1 Tawarikh 16:29
Daud adalah seorang yang sederhana, tetapi ia berkenan di hati Allah, sebab ia melakukan segala kehendakNya – Kisah Rasul 13:22. Allah menyatakan kerinduanNya untuk mendiami Sion selama-lamanya – Mazmur 132:13-14. Selama 40 tahun masa pemerintahan Daud, Allah hadir dan menyatakan kemuliaanNya disana. Itulah tahun-tahun yang penuh dengan kebangunan rohani di antara umat Allah.
KEBANGUAN ROHANI. Kebangunan Rohani adalah pemulihan hubungan manusia dengan Tuhan. Sebagai orang percaya, hari-hari ini kita sangat membutuhkan kebanguan rohani, yaitu lawatan Allah yang membawa perubahan dalam seluruh aspek kehidupan kita. Ketika kasih telah menjadi tawar; ketika roh dunia sudah merasuk ke dalam gereja dan kehidupan orang percaya; ketika kepahitan, dendam, perpecahan, iri hati terjadi di antara umat Tuhan, saat itulah kita mengetahui, bahwa kita membutuhkan lawatan Allah yang akan mengubah segala sesuatu.
HARGA YANG HARUS DIBAYAR. Tetapi, kebanguan rohani tidak serta merta terjadi ketika kita mulai berdoa. Ada waktu-waktu yang panjang dan pergumulan penuh air mata yang harus dilalui.
Dalam 2 Samuel 6, kita membaca prosesi membawa tabut Allah ke Yerusalem, yang terjadi dalam dua tahap. Pada tahap pertama, Daud menggunakan cara dunia, yaitu menaikkan tabut Allah diatas kereta yang baru- cara yang diadopsi dari orang Filistin. Akibatnya, ia mengalami kegagalan. Dalam prosesi kedua, ia berhasil, sebab menggunakan cara Allah, yaitu tabut dipikul diatas pundak orang-orang Lewi. Sebuah prosesi panjang yang melelahkan dan mahal, sebab untuk menempuh jarak 15 km, setiap enam langkah, seekor lembu dan seekor anak lembu gemukan harus dikorbankan.
Kalau kita merindukan lawatan Allah, ada harga mahal yang harus dibayar; menurut cara Allah. Allah masih bekerja dengan caraNya untuk mendatangkan kebangunan rohani di tengah umatNya, bukan dengan cara-cara duniawi.
Tabut di pikul diatas pundak orang Lewi. Ada orang-orang yang memiliki beban dan kerinduan akan lawatan Allah. Mereka rela membayar harganya lewat pergumulan, air mata dan ratapan kepada Tuhan. Berawal dari kerinduan dalam hati Daud yang disampaikan dan kemudian disambut baik oleh orang banyak, sehingga bersama-sama mereka membawa tabut Allah.
RAHASIA MENGALAMI LAWATAN ALLAH. Yang ingin saya tekankan ialah lawatan Allah tidak terjadi selama satu hari, tetapi terus berlangsung selama empat puluh tahun masa pemerintahan Daud. Rahasianya ada dalam 1 Tawarikh 16:29 – Beri kepada TUHAN kemuliaan namaNYa, dengan cara :
1. Membawa persembahan, dengan sikap hati yang benar. Tuhan memberi teguran keras kepada umat yang menghampiri dan memuliakan Dia dengan mulut, sementara hati mereka jauh daripadaNya – Yesaya 29:13. Korban yang berkenan kepada Allah bukan korban sembelihan dan korban bakaran, melainkan jiwa yang hancur, hati yang patah dan remuk (kerendahan hati) – Mazmur 51:18-19.
Zacheus memberikan satu pelajaran berharga tentang cara menghampiri Tuhan dengan benar. Ia melakukan hal yang dianggap menurunkan martabatnya sebagai seorang pejabat pemerintah Romawi yang mempunyai kedudukan tinggi dan berpengaruh.
Banyak orang tidak mau melakukan hal-hal yang dianggap merendahkan martabat atau wibawa. Tetapi Zacheus melakukannya. Dan lewat tindakan yang dianggap banyak orang terlalu radikal, ia mengalami perjumpaan dengan Tuhan yang mengubah segenap hidupnya. Ia tidak peduli pandangan orang, dan ia mengalami lawatan Allah. Ia menerima keselamatan, diubahkan dan dipulihkan. Ia mengalami kebanguan rohani yang luar biasa.
Hormati Allah dengan memberikan korban puji-pujian dengan sikap hati yang benar. Beri Dia hormat yang layak diterimaNya. Datang dengan kerendahan hati, bukan dengan akal.
2. Menyembah dengan berhiaskan kekudusan. Apakah hati kita kudus di hadapan Tuhan, ketika kita menyembah Dia ? Ketika kemah Musa ditahbiskan, api dari Tuhan turun membakar semua korban. Seluruh bangsa Israel bersorak-sorai memuji Tuhan – Imamat 9:23. Bumi bergetar ketika tiga juta umat Tuhan bersorak, memuji dan memuliakan Tuhan. Suatu kebangunan rohani yang luar biasa !! Ini terjadi, karena imam-imam telah mengadakan persiapan dengan menguduskan diri selama satu minggu sebelum pentahbisan.
Ketika kaabah Salomo ditahbiskan, semua imam terlebih dulu menguduskan diri – 2 Tawarikh 5:11. Hasilnya: belum selesai pujian dinaikkan, awan kemuliaan Tuhan turun begitu hebat, sehingga mereka tidak bisa melanjutkan ibadah. Perhatikan, semua imam, tanpa kecuali, ikut terlibat dalam satu kesatuan, mempersiapkan diri untuk suatu pelayanan. Dan hasilnya sungguh luar biasa.
RASAKAN LAWATAN ALLAH. Maukah saudara mengalami lawatan Allah ? Mari rasakan getaran hati seorang gembala yang merindukan kebangunan rohani terjadi. Ambil bagian, buang segala kepentingan pribadi yang selama ini mendominasi, sehingga kita tidak melihat dan mengalami karya Allah yang luar biasa.
Apakah selama ini kita mengatas-namakan pelayanan kepada Tuhan untuk kepentingan pribadi, yaitu untuk mendapat pujian ? Buang semua kepentingan pribadi, maka kita akan mengalami lawatan Allah.
Saudara rindu mengalami lawatan Tuhan ? Atau saudara puas menjadi penonton ? Beranikah saudara membayar harganya ? Mari bangun kerinduan itu. Mulailah berdoa, siapkan diri dengan sungguh-sungguh, sehingga ketika menghadap Tuhan, kita bisa membawa korban dengan sikap hati yang benar, yang akan membuat Tuhan turun ke tengah-tengah kita. Tuhan memberkati saudara sekalian.(WJ.1102/Swanda).
