Firaun sebenarnya sangat terkesan dengan hasil pekerjaan bangsa Israel yang memuaskan, tapi Tuhan berkehendak lain atas bangsa tersebut. Ketika bangsa Mesir mengejar bangsa Israel, Allah juga menyatakan kuasa-Nya yang dasyat bagi umat-Nya dengan mengadakan mujizat di laut Teberau (Kel 14:15-31). Perjalanan mereka yang sangat panjang membuat bangsa Israel bersungut-sungut kepada Musa karena kelaparan, saat itulah Tuhan menurunkan manna dari Sorga. Satu hal yang luar biasa adalah ketika mereka tiba di tanah Kanaan, mereka tinggal menikmati hasil panen di sana. Dan saat mereka sudah berganti menu, saat itu juga Tuhan berhenti menurunkan manna. Hal ini menunjukkan bahwa Tuhan tidak pernah membiarkan umat-Nya kelaparan. Nah lewat peristiwa ini, kita akan mempelajari beberapa hal:
1. Pemeliharaan Tuhan. Nehemia pernah menaikkan sebuah doa kepada Tuhan yang membuat orang Israel dibangkitkan imannya kepada Tuhan. Ia mengingatkan kembali apa yang pernah dialami oleh bangsa Israel dalam perjalanan menuju tanah perjanjian. Tuhan memberi mereka Roh-Nya untuk mengajar, menurunkan manna bagi mereka yang kelaparan dan juga memberi mereka air untuk melepaskan dahaga. Bahkan selama 40 tahun perjalanannya, mereka tidak berkekurangan, pakaian mereka tidak rusak dan kaki mereka tidak bengkak (Neh 9:20-21). Sungguh luar biasa pemeliharaan Tuhan atas bangsa Israel. Hidup sebagai anak Tuhan, tentu mengharuskan kita untuk mengikuti semua perintah-Nya. Tuhan tidak pernah mengajarkan kepada kita untuk menjadi sombong dan bersikap eksklusif atas kedudukan kita sebagai anak Tuhan. Tapi sebaliknya, Tuhan inginkan hidup kita menjadi sebuah kesaksian yang hidup dimanapun kita berada. Oleh karena itu, jangan pernah takut, percayalah bahwa Tuhan selalu menyertai kita.
2. Jangan lupakan Tuhan. Dalam ( Ul 6:10-12), Musa sudah memperingatkan bangsa Israel agar mereka jangan sekalipun melupakan Tuhan yang telah senantiasa memberkati kehidupan mereka. Mungkin ini adalah hal yang lumayan sulit untuk kita lakukan. Kita cenderung sibuk mengurusi apa yang telah kita terima dari Tuhan sehingga kita lupa mengucapkan syukur. Bahkan yang lebih ekstrim lagi, kita melupakan Tuhan. Hal ini merupakan suatu peringatan bagi kita, jangan pernah sekalipun melupakan Tuhan. Mungkin ini kelihatan seperti hal sepele, tapi lewat hal ini Tuhan bisa mengetahui siapakah yang menjadi prioritas utama dalam hidup kita.
3. Jangan tergoda berbuat dosa. Banyak sekali peristiwa yang dialami bangsa Israel yang membuat mereka tergoda untuk berbuat dosa. Saat mereka menghadapi situasi seperti itu, mereka dihadapkan pada sebuah pilihan, apakah mereka mau menuruti keinginan daging atau tetap bertahan dalam kebenaran Firman Allah. Memang akan ada, bahkan sudah banyak persoalan yang kita hadapi. Tetapi Tuhan tidak pernah menghendaki kita berbuat dosa lagi. Dalam setiap masalah kita, Tuhan ingin mengetahui kesungguhan hati kita dalam mengiring dan malayani Tuhan. Akankah kita bertahan dan bersandar kepada Tuhan, atau justru mencari jalan lain yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan? Dalam (Amsal 13:32) dikatakan bahwa \ orang baik meninggalkan warisan bagi anak cucunya, tetapi kekayaan orang berdosa disimpan bagi orang benar\”.
Saudara yang dikasihi Tuhan, sepanjang perjalanan bangsa Israel, Tuhan tidak pernah meninggalkan mereka. Waktu siang hari mereka berteduh di bawah tiang awan, dan pada malam hari, tiang api menjaga mereka dari dinginnya malam dan serangan binatang buas di padang gurun. Sebagaimana Tuhan telah memelihara bangsa Israel, begitu juga Tuhan akan berjalan bersama dengan kita menjalani tahun 2007 ini, bahkan sampai selama-lamanya Dia selalu beserta kita. Tuhan memberkati.(Pdt.H.L.Joseph, Jakarta-010707).
“
