Warning: include(/hermes/bosoraweb178/b1745/ipw.gpdiworl/public_html/v7/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache-base.php) [function.include]: failed to open stream: No such file or directory in /hermes/bosnaweb08a/b1745/ipw.gpdiworl/public_html/v7/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache.php on line 53

Warning: include() [function.include]: Failed opening '/hermes/bosoraweb178/b1745/ipw.gpdiworl/public_html/v7/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache-base.php' for inclusion (include_path='.:/usr/local/lib/php-5.2.17/lib/php') in /hermes/bosnaweb08a/b1745/ipw.gpdiworl/public_html/v7/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache.php on line 53

Warning: include_once(/hermes/bosoraweb178/b1745/ipw.gpdiworl/public_html/v7/wp-content/plugins/wp-super-cache/ossdl-cdn.php) [function.include-once]: failed to open stream: No such file or directory in /hermes/bosnaweb08a/b1745/ipw.gpdiworl/public_html/v7/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache.php on line 70

Warning: include_once() [function.include]: Failed opening '/hermes/bosoraweb178/b1745/ipw.gpdiworl/public_html/v7/wp-content/plugins/wp-super-cache/ossdl-cdn.php' for inclusion (include_path='.:/usr/local/lib/php-5.2.17/lib/php') in /hermes/bosnaweb08a/b1745/ipw.gpdiworl/public_html/v7/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache.php on line 70
Menyembah Dalam Roh Dan Kebenaran | GPdIWorld Keluaran 13:13

Minggu yang lalu kita sudah belajar dari hal sifat keledai yang merupakan HEWAN PENGANGKUT. Hal ini bisa kita lihat dalam Kejadian 22, tentang kepercayaan Abraham yang diuji Tuhan dengan meminta kepada Abraham supaya mempersembahkan anaknya yang dia cinta, Ishak, yang pada saat itu bukan lagi seorang anak kecil, melainkan Ishak sudah menjadi seorang pemuda yang dewasa, 37 tahun usianya." />
Sunday August 31st 2014

Menyembah Dalam Roh Dan Kebenaran

Author : | This author have 131 posts

Keluaran 13:13

Minggu yang lalu kita sudah belajar dari hal sifat keledai yang merupakan HEWAN PENGANGKUT. Hal ini bisa kita lihat dalam Kejadian 22, tentang kepercayaan Abraham yang diuji Tuhan dengan meminta kepada Abraham supaya mempersembahkan anaknya yang dia cinta, Ishak, yang pada saat itu bukan lagi seorang anak kecil, melainkan Ishak sudah menjadi seorang pemuda yang dewasa, 37 tahun usianya.  Tapi karena Abraham sangat cinta kepada TUHAN dan percaya bahwa TUHAN itu adalah TUHAN yang mempunyai maksud yang baik dalam segala sesuatu; walaupun secara manusia Abraham tidak bisa mengerti jalan pikiran Allah. Sebab kita semua kenal ceritanya bagaimana Abraham mendapatkan Ishak, anaknya itu.  Abraham dan istrinya harus melewati suatu penantian yang cukup panjang. Sekarang TUHAN minta anak itu, Ishak, untuk dikorbankan, artinya anak itu harus disembelih kemudian dibakar. Menghadapi hal ini, Abraham tidak banyak tanya melainkan pada keesokan harinya pagi-pagi bangunlah Abraham, ia memasang pelana keledainya. Kejadian 22:3, untuk dipergunakan sebagai alat angkut dalam keperluan itu. 

Keledai adalah binatang yang haram – Keluaran 13:13 dan merupakan binatang yang najis kata Imamat 11:4-6, sehingga harus ditebus lebih dahulu sebelum dikorbankan.  Anak manusia yang sulung pun harus ditebus juga.  Jadi MANUSIA yang tidak ditebus IDENTIK dengan KELEDAI yang tidak ditebus.  Kalau keledai yang tidak ditebus adalah najis, maka manusia pun yang tidak ditebus juga najis dihadapan Allah. Meskipun manusia itu badannya dirawat sedemikian rupa sehingga nampak cantik dan elok parasnya, tapi kalau tidak dan belum ditebus oleh Darah Anak Domba Allah, tidak dan belum percaya kepada YESUS yang disalibkan dan dibangkitkan, maka manusia itu dipemandangan Allah adalah manusia yang najis – Epesus 2:11 & Yesaya 1:6.    Tapi kalau kita percaya kepada YESUS, kita terima YESUS maka kita dikuduskan oleh Tuhan, dari najis menjadi kudus, haleluyah……Ini yang Tuhan kerjakan dalam kehidupan kita. 

Keledai mempunyai sifat sebagai pengangkut beban berbagai jenis barang, demikian juga manusia harus mengangkut beban. Minggu yang lalu saya katakan bahwa bagi manusia, beban yang paling berat adalah BEBAN DOSA.  Itu sebabnya, layaknya seekor keledai yang harus ditebus; demikian pula manusia pun HARUS ditebus oleh Darah Anak Domba Allah yaitu TUHAN YESUS KRISTUS.  Sesuai dengan janji Tuhan dalam Matius 11:28 :\”Marilah kepadaKu, semua yang letih lesu dan berbeban berat.  Aku akan memberikan kelegaan kepadamu\”  

SIFAT KELEDAI YANG KEDUA - S A B A R. Kejadian 22:3-5

Kejadian 22:3 :”……….Abraham memanggil dua orang bujangnya beserta Ishak,anaknya; ………lalu berangkatlah ia dan pergi ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya”  – jadi ayat tersebut berbicara bahwa ada tiga orang dengan seekor binatang, keledai, yang pergi ketempat yang ditunjuk oleh Allah.

Kejadian 22:4 : ” Ketika pada hari ketiga Abraham melayangkan pandangnya,………”.   Bagi saudara yang lama dalam Tuhan tentu tahu apa yang dimaksud dengan pada hari yang ke tiga….., jadi lama perjalanan mereka tiga hari !   Artinya bahwa tiga hari itu berbicara tentang kematian dan kebangkitan Yesus yaitu, tiga hari dan tiga malam.  Mereka melihat pada hari yang ketiga, artinya mereka masih dalam posisi berjalan.  Jadi jelas disini bahwa kisah ini mengacu pada kematian dan kebangkitan daripada Tuhan Yesus.

Kejadian 22:5 : Kita melihat disini bagaimana Abraham percaya bahwa ada kematian dan ada kebangkitan. Perhatikan apa yang dikatakan oleh Abraham : “Tinggallah kamu (dua orang bujangnya) disini dengan keledai ini; aku beserta anak ini akan pergi kesana; kami akan sembahyang, sesudah itu kami kembali”  Apa yang Tuhan minta dari Abraham ? Mempersembahkan anaknya menjadi korban bakaran, bukan ?  Jadi, Abraham harus membawa anak itu dan menyembelihnya lalu membakarnya untuk Tuhan.  Artinya apa, kalau anak itu harus disembelih, pasti mati kan ?  Tapi simak apa yang dikatakan oleh Abraham dalam menghadapi situasi yang cukup pelik ini : ……kami akan sembahyang, sesudah itu kami kembali”.  Seharusnya dia bisa berkata kami akan pergi dan korbankan anakku, lalu aku akan kembali.  Sebab dia tinggalkan anaknya itu jadi korban, dengan lain perkataan anaknya sudah mati.  Tetapi Abraham percaya, kami akan pergi, aku akan korbankan anak itu dan kami akan kembali.  Pergi berdua, kembali berdua juga.  Kalaupun aku harus menyembelih anakku dan ku korbankan kepada Tuhan, maka anakku akan bangkit kembali.  Itulah IMAN daripada ABRAHAM.   Saudara percaya bahwa Tuhan Yesus pun mati dan Dia bangkit kembali. ISHAK adalah bayangan dari Tuhan Yesus. 

SYARAT MENYEMBAH TUHAN – Yohanes 4:3-41“Tinggallah kamu (dua orang bujangnya) disini,……. aku beserta anak ini akan pergi kesana; kami akan sembahyang, (bahasa Inggris = to worship = menyembah kepada Tuhan).  Keledai  t i d a k  boleh ikut, karena keledai adalah binatang najis. Bayangan dari orang yang belum ditebus, orang yang belum percaya kepada Tuhan, orang yang belum mempunyai kehidupan yang kekal. Orang seperti ini TIDAK DAPAT MENYEMBAH KEPADA TUHAN.  Untuk menyembah kepada Tuhan HARUS ada syaratnya. 

Sejenak kita akan mengamat kisah perjalanan Yesus 2000 tahun yang lalu. Dalam peta ISRAEL, kita melihat bahwa negeri Israel itu di bagi menjadi 3 (tiga) bagian. Sebelah Utara, Galilea, arah ke selatan adalah Samaria, dan Yudea.  Yohanes 4:3 tertulis bahwa Yesus sedang berada di Yudea dan kembali lagi ke Galilea.  Perjalanan Yesus dari Yudea menuju ke utara, Galilea itu, Yesus harus melewati Samaria.  Adalah kota yang bernama Sikhar di Samaria; sebuah kota yang oleh Yakub dahulu diberikan kepada anaknya, Yusuf.

Setibanya Yesus di Sikhar, dimana disitu terdapat sumur Yakub, Yesus merasa sangat letih oleh perjalanan Nya. Ingat saudara, Yesus juga manusia pada saat itu, sehingga DIA juga merasakan sama seperti yang kita rasakan. Kalau saudara jalan bisa letih, Yesus pun sebagai manusia juga merasakan hal yang sama dengan kita. 

YESUS ADALAH AIR KEHIDUPAN . Sekitar jam 12 siang, waktu jam makan; pergilah murid-muridnya ke kota untuk membeli makanan bagi Yesus. Saudara bisa bayangkan kedua belas muridnya pergi beli makanan hanya untuk Yesus seorang…..?! Aturan seorang saja bisa dong…….kenapa mesti serombongan, sementara Yesus ditinggalkan seorang diri. Pada saat itulah Yesus bertemu dengan perempuan Samaria dan Yesus minta minum kepada perempuan Samaria ini yang sebenarnya kedua suku bangsa ini (Yahudi & Samaria) tidak pernah bisa bergaul satu dengan yang lainnya; sampai sekarang ini. Saudara bisa buktikan sendiri, apabila suatu hari saudara ke Israel dan kebetulan “guide” nya adalah orang Yahudi, maka dia tidak akan mau mengantar saudara ke Samaria.  Tapi kalau “guide” nya orang Palestina, orang Arab, maka dengan senang hati mereka akan mengantar saudara ke Samaria. 

Terjadilah dialog antara Yesus dengan perempuan Samaria ini. Dan klimaksnya adalah, perempuan Samaria ini minta air hidup kepada Yesus supaya ia tidak perlu menimba lagi di sumur yang dalam itu.    Perempuan Samaria ini bukan minta air H2O yang biasa kita minum, melainkan air hidup, air yang bisa menjadi mata air bagi mereka yang meminumnya.  Sehingga secara terus menerus akan memancar sampai kepada hidup yang kekal.  Karena hanya AIR HIDUP itulah yang sanggup memberikan kepuasan dalam hidup ini. 

Namun…..ada syarat yang Tuhan ajukan bagi perempuan Samaria ini yaitu : “Pergilah,panggillah suamimu dan datang kesini”.  Barulah terkuak siapa perempuan ini sebenarnya. Sekalipun dia mengaku dihadapan Tuhan, bahwa dia tidak mempunyai suami. Ternyata yang ada sekarang bersama dia adalah “suami-orang” dan merupakan urutan yang keenam dalam kehidupan perempuan Samaria ini. Sebab telah terjadi kawin cerai sebanyak lima kali, sebelum dia hidup dengan “suami-orang” ini. Secara duniawi, dia adalah perempuan yang mempunyai “predikat” hebat. Tapi dipemandangan Tuhan, perempuan Samaria ini mencatat reputasi yang jelek dalam hidupnya; bagaikan  KELEDAI yang NAJIS. 

Jelas bagi kita semua, sehebat-hebatnya manusia menyembunyikan dosanya; TUHAN MAHA TAHU !!    Bagaimanapun hebatnya perempuan Samaria ini menyembunyikan kehidupannya yang najis itu dari sorotan “pers”, dari sorotan masyarakat luas namun DOSA adalah DOSA.  Tak seorangpun yang bisa lari dari Tuhan, karena DIA adalah Tuhan yang MAHA TAHU !! 

MACAM PENYEMBAHAN :

1. PENYEMBAHAN BERDASARKAN TRADISI : Penyembahan yang dibatasi oleh tempat dan hanya sebagai ritual belaka – Yohanes 4:20.  Abraham berkata kepada dua orang bujangnya: “Tinggallah kamu disini,dengan keledai ini, aku beserta anak ini akan pergi kesana; kami akan sembahyang – Kejadian 22:5.  Disini jelas tertulis bahwa Abraham mau menyembah (= to worship).  Sekarang, bagaimana yang disebut menyembah itu ? 

Dalam Yohanes 4:22 Tuhan berkata bahwa perempuan Samaria ini menyembah menurut ajaran dari leluhurnya; antara lain : harus di gunung-gunung.   Ini adalah penyembahan Tradisi !  Suatu penyembahan yang terikat dengan adat istiadat, mulai dari leluhurnya. 

Matius 15:1 – Pada saat Yesus berdiri dan mengajar lalu DIA didatangi dan ditegur oleh orang-orang Parisi dan ahli Taurat. Rupanya mereka ini adalah orang-orang yang memegang tradisi, adat istiadat.  Ibadah mereka adalah ibadah yang disesuaikan dengan tradisi. Hanya bersifat ritual agama belaka. Tapi Tuhan mencari orang yang menyembah dalam roh dan kebenaran.

Matius 15:7-8 = Mat 23 berbicara darihal orang-orang munafik yang memuliakan Tuhan dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari Allah.  Ada doa yang dinaikkan dengan susunan kata dan bahasa yang baik, tetapi b u k a n keluar dari hati.  Ada penyembahan yang kedengarannya baik, tapi hatinya lain.

Matius 7:9 – Bukan hanya zaman dahulu, tetapi sekarangpun ada banyak orang yang menyembah dari mulutnya, bernyanyi dengan tepuk tangan barangkali bahkan ada yang sampai melompat-lompat sambil menari, tetapi jauh dari hatinya !!  Apa yang dilakukan TIDAK DENGAN ROH. 

2. MENYEMBAH BERDASARKAN ROH & KEBENARAN : penyembahan yang TIDAK dibatasi oleh tempat dan waktu; melainkan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran  – Yohanes 4:23. ”Roh” yang dimaksud disini adalah roh manusia yang merupakan hati nurani manusia itu sendiri, bukan hati = Lever atau hati = jantung, bukan !  ”Kebenaran” artinya orang itu sudah dibenarkan, orang itu sudah percaya kepada Yesus, orang yang sudah terlepas dari kenajisan, orang yang sudah ditebus oleh darah Yesus, berdasarkan kematian dan kebangkitan Yesus. Firman Allah ajarkan bahwa YESUS MATI untuk menghapuskan segala dosa manusia, untuk mengampuni dosa manusia ; tetapi  YESUS BANGKIT untuk membenarkan manusia. Sesudah dosa kita diampuni, kita dibenarkan !! 

Tetapi yang ada sekarang (kebanyakan) orang menyembah bukan dari hati yang tulus, melainkan supaya dia dilihat oleh manusia bahwa dia memenuhi peraturan dari Tradisi para leluhurnya.  Kelihatannya sih sembahyang, tapi bukan keluar dari hatinya.       Ada DOA dalam ROH, ada DOA dengan AKAL, tapi ada juga DOA dalam MULUT yang tidak menyentuh sampai ke hati.  Apa kata Tuhan mengenai hal ini ? “P e r c u m a ………” – Matius 15:9a

Saudara-saudara, bukan itu yang dikendaki Tuhan.  Sekali lagi saya tekankan bahwa Tuhan mau supaya kita menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran, sebagaimana kita adalah orang yang telah dibenarkan, orang yang telah ditebus oleh darah Yesus.   

Sebab itu saudara-saudara, apapun yang saudara lakukan mari kerjakan dengan sepenuh hati; amat terlebih dalam hal penyembahan kepada Tuhan lakukanlah dengan benar yaitu menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran.  Bagaimana perasaan saudara apabila saudara adalah seorang aktivis di gereja, saudara seorang Pendeta, saudara seorang yang rajin berdoa dan berpuasa, sebutkanlah macam-macam aktivitas yang ada; tapi di pemandangan Tuhan apa yang saudara lakukan itu tidak ada “value” nya sebab Tuhan katakan : “P e r c u m a………..”  ibadah mu, karena semua yang saudara lakukan BUKAN DARI HATI !!   M e n y e s a l bukan…….?!    

Oleh sebab itu kalau kita mau beribadah, berdoa, menyembah Tuhan, menyanyi, lakukanlah semua itu dengan segenap hati.  Jangan asal menyanyi, menari apalagi, kalau BUKAN dari hati – percuma…… !! Mungkin saja dilihat orang hebat cara menarinya. Saya pernah melihat orang yang sedang berdoa tapi menari dengan costum baju ballet lengkap dengan sepatu dan tarian balletnya.  Saya pikir belajar menari ballet di sekolah ballet, dipakainya di gereja; yang bener aja…….! Hal semacam itu tidak cocok buat saya !  Kesimpulannya : Ada penyembahan yang kelihatannya baik tapi tidak di terima oleh Tuhan, sebab penyembahan itu BUKAN dari hati. 

3. MENYEMBAH KEPADA ALLAH YANG MATI – 1 Raja 18:20-28 = Yoh 4

Setelah kita menyimak ayat demi ayat dari kisah yang terdapat di dalam 1 Raja 18:20-46; maka kita bisa mengetahui siapakah nabi-nabi Baal yang jumlahnya ada empat ratus lima puluh orang itu, dibandingkan dengan nabi Elia seorang diri yang merupakan nabi TUHAN. Rupanya, mayoritas rakyat memilih untuk menyembah kepada nabi-nabi Baal yang sebenarnya adalah allah yang mati. Hal ini terbukti dengan tidak adanya jawaban, sementara rakyat memanggil-manggil nama Baal dari pagi sampai sore bahkan sampai ada yang kerasukkan setan petang harinya.- 1 Raja 18 : 26,29.

Alhasil, karena kecewa maka mereka menyakiti dirinya dengan menoreh-noreh  dirinya dengan pedang dan tombak, seperti kebiasaan mereka.  Saudara-saudara, sampai saat inipun ada macam-macam allah yang disembah sebagai Baal, allah yang mati.  Apa yang bisa kita harapkan dari allah yang mati ?    Mereka hanya melakukan ritual agama seperti kebiasaan. 

Akhirnya Elia mengundang seluruh rakyat untuk datang dan dekat kepada Elia.  Ingat saudara, Elia adalah satu-satunya nabi TUHAN disitu.  Artinya, minoritas (Elia) harus berhadapan dengan mayoritas (Baal).  Di dalam alam demokrasi ini biasanya yang mayoritas adalah yang menang.   Begitulah keadaan pada waktu itu. Tapi Elia tidak takut menghadapi !

Pertama-tama yang dia lakukan adalah memperbaiki mezbah TUHAN.   Rupanya pada saat rakyat mempersembahkan korban bakaran benga allahnya Baal, mezbah TUHAN telah diruntuhkan.  Karena mereka tidak percaya dan merasa tidak perlu lagi membawa korban-korban kepada Tuhan. MEZBAH adalah tempat mempersembahkan korban, tempat penyembahan kepada TUHAN. Sehingga kalau kita mau melihat BUKTI tentang kuasa TUHAN, pertama-tama yang harus kita perbaiki adalah penyembahan kita kepada TUHAN.  Apakah kita menyembah Tuhan menurut tradisi leluhur kita, ataukah kita menyembah dari hati orang yang benar. 

Inilah dua hal yang bertentangan satu dengan yang lain.  Menyembah menurut adat istiadat, tradisi turun temurun, berdoa dengan tendensi supaya dilihat orang.  Tapi bukan keluar dari hati, bukan menyembah dalam roh dan kebenaran.  Hasilnya tidak ada suara, tidak ada jawaban, tidak ada perhatian – 1 Raja 18:29b. Datang Elia memberikan contoh kepada kita untuk memperbaiki mezbah TUHAN dan sekaligus mengajar kita cara berdoa yang berdasarkan dengan firman TUHAN. 1 Raja 18:36b.  Bukan lagi penyembahan yang berdasarkan adat istiadat melainkan penyembahan yang didasarkan atas Firman Tuhan – Mazmur 138:2.  Tuhan membuat namaNya dan janjiNya melebihi segala sesuatu. 

Puji Tuhan, mari pagi ini kita mau belajar menyembah yang benar, sebagaimana yang dilakukan Abraham dan keledai yang dengan setia menunggu sampai tuannya datang kembali kepadanya. (Ketapang).

Be Sociable, Share!

More from category

Akhir Zaman – Eskatologi* (1)
Akhir Zaman – Eskatologi* (1)

I.Pentingnya Pelajaran Kedatangan Yesus Kedua Kali. Para malaikat berkata kepada murid-murid Tuhan ketika menyaksikan [Read More]

Kolose (21-30)
Kolose (21-30)

COLOSSIANS  21 There can be no statement of more importance to the church than that which the Apostle made concerning [Read More]

Doktrin Tentang Malaikat – Angelogy (1)
Doktrin Tentang Malaikat – Angelogy (1)

BAB I: KEBERADAAN MALAIKAT. Memang harus diakui bahwa ayat-ayat referensi tentang malaikat dalam Alkitab hanya sedikit. [Read More]

Kolose (1-10)
Kolose (1-10)

Greetings in the lovely name of our Lord Jesus Christ. It is a joy to once again be able to send you a daily study. My [Read More]

Love (111-125 – Selesai)
Love (111-125 – Selesai)

ALLAH ADALAH KASIH. #111 Besarnya ukuran satu kata sederhana BEGITU tidak dapat, ataupun tidak pernah akan terukur, [Read More]

Insider

Archives