Tuesday May 22nd 2012

Pdt.J.A.Ticoalu: Bintang Dilangit

Author : | This author have 1 posts

 Ayat Pokok: Ayub 7:1



Manusia harus bergumul di bumi. Ketika dilahirkan, bayi akan menangis.  Artinya, sejak menghirup udara dunia, seorang bayi sudah mulai berperang, berjuang untuk mendapatkan sesuatu; susu, perhatian, kasih sayang dan sebagainya. Mulai dari kitab Kejadian sampai Wahyu, kita membaca tentang peperangan.



PEPERANGAN.



Dalam Kejadian 14:14-16, kita membaca tentang peperangan antara lima raja yang dikalahkan oleh empat raja di bawah pimpinan Kedorlaomer, yang berbicara tentang penjajah, pengikat. Raja Sodom dan raja Gomora termasuk dalam ke-lima raja yang dikalahkan. Di sanalah, Lot, kemenakan Abraham, dan keluarganya tinggal.  Kedorlaomer mengalahkan raja-raja itu, dan menawan semua rakyat, termasuk perempuan dan anak-anak.



Mendengar saudaranya ditawan, Abraham tidak tinggal diam. Ia memiliki rasa tanggung-jawab yang besar untuk membebaskan Lot dan keluarganya.    Meski lima raja telah dikalahkan, Abraham tidak gentar.  Ia segera mengerahkan anak buahnya sebanyak 318 orang yang lahir dirumahnya dan sudah terlatih.  Sebagai bapa orang beriman, saya percaya, Abraham tidak melatih orang-orangnya untuk berperang secara duniawi.  Saya yakin, semua orang yang lahir dirumahnya adalah hamba-hamba yang sudah terlatih imannya.



Itu sebabnya, Abraham tidak gentar menghadapi Kedorlaomer. Ia berani maju berperang, bukan hanya dengan pedang, tombak dan perisai, melainkan dengan Allah yang menyertai dia.  Abraham bukan seorang raja, bukan pula panglima perang. Ia adalah bapa orang beriman. Ia maju bukan dengan kekuatan dunia, melainkan dengan kekuatan iman !  Haleluyah !!



Perang sudah ada sejak dulu. Tetapi bila kita mempunyai iman seperti Abraham, kita tidak akan takut menghadapi peperangan dalam dunia ini, sebab Roh yang ada pada kita lebih besar daripada roh yang ada di dunia ini.



Abraham mengejar musuh. Artinya, musuh sudah lari ketika mendengar Abraham datang. Puji Tuhan !!  Ketika Abraham bertindak, musuh sudah lebih dulu lari.  Abraham berhasil membebaskan Lot dan keluarganya, bahkan seluruh rakyat Sodom dan Gomora.



UPAH KEMENANGAN.

Sebagai upah atas kemenangan, kita biasa mendapat  tawaran.    Mula-mula dari dunia, kemuliaan dan kekayaan dunia.  Raja Sodom keluar menyongsong dan menawarkan seluruh harta benda. Tetapi Abraham menolak, Abraham memilih raja kedua yang menyongsongnya, yakni Melkisedek, Raja Salem, yang datang membawa roti dan anggur. Dialah Tuhan Yesus Kristus.



Roti dan Anggur bicara tentang keselamatan jiwa kita. Yesus telah mengorbankan DiriNya di atas kayu salib.  TubuhNya hancur, darahNya tertumpah untuk memberikan keselamatan secara cuma-cuma kepada saudara dan saya.  Karena kemurahan dan kasih Tuhan, Ia rela mengorbankan tubuh dan darahNya bagi kita.



BINTANG DI LANGIT.



Setelah Abraham menang dan memilih Melkisedik yang membawa roti dan anggur, Tuhan berjanji, bahwa keturunannya akan menjadi sangat banyak seperti :



1. Bintang di langit – Kejadian 15:5 , dan



2. Pasir di tepi laut – Kejadian 22:17



Jadi, keturunan Abraham di dunia akan menjadi seperti bintang di langit, dan seperti pasir di tepi laut.  Pasir diinjak-injak orang, tidak berharga. Tetapi bintang di langit, belum ada yang pernah menginjaknya; tidak pula ada orang yang memperjual-belikannya. Bintang memancarkan cahaya. Puji Tuhan !!  Maukah saudara menjadi seperti bintang di langit ?



Kalau Abraham adalah bapa orang beriman, maka keturunannya haruslah orang-orang yang beriman. Saudara dan saya adalah bintang-bintang di langit, orang beriman, anak cucu Abraham. Ketahuilah, saudara dan saya sangat berharga dan mahal.



Jangan mau diperdaya oleh Iblis. Mari yakini, bahwa kita mempunyai nilai seperti bintang di langit. Alkitab berkata, satu jiwa lebih berharga dari seluruh dunia ini. Jangan sampai kita direndahkan seperti pasir yang murah harganya. Tuhan sudah mengangkat kita dari lumpur dosa dunia ini. Ia sudah menempatkan kita setinggi bintang di langit.



Meski Iblis menawarkan banyak kesenangan dunia, jangan tertipu.    Timbanglah mana yang lebih baik, dan ingat: saudara dan saya adalah bintang-bintang di langit. Tuhan Yesus memberkati saudara sekalian.(Ketapang, Jakarta, 06 Juli 2003.WJ.1095/Swd).

Leave a Comment

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

More from category

Pantekosta
Pantekosta

Ayat Pokok: Kisah Para Rasul 2:1-4 Setelah 10 malam mengadakan kebaktian doa, hari ini kita tiba pada puncak perayaan: [Read More]

Berkat Umum dan Berkas Khusus
Berkat Umum dan Berkas Khusus

Hari ini adalah hari gereja pantekosta. Mungkin lain tahun kita akan adakan acara khusus setiap hari pantekosta. Kita [Read More]

Natal, Orang Majus dan Kita
Natal, Orang Majus dan Kita

Matius 2:1-12 Apakah makna natal? Salah satunya dapat kita rujuk pada peristiwa orang Majus yang datang ke Betlehem dan [Read More]

Natal
Natal

Ayat Pokok : Kidung Agung Hari-hari ini kita tengah memperingati Hari Kelahiran Tuhan Yesus.  Allah Yang Maha Kuasa [Read More]

Kita Bukan Lagi Dibawah Hukum Taurat,
Kita Bukan Lagi Dibawah Hukum Taurat,

Kita Bukan Lagi Dibawah Hukum Taurat, Tapi Dibawah Kasih Karunia. Firman Tuhan, Kolose 2:6-14, Dalam Dia kamu telah [Read More]

Insider

Archives