" />
Tuesday May 22nd 2012

Pasukan Tuhan

Author : | This author have 132 posts

Keluaran 12:41b

“……..tepat pada hari itu juga, keluarlah segala pasukan TUHAN dari tanah Mesir”

Siapakah yang keluar dari Tanah Mesir itu ? Bangsa Israel !! Dan pada waktu mereka keluar, mereka keluar sebagai satu pasukan Tuhan.  Kita semua tahu bahwa bangsa Israel tinggal, kerja sebagai hamba/budak di Mesir, tetapi pada saat mereka keluar, mereka keluar sebagai satu pasukan.

Memang kalau kita lihat Keluaran 12:37 bahwa waktu mereka keluar dari Ramses ke Sukot disitu terdapat enam ratus ribu orang laki-laki yang berjalan kaki, mereka adalah orang-orang yang kuat, orang-orang yang mempunyai kekuatan dalam Kuasa Tuhan. Dan mereka yang keluar tentu punya istri dan anak-anak. Jadi jumlahnya kira-kira dua juta sampai tiga juta orang. Diantara mereka ada orang-orang yang kuat dan bisa berjalan kaki; demikian halnya dengan ibu-ibu, mereka juga berjalan kaki artinya mereka semua mempunyai kekuatan. Tapi kita baca disini: mereka keluar sebagai pasukan TUHAN (shoar).

PASUKAN = PASUKAN TENTARA

Mereka keluar sebagai satuan tentara. Meskipun mereka (bangsa Israel) adalah orang sipil, budak-budak, hamba-hamba, tidak mendapat latihan dan didikan kemiliteran; mereka hanya pekerja batu-bata, itu saja tugas mereka tapi mereka keluar sebagai tentara. Begitulah, walaupun mereka adalah orang sipil disebutnya dengan Pasukan = Pelayanan militer.

Roma 9:29: “….Seandainya Tuhan semesta alam….. (Bahasa Gerika = SABAOTH = Tuhan yang Maha kuasa) ada kaitannya dengan kata “Pasukan” dalam Keluaran 12:41 tadi.  Tuhan sendiri disebut Tuhan yang Maha kuasa  = Yehova Sabaoth, Tuhan semesta alam, Tuhan yang menguasai seluruhnya.    Orang yang berjalan kaki ini adalah orang-orang yang kuat dalam arti sebagai tentara yang kuat.  Tuhan menyatakan diri kepada mereka sebagai yang kuat, orang kuat yang mempunyai tenaga yang kuat.    

Kalau Tuhan bekerja, maka Tuhan memberikan kekuatan kepada bangsa Israel yang telah penat bekerja sebagai budak, yang dipaksa bekerja sebagai hamba. Tetapi herannya, pada malam mereka mau keluar; orang-orang Mesir yang didatangi oleh malaikat kematian pada ketakutan dan menyuruh bangsa Israel pergi dengan segera dari negeri itu, sebab kata mereka : “Nanti kami mati semuanya” – Keluaran 12:33. Seperti yang pernah saya katakan bahwa meskipun Tuhan hanya merencanakan untuk membunuh setiap anak sulung, mereka yang bukan anak sulungpun ikut merasa ketakutan.  Akhirnya, keluarlah bangsa Israel ini sebagai satu pasukan!

Nah, kalau sampai pasukan sudah mempunyai rasa takut, apa yang bisa kita harapkan dari seorang tentara.  Apabila ada perang, musuh belum datang pasukan sudah lari duluan.  Apa yang akan jadi ? Sebagai seorang tentara harus berani dan harus mempunyai kekuatan menghadapi musuh.    Tapi kalau tentara yang tugasnya mempertahankan dan menjaga kota lalu tidak berani menghadapi musuh yang datang; tidak mempunyai nyali untuk berperang, bubarlah sudah….! Oleh sebab itu bangsa Israel keluar sebagai tentara, kekuatan ada pada mereka, keberanian Tuhan berikan kepada mereka.  Artinya, bahwa keluarnya mereka dari perbudakan, kesengsaraan itu, sekarang mereka telah berubah menjadi sebagai pasukan tentara. Mengapa Tuhan jadikan mereka sebagai tentara, sebab dalam perjalanan mereka keluar dari Mesir sampai ke Tanah yang mereka tuju merupakan perjalanan yang banyak masalah, banyak musuh, tantangan dan problema yang harus mereka hadapi.    

Begitulah gambaran saudara dan saya yang hidup dalam dosa, dianiaya oleh iblis, dipaksa untuk melakukan sesuatu yang kita tidak mau lakukan.  Tetapi mereka keluar pada malam Paskah, berbicara tentang keluarnya mereka dari kehidupan orang berdosa dan mulai berjalan ke Tanah Perjanjian yang berkelimpahan susu dan madunya. Kehidupan yang berkelimpahan itulah yang Tuhan janjikan – Yohanes 10:10. Untuk mendapatkan kehidupan yang berkelimpahan itu, maka kita harus keluar dari kehidupan Mesir (kehidupan yang berdosa), lalu mulai mengadakan perjalanan dan perjalanan itu haruslah kita lalui layaknya kita sebagai pasukan tentara yang mempunyai kekuatan dan keberanian.  Inilah janji Tuhan.

KEKUATAN  ITU  DARI  TUHAN – 2 Timotius 1:7

Sumber kekuatan kita adalah Allah, kita sudah tidak mempunyai kekuatan. Kita terlalu penat diajar terus menerus oleh iblis, oleh dosa. Sehingga pada saat kita keluar, kita sudah tidak mempunyai kekuatan lagi, Tuhan lah yang memberikan roh yang membangkitkan kekuatan.  DIA berikan kekuatan untuk keluar dari kehidupan yang berdosa dan berjalan sebagai pasukan Tuhan. Jelaslah disini bahwa perjalanan kita bukanlah perjalanan yang mudah; banyak ujian, tantangan dan percobaan yang harus dihadapi.  Perjalanan rohani yang begitu susah, sebab untuk masuk dalam kerajaan Allah, kita banyak mengalami penderitaan, dan kita hanya sanggup menjalaninya dengan kekuatan yang dari Tuhan.  M e n j a d i anak Tuhan cukup hanya percaya, tetapi  h i d u p  sebagai anak Tuhan bukanlah hal yang mudah. Kita harus hidup bagaikan pasukan yang mampu menghadapi banyak tantangan, ujian dan sebagainya, tetapi barangsiapa yang bertekun sampai akhir mereka itulah yang selamat, kata firman Allah.  Untuk itu kita perlu kekuatan dari Tuhan !!.
TUHAN sebagai PANGLIMA – Yosua 5:13-14

YOSUA, dalam perjalanan menaklukkan kota Yerikho, dia melihat seorang laki-laki berdiri lengkap dengan pedangnya sehingga terjadilah dialog diantara mereka.  Kata Yosua, “Kawankah engkau atau lawan?\” ; Jawabnya: “Bukan, tetapi akulah Panglima Balatentara TUHAN…..”. Tadinya Yosua tidak tahu, siapakah orang ini . Ternyata DIA adalah Panglima Balatentara ( = tentara ) TUHAN, pasukan Tuhan.  Siapakah yang dimaksud dengan “Pasukan TUHAN” ? – Dalam kitab Keluaran 12 kita membaca bahwa bangsa Israel keluar sebagai pasukan Tuhan.  Rupanya Yosua tidak mengenali siapakah Panglima (Jendral, untuk istilah sekarang) yang menampakkan diri dan berkata kepada Yosua yang sedang memimpin bangsa Israel: “Sekarang aku datang”.
Namun begitu Yosua tahu siapa yang berdiri dan mengaku sebagai Panglima Balatentara TUHAN, yaitu Tuhan Yesus sendiri, maka Yosua sujud dan menyembah sebagai tanda siap untuk mendengar apa yang Panglima akan katakan kepadanya. Sebab dia menghadapi suatu kota yang tertua didunia, dan benteng yang sangat kuat. Sehingga Yosua dengan kerendahan hati mengaku sebagai “hamba”, dan Panglima Balatentara TUHAN itu adalah “tuan”nya.  Yosua hanya seorang hamba yang melayani tuannya. Kata “Pasukan”, bahasa Ibrani = pelayan yang bersifat militer, pelayan yang melayani tuannya, tetapi keadaan daripada pelayanan itu mempunyai disiplin militer, mempunyai kekuatan militer, mempunyai segala-galanya seperti seorang militer, sekalipun dia adalah seorang sipil.    Dia tidak pernah di didik secara militer tapi diharuskan mempunyai keberanian sebagai militer.  Yosua memimpin bangsa Israel masuk dalam peperangan yang terakhir yang mungkin merupakan peperangan yang sangat berat sekali. Sebab kota Yerikho merupakan kota yang dibentengi oleh tembok yang besar. Pada saat Yosua sudah tidak tahu apa yang harus dilakukan menghadapi pertahanan kota yang begitu hebat, disitulah Tuhan menampakkan diri dan berkata bahwa DIA lah Panglima Balatentara TUHAN.    

Yosua merendahkan dirinya sambil berkata : “Apakah yang akan dikatakan tuanku kepada hambanya ini ?”, begitulah kita harus bersikap manakala menghadapi tantangan berat, ujian dan percobaan bagaikan kota Yerikho yang secara akal manusia susah untuk dikalahkan. Tetapi saudara-saudara, ingatlah bahwa dalam menghadapi masalah yang paling sukar sekalipun; Tuhan selalu siap untuk menjadi Panglima Balatentara TUHAN – Halleluyah. Tuhan selalu siap untuk menyatakan diri kepada kita sebagai Panglima besar kita, sebagai pemimpin kita dan sebagai Jenderal besar kita yang powerful untuk memimpin kita menghadapi peperangan yang hebat sekalipun.

Tetapi sebagai “hamba” Yosua siap untuk mendengarkan apa yang Tuhan mau katakan kepadanya.  Begitulah juga kalau kita datang dalam kebaktian, dari rumah sudah siap dengan berkata apakah firman Tuhan akan katakan pada pagi ini.  Mungkin kita datang dengan membawa berbagai macam masalah dan lain lain, tapi apakah ada kerinduan dalam hati kita untuk mengetahui apa yang Tuhan mau katakan pada kita, apa komando Tuhan, apa yang harus kita buat pada hari ini. Kalau itu semua ada pada kita, datang beribadah dengan hati yang terbuka dan siap sedia untuk mengalami sesuatu yang indah. Maka percayalah saudara, Tuhan pasti akan lakukan itu, Tuhan tahu kebutuhan kita. DIA datang menyatakan diri, dengan syarat bahwa kita telah siap untuk menerima apa yang Tuhan mau berikan pada kita. Kemurahan Tuhan itu selalu baru setiap pagi !.

Ada hal yang penting bagi kita untuk menghadapi tiap masalah dan problema yaitu: “Tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat engkau berdiri itu kudus”.  Kita berdiri dihadapan Tuhan yang kudus. Sebab itu jadilah kudus, sebagaimana DIA kudus adanya.  Tuhan minta “kekudusan” dari kita – agar Tuhan dapat berbicara dan mengadakan perkara-perkara yang heran. Dan memang jatuhnya kota Yerikho tanpa penumpahan darah, tanpa tembakan hanya dengan puji-pujian Tuhan lakukan semuanya itu. Perkara heran dapat terjadi setiap hari dalam hidup kita apabila dengan hati terbuka kita datang kepada Tuhan, peka akan suara Tuhan.

ELISA – 2 Raja 6 : 8-17

Kisah tentang peperangan melawan Aram, Elisa, nabi dari Israel yang peka akan suara Tuhan yang membuat bangsa Aram terus mengalami kekalahan.  Rahasia kemenangan bangsa Israel karena ada abdi Allah, Elisa namanya yang selalu berhubungan dengan Tuhan, bukan menggunakan handphone untuk berhubungan dengan Tuhan, tapi Elisa menggunakan kneel-phone (berlutut – berdoa); sehingga Elisa mulai dikejar, mau ditangkap oleh raja Aram. Strategi perang yang dipakai adalah malam hari (sampai sekarangpun strategi ini masih dipakai) yaitu dengan mengirimkan kuda dan kereta (sekarang: tank- kendaraan perang) hanya untuk menangkap “seorang” abdi Allah, seorang hamba Allah, Elisa.

Keesokan paginya berkatalah bujang Elisa: “Celaka tuanku ! Apakah yang akan kita perbuat ?”,  begitu mereka melihat suatu tentara dengan kuda dan kereta yang mengelilingi kota Dotan.  Melihat ketakutan yang dialami oleh bujangnya itu, maka Elisa berusaha untuk menenangkan bujangnya sambil berkata: “Jangan takut, sebab lebih banyak yang menyertai kita daripada yang menyertai mereka”.  Setelah itu Elisa berdoa mohon kepada Tuhan agar Tuhan membukakan mata bujangnya itu.  Jadi rupanya, ada orang yang mempunyai mata tapi tidak bisa melihat, matanya baik, tidak perlu bantuan lensa (misalnya : Soft lens, kaca-mata) tapi tidak bisa melihat.  Ada mata jasmani ada mata rohani; kalau mata rohani buta, meskipun matanya itu baik sekali secara jasmani, tapi kalau mata rohaninya buta ; begitu mata jasmani lihat musuh, takutlah ia !  Ya Tuhan, “Celaka ….. ! Apakah yang akan kita perbuat ?”  Elisa hanya berdoa ! Maka TUHAN membuka mata bujang itu, sehingga ia melihat. Tampaklah gunung itu penuh dengan kuda dan kereta berapi sekeliling Elisa.    Dan ketika orang-orang Aram itu turun mendatangi Elisa, lagi-lagi Elisa berdoa, agar Tuhan membutakan mata mereka. Dan terjadilah ! Nah, kalau mata dari tentara Aram itu sudah buta, saudara bisa bayangkan apa yang terjadi ? Musuh dikalahkan ! Karena apa…?  Elisa mempunyai TUHAN sebagai Panglimanya yang besar.  Sekalipun “musuh” sudah didepan kita, peperangan, percobaan, problema sehebat apapun sudah didepan mata kita, percayalah saudara bahwa lebih besar Tuhan yang ada di dalam kita daripada yang ada di dalam dunia ini. Halleluyah!

Saudara, maukah kita pandang kepada Tuhan saja, biarlah kita mengerti bahwa Tuhan kita adalah TUHAN YEHOVAH SABAOTH, Allah yang Maha Kuasa.  Dia adalah Panglima Balatentara TUHAN  – kita adalah pasukan-pasukan Tuhan sebagai orang-orang percaya. Sekali lagi kita bukan berperang melawan manusia, tetapi melawan segala kuasa-kuasa kegelapan.  Dan dalam menghadapi kuasa kegelapan, Tuhan berikan kepada kita kekuatan untuk menang.  Tuhan yang adalah Panglima besar kita akan memimpin kita dalam peperangan dan memberikan kemenangan demi kemenangan sampai pada kemenangan yang terakhir waktu Yesus datang sebagai Raja segala raja dan mengalahkan semua musuh yang ada di atas bumi ini.  Oleh karena itu, apa kesimpulannya kalau kita berada pada kebaktian seperti pagi ini, apakah saudara percaya bahwa Tuhan adalah Panglima yang luar biasa, DIA komandan kita, DIA, Jenderal dan Pemimpin kita yang membawa kita kepada kemenangan demi kemenangan sampai Yesus datang kembali.  

HORMATI TUHAN.

Mazmur 89:8: “GOD is greatly to be feared in the assembly of the saints.

TUHAN YESUS, yang adalah TUHAN YEHOVAH SABAOTH harus ditakuti, DIA di segani dalam kalangan orang-orang kudus Nya.  Apalagi kalau sekarang ini kita sedang bersekutu (assembly), berbakti bersama-sama dan kiranya dalam ibadah kita pagi ini, kitapun menghormati DIA, takut kepada DIA, segan terhadap DIA dan to be held in reverence by all around him. Tuhan ada di tengah-tengah kita, karena Yesus berkata dimana dua, tiga orang berkumpul atas namaKu,  AKU ada di tengah-tengah mereka.  Itu sebabnya, mari kita hormati DIA, kita segani DIA dalam setiap ibadah kita .
Mazmur 89:9: “Ya TUHAN, Allah semesta alam, ya TUHAN YEHOVAH SABAOTH, TUHAN Allah yang kuat, siapakah seperti Engkau ? Engkau kuat, ya TUHAN dan kesetiaanMu ada di sekelilingMU” ; Itulah Tuhan kita yang ada di tengah-tengah kita.  Dan kesetiaan Tuhan untuk memberikan pertolongan kepada kita pagi inipun ada, asal kita mau menghormati DIA, kita takut kepada DIA, dan kita segani DIA, maka saya percaya TUHAN YEHOVAH SABAOTH itu akan memberikan kemenangan kepada kita. PERCAYALAH !!  Tuhan menjadikan sesuatu indah pada waktuNya, barangkali inilah waktunya bagi saudara untuk mendapat pertolongan daripada Nya. Puji Tuhan.(SWD).”

Leave a Comment

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

More from category

Akhir Zaman – Eskatologi* (1)
Akhir Zaman – Eskatologi* (1)

I.Pentingnya Pelajaran Kedatangan Yesus Kedua Kali. Para malaikat berkata kepada murid-murid Tuhan ketika menyaksikan [Read More]

Kolose (21-30)
Kolose (21-30)

COLOSSIANS  21 There can be no statement of more importance to the church than that which the Apostle made concerning [Read More]

Kolose 11-20
Kolose 11-20

COLOSSIANS  11 Redemption is necessary when a person or item of some sort is held captive by an evil force or group. A [Read More]

Doktrin Tentang Malaikat – Angelogy (1)
Doktrin Tentang Malaikat – Angelogy (1)

BAB I: KEBERADAAN MALAIKAT. Memang harus diakui bahwa ayat-ayat referensi tentang malaikat dalam Alkitab hanya sedikit. [Read More]

Kolose (1-10)
Kolose (1-10)

Greetings in the lovely name of our Lord Jesus Christ. It is a joy to once again be able to send you a daily study. My [Read More]

Insider

Archives