Terus terang saya tidak suka menulis tulisan seperti halnya topik ini, karena hal ini hanya memberikan suatu gambaran semu tentang Allah, bukan pengenalan akan diri Allah secara real. Namun saya harus melakukannya demi meluruskan pengajaran yang sekarang sedang berhembus kuat tentang nama Allah, agar kita memiliki pegangan yang teguh dan Alkitabiah atas hal ini serta tidak dialihkan dari menikmati Persona diri Kristus.
Kekristenan saat ini sudah merosot jauh dari Tuhan. Bukannya mencari Allah, berjalan menurut kehendakNya, mempersaksikan diriNya, menjadi manusia rohani, malahan sebagian anak-anak Tuhan lebih condong hatinya pada kesia-siaan dengan meributkan teks dan lafal nama Allah.
Beberapa orang melarang menyebut LORD (dengan keras) karena hal itu berarti memanggil nama berhala. Yang lain berkata ALLAH adalah nama dewa bulan. Kelompok lainnya berkata jangan bilang AMEN karena Amen-Ra adalah dewa orang Mesir. Yang lain lagi berkata jangan menyebut TUHAN TUHAN (diulang-ulang) karena itu sama dengan memanggil HANTU.
Sungguh semua hal diatas adalah perkara yang patut dikasihani yang terjadi dalam kekristenan hari-hari ini. Suatu perkara sia-sia yang ingin mencari dan menjamah Allah secara secara harafiah, yang intinya adalah perkara daging yang tidak berkenan kepada Allah.
Tulisan ini terbagi dalam beberapa bagian, untuk menunjukkan jawaban Alkitabiah atas polemik ini, terutama menunjukkan langsung kesalahan para pengagung Yahweh.
Bagian 1 : Nama ELOHIM
Kita telah mengetahui bersama bahwa ada sekelompok orang yang mengharuskan penggunakan nama Yahweh untuk menggantikan kata TUHAN dan ELOHIM untuk menggantikan kata ALLAH.
Kelompok ini berpendapat bahwa jika kita memanggil DIA Allah, maka hal itu sama halnya dengan memanggil dan memuja berhala karena Allah adalah nama Dewa Bulan. Oleh sebab itu yang benar adalah kita harus memanggil DIA ELOHIM atau YAHWEH.
Benarkah pernyataan demikian ? Mari kita melihat apa kata Alkitab.
Pertama Kali Tuhan kita disebut dalam Alkitab sebagai ELOHIM (Kejadian 1:1).
[NP]
[/NP]
Elohim adalah bentuk jamak dari ELOAH , yang adalah kepanjangan dari EL (Arab: AL). Nama ELOHIM (Inggris : GOD) di terjemahkan oleh LAI menjadi ALLAH.
Jika saudara-saudara kita yang mengagungkan nama Elohim berkata Allah adalah nama berhala, maka dengan dasar Alkitab saya ingin mengatakan bahwa :
Nama ELOHIM juga adalah nama berhala / dewa / ilah / sesuatu yang bukan diri Allah yang kita sembah.
Dalam Alkitab perjanjian lama, terdapat 218 ayat yang menggunakan \”ELOHIM\” sebagai nama berhala / dewa / ilah / allah. Perhatikan kata yang di stabilo kuning adalah \”ELOHIM\”, yang berpadanan dengan kata dalam bahasa sebagai dewa / ilah.
Kejadian 31:30
[NP]
[/NP]
(Kejadian 31:30) Maka sekarang, kalau memang engkau harus pergi, semata-mata karena sangat rindu ke rumah ayahmu, mengapa engkau mencuri dewa-dewaku {Elohim} ?\”
Pada ayat ini, kita temukan dengan jelas bahwa \”Terafim\” Laban yaitu dewa-dewa kepunyaan Laban yg di curi oleh Rahel, oleh Laban dikatakan bahwa itulah ELOHIM.
Kejadian 35:2
[NP]
[/NP]
(Kejadian 35:2) Lalu berkatalah Yakub kepada seisi rumahnya dan kepada semua orang yang bersama-sama dengan dia: \”Jauhkanlah dewa-dewa asing {Elohim} yang ada di tengah-tengah kamu, tahirkanlah dirimu dan tukarlah pakaianmu.
Pada ayat ini terbukti pula lewat perkataan Yakub bahwa \”dewa-dewa asing\” = \”Elohim\”. Bukan berarti Yakub menyamakan ALLAH dengan dewa asing, melainkan dewa asing pun disebut elohim
Keluaran 18:11
[NP]
[/NP]
(Keluaran 18:11) Sekarang aku tahu, bahwa TUHAN lebih besar dari segala allah {Elohim} ; sebab Ia telah menyelamatkan bangsa ini dari tangan orang Mesir, karena memang orang-orang ini telah bertindak angkuh terhadap mereka.\”
Kembali kita temukan bahwa \”allah\” (huruf kecil, yang berarti bukan ALLAH yang kita sembah), disebut juga sebagai \”elohim\”
Keluaran 20:3
[NP]
[/NP]
(Keluaran 20:3) Jangan ada padamu allah {elohim} lain di hadapan-Ku.
Yesaya 42:17
[NP]
[/NP]
(Yesaya 42:17) Orang-orang yang percaya kepada patung pahatan akan berpaling ke belakang dan mendapat malu, yaitu orang-orang yang berkata kepada patung tuangan: \”Kamulah allah {elohim} kami!\”
Patung tuangan = elohim
1 Raja-raja 11:5
[NP]
[/NP]
(1Ki 11:5) Demikianlah Salomo mengikuti Asytoret, dewi {elohim} orang Sidon, dan mengikuti Milkom, dewa kejijikan sembahan orang Amon,
Tidak cukup hanya ayat diatas, kalau kita mengexplorasi seluruh perjanjian lama, maka kita akan menemukan 216 kali nama Elohim di kutip sebagai berhala.
Nama Elohim dikutip sebagai \”god\” / \”ilah\” terdapat di :
Gen_3:5, Gen_31:30, Gen_31:32, Gen_35:2, Gen_35:4, Exo_12:12, Exo_18:11, Exo_20:3, Exo_20:23 (2), Exo_22:28, Exo_23:13, Exo_23:24, Exo_23:32-33 (2), Exo_32:1, Exo_32:4, Exo_32:8, Exo_32:23, Exo_32:31, Exo_34:15-17 (5), Lev_19:4, Num_25:2 (2), Num_33:4, Deu_4:28, Deu_5:7, Deu_6:14 (2), Deu_7:4, Deu_7:16, Deu_7:25, Deu_8:19, Deu_10:17, Deu_11:16, Deu_11:28, Deu_12:2-3 (2), Deu_12:30-31 (4), Deu_13:2, Deu_13:6-7 (2), Deu_13:13, Deu_17:3, Deu_18:20, Deu_20:18, Deu_28:14, Deu_28:36, Deu_28:64, Deu_29:18, Deu_29:26 (2), Deu_30:17, Deu_31:16, Deu_31:18, Deu_31:20, Deu_32:17, Deu_32:37, Jos_22:22 (2), Jos_23:7, Jos_23:16, Jos_24:2, Jos_24:14-16 (4), Jos_24:20, Jos_24:23, Jdg_2:3, Jdg_2:12 (2), Jdg_2:17, Jdg_2:19, Jdg_3:6, Jdg_5:8, Jdg_6:10, Jdg_10:6 (5), Jdg_10:13-14 (2), Jdg_10:16, Jdg_17:5, Jdg_18:24, Rth_1:15, 1Sa_4:8 (2), 1Sa_6:5, 1Sa_7:3, 1Sa_8:8, 1Sa_17:43, 1Sa_26:19, 1Sa_28:13, 2Sa_7:23, 1Ki_9:6, 1Ki_9:9, 1Ki_11:2, 1Ki_11:4, 1Ki_11:8, 1Ki_11:10, 1Ki_12:28, 1Ki_14:9, 1Ki_18:24-25 (2), 1Ki_19:2, 1Ki_20:10, 1Ki_20:23 (2), 2Ki_5:17, 2Ki_17:7, 2Ki_17:29, 2Ki_17:31, 2Ki_17:33, 2Ki_17:35, 2Ki_17:37-38 (2), 2Ki_18:33-35 (4), 2Ki_19:12, 2Ki_19:18 (2), 2Ki_22:17, 1Ch_5:25, 1Ch_10:10, 1Ch_14:12, 1Ch_16:25-26 (2), 2Ch_2:5, 2Ch_7:19, 2Ch_7:22, 2Ch_13:8-9 (2), 2Ch_25:14-15 (3), 2Ch_25:20, 2Ch_28:23 (2), 2Ch_28:25, 2Ch_32:13-14 (2), 2Ch_32:17, 2Ch_32:19, 2Ch_33:15, 2Ch_34:25, Ezr_1:7, Psa_82:1, Psa_82:6, Psa_86:8, Psa_96:3-5 (3), Psa_97:7, Psa_97:9, Psa_135:5, Psa_136:2, Psa_138:1, Isa_21:9, Isa_36:18-20 (4), Isa_37:12, Isa_37:19 (2), Isa_41:23, Isa_42:17, Jer_1:16, Jer_2:11 (2), Jer_2:28 (2), Jer_5:7, Jer_5:19, Jer_7:6, Jer_7:9, Jer_7:18, Jer_11:10, Jer_11:12-13 (2), Jer_16:10-11 (2), Jer_16:13, Jer_16:20 (2), Jer_19:4, Jer_19:13, Jer_22:9, Jer_25:6, Jer_32:29, Jer_35:15, Jer_43:12-13 (2), Jer_44:3, Jer_44:5, Jer_44:8, Jer_44:15, Jer_46:25, Jer_48:35, Dan_11:8, Hos_3:1, Hos_14:3, Nah_1:14, Zep_2:11,
Nama Elohim dikutip sebagai dewi :
1Ki_11:5, 1Ki_11:33
Selain itu, Elohim yang bukan berarti ALLAH yang kita sembah dapat ditemukan dalam Yunus 3:3. Disana Elohim diterjemahkan sebagai \”mengagumkan\”. Juga dalam Kejadian 30:8, sebagai \”sangat hebat\”.
Jadi sangat jelas bahwa dalam Alkitab, allah asing, dewa, dewi orang sidon, terafim, juga disebut elohim.
Bukannya bermaksud menyamakan ALLAH yang hidup dengan allah (ilah) lain, namun dalam menyebutkan dewa / allah asing pun Alkitab menggunakan nama elohim.
Jadi, jika saya yang sudah ditebus oleh darahNYA memanggil DIA \”ELOHIM\”, apakah ALLAHKU menyangka saya memanggil dewa asing bukan diriNYA ? Tentu tidak !
Demikian pula halnya jika saya memanggilNYA \”YA ALLAHKU\”, dia akan tahu bahwa saya menyapa diriNYA dengan mesra.
Hal yang sebaliknya berlaku, jika seseorang belum mengenal ALLAH berkata kepada patung : \”o ELOHIMKU…\” maka Bapa yang di Sorga tahu bahwa bukan DIRINYA yang dipanggil, melainkan ilah yang lain.
Dengan demikian, memanggil DIA dengan ELOHIM (Ibrani) adalah betul dan memanggilNYA dengan ALLAH (Indonesia/Arab) pun adalah tidak salah.
(bersambung)
