Tuesday May 22nd 2012

Pdt. Wimpi Sigalarki: Dari Seorang Penakut Menjadi Pahlawan Gagah

Author : | This author have 258 posts

Pemanggilan seorang pahlawan yang gagah perkasa.

Meskipun penakut tapi Malaikat Tuhan mengatakan bahwa Gideon adalah seorang pahlawan yang gagah berani. Inilah cara Allah dalam membangkitkan iman kita. Ia selalu berkata positif meski keadaan yang sebenarnya tidaklah demikian. Tetapi manusia cenderung untuk berkata yang negatif. Firman Allah mengatakan bahwa Allah akan melakukan sebagaimana yang kita ucapkan (Bil. 14:28). Karena itu lakukanlah seperti yang Allah lakukan, selalu memperkatakan hal-hal yang positif.

Gideon menanggapi panggilan Allah dengan keraguan. Dia malah mempertanyakan kuasa Allah seperti yang pernah terjadi di masa lalu saat bangsa Israel keluar dari Mesir. Melihat keadaan bangsa Israel di masanya, Gideon berpendapat bahwa Allah sudah membuang mereka hingga mereka hidup menderita. Terpuruk dalam ketakutan membuat manusia jadi tidak mempunyai keberanian dan hanya mampu mengenang kejayaan masa lalu.

Harga yang dibayar oleh seorang pahlawan.

Atas tanggapan positif terhadap panggilan Allah bagi dirinya Gideon harus membayar sebuah harga yaitu meruntuhkan mezbah baal yang kebetulan ada di halaman rumah Yoas, ayahnya. Setelah itu seperti yang Allah kehendaki dia mendirikan mezbah bagi Allah. Tindakannya ini mendatangkan amarah segenap kaum keluarganya. Tapi inilah justru saatnya Allah menunjukan pernyataan dan pembelaannya pada Gideon. Ayahnya ternyata berbalik mendukung Gideon. Dia berkata bahwa biarlah baal sendiri yang membalas orang yang telah merobohkan mezbahnya.

Setelah inipun Gideon masih harus melihat kenyataan yang tidak seperti yang dia harapkan. Kini musuh-musuh datang dan mengelilingi seluruh Israel hingga bangsa itu makin ketakutan. Tapi pada waktu itu Roh Allah melingkupi dia dan kemudian timbulah keberanian dalam dirinya. Firman Allah berkata bahwa apa yang dapat kita lakukan bukanlah karena kuat dan gagah kita tapi oleh karena kekuatan Roh Kudus (Zak. 4:6).

Melepaskan diri dari cengkraman musuh.

Bila saat ini kita sedang berada dalam cengkraman musuh, marilah kita melakukan seperti yang Gideon lakukan. Pertama kali adalah menghancurkan mezbah penyembahan berhala. Percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan keserakahan adalah hal-hal yang sama dengan penyembahan berhala (Kol. 3:5). Oleh karena itu marilah kita hancurkan segala keserakahan, kenajisan dan kejahatan dari dalam hidup. Kemudian bangunlah mezbah penyembahan kepada Allah. Sebagaimana Gideon akhirnya memperoleh kemenangan yang luarbiasa setelah melakukan langkah-langkah diatas, maka pastilah demikian juga kita akan memperoleh kemenangan (WJ GPdI Kramat, No. 1338 Thn. XXVI, 24022008).

Leave a Comment

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

More from category

Pantekosta
Pantekosta

Ayat Pokok: Kisah Para Rasul 2:1-4 Setelah 10 malam mengadakan kebaktian doa, hari ini kita tiba pada puncak perayaan: [Read More]

Berkat Umum dan Berkas Khusus
Berkat Umum dan Berkas Khusus

Hari ini adalah hari gereja pantekosta. Mungkin lain tahun kita akan adakan acara khusus setiap hari pantekosta. Kita [Read More]

Natal, Orang Majus dan Kita
Natal, Orang Majus dan Kita

Matius 2:1-12 Apakah makna natal? Salah satunya dapat kita rujuk pada peristiwa orang Majus yang datang ke Betlehem dan [Read More]

Natal
Natal

Ayat Pokok : Kidung Agung Hari-hari ini kita tengah memperingati Hari Kelahiran Tuhan Yesus.  Allah Yang Maha Kuasa [Read More]

Kita Bukan Lagi Dibawah Hukum Taurat,
Kita Bukan Lagi Dibawah Hukum Taurat,

Kita Bukan Lagi Dibawah Hukum Taurat, Tapi Dibawah Kasih Karunia. Firman Tuhan, Kolose 2:6-14, Dalam Dia kamu telah [Read More]

Insider

Archives