Sebelum jatuh kedalam dosa manusia mempunyai hubungan yang sangat erat dan harmonis dengan Allah. Setiap hari Allah bertemu dan bercakap-cakap dengan mereka. Tidak ada perasaan takut atau malu saat manusia bertemu dengan Allah. Sebaliknya mereka sangat bersukacita ada bersama dengan Allah. Tapi ketika mereka terperdaya oleh iblis, hubungan yang harmonis itu rusak. Mendadak manusia menjadi malu dan menghindar dari Allah. Ketika mereka mendengar suara Allah datang hendak menjumpai mereka, mereka menjadi sangat ketakutan. Betapa berbedanya keadaan manusia setelah ia jatuh ke dalam dosa.
Di pihak lain, Allah telah memberi begitu banyak kebaikan bagi manusia. Kepada manusia yang pertama Allah memberikan dia seorang penolong atau pendamping agar dia tidak merasa sendirian. Tapi manusia lebih mencenderungkan hatinya untuk tidak dengar-dengaran pada Allah. Akibatnya mereka menjadi takut. Kendati demikian Allah mengasihi manusia. Ketika mengetahui bahwa dirinya telanjang, manusia mengambil daun pohon ara untuk menutupi ketelanjangannya. Tapi itu tidak cukup untuk menutupi rasa takut dan rasa bersalah mereka. Karena itu Allah kembali turun tangan dengan memberikan kepada manusia pakaian dari kulit binatang dan memberikan kepada mereka suatu perjanjian untuk keselamatan manusia. Di atas kayu salib Yesus menggenapi perjanjian itu dengan menjadi korban untuk menutupi ketelanjangan manusia akibat dosa yang diperbuatnya.
Demikianlah karakter manusia sejak dahulu yang mudah goyah dan terperdaya oleh iblis. Bahkan murid-murid Yesus yang telah mengalami sendiri kuasa dan mujizat Yesus imannya menjadi goyah justru pada saat mereka telah mendengar berita tentang kebangkitan Yesus. Ada murid yang sedemikian tidak percayanya sehingga berkata dia baru akan percaya jika sudah melihat Yesus dengan mata kepalanya sendiri.
Gereja perlu memiliki ketahanan iman. Ada tenggang waktu 40 hari antara kebangkitan Yesus dan kenaikanNya ke Surga. Untuk apa waktu selama 40 hari itu? Selama itu Yesus menunjukkan kasihNya kepada para murid agar iman mereka menjadi kuat. Ia berpesan kepada mereka agar mereka tinggal di Yerusalem sampai mereka dipenuhi dengan kuasa dari Surga, yaitu Roh Kudus. Hanya Roh Kudus yang dapat membawa murid-murid dan orang-orang percaya kepada ketahanan iman yang teguh kepada Allah. Roh Kudus menjadi seperti persediaan minyak yang dimiliki oleh lima anak dara yang bijaksana yang membuat mereka dapat masuk bersama dengan sang pengantin ke dalam tempat pesta perkawinan. Persediaan minyak itu memberi ketahanan iman pada mereka.
Allah mempunyai rancangan yang indah bagi kita. Oleh sebab itu Ia selalu menetapkan langkah-langkah kita (Mazmur 37:23-24). Tapi adakalanya iman dan langkah kita goyah saat melihat kehidupan orang-orang fasik. Seperti yang diakui oleh Asaf, salah satu penulis kitab Mazmur, bahwa betapa imannya hampir tergelincir karena melihat betapa enaknya kehidupan orang fasik; mereka menjadi sangat makmur, gemuk dan baik keadaannya padahal sangat fasik perbuatanya (Mazmur 73:1-3, 18-19). Tapi ketika Tuhan membuka mata Asaf, barulah ia menyadari bahwa sesungguhnya Tuhan menempatkan mereka di tempat-tempat yang licin sehingga dengan mudahnya mereka jatuh dan hancur.
Sesungguhnya Tuhan sangat mengasihi kita. Apa yang Ia berikan bagi kita adalah yang terbaik yang mendatangkan kepuasan yang sejati dalam hidup kita. Manusia pertama tidak merasa puas dan akibatnya jelas, mereka jatuh ke dalam dosa. Karena itu bersyukurlah selalu untuk apa yang Tuhan sudah berikan bagi kita.
Tambahan dari bapak Gembala: Pemazmur Asaf mengatakan bahwa siapa yang jauh dari Allah akan binasa (Mazmur 73:27). Karena itu Asaf mau dekat dengan Tuhan senantiasa. Dalam bahasa Inggris dikatakan: \It is good for me to draw near to God\”, adalah baik bagi dirinya untuk berada dekat dengan Tuhan. Tidak ada pilihan yang lebih baik daripada datang dan selalu ada dekat dengan Tuhan. Tuhan memberkati saudara.
“
