Daniel 2:1-49
Daniel dan temen-temennya (yang lebih dikenal sebagai Sadrakh, Mesakh dan Abednego) sedang dalam masa pembuangan di Babel (kayak tahanan perang, karena Tuhan menyerahkan Yehuda ke tangan bangsa Babel). Waktu itu ada penyeleksian orang-orang buangan yang terbaik (turunan bangsawan & raja, ga ada cacat, gagah) akan ditraining selama 3 tahun untuk nantinya mereka akan bekerja sama raja. Daniel cs, mereka adalah orang Yahudi yang takut akan Tuhan, sehingga Tuhan memberikan hikmat dan pengetahuan kepada mereka. Tetapi Daniel lebih istimewa karena Tuhan juga memberikan pengertian tentang berbagai penglihatan dan mimpi.
Suatu hari Nebukadnezar bermimpi, mimpi yang sangat aneh, boro-boro pengertiannya dia sendiri juga ga bisa inget detail mimpinya, makanya raja Nebukadnezar jadi gelisah, insomnia. Raja memutuskan untuk melenyapkan orang-orang pintar yang ga tau apa isi mimpinya raja dan apa pengertiannya. Kemudian Daniel cs berdoa meminta belas kasihan Tuhan untuk menunjukkan isi dan pengertian mimpi raja itu, dan dijawab. Daniel cs memuji Tuhan.
Temans, inget ya…. Alkitab ga pernah ngajarin tentang menafsirkan mimpi. Tetapi Alkitab mengajarkan bahwa Tuhan lah yang memberi hikmat sehingga mimpi dapat ditafsirkan. Jadi ga ada pola bagaimana menafsirkan mimpi. Penafsiran mimpi langsung diperoleh dari Tuhan, tanpa ada rumus kalkulasinya, dan caranya. Klo kamu bermimpi yang ga biasa, mintalah kepada Tuhan apa maksud dari mimpi kamu itu, sekaligus kamu bisa melatih kepekaan kamu untuk mendengar suara Tuhan.
“Belajarlah mendengar suara Tuhan”
