Mazmur 92 ini biasanya dibacakan pada hari Sabat. Tiga bagian dalam mazmur ini berkaitan dengan kebaikan Allah, hasil pekerjaan-Nya yang baik dan perlakuan Allah terhadap orang benar dan orang fasik.
Asaf menceritakan tentang kebaikan Allah dalam Mzm 73, juga iman yang tergoncang saat kesulitan datang. Adalah hal yang mudah untuk mengucap syukur dalam keadaan yang baik, dan sebaliknya sangat sulit untuk bersyukur kepada Tuhan dalam keadaan yang kurang baik. Sesungguhnya kebaikan Allah tidaklah tergantung kepada baik atau buruknya keadaan kita. Kita tetap bisa merasakan kebaikan Allah saat kita tetap berada dekat dengan-Nya. Apapun yang terjadi di dalam kehidupan kita tidak akan mampu menggoncangkan iman kita jika kita hidup dekat dengan Allah.
Pekerjaan Allah mengacu kepada karya penciptaaan dan karya penyelamatan Allah. Saat Allah menciptakan dunia dan isinya, Ia berkata semua baik, namun saat Ia menciptakan manusia, Allah berkata ‘sangat baik’, sebab Allah menciptakan manusia sesuai dengan gambar dan rupa-Nya. Allah bukanlah Allah yang melihat rupa, namun Ia melihat kepada iman dan ketaatan kita. Berpikirlah positif bahwa Allah menciptakan kita dalam keadaan yang sangat baik supaya kita mengembangkan potensi yang kita miliki.
Allah telah menyelamatkan kita. Dia juga akan menyelamatkan orang-orang yang kita doakan. Allah menggunakan kita sebagai alat-Nya untuk memberitakan kebaikan-Nya dan membawa orang lain kepada keselamatan.
Ayub mengalami penderitaan walaupun ia adalah seorang yang benar dan saleh. Hal yang sama seringkali membuat kita bertanya-tanya, mengapa orang benar masih mengalami penderitaan. Melihat dari sudut pandang kekekalan, orang fasik akan dihukum, dan orang benar akan diselamatkan. Tetaplah hidup dengan benar di hadapan Allah. Raja Daud menulis, tentang dosa yang seperti kain kotor, sehingga dia berseru kepada Tuhan untuk mentahirkannya [Mzm 51:10-13]. Allah tidak mengubah orang-orang yang merasa dirinya baik-baik saja. Namun Ia bekerja dan mentahirkan orang-orang yang berseru kepada-Nya.
Ingatlah bahwa kita adalah alat yang dipakai oleh Tuhan untuk memberi pengharapan bagi mereka yang tertindas. Saat Allah melihat kepada kita, Ia berkata bahwa keadaan kita sangat baik sehingga Ia memakai kita untuk menjadi alat-Nya supaya semua orang bisa melihat dan merasakan bahwa Allah itu baik.
Sebab TUHAN Allah adalah matahari dan perisai; kasih dan kemuliaan Ia berikan; Ia tidak menahan kebaikan dari orang yang hidup tidak bercela. Mazmur 84:11. (Oleh Pastor Paul Ng).
