2. KAPASITAS DAN KEKUASAANNYA YANG KEKAL mengacu (orienting) pada atribut-atribut ini. Dari Kejadian hingga Wahyu, Alkitab bercerita tentang Tuhan Allah kita yang serba bisa dan dahsyat. Dia berkuasa menciptakan dari tidak ada menjadi ada (He is powerful to create from nothing to something). Dia berkuasa memulihkan apa saja akibat dari dosa, dari negatif kepada positif (He is able to restore anything because of sin, from negative to positive). Dia adalah adil memberi upah sebagai Sang Majikan kepada para pekerjaNya (He is the real Master who promising wages to all his workers).
3. KATA ATAU TERM TUHAN ALLAH dalam ayat-ayat Alkitab selalu mengandung makna. Kita memeriksa setiap judul (perikop) dalam pasal demi pasal pada buku-buku dalam Alkitab apabila term \Tuhan Allah\” ditulis, maka konteks atau kebenaran yang dimaksud adalah bertolak dari pihak Dia dalam kapasitas sebagai apa. Lihat 3 atribut tadi. Kata Allah berasal dari \”Elohim\” (Ibrani), menjadi Eloh, artinya Sang Pencipta. Kata Tuhan, berasal dari Yahweh (Ibrani), artinya Sang Penebus, Pemulih, Penyembuh. Kata Tuhan berikutnya, berasal dari Adonai artinya Sang Majikan.
4. KRONOLOGY (URUTAN WAKTU). Penggunaan kata Allah dalam Alkitab adalah mendahului kata Tuhan. Buku Kejadian pasal 1, mencatat kata Allah Elohim, belum ada kata Tuhan (Yahweh). Pasal ini disebut pasal penciptaan (chapter of creation). Kata Tuhan nanti pada pasal-pasal berikut, bertalian dengan kejatuhan manusia dalam dosa, dimana Dia tampil sebagai Penebus (Yahweh) untuk mengakomodasi ciptaanNya. Dan selanjutnya kata Tuhan yang berikut (Adonai), Dia mendapatkan mitraNya dan menjanjikan upah. (Kejadian 15:1-2).\”Janganlah takut Abraham, Akulah perisaimu; upahmu akan sangat besar\” Abraham menjawab \”Ya Tuhan Allah (Adonai Elohim, Sang Majikan dan Sang Pencipta).
5. KEBERADAAN MANUSIA adalah sesungguhnya sebagai buah ciptaanNya (by His hand made), Kejadian 2:7, Tuhan Allah menciptakan manusia dari debu tanah dengan tanganNya sendiri. Kejadian 1:26; Manusia diciptakan menurut gambar (image) dan rupa (capacity) Allah. Ayub 32:8; Roh manusia berasal dari nafas Allah. Berfungsi memberi pengertian tentang Allah. Manusia diciptakanNya dengan kapasitas yang proporsional:
- Roh manusia, berasal dari nafas Allah. Berfungsi untuk berkomunikasi dan berpengertian (understanding) terhadap Allah.
- Jiwa manusia, kehidupan, adanya peredaran darah, sebagai konsekwensi follow up dari adanya roh (real being) berfungsi untuk berkomunikasi (inputs, outputs) dengan sesama manusia.
- Tubuh manusia, tenaga, untuk bekerja, berkarya.
6. PENGUDUSAN KEBERADAAN MANUSIA adalah sangat perlu demi optimalnya hubungan manusia terhadap Allah (vertikal) juga terhdap sesama manusia (horizontal). 1 Tesalonika 5:23; Allah menguduskan roh, jiwa dan tubuh manusia. Markus 12:30-31; hukum yang terutama, kasihilah Tuhan Allahmu dengan;
a. Segenap hati (roh).
b. Segenap jiwa.
c. Segenap (optimal) akal budimu (intelegensi, intelektual, sumberdayamu) dan dengan.
d. Segenap kuatmu (tenaga fisik).
e. Sesamamu manusia (melayani, berbaur dalam masyarakat).
f. Seperti engkau mengasihi dirimu sendiri.
7. KASIHILAH TUHAN ALLAHMU DENGAN AKAL BUDIMU, adalah memaksudkan mengasihi Tuhan Allah dengan segenap potensi sumber daya kita (SDM). Jadi SDM adalah bagian yang ada didalam diri kita sekaligus sebagai potensi untuk dipersembahkan kepada Tuhan. Keseimbangan anatar urapan (Sumber Daya Allah) dan akal budi (Sumber Daya Manusia) adalah sangat proporsional. Ada tiga contoh fakta dalam Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru dimana Tuhan ALlah memakai mitraNya dengan keseimbangan potensi diatas, urapan dan SDM.
Musa.
(Inputs) Mengenyam pendidikan di Mesir demi persiapan sebagai mediator (penengah) antara umat Allah dan raja Mesir (pemerintah sekular).
(Outputs) Menulis lima buku, Kejadian hingga Ulangan.
Daniel.
(Inputs) Mengenyam pendidikan di Babilonia sebagai persiapan menjadi penengah antara umat Yahudi dan raja Babilonia (sekular).
(Outputs) Menulis tentang akhir zaman (eschatology).
Paulus.
(Inputs) Mengenyam pendidikan (Taurat) di perguruan Gamaliel sebagai persiapan menjelaskan hubungan Taurat dan Anugerah bagi GerejaNya.
(Outputs) Menulis 14 surat (Epistles) Perjanjian Baru.
8. APAKAH SDM ITU?
- SDM adalah sesuatu sebagai potensi dalam diri kita sebagai bagian dari kegiatan jiwa kita untuk dipersembahkan kepada Tuhan Allah sekaligus ekspresi kasih kita kepadaNya.
- SDM senantiasa memiliki standard universal, umum, global semacam kurikulum dengan subyek-subyek tertentu untuk di input, dimiliki dan kelak di output bagi kepentingan umat Tuhan dan kerajaanNya sekaligus sebagai jembatan terhadap dunia luar, pemerintah, masyarakat, hal-hal sekuler.
- SDM yang dimiliki menempatkan kita pada posisi universal (bukan sectarian).
- SDM mampu menjadikan kita berwawasan (broad minded).
- SDM adalah potensi yang diminta oleh Tuhan Allah dalam mekanisme mengasihi Dia.
- SDM menjadikan kita berbobot, berwawasan, berpola serba universal sebagaimana Tuhan Allah kita mempercayai kita untuk tampil mewakili Dia sebagai Sang Pencipta Allam semesta (The Creator of the Universe).
9. APLIKASI UNTUK GEREJA PANTEKOSTA di INDONESIA. GPdI telah mencapai umur 80 tahun dalam masa baktinya terhadap bangsa Indonesia. Kini tepat waktunya kita sebagai pelayan Tuhan mengintrospeksi diri dalam hal keseimbangan potensi antara SDA (Sumber Daya Allah, urapan Roh Kudus) dan SDM kita (bobot intelektualitas, wawasan universal, kaitan sakral dan sekular dalam konteks universal). Sudah waktunya kita mengimprove kurikulum Sekolah Alkitab (Theologia) kita dimana SDM dari siswa (mahasiswa) kita diangkat secara optimal dengan memiliki kurikulum yang minimal standard, bila perlu plus. Bagaimana Tuhan Yesus meminta diri kita agar mengasihi Dia, dengan segenap hati (roh, ada urapan Roh Kudus), dengan segenap jiwa, dan dengan segenap akal budi (SDM) dan dengan segenap kuat (fisik) dan mengasihi sesama manusia (melayani) sebagaimana kita mengasihi diri kita sendiri.
10. GPdI BERSIAP DIRI UNTUK TUAIAN GLOBAL. Kawasan pelayanan sesuai Alkitab senantiasa bersifat global! Matius 28:19-28, Kisah 1:8. Hendaknya bahasa Inggris sebagai alat komunikasi global sudah seharusnya diterapkan dalam kurikulum di sekolah-sekolah Alkitab Theologia GPdI secara seragam. Buku-buku sebagai literatur pendukung mata pelajaran/kuliah, bahasa pengantar dalam kelas hendaknya mengarah kepada internationalisasi, yakni berbahasa inggris. Beberapa universitas sekular di Indonesia kini benar-benar dalam pembenahan mengarah kepada internationalisasi, baik buku-buku di perpustakaan, bahasa pengantar semua serba Inggris. Alangkah idealnya apabila GPdI dalam kenyataan sekarang benar-benar mempersiapkan diri untuk tuaian global! Tuhan menyertai kita.Amin!(Pdt.Everthart G.Awuy, Jakarta.PusakaRohani.No:521/2002).”
