Tahun 2009 Penuh Harapan.

foto: Jemaat GPdI Pematang Purba di Desa Parbalokan Kabupaten Simalungun dengan kesederhanaan tetap bersukacita memuji Tuhan dalam perayaan Natal, Senin (12/12) malam lalu." />

Tuesday May 22nd 2012

Merayakan Natal di Pedesaan Terpencil

Author : | This author have 1 posts

Tahun 2009 Penuh Harapan.

foto: Jemaat GPdI Pematang Purba di Desa Parbalokan Kabupaten Simalungun dengan kesederhanaan tetap bersukacita memuji Tuhan dalam perayaan Natal, Senin (12/12) malam lalu. Acara Natal dan KKR tersebut merupakan rangkaian kegiatan Penginjilan Pelayanan Pria Pantekosta (Pelprip) GPdI Wilayah Medan Utara di Kabupaten Simalungun, Sumut. (foto:rion aritonang)
 

“Tuhan mengetahui rancangan yang ada padaNya, rancangan itu merupakan rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan. Kepastian mendapatkan berkat di tahun 2009 akan sesuai dengan rancangan bila umat Tuhan mampu merendahkan diri dan menjadikan Yesus Kristus sebagai Juru Selamat.

Demikian kutipan khotbah Firman Tuhan dalam acara perayaan Natal dan Kebaktian Kebangkitan Rohani (KKR) yang dikutip dari Yeremia 29:11 dan disampaikan Pendeta Jimbris Ragho STh (Gembala GPdI Nafiri Allah Medan) pada Senin (29/12) malam lalu, di satu desa terpencil bernama Desa Parbalokan Kecamatan Pematang Purba Kabupaten Simalungun, sekitar 45 KM dari Kota Pematang Siantar atau 20 KM dari Kota Kabanjahe Kabupaten Karo itu.

Bersama dengan Tim Penginjilan Pelayananan Pria Pantekosta (Pelprip) Wilayah Kota Medan bagian Utara yang dipimpin Pendeta T Simangunsong STh, penulis mengikuti perjalanan tim dari Kota Medan hingga di Desa Parbalokan Kecamatan Pematang Purba Kabupaten Simalungun.Umumnya bangunan yang ada, masih sangat sederhana dengan berlantaikan tanah dan berdinding tepas (gedek), ketika itu telah dua hari arus listrik  terputus akibat tiang listrik kyang mengalirkan listrik ke desa Parbalokan tumbang dan belum diperbaiki.

Rombongan yang berjumlah enam orang tiba di Desa Parbalokan pada Senin (29/12) sekitar pukul 14.30 WIB disambut warga dan anak-anak berwajah polos dengan kesederhanaan yang jauh dari gaya hidup masyarakat di perkotaan. Sambutan hangat diberikan gembala sidang Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Pematang Purba, Pendeta muda (Pdm) Asman Stefanus Batee, lalu menggiring rombongan menuju gereja tempatnya melayani.

Sungguh memprihatinkan bangunan 7 meter kali 13 meter yang disebut gereja itu. Meski hanya dengan berlantaikan tanah dan berdinding gedek (tepas-red), jemaat GPdI Pematang Purba tetap melakukan ibadah, di tahun 2009 ini bangunan akan diperbaiki menjadi semakin layak.

Pdm Asman Stefanus Batee mengatakan, dengan kondisi sedemikian sederhana sudah dapat melakukan ibadah bersama dengan 14 keluarga jemaatnya. \Sudah 10 tahun pelayanan di Desa Parbalokan ini, berbagai tantangan dan berkat telah kami lalui, maka tahun 2009 direncanakan akan melakukan renovasi,\” jelasnya mantap.

Hadir dalam perayaan natal dan KKR yang dihadiri lebih seratus orang tersebut, Ketua Majelis Wilayah GPdI Simalungun Atas, Pdt Nurdin Tarigan beserta sekretarisnya Pdm James Sipayung dan bendahara Pdt Otriel Sirait. Rombongan yang dipimpin Ketua Pelprip Medan Utara, Pdt T Simangunsong (Gembala GPdI Sangkakala Medan) terdiri dari, Ketua Panitia Penginjilan GPdI Medan Utara, R. Aritonang, Pdt Jimbris Ragho, Ramses Marbun Lumbangaol, Fau Laoly dan Jefri Simangunsong.

Menurut Pdt B Simangunsong, kunjungan pastoral dengan disertai penginjilan di desa terpencil ini merupakan program akhir tahun yang bertujuan selain untuk melihat dan merasakan langsung kondisi masyarakat di pedesaan yang hidup dengan segala kesederhanaan, juga sebagai dukungan untuk perkembangan rohani serta penghiburan kepada umat Tuhan yang jauh dari hiruk pikuk kota.

Ketua Panitia Penginjilan GPdI Medan Utara, R Aritonang menjelaskan, sejak direncanakan telah banyak anggota Pelprip yang terseleksi secara alami. Bahkan berbagai kejadian dan tantangan telah dilalui demi terlaksananya rangkaian kegiatan penginjilan di pedesaan ini. Menurut R Aritonang, perjalanan rohani akan tetap dilakukan untuk membangun kedewasaan rohani dengan merasakan penderitaan orang lain yang mungkin saja kurang beruntung di bidang perekonomian. (rion aritonang)

 

Leave a Comment

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

More from category

Dibawah Pohon Ara
Dibawah Pohon Ara

Di bawah Pohon Ara   Yesus menjawab, kata-Nya: “Karena Aku berkata kepadamu: Aku melihat engkau di bawah pohon [Read More]

E-SWORD DI MALANG
E-SWORD DI MALANG

Klik http://www.youtube.com/watch?v=FtDyI9itw3Q Klik http://www.youtube.com/watch?v=R_Ura39pwUI Puji Tuhan !! Pelatihan [Read More]

E-SWORD DI JAKARTA
E-SWORD DI JAKARTA

klik http://www.youtube.com/watch?v=FtDyI9itw3Q klik http://www.youtube.com/watch?v=R_Ura39pwUI Panitia sudah mulai [Read More]

KEMAJUAN TEKNOLOGI = KIAMAT SEMAKIN DEKAT
KEMAJUAN TEKNOLOGI = KIAMAT SEMAKIN DEKAT

Alkitab tidak menuliskan secara pasti tanggal hari kiamat. Namun demikian, Alkitab menuliskan beberapa tanda atau [Read More]

Setia Sampai Akhir
Setia Sampai Akhir

Akhir Juli 2009 Tak ada yang berubah dengan rumah yang sering disebut ibu Loji Pastoral itu. Masih tetap tertata rapi, [Read More]

Insider

Archives