Lukas 16:1-10
Alkitab mencatat banyak hal tentang sesuatu yang hilang dan dicari: dirham yang hilang, domba yang hilang, dan sebagainya. Namun anak bungsu yang hilang tidak dicari namun ditunggu untuk kembali ke rumah bapa.
Domba tidak tinggal di dalam rumah namun anak telah menikmati kasih dan tinggal di dalam rumah bapa. Anak yang hilang tidak lagi menikmati persekutuan dengan Tuhan dan kehilangan berkat-berkat dan kasih yang dilimpahkan dalam persekutuan.
Yesus menyebut Zakheus hilang sebab beberapa hal yang terjadi:
1. Kehilangan berkat dalam persekutuan
Zakheus tidak ada di dalam persekutuan. Jangan menjauhkan diri dari persekutuan sebab di sanalah berkat-berkat Tuhan dicurahkan. Di dalam ibadah dan persekutuan ada firman Tuhan yang menuntun dan menyegarkan hidup kita. Beribadahlah dengan rajin! Keadaan rohani yang sehat memberikan kesegaran bagi seluruh tubuh jasmani.
2. Kekurangan firman Tuhan
Zakheus adalah anak Abraham yang seharusnya mendemonstrasikan firman Allah. Kekuasaan yang dia miliki membuat dia memeras dan melakukan hal-hal yang jahat. Kekurangan firman Tuhan membuat seseorang mudah disesatkan.
3. Kehilangan identitas
Zakheus berarti dapat dipercaya. Namun ia telah menyalahgunakan kekuasaannya untuk melakukan hal-hal yang tidak semestinya. Sebagai anak Abraham seharusnya dia melakukan firman Tuhan dengan benar. Setialah dalam perkara-perkara yang kecil dan mengucap syukurlah atasnya. Jangan ingin cepat menjadi kaya sehingga terperangkap dalam melakukan kejahatan. Kita adalah anak Abraham, orang-orang yang telah ditebus untuk hidup di dalam kebenaran Allah. Jangan sampai kita kehilangan identitas hanya karena menginginkan berkat lebih. Tuhanlah sumber berkat dan Dialah Allah yang mencukupkan kita di dalam segala hal. Allah memberkati Abraham sebab ketaatan dan kemurnian imannya. Ujian adalah rahasia kelimpahan berkat yang harus kita lewati. Ajarkan dan wariskan iman yang kita miliki kepada keturunan kita.
4. Kehilangan harga diri
Yesus menghargai usaha Zakheus memanjat pohon untuk mencari Yesus. Dengan iman yang telah kembali ia menjadi ciptaan yang baru.
Di dalam Tuhan tidak ada sesuatu yang tidak mungkin. Dialah sumber segala berkat bagi kita.
Marilah kita menyelidiki dan memeriksa hidup kita, dan berpaling kepada TUHAN. Ratapan 3:40.
Oleh Pdt. Samuel Rande di gpdisingapura.
