Perlu perjuangan
Setiap orang yang mau masuk melalui pintu yang sesak harus berjuang dengan keras dan berusaha dengan sekuat tenaga. Berjuang disini bertujuan untuk mencapai kemenangan atau keberhasilan. Bagi orang yang berjuang melalui dan di jalan yang sempit itu berarti harus berjuang sampai Yesus datang kembali.
Usaha keras harus dilakukan karena pintu yang akan dilewati sempit adanya. Kesempitan dan kesesakan itu membatasi gerakan kita. Firman Allah sendiri mengatakan bahwa betapa manusia tidak berkuasa untuk menentukan jalan hidupnya dan betapa orang yang berjalan tidak berkuasa untuk menetapkan langkahnya (Yer. 10:23). Berarti siapa yang berhasil masuk dia adalah orang yang telah berjuang dan siapa yang tidak masuk berarti adalah orang yang tidak berjuang dengan keras. Meski keselamatan Allah cuna-cuma namun dibutuhkan perjuangan dan usaha yang keras untuk mengerjakan keselamatan yang telah kita terima.
Hasil yang luar biasa
Meski sukar dan penuh perjuangan namun usaha seperti itu memberi hasil yang luar biasa. Kita dapat melihat kebenaran hal ini dalam diri seorang wanita yang telah 12 tahun lamanya menderita pendarahan (Mat. 5:25-28). Selama itu dia telah berusaha untuk mendapatkan kesembuhan bagi dirinya. Usahanya mencapai hasil yang luar biasa saat dia bertemu Yesus. Ketika dia menjamah ujung jubah Yesus, maka seketika itu juga dia merasa sembuh dan lepas dari penderitaannya.
Demikian juga dengan seorang yang telah lumpuh selama 38 tahun (Yoh. 5:1-9). Sekian tahun lamanya dia menantikan kesembuhan di kolam Betesda. Dia berusaha untuk menjadi yang pertama masuk setelah malaikat mengguncangkan air di kolam itu, tetapi selalu gagal karena orang lain yang telah lebih dahulu mencapai tempat itu. Tidak ada yang menolong dia sampai Yesus melihat dia dan menyembuhkannya. Tapi sebelum disembuhkan Yesus bertanya kepada orang lumpuh tadi apakah dia mau disembuhkan. Melalui jawabannya kita dapat melihat betapa orang itu telah berjuang dan berusaha keras sampai akhirnya dia bertemu dengan Yesus. Didalam Yesus usahanya untuk sembuh memperoleh hasil yang luar biasa.
Penghalang untuk mengikut Yesus
Hal yang sering menjadi penghalang bagi seseorang untuk masuk ke dalam pintu dan jalan yang sempit adalah harta kekayaan. Seorang muda yang kaya mengatakan bahwa sejak kecil dia sudah menjalankan kewajiban agamanya dengan baik. Tapi ketika Yesus menyuruh dia untuk menjual semua harta bendanya lalu mengikut Yesus, maka pemuda ini merasa sedih sebab harta bendanya banyak dan dia tidak ingin kehilangan semuanya walau demi Yesus (Mat. 19:21-23).
Bagaimana cara mendekati Allah?
Pertama, Tuhan telah memberikan firmanNya dan firmanNya itulah yang membawa kita dekat padaNya (Yes 50:4-5). Firman itu memberikan semangat yang baru sehingga kita dapat datang lebih mendekat kepadaNya. Kedua, tanggalkan semua beban yang merintangi kita sehingga kita dapat berlari kepadaNya dengan lebih bebas (ibr. 12:1). Ketiga, lepaskanlah segala kebanggaan duniawi seperti yang dilakukan oleh rasul Paulus (Flp. 3:4-9).
Di akhir perjuangan yang keras rasul Paulus mengatakan bahwa sekarang telah tersedia baginya sebuah mahkota kehidupan yang akan dianugrahkan oleh Yesus sendiri. Demikian juga kiranya kita percaya bahwa di akhir perjuangan kita ada mahkota kehidupan dari Yesus bagi kita.
(WJ GPdI Kramat, 141007, No. 1319, Thn XXV).
