatakan, bahwa ia harus menderita sengsara dan mati, Petrus tidak terima – Matius 16:22. Petrus tidak mengerti rencana Allah. Ia tidak memiliki pikiran Allah.
3. Di Taman Getsemani, saat tentara datang untuk menangkap Yesus, Petrus maju, menghunus pedang, dan memutuskan telinga seorang tentara – Yohanes 18:10.
Petrus ingin membela Yesus. Ia tidak ingin Tuhannya mati. Padahal kematian Yesus adalah rencana Allah demi keselamatan manusia.
Dalam keadaan muda rohani, Paulus berpikir bahwa menangkapi dan menganiaya para pengikut jalan Tuhan adalah tindakan yang benar dan terpuji! Tetapi setelah Tuhan menjamah dan memenuhinya dengan Roh Kudus, barulah ia mengerti. Ia lalu meninggalkan sifat kanak-kanaknya. Paulus dewasa baik dari segi usia, maupun secara rohani.
Tulisnya: “Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu” – 1 Korintus 13:11.
Seorang yang muda rohani ‘lamban dalam hal mendengarkan’ – Ibrani 5:11-13. Mendengar, tetapi tidak mengerti Firman Tuhan – seperti benih yang jatuh di pinggir jalan – Matius 13:19. Padahal ditinjau dari sudut waktu, seharusnya sudah menjadi pengajar; harusnya sudah makan makanan keras, bukan lagi susu!
Untuk bisa bertumbuh menjadi dewasa, kita harus memahami Firman Allah dengan baik. Dengan demikian, sifat kanak-kanak kita sedikit demi sedikit terkikis habis: tidak lagi mudah ngambek, kecewa, marah, tersinggung, tawar hati, atau ingin meninggalkan Tuhan!
Dalam kurun waktu 7 tahun sejak pertama kali datang ke Korintus sampai ia menulis surat kepada mereka (tahun 52 s/d tahun 59), Paulus mendapati bahwa jemaat Korintus tidak bertumbuh. Ia masih belum bisa bicara seperti kepada orang dewasa. Mengapa? Sebab mereka masih manusia duniawi dan hidup secara duniawi – 1 Korintus 3:1-3.
Masa Tua
Seiring dengan bertambahnya usia, selayaknya kerohanian kita pun semakin dewasa, sampai mencapai tingkat kedewasaan penuh. Dengan demikian kita tidak mudah “diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan” – Efesus 4:13-14.
Semakin dewasa secara rohani, semakin kita mengerti rencana Allah. Bahwa di balik apapun yang kita alami – baik atau buruk – pasti mendatangkan kebaikan; bisa mengucap syukur dalam segala keadaan – suka maupun duka! Semakin dewasa rohani, semakin kita bergantung sepenuhnya kepada Tuhan; semakin rela diri kita dibentuk. Kita mengijinkan Tuhan membawa kita ke tempat yang tidak kita kehendaki, ke dalam lembah kekelaman, sekalipun! Sebab yakin, Dia tidak akan melepaskan kita berjalan seorang diri. Selamanya dia ada, menyertai kita! Puji Tuhan!
Seperti Yesus, kita berani berserah sepenuhnya: “… tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi.”
Seorang yang dewasa rohani mampu mengubah yang buruk menjadi baik! “Apabila melintasi lembah Baka [= lembah airmata], mereka membuatnya menjadi tempat yang bermata air; bahkan hujan pada awal musim menyelubunginya dengan berkat” – Mazmur 84:7. Haleluya!
Tahun 2010 masih panjang terbentang di hadapan. Saat ini saudara mungkin tengah berjalan di padang rumput hijau, di air yang tenang. Tetapi puji Tuhan, kalaupun suatu hari kita harus masuk ke dalam lembah bayang-bayang maut, lembah airmata, kita akan mengubahnya menjadi tempat yang bermata air! Ada mata air, ada kehidupan, ada sukacita!
Mari, kita mau bertumbuh menjadi semakin baik. Bukan sekedar setia dan rajin berbakti, tetapi sungguh-sungguh memahami ajaran kebenaran! Bertambah dalam pengertian. Lebih memahami ajaran Firman Tuhan. Firman Tuhan adalah Kebenaran.
Tinggalkan sifat kanak-kanak, kalau itu masih melekat pada kita. Mari bertumbuh bersama dalam kedewasaan, menjadi jemaat yang semakin berkenan kepada Tuhan. Ingat, Tuhan Yesus tidak akan menikah dengan kanak-kanak! Ia akan masuk dalam pernikahan dengan gerejaNya yang sempurna, yang telah mencapai tingkat kedewasaan penuh!
Tuhan Yesus memberkati saudara!
