“Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, sebab mereka berjaga-jaga atas jiwamu, sebagai orang-orang yang harus bertanggung jawab atasnya. Dengan jalan itu mereka akan melakukannya dengan gembira, bukan dengan keluh kesah, sebab hal itu tidak akan membawa keuntungan bagimuBerdoalah terus untuk kami; sebab kami yakin, bahwa hati nurani kami adalah baik, karena di dalam segala hal kami menginginkan suatu hidup yang baik” Ibrani 13:17-18
“Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan Allah sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu” II Timotius 2:15
Memberikan motivasi adalah seperti memberikan air minum kepada orang yang kehausan. Perbedaan dari Motivasi dan Manipulasi adalah cara untuk mengatasi kehausannya. Jadi para pemimpin kunci harus dapat mengidentifikasi dengan jelas orang-orang yang haus dan jenis-jenis kehausan setiap orang. Motivator yang efektif akan bertanya kepada diri sendiri, “Jenis air apa yang saya akan berikan untuk mengatasi setiap jenis kehausan yang berbeda dari setiap orang”. Motivasi yang tepat akan membawa keluar potensi terbaik dari setiap orang yang ada di sekeliling kita.
Bagaimana kita dapat membawa keluar potensi terbaik dari setiap orang?
1. Ciptakanlah atmosphere yang bersahabat. Ketika kita dengan tulus memotivasi seseorang, kita akan dapat melihat mata hati orang tersebut dan kita akan dapat membangun sebuah hubungan yang jujur dan bersahabat dengan orang yang kita layani
2. Nikmati keunikan dari tiap-tiap orang. Menjadi seorang teman memang bermanfaat, tetapi bukanlah menjadi suatu keharusan untuk memiliki selera yang sama dengan teman kita. Baik sekali untuk bisa merasakan kegembiraan para pekerja kita dan menghargai pekerjaan mereka dengan segala keindahannya. Pekerja kita akan termotivasi dengan apresiasi/penghargaan untuk setiap keberadaan mereka.
3. Mengetahui kemampuan seseorang. Seorang pemimpin harus secara objektif mengevaluasi skill, kapasitas potensial, komitmen level, dan kemampuan dari setiap orang-orang yang berada dalam team pelayanan kita untuk diberikan motivasi, disiplin dan kekuatan. Ini diperlukan jika kita ingin memotivasi para pelayan kita dan menumbuhkan kemampuan alami mereka tanpa menekan mereka melebihi kemampuan nyata mereka.
4. Mengetahui sejauh mana seseorang dapat menerima tanggung jawab dalam tugasnya. Pemimpin yang baik mengetahui kapan anak buahnya bekerja dengan baik menyelesaikan tugas-tugasnya ketika setiap detail tugas telah diberitahukan kepada mereka atau mereka bisa melakukan tugasnya dengan penuh inisiatif secara mandiri.
5. Mencari manfaat bersama. Kita harus melihat pelayan-pelayan yang ingin meningkatkan kemampuan mereka dengan tujuan untuk memajukan pelayanan / gereja mereka. Jika seorang pelayan memiliki potensi, satu pertanyaan yang baik untuk mereka adalah: “Anda memiliki banyak talenta lebih dari yang dapat anda gunakan, seberapa banyak usaha yang ingin anda yang akan anda kerahkan jika kami memberikan kesempatan kepada anda untuk mengembangkan telenta anda dalam pelayanan/gereja?”
6. Berikan para pelayan sebuah reputasi baik untuk mendukung mereka. Pengakuan publik seiring dengan pujian yang beralasan akan memotivasi para pelayan ketika itu semua dilakukan dengan integritas. Sebagai contoh, seorang pemimpin yang tahu cara untuk menyatakan penghargaan kepada para pekerjanya akhirnya akan mendapatkan apresiasi dari para pekerjanya yang akan menyebabkan para pekerja tersebut berusaha untuk mempertahankan reputasi mereka yang baik dihadapan pemimpinnya.
7. Nikmatilah pekerjaan anda dan tunjukkanlah itu. Ketika anak buah anda melihat pemimpinnya menikmati pekerjaannya dan menghargai pekerjaannya, mereka akan mengetahui bahwa merekapun dapat menikmati pekerjaannya juga.
Ketika kita jujur dan terbuka memberikan air minum kepada orang yang kehausan, kita tidak melakukan manipulasi tetapi kita memberikan motivasi.
Bahan Diskusi
1. Apakah para pelayan/aktivis dalam gereja anda menikmati pelayanannya saat ini? Bagaimana cara anda mengetahuinya?
2. Apakah para pelayan/aktivis dalam gereja anda terpanggil untuk meningkatkan skill/kemampuan mereka? Apakah yang menjadi alasannya? Bagaimana proses pembelajaran ini dapat dilakukan tanpa menciptakan situasi yang tidak menyenangkan?
3. Siapakah pelayan/aktivis kunci dalam gereja anda yang dapat anda andalkan untuk menerima tanggung jawab lebih dalam pelayanan?
4. Bagaimana kita dapat memberikan penghargaan untuk para pelayan/aktivis yang antusias dalam mengerjakan tugas pelayanannya?
From Building Church Leaders, published by Leadership Resources © 2000 Christianity Today Intl.
Free Translation by Dennie Kristian (denz.milist@gmail.com)
